Review Buku Five Feet Apart - Rachael Lippincott with Mikki Daughtry and Tobias Iaconis

Published: Saturday, 11 May 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : Five Feet Apart

Penulis : Rachael Lippincott

With Mikki Daughtry and Tobias Iaconis

Jenis Buku : Teen & Young Adult Death & Dying Fiction

Penerbit : Simon & Schuster Children's Publishing

Tahun Terbit : Februari 2019

Jumlah Halaman :  288 halaman

Dimensi Buku :  5.5 x 8.2 inches

Harga : Rp. 196.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781534452152

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

 

No. 1 Amazon kategori Teen & Young Adult Death & Dying Fiction

Now a major motion picture starring Cole Sprouse and Haley Lu Richardson

 

Available at Periplus Bandung Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Bisakah kita mencintai seseorang yang tidak dapat kita sentuh?

 

Stella Grant suka memegang kendali — meskipun penyakit cystyc fibrosis yang diderita paru-parunya membuatnya tidak bisa mengendalikan kehidupannya yang harus keluar masuk rumah sakit hampir sepanjang hidupnya. Penting bagi Stella untuk terus bertahan hidup, karena Stella tahu orangtuanya membutuhkan dirinya lebih dari ia membutuhkan mereka. Maka Stella menjauhkan diri dari siapa pun atau apa pun yang mungkin menularkan infeksi dan membahayakan kemungkinan transplantasi paru-paru. Jarak aman yang ia patuhi adalah enam kaki jauhnya. Sebaliknya, satu-satunya hal yang ingin dikendalikan oleh Will Newman adalah keluar dari rumah sakit. Dia tidak peduli tentang perawatannya, atau percobaan obat klinis barunya yang mahal. Will sebentar lagi akan berusia delapan belas tahun, dan dia akan bisa menentukan sendiri hidupnya. Keinginan Will jelas, ia ingin pergi melihat dunia, bukan hanya rumah sakit saja.

Tapi lalu takdir mempertemukan Will dengan Stella. Mereka jatuh cinta seketika. Kini jarak enam kaki yang tadinya mudah untuk dipatuhi terasa seperti hukuman dan beban. Tapi hidup mereka tidak memiliki banyak pilihan. Satu-satunya cara untuk tetap hidup adalah dengan tetap menjaga jarak. 

Bagaimana jika mereka bisa mencuri sedikit ruang yang telah dicuri dari paru-paru mereka? Akankah jarak lima kaki benar-benar berbahaya jika itu berarti menghentikan cinta mereka juga?

 

  

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Buku yang saya baca kebetulan adalah versi cover filmnya. Pilihan foto yang menjadi cover sangat mencirikan isi buku ya. Gambar Stella dan Will yang masih muda mencirikan genre teen and young nya. Dan selang pernafasan (canula) yang ada di hidup mereka menggambarkan latar situasi cerita.

Disain cover buku awalnya juga mengambil warna dominan biru. Ada ilustrasi gambar paru-paru yang menggambarkan topik cerita cystic fibrosis yang diderita Stella dan Will.

 

Tokoh dan Karakter

Stella Grant, selalu berusaha mengikuti aturan, patuh, dan senang jika bisa mengendalikan situasi.

Will Newman, tipe pemberontak, tidak memedulikan pengobatan yang sedang ia lakukan.

Poe, sahabat Stella sejak kecil, sesama penderita CF. Tidak ingin dirinya menjadi beban orang lain, terutama mereka yang mencintai dan dicintainya.

Barb, perawat rumah sakit yang tegas.

Dr. Hamid, dokter yang bertugas menangani kasus CF.

Mya dan Camila, sahabat sekolah Stella.

Abby, kakak perempuan Stella yang meninggal dunia.

Hope dan Jason, sahabat Will.

 

Karakter para tokoh di novel ini menurut saya tergambarkan dengan jelas. Deskripsi fisik beberapa tokohnya detail. Misalnya, deskripsi Will yang saya kutipkan di bawah ini.

... a tall, thin boy I've never seen before. He's standing in the doorway of room 315, holding a sketchbook in one hand and a charcoal pencil in the other, a white hospital bracelet like mine wrapped around his wrist.

His tousled, dark-chocolate-brown hair is perfectly unruly, like he just pepped out of a Teen Vogue and landed smack in the middle of Saint Grace's Hospital. His eyes are a deep blue, the corners crinkling as he talks.

But it's his smile that catches my eye more than anything else. It's lopsided, and charming, and it has a magnetic warmth to it.

Page 22

 

Alur dan Latar

Alur cerita maju dengan cukup cepat. Sudut pandang cerita orang pertama yang berganti-ganti, kadang Will kadang Stella. Konfliknya menarik dan original. Ini buku pertama yang mengangkat penyakit cystic fibrosis yang saya baca (entah ada buku lainnya atau tidak). Puncak konflik dan penyelesaiannya dikemas dengan baik sehingga memiliki sisi emosi. Endingnya happy dan tidak menjual mimpi atau harapan. Menurut saya, novel ini punya penyelesaian yang baik.

Latar cerita mengambil lokasi di rumah sakit dengan ruang rawat, cafetaria, dan ruangan-ruangan lain yang umum ada di sebuah rumah sakit. Beberapa deskripsinya cukup detail menggambarkan fisik lokasi yang bersangkutan.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Menemukan sebuah buku ditulis dengan tujuan tertentu selalu menarik buat saya. Rasanya buku tersebut punya misi khusus yang tidak sekadar menghibur pembacanya. Misalnya saja buku JK Rowling yang ditulis untuk menggalang dana anak-anak yang tidak memiliki ayah dan ibu kandung, buku Sea Prayer yang ditulis untuk penggalangan dana para imigran, dan masih banyak lagi. Buku Five Feet Apart sendiri yang ternyata ditulis untuk membangun kesadaran masyarakat luar akan penyakit cystic fibrosis (CF).

We dedicate this book, and the movie, to all the patients, families, medical staff, and loved ones who bravely fight the battle against cystic fibrosis every day. We hope the story of Stella and Will helps to bring awareness to this disease and, one day, a cure.

 

Untuk sebuah buku yang memiliki misi tersebut, konten ceritanya dilengkapi dengan cukup banyak detail penyakit CF, mulai dari gejala, resiko, obat-obatan, penanganan, dan lain sebagainya disebutkan di dalam cerita dengan cara yang luwes menyatu dalam narasi yang ada. Informasi yang sebenarnya bersifat fakta - ilmiah ini tidak terasa berat ketika dibaca. Meski saya bertanya-tanya, kemana perginya situasi terburuk pasien CF yang sebenarnya, karena tampaknya penulis membatasi detail penyakit ini ke bagian-bagian tertentu saja.

We can't get too close to each other. For cystic fibrosis patients, cross-infection from certain bacteria strains is a huge risk. One touch between two Cfers can literally kill the both of them.

Page 17

 

My skin is crawling, like I can feel the B. Cepacia looking for a way to slip inside and eat away at me.

I go to the sink and turn the handle, hot water pouring loudly out of the tap. I grip the smooth porcelain, looking at myself in the mirror, standing there in my bra and underwear. The handful of raised scars lining my chest and stomach from surgery after surgery, my ribs pushing through my skin when I breathe, the sharp angle of my collarbone made sharper by the dim lighting of the bathroom. The redness around my G-tube is worsening, an infection definitely starting to form.

Page 87

 

Bagian-bagian tertentu dalam cerita memang membuat saya merasa sedih dan larut dalam emosi. Tapi memang demikianlah seharusnya novel bergenre seperti ini. CF adalah salah satu penyakit yang paling membuat penderitanya merasakan kesepian. Misalnya,

“Good night, Will.”

“Night, Stella,” I say, hesitating before pressing the end-call button and closing my laptop.

I lie back, putting my hands behind my head, the room seeming uncomfortably quiet even though it’s still just me in here. But as I roll over and turn out the light, I realize for the first time in a long time, I don't really feel alone.

Page 97

 

Selain kisah persahabatan tokoh Poe dan Stella, Stella dan sahabatnya, serta Will dan sahabatnya juga, kisah cinta Stella dan Will juga manis, tulus, dan murni. Sudut pandang cerita yang berganti-ganti antara Stella dan Will membuat saya bisa merasakan situasi dan perasaan dari kedua belah tokoh.  Contohnya saat Will memandang Stella seperti yang saya kutip di bawah ini.

We smile at each other, and even though there are a million reason why I shouldn't, looking at her now, I can't help feeling like I'm falling in love with her.

Page 187

 

Buat yang suka buku dengan konten pelengkap menu-menu makanan, buku ini juga termasuk di dalamnya. Ada cukup banyak bagian yang menyebutkan nama makanan, bentuk, berikut rasanya. Misalnya,

He winks at me, taking his oven mitts off, and i watch as he confifently twirls his chef’s knife, deftly slicing the pie into eight even pieces with a flourish.

I clap as he grabs a fresh strawberry and quints. He leans over it, cutting here, snipping there, in absolute and total concentration. He holds it up in his gloved had after only a few seconds, a big smile on his face. The strawberry is completely transformed into an intricate, beautiful rosette, which he puts on the side of the pie.

Page 209

 

Dan 'keunggulan' buku versi movie tentunya adalah ada halaman bonus foto para artis pemeran tokoh dalam beberapa adegan di versi filmnya.

Picture: Foto Will, Stella, dan Poe

 

Banyak orang menyukai novel ini karena misinya yang menyadarkan orang-orang pada penyakit CF. Pembaca juga mengapreasiasi ketepatan penggambaran penanganan medis yang ada di dalam cerita. Kisah persahabatan dan cinta juga banyak disukai oleh pembaca. Buku ini banyak membuat orang membacanya sambil berderai air mata. Secara emosi, kisah Stella dan Will dianggap sukses membawa bendera genre teen & young adult death & dying fiction. Namun ada juga pembaca yang menganggap buku ini hanya layak diberi bintang di bawah tiga saja. Ide ceritanya secara garis besar tidak jauh berbeda dengan buku The Fault in Our Stars karya John Green yang lebih dulu populer. Alur ceritanya sederhana dan gampang ditebak. Bahkan kritikan juga ditujukan pada buku ini karena beberapa hal yang dianggap esensial, misalnya isu gay yang dibawa tokoh Poe, penekanan sisi romantis dibandingkan sisi CF nya sendiri, dan masih banyak hal lain.

Bagi saya, novel Five Feet Apart dengan misinya yang ingin membangkitkan kesadaran dan perhatian orang banyak pada penyakit CF adalah novel yang berhasil. Ketiadaan pengembangan karakter tokoh, ide cerita yang termasuk sederhana, pemilihan gejala dan penanganan pasien yang tertentu saja, saya rasa sesuai dengan genrenya yang 'teen and young adult' itu. Harus diakui menurut saya The Fault in Our Stars memiliki pendalaman cerita yang lebih baik daripada novel ini. Tapi, tak peduli ide atau alur cerita novel ini ada kemiripan dengan The Fault in Our Stars, saya selalu mengapresiasi buku yang mengangkat kisah-kisah seperti ini. Perjuangan para pasien penyakit berat sudah seharusnya menjadi inspirasi sendiri bagi kita. Satu-satunya yang bertentangan dengan nurani saya hanya isu yang dibawa oleh tokoh Poe dan pasangannya.

 

Siapa Rachael Lippincott

Rachael dilahirkan di Philadelphia dan dibesarkan di Bucks County, Pennsylvania. Dia memiliki gelar BA dalam penulisan bahasa Inggris dari universitas Pittsburgh. Saat ini Rachael tinggal di Pittsburgh, Pennsylvania, dimana ia membagi waktunya antara menulis dan menjalankan truk makanan dengan pasangannya

 

Siapa Mikki Daughtry

Mikki berasal dari Atlanta, Georgia. Dia lulus dari Universitas Brenau, tempat dia belajar seni teater. Mikki sekarang menjadi penulis skenario yang tinggal di Los Angeles.

 

Siapa Tobias Iaconis

Tobias dilahirkan di Jerman dari ayah Amerika dan ibu Jerman. Dia belajar sastra Inggris di Haverford College dekat Philadelphia dan sekarang bekerja sebagai penulis skenario di Los Angeles, di mana dia tinggal bersama istri dan putranya.

 

Buku Five Feet Apart mendapatkan rating 4.7 di situs amazon dan 4.21 di goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca remaja dan dewasa yang mencari novel cinta bergenre death & dying fiction seperti bukunya John Green - The Fault in Our Stars. Tokoh-tokoh utamanya yang masih remaja sesuai dengan genre teen dan young adultnya. Buku ini memiliki misi untuk membangkitkan kesadaran orang-orang akan penyakit cystic fibrosis, sehingga konten cerita dilengkapi dengan detail gejala, penanganan, dan pengobatan pasien CF yang menyatu dengan narasi cerita. Alur ceritanya maju dan cukup cepat, dengan sudut pandang cerita orang pertama yang berganti-ganti antara Will dengan Stella. Endingnya happy tapi tetap realistis. Tidak ada adegan detail penderitaan pasien saat penyakitnya kambuh. Tidak ada konten seksual. Novel ini ringan untuk dibaca sesuai dengan genrenya.

Warning : isu homoseksual.

My Rating : 4.2/5

 

 

Teman-teman, postingan review kali ini akan dilengkapi dengan review movie Five Feet Apart oleh Mo and His Master ya ^^. Untuk yang ingin tahu seperti apa review filmnya, bisa cek ke instagram @ujang_cozmo . Thank you ^^.

 

 

 

  

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku The Sun is Also a Star - Nic…

25-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Sun is Also a Star Penulis : Nicola Yoon Jenis Buku : Teen Romance Penerbit : Random House Children's Publishers UK Tahun Terbit : April 2019 Jumlah Halaman :  384 halaman Dimensi Buku :  12.90...

Read more

Review Buku The Near Witch - V.E. Schwab

23-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Near Witch Penulis : V.E. Schwab Jenis Buku :  Fantasi Penerbit : Titan Books Tahun Terbit : Maret 2019 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku :  8.4 x 5.2 x 1.2 inci Harga : Rp.220.000 *harga...

Read more

Review Buku Keep Going - Austin Kleon

13-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

Judul : Keep Going - 10 Ways To Stay Creative in Good Times and Bad Penulis : Austin Kleon Jenis Buku : Self Improvement - Penerbit : Workman Publishing  Tahun Terbit : April 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Five Feet Apart - Rachael Li…

11-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Five Feet Apart Penulis : Rachael Lippincott With Mikki Daughtry and Tobias Iaconis Jenis Buku : Teen & Young Adult Death & Dying Fiction Penerbit : Simon & Schuster Children's Publishing Tahun Terbit : Februari 2019 Jumlah...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku Cinta di Dalam Gelas (Dwilog…

21-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Cinta di Dalam Gelas (Dwilogi Padang Bulan #2) Penulis : Andrea Hirata Editor : Imam Risdiyanto Jenis Buku : Fiksi - Roman Penerbit : Bentang Pustaka    Tahun Terbit : Cetakan Kesebelas, November 2017 Jumlah Halaman...

Read more

TERBARU - Cerita Dipidiff

Cafe Krang Kring (a Review)

01-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Krang Kring, lucu ya namanya. Seketika mengingatkan saya pada tipe alat komunikasi jaman dulu yang saat digunakan harus diputar nomornya satu per satu dan kalau ada telepon masuk bunyinya ya...

Read more

Baca Buku Bareng di Perpustakaan KPw BI …

10-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Teman-teman pernah ke Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat? Kalau saya baru kali ini. Sebenarnya BI corner sudah familiar sih buat saya, karena bolak-balik ke Dispusipda Jabar selalu...

Read more

The Warung Kopi by Morning Glory (a Revi…

28-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setengah ga nyangka dan setengah takjub juga begitu nemu kafe asyik kayak begini di wilayah Bandung Timur. Maklum sudah keburu kerekam di memori otak kalau kafe-kafe cozy adanya cuma di...

Read more