Review Buku The Near Witch - V.E. Schwab

Published: Thursday, 23 May 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : The Near Witch

Penulis : V.E. Schwab

Jenis Buku :  Fantasi

Penerbit : Titan Books

Tahun Terbit : Maret 2019

Jumlah Halaman :  320 halaman

Dimensi Buku :  8.4 x 5.2 x 1.2 inci

Harga : Rp.220.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781789091120

Hardcover

Edisi Bahasa Inggris

 

Available at Periplus Bandung Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Edisi baru dari novel debutan Victoria Schwab kini hadir kembali dengan materi dan pengantar baru dari penulisnya.

 

Ada tiga hal yang didengar dan dipercayai Lexi sepanjang hidupnya. Pertama, Near Witch hanyalah dongeng yang diceritakan untuk menakuti anak-anak di Near. Kedua, jika angin memanggil di malam hari, jangan dengarkan sebab ada sepi di sana dan sesuatu yang kesepian selalu mencari teman. Ketiga, tidak ada orang asing di kota Near.

Tapi ketika seorang remaja laki-laki asing muncul di luar rumahnya di tegalan pada malam hari, dia tahu bahwa setidaknya satu dari perkataan ini tidak lagi benar.

Malam berikutnya, anak-anak di Near mulai menghilang dari tempat tidur mereka, dan dengan segera si orang asing yang misterius  itu dicurigai keterlibatannya. Apalagi setelah Cole terbukti memang seorang penyihir yang bisa mengendalikan angin.

Seiring makin intensifnya perburuan anak-anak yang hilang, kebutuhan Lexi untuk mengetahui kebenaran pun semakin besar. Mungkin dongeng Near Witch lebih dari sekadar cerita pengantar tidur, siapa sebenarnya penyihir asing itu, dan mengapa hatinya terus tertarik padanya.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Dibanding disain sampulnya yang dulu, saya jauh lebih menyukai disain sampul yang sekarang. Pilihan gaya ilustrasi gambarnya mencirikan sisi fantasi - dongeng penyihirnya, dan warnanya mencerminkan genre teen - young adult-nya, meski memang terasa kontra dengan suasana cerita yang sebagian besar gelap dan kelam. Perihal gambar ilustrasinya, itu sudah jelas mengambil latar hutan di tengah bukit-bukit tegalan tempat penyihir Near dikuburkan. Sisi romance-nya tidak terlihat ya dari disain sampul, tapi tak jadi mengapa, disain yang saat ini pun menurut saya sangat bagus.

 

Tokoh dan Karakter

Lexi Harris, gadis remaja yang tidak bisa tinggal diam saat terjadi kekacauan di desanya. Kebenaran baginya sangat penting, dan ia mewarisi darah ayahnya yang seorang pelindung kota Near semasa hidupnya. Lexi keras kepala, teguh pendirian, dan berani.

Cole, penyihir yang datang tiba-tiba di Near sesaat sebelum anak-anak mulai menghilang. Misterius dan menyimpan rahasia masa lalu.

Wren, adik Lexi yang mendengar suara teman-temannya memanggil di malam hari, mengajaknya bermain bersama.

Magda dan Dreska Thorne, dua penyihir kakak beradik yang tinggal di sisi ujung kota Near. Masyarakat takut pada mereka.

Otto, setelah ayah Lexi berseberangan pendapat dengan tetua, posisi pelindung desa menjadi miliknya. Sikapnya keras pada Lexi. Tapi Otto bukan orang yang bodoh sepenuhnya dan bukan orang yang tidak sayang pada keluarganya.

Bo, teman Otto yang berpikiran sempit, menganggap semua penyihir itu jahat.

Helena, sahabat Lexi yang adiknya hilang di tengah malam. Helena sangat menyukai Tyler.

Tyler menyukai Lexi sejak dulu, tapi cintanya tak pernah berbalas. Kedekatan Lexi pada Cole membuatnya marah dan kehilangan logika.

Matthew,  salah satu tetua desa yang cukup bijaksana, mempercayai Lexi dan berpikiran terbuka.

Tomas dan Eli, tetua desa yang keras kepala. Sulit untuk meyakinkan mereka.

 

Karakter tokoh-tokohnya cenderung tidak berkembang dari awal hingga akhir cerita, kecuali Otto. 

 

Deskripsi tokoh-tokoh di novel ini cukup detail. Tidak ada tokoh penting dalam cerita yang tidak dideskripsikan. Beberapa ada yang detail, tapi ada juga yang singkat namun padat. Misalnya,

Her hair is blond and stock straight. It never leaves the sides of her face, never shifts from her shoulders. I bury my fingers in it, try to mess it up, but she only laughs and shakes her head and the hair settles, perfect and smooth again.

Page 12

 

“Good morning,” I say, meeting the two pairs of eyes, one pale and tired, but unblinking, the other dark and furrowed. My uncle’s eyes are so much like my father’s – the same rich brown, framed by dark lashes – but where my father’s were always dancing, Otto’s are fenced by lines, always still. He hunches forward, his broad shoulders draped over his coffee.

Page 13

 

Alur dan Latar

The Near Witch beralur maju dengan konflik klasik penyihir jaman dulu dimana orang-orang masih sangat membenci penyihir dan menganggap mereka jahat. Alurnya pelan di awal dan hanya terasa cukup cepat di bagian akhir cerita. Bagian awal memang seolah difokuskan untuk membangun latar cerita dan suasananya. Endingnya bahagia, dengan penyelesaian yang klise tapi rapih dan tetap menghibur. Kisah ini diceritakan dari sudut pandang orang pertama (Lexi).

 

Latar cerita berada di kota Near dengan tempat-tempat seperti rumah-rumah penduduk, tegalan, halaman, pusat desa, dan hutan yang menjadi lokasinya. Deskripsinya bagus, misalnya deskripsi kota Near berikut ini,

The town of Near is shaped like a circle. There’s no wall around it, but everyone seems to know where it ends and where the countryside begins. Stone walls snake through the village, no higher than my waist and half swallowed by the weeds and wild grass. They wander past clusters of cottages scattered among empty hills or fields, until you reach the center of the town where the structures stand almost side by side. The center of town is filled with seamstresses and carpenters and those who can do their work shoulder to shoulder. Most of the villagers live close to the town square. No one ventures onto the moor if they can help it, but a few cottages, such as our own, and the Throne sisters’. Dot the edges, sitting right up against the seam where Near meets the moor. Only hunters and witches live out this way, they say.

Soon the thickest circle of houses sprout up into sight. The buildings, all cut stone trimmed in wood and topped with thatch, are huddled together. The newer houses are paler, the older ones darkened by storms and licked by moss and weed. Narrow, well-walked paths run between and around and though everything.

Page 17

 

Deskripsi latar tidak terbatas pada fisik latar saja tapi juga suasananya. Pembaca jadi bisa turut merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh cerita seperti dinginnya malam, rumput di tegalan, dan lain sebagainya.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Buku ini adalah buku debutan VE. Schwab yang dipublikasikan ulang dengan materi dan pengantar baru, makanya saya sangat tertarik menyimak bagian pengantar tersebut. Banyak hal-hal menarik yang saya temukan saat membaca bagian ini, salah satunya ternyata Schwab menulis karya pertamanya ketika usianya masih sembilan belas tahun.

This is the book that, for me, began everything. It wasn't the first one I wrote – that dubious honor belongs to the plot-ess, acid trip of a story I created when I was nineteen and simply longed to discover if I was capable of holding a stroy in my head for more than a dozen pages, capable of finding The End.

But The Near Witch is the first book that found its way to shelves, to readers.

This, for those who don't know, is a book about magic.

It's also a book about fear.

...

Page 2

 

Suasananya yang kelam dan gelap akibat misteri hilangnya anak-anak juga diperkuat oleh bagian-bagian ceritanya yang sedih. Misalnya,

I think my mother bakes all day long, until her bones and muscles ache, so that when she collapses into bed each night there is no risk of lying awake, no risk of remembering. My father used to sit up with her, tell her stories until dawn, because he knew she loved the sound of his voice, thick as sleep around her.

Page 77

 

Saya menyukai sisi fantasi - fairy tale novel ini. Kisah tentang penyihir yang bangkit dari kematiannya, rasanya klise tapi tidak pernah basi untuk dinikmati. Apalagi narasi novel ini mengalir dan dialog para tokohnya juga hidup.

“It was a very wrong death for such a powerful witch.”

“Over the years the body grew up and up until at last it reached the surface and broke through,” says Dreska, darkly. “And now at last the moor has been able to save its witch.” After a long pause, she adds humorlessly, “Or so we believe.”

Page 177

 

Selain adegan action penyihir dan perburuan manusia, The Near Witch juga punya sisi romance. Ini ide baru buat saya, romance antara penyihir remaja dan manusia biasa, pengecualian untuk seri Harry Potter tentunya. Sisi romance ini tetap terasa keremajaannya - teen & young adult sesuai genre yang dibawa buku ini. Kisah cinta yang konflik yang tidak kompleks dan menyatu dengan baik dalam alur cerita fairy talenya.

“Cole,” I whisper, confused and relieved at once, but then he kisses me again, really kisses me, cool and ghostly smooth. There is no fear in his kiss, no uncertainty. He kisses me and brushes the back of his hand against my flushed cheek and leads me away, out onto the hills.

Page 250

 

Ada bagian dalam cerita yang juga mengangkat topik keluarga dan persaudaraan. Persahabatan Lexi dengan Helena tidak begitu dimunculkan di sini.

 

Di bagian akhir buku ada bonus penggalan buku The Born-Ash Boy (The Near Witch #0.5) dan buku ini punya pembatas buku dari pita seperti buku-buku cerita hardcover jaman dulu.

 

The Near Witch versi terbarunya ini mendapatkan respon yang lebih baik dari buku pertamanya, baik di Amazon maupun Goodreads. Jumlah pereview di Amazon masih terhitung sedikit. Mereka yang memberikan rating bagus untuk buku ini menyatakan rasa suka mereka pada latar cerita yang detail dan hidup (world building). Pembaca juga menyukai sisi romance dalam cerita. Di Goodreads, rating buku ini jauh di bawah rating Amazon. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan pembaca dalam memberikan rating rendah di antaranya pengarakteran tokohnya yang sederhana, ide ceritanya yang klise, dan beberapa bagian cerita yang tampak belum digali. Tapi sebagian besar pereview sepakat bahwa buku ini sangat menghibur dan mereka mengapresiasi karya debutan VE Schwab, menyatakan bahwa jelas penulis telah berhasil mengembangkan kemampuan menulisnya.

 

Saya pribadi menyukai novel ini. Ide ceritanya memang klise, tapi karena itu saya justru merasa mendapatