Review Buku I Owe You One - Sophie Kinsella

Published: Sunday, 28 April 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : I Owe You One

Penulis : Sophie Kinsella

Jenis Buku : Fiksi Romance - Chick lit

Penerbit : Penguin Random House UK

Tahun Terbit : Februari 2019

Jumlah Halaman :  374 halaman

Dimensi Buku :  23.40 x 15.30 cm

Harga : Rp. 258.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780593079928

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

from the No.1 Bestselling Author

 

Available at Periplus Bandung Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Fixie Farr hidup dengan moto ayahnya: "Keluarga yang utama." Dan sejak ayahnya meninggal dunia, meninggalkan toko peralatan rumah tangganya di tangan istri dan anak-anaknya, Fixie menghabiskan seluruh waktunya untuk mengambil peran terbesar dalam menjalankan bisnis keluarga mereka meski tanpa dukungan nyata saudara-saudara kandungnya, yang mana berujung pada banyak kerugian untuk dirinya sendiri. Yang ada dalam pikiran Fixie hanya satu, jika dia tidak mengurus warisan ayahnya, lantas siapa lagi?

 

Sama sekali bukan sifat Fixie untuk mengatakan tidak kepada orang-orang. Jadi ketika di sebuah kedai kopi ada pria tampan yang tidak dikenalnya memintanya untuk mengawasi laptopnya sejenak, dia tidak hanya setuju — tapi juga spontan menyelamatkan laptop dari atap yang runtuh bahkan situasinya sebenarnya bisa membahayakan keselamatannya waktu itu. Untuk berterima kasih kepada Fixie, pemilik komputer, Sebastian, seorang manajer investasi, mencoret-coret IOU di coffee sleeve dan menempelkan kartu namanya. Fixie menertawakannya — dia tidak pernah benar-benar mengklaim IOU dari orang asing. Tapi benarkah demikian di masa depan?

Cinta masa kecil Fixie, Ryan, datang kembali ke kehidupannya. Situasi yang menimpa Ryan membuat Fixie sedih dan sangat ingin membantu. Karena itulah ia mengontak Seb dan mengklaim IOU. Fixie ingin Seb memberi Ryan pekerjaan. Sejak saat itu IOU di antara mereka diperbarui terus menerus - mulai dari bantuan kecil hingga pertolongan yang benar-benar mengubah hidup mereka. Segera Fixie mendapati dirinya terpecah antara konflik keluarganya dan kehidupan yang benar-benar ia inginkan termasuk cinta. Pria mana yang akan ia pilih pada akhirnya? Apakah dia memiliki keberanian untuk mengambil sikap? Akankah dia akhirnya memilik memperjuangkan kehidupan, dan cinta yang benar-benar ia inginkan? 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Begitu melihat disain covernya sudah terlihat sekali ya genre chicklit nya. Pemilihan warnanya yang serba merah muda juga menyirikan kontennya yang romance segar, lucu, ringan, dan manis. 

 

Tokoh dan Karakter

Fixie Farr, gadis muda yang polos dan 'terlalu baik hatinya', selalu ingin membantu, tidak bisa mengatakan 'tidak', dan tenggelam dalam superioritas kedua saudaranya yang lebih tua dan populer. Tapi itu tidak berarti Fixie bukan gadis pintar dan tidak menarik.

Nikole Farr, kakak perempuan Fixie yang sangat cantik. Sekilas keindahan fisiknya tidak dibarengi dengan kecerdasan otak. Gamang dan cemas, terutama sejak suaminya, Drew, pergi dan tinggal di Abu Dhabi untuk bekerja di sana.

Jake Farr, bergaya hidup mewah dan borjuis. Bermimpi menjadi orang kaya dan terkenal. Seringkali bersikap otoriter kepada Fixie. Tapi Jake punya sisi kelembutan.

Sebastian, pria tampan yang mapan, yang berhutang budi pada Fixie, lalu jatuh cinta padanya. Tapi ia sendiri sudah punya kekasih.

Hannah, teman dekat yang sudah seperti saudara. Loyal dan pengertian.

Ryan, sahabat Jake sejak kecil. Arogan, banyak membual, tapi tampan dan punya pesona yang luar biasa. Bisakah Ryan berubah demi Fixie?

Uncle Ned, merasa Farr berutang budi padanya, mengambil sebanyak mungkin kesempatan dan keuntungan dengan dalih kontribusinya pada pengembangan bisnis keluarga.

Aunty Karen, membawa ibu Fixie berlibur agar kesehatannya lekas membaik.

Drew, suami Nikole yang sangat mencintainya, tapi mulai hilang kesabaran sejak Nikole enggan menyusulnya untuk tinggal di Abu Dhabi

Tims, suami Hannah yang sedikit aneh cara berkomunikasinya.

Leila, kekasih Jake yang cantik dan setia, juga sahabat yang tulus bagi Fixie Farr.

 

Karakter para tokoh dibangun dengan baik dan luwes sejak awal cerita. Deskripsi fisik tokohnya juga muncul sesekali menunjang profil tokoh secara keseluruhan. Misalnya,

‘Jakey’ I turn to see Leila, Jake’s girlfriend, coming into the store, wearing an adorable yellow full-skirted dress, and sun glasses on her head. Leila always reminds me of Bambi. She has long spindly legs and she wears high, wedged sandals which clip-clop like hooves, and she peers at the world through her long eyelashes as though she’s not sure if it’s about to shoot her. She’s very sweet and I cant possibly argue with Jake in front of her.

Page 19

He’s lean and energetic-looking, with an end-of-summer tan. Deep-brown hair, lighter where the sun’s caught it. As he reaches for his coffee again, the fronds cast shadows over his face. His cheekbones are two long, strong planes. His eyes are... can't quite tell. Mid-brown or hazel, I think, peering surreptitiously at him. Then the light catches them and I see a sudden tinge of green. They’re woodland eyes.

Page 29

 

Alur dan Latar

Kisah beralur maju dengan sudut pandang cerita orang pertama (Fixie). Konfliknya dinamis, emosional, tapi tetap ringan. Ada bagian epicnya yang menurut saya berhasil. Endingnya tertutup baik dengan penyelesaian adegan romance dan kekeluargaan yang manis.

Lokasi cerita berada di kota kecil di Inggris dengan latar rumah, toko, cafe, apartemen, dan beberapa tempat lainnya. Deskripsinya tersebar di tiap bagian cerita. Dengan halus melengkapi adegan-adegan yang ada. Misalnya,

Nicole’s room is like an instagram page come to life. Everywhere you look there’s a photo of her, or a poster with a saying on it or some styled accessory. I linger by the balck-and-white montage of her wedding pictures and yet again sigh inwardly at how effortlessly lovely she is.

Page 51

 

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Saya suka sisi romance novel ini yang terasa ringan, manis, dan mendebarkan. Misalnya adegan ketika untuk pertama kalinya Fixie berjumpa dengan Seb di coffee shop. Kesan-kesan yang dibangun terasa mengalir dan real. Wanita memang diliputi oleh perasaan dalam hidupnya. Dan cinta berarti berbicara soal rasa.

 

Suddenly I notice a guy opposite me, watching a slightly amusement over his laptop, and at once I flush. What am I doing? I would never normally start trying on hair clips in a coffee shop. I've lost all sense of propriety.

...

He can laugh at himself. That's one up on Dad, who was the sweetest, most soft-hearted person in the world, but didnt really get the concept of banter, or laughing at yourself. You could never have sent Dad an irreverent, jokey birthday card. He would have just been hurt of offended.

...

The wry blade of humour is back in his voice, but as he puts his phone away he stares out of the window as though trying to rebalance himself. It's weird, but I feel like I know this guy. Like, I get him. If we weren't two uptight British people in a London coffee shop, maybe I'd strike up conversation with him.

Page 30

 

Bagian ini sebenarnya menjengkelkan tapi di sisi lain saya mengakui justru di sisi ini lah drama novel ini terasa. Karakter Fixie yang 'bodoh' dan buta dalam mencintai Ryan kemungkinan besar akan membuat sebagian besar pembaca merasa jengkel, termasuk saya.

As I start to peel a potato, I find myself humming happily. There was Mum, saying Ryan was flaky. And Hannah, saying it would never last. But they were both wrong.

Page 161

 

Adegan ketika Fixie meluncur dengan sempurna di lapangan ice skating benar-benar epic! I love it so much. Setelah sebelumnya Fixie dimunculkan terus-menerus sebagai tokoh berkarakter ceroboh dan sering dimanfaatkan kebaikannya oleh orang-orang, terasa sekali betapa puncaknya kemenangan Fixie di bab ini. Apalagi ada tokoh antagonisnya di bagian itu juga.

And I've never felt so good in my life.

I make a little curtsey to the crowd and skate off, unable to wipe the ecstatic smile off my face, replying, "Thank you!" again and again as people say, 'Well done!" As I reach the gate to leave, I suddenly come across Briony, standing in her twirly skirt, clinging tightly to the barrier.

Page 251.

 

Bukan hanya romancenya yang manis, saya juga menyukai sisi kehangatan keluarganya. Misalnya adegan Fixie dan Nikole di bawah ini.

My eyes are starting to shimmer. My throat is thick. I fiercely blink my tears away, but Nicole notices. She peers at me expressionlessly - then suddenly holds out her arms. For a moment I don't even know what she means ... then I realize and my ears turn warm and I go to her, feeling almost self-conscious.

Her arms wrap around me and my eyes leak ot tears on to her shoulder and I exhale though I've been holding my breath for a long time.  It must be years since my big sister hugged me.

Page 330

 

Saya juga menyukai pesan cerita yang dibawa novel ini.

You need to start thinking less about what you owe other people and more about what you owe yourself

Page

 

Ada beberapa hal dalam novel I Owe You One yang menyebabkannya rentan mendapatkan rating rendah dari pembaca. Yang pertama adalah karakter tokoh utamanya, Fixie, yang terlalu polos, peragu (di awal cerita), dan mudah dimanfaatkan orang. Sebagian besar pereview yang memberi rating rendah untuk buku ini baik di Amazon maupun di Goodreads mengeluhkan karakter Fixie. Alur cerita yang dipilih Kinsella untuk kisah Fixie juga tidak sepenuhnya positif, terutama di masa-masa saat Ryan berulang kali masuk ke dalam kehidupan Fixie dan berbuat messy. Meskipun karakter Fixie terus berkembang sejalan dengan makin majunya alur cerita, tapi rupanya banyak pembaca yang sudah terlanjur merasa kesal dan antipati. Bagian epic dari cerita menjadi penyeimbang karakter Fixie dan endingnya yang manis memang tidak dipungkiri membuat novel ini untuk sebagian besar pembaca jatuh hati sekali lagi pada karya Sophie Kinsella.

Membaca novel I Owe You One harus diakui seperti menemukan kembali kenikmatan membaca buku bergenre chick lit yang sudah lama tidak saya rasakan. Seperti sebagian besar 'keluhan' yang disuarakan banyak pereview, saya pun merasa jengkel pada tokoh Fixie dengan alasan sama, begitupun ketika menyimak alur cerita masa dimana tokoh Ryan hadir dalam kehidupan Fixie. Tapi menurut saya itulah sisi drama yang sesungguhnya dari novel ini. Kekesalan yang memuncak yang dirasakan saat membaca justru di satu sisi membuktikan keberhasilan Kinsella dalam membuat alur cerita dan menuangkannya dalam adegan tokoh dan dialognya. Toh endingnya manis dan bahagia. Toh pesan ceritanya bagus untuk kita ambil sebagai hikmah cerita. Toh sisi kehangatan keluarga dan persahabatannya juga terasa.

 

Siapa Sophie Kinsella

Madeleine Sophie Wickham (lahir tahun 1969) yang umum dikenal dengan nama pena Sophie Kinsella, adalah seorang penulis Inggris. Dua novel pertama dalam seri Shopaholic terlarisnya, The Secret Dreamworld dari Shopaholic dan Shopaholic Abroad, diadaptasi menjadi film Confessions of a Shopaholic (2009). Buku-bukunya telah terjual lebih dari 40 juta kopi di lebih dari 60 negara, dan telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa

Pada usia 24, saat bekerja sebagai jurnalis keuangan, Wickham menulis novel pertamanya. Tennis Party segera dipuji sebagai novel yang sukses oleh para kritikus dan publik dan menjadi top-seller sepuluh teratas. Dia kemudian menerbitkan enam novel lagi atas nama Madeleine Wickham: A Desirable Residence, Swimming Pool Sunday, The Gatecrasher, The Wedding Girl, Cocktails for Three dan Sleeping Arrangements.

Novel pertama Wickham dengan nama samaran Sophie Kinsella (diambil dari nama tengah dan nama gadis ibunya) diserahkan kepada penerbitnya secara anonim dan diterima dengan antusias. Dia mengungkapkan identitas aslinya untuk pertama kalinya ketika Can You Keep a Secret? diterbitkan pada Desember 2003.

Kinsella terkenal karena menulis seri novel Shopaholic dari genre chick lit, yang fokus pada kesialan Becky Bloomwood, seorang jurnalis keuangan yang tidak bisa mengelola keuangannya sendiri. Dia juga dikenal karena hubungannya dengan Luke. Serial ini berfokus pada obsesinya dengan belanja dan komplikasi yang dihasilkannya dalam hidupnya. Dua buku Shopaholic pertama diadaptasi menjadi sebuah film dan dirilis pada Februari 2009. 

Buku tambahan terbaru untuk seri Shopaholic, "Shopaholic to the Rescue" dirilis pada 22 Oktober 2015. Novel mandiri terbarunya adalah My Not So Perfect Life dan Surprise Me. Pada 2015, ia beralih menjadi penulis Young Adult, karya pertamanya di genre ini adalah novel berjudul Finding Audrey, yang diterbitkan pada Juni 2015.

Sebuah adaptasi musikal dari novel Kinsella 'Sleeping Arrangements' oleh Chris Burgess ditayangkan perdana pada 17 April 2013 di London di Landor Theatre.

Seri Shopaholic:

  1. The Secret Dreamworld of a Shopaholic (also titled Confessions of a Shopaholic) (2000)
  2. Shopaholic Abroad (also titled Shopaholic Takes Manhattan) (2001)
  3. Shopaholic Ties The Knot (2001)
  4. Shopaholic on Honeymoon (Free ebook short story) (2014)
  5. Shopaholic & Sister (2004)
  6. Shopaholic & Baby (2007)
  7. Mini Shopaholic (2010)
  8. Shopaholic to the Stars (2014)
  9. Shopaholic to the Rescue (2015)

 

Novel Solo:

  • Can You Keep a Secret? (2003)
  • The Undomestic Goddess (2006)
  • Remember Me? (2008)
  • Twenties Girl (2009)
  • I've Got Your Number (2011)
  • Wedding Night (2013)
  • Finding Audrey (2015)
  • My Not So Perfect Life (2017)
  • Surprise Me (2018)
  • I Owe You One (2019)

 

Karya Lainnya:

  • Girls Night In (2004)
  • Fairy Mom and Me (2018)

 

Buku dengan nama Madeleine Wickham:

  • The Tennis Party (1995) (re-released as 40 Love in 2011)
  • A Desirable Residence (1996)
  • Swimming Pool Sunday (1997)
  • The Gatecrasher (1998)
  • The Wedding Girl (1999)
  • Cocktails for Three (2000)
  • Sleeping Arrangements (2001)

 

Novel I Owe You One mendapatkan rating 3.9 di situs Amazon dan 3.7 di situs Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan hanya kepada pembaca dewasa yang menyukai novel bergenre romance, chick lit. Ceritanya ringan dan menghibur, tapi konfliknya dan penyelesaiannya bagus dan rapi. Romancenya manis dan ber-ending bahagia. Cerita disampaikan dari sudut pandang orang pertama (Fixie), beralur maju, dan cukup cepat. Tokoh Fixie harus diakui kemungkinan akan diterima pembaca sebagai tokoh yang tidak disukai, karena Fixie ceroboh, polos, dan terlalu baik hati hingga sering dimanfaatkan oleh orang-orang. Fixie juga peragu dalam perihal cinta. Namun karakter Fixie akan berkembang menjadi lebih matang. Banyak adegan dan alur cerita di buku ini yang menyentuh dan terasa hangat, terutama tentang keluarga dan persahabatan. Tapi ada juga yang beresiko membuat pembaca merasa sangat kesal. Untuk saya pribadi, I Owe You One adalah buku romance yang luar biasa, salah satu yang paling saya sukai dari buku-buku bergenre chick lit.

Warning: sexual content.

 

My Rating : 4.7/5

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku The Sun is Also a Star - Nic…

25-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Sun is Also a Star Penulis : Nicola Yoon Jenis Buku : Teen Romance Penerbit : Random House Children's Publishers UK Tahun Terbit : April 2019 Jumlah Halaman :  384 halaman Dimensi Buku :  12.90...

Read more

Review Buku The Near Witch - V.E. Schwab

23-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Near Witch Penulis : V.E. Schwab Jenis Buku :  Fantasi Penerbit : Titan Books Tahun Terbit : Maret 2019 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku :  8.4 x 5.2 x 1.2 inci Harga : Rp.220.000 *harga...

Read more

Review Buku Keep Going - Austin Kleon

13-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

Judul : Keep Going - 10 Ways To Stay Creative in Good Times and Bad Penulis : Austin Kleon Jenis Buku : Self Improvement - Penerbit : Workman Publishing  Tahun Terbit : April 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Five Feet Apart - Rachael Li…

11-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Five Feet Apart Penulis : Rachael Lippincott With Mikki Daughtry and Tobias Iaconis Jenis Buku : Teen & Young Adult Death & Dying Fiction Penerbit : Simon & Schuster Children's Publishing Tahun Terbit : Februari 2019 Jumlah...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku Cinta di Dalam Gelas (Dwilog…

21-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Cinta di Dalam Gelas (Dwilogi Padang Bulan #2) Penulis : Andrea Hirata Editor : Imam Risdiyanto Jenis Buku : Fiksi - Roman Penerbit : Bentang Pustaka    Tahun Terbit : Cetakan Kesebelas, November 2017 Jumlah Halaman...

Read more

TERBARU - Cerita Dipidiff

Cafe Krang Kring (a Review)

01-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Krang Kring, lucu ya namanya. Seketika mengingatkan saya pada tipe alat komunikasi jaman dulu yang saat digunakan harus diputar nomornya satu per satu dan kalau ada telepon masuk bunyinya ya...

Read more

Baca Buku Bareng di Perpustakaan KPw BI …

10-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Teman-teman pernah ke Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat? Kalau saya baru kali ini. Sebenarnya BI corner sudah familiar sih buat saya, karena bolak-balik ke Dispusipda Jabar selalu...

Read more

The Warung Kopi by Morning Glory (a Revi…

28-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setengah ga nyangka dan setengah takjub juga begitu nemu kafe asyik kayak begini di wilayah Bandung Timur. Maklum sudah keburu kerekam di memori otak kalau kafe-kafe cozy adanya cuma di...

Read more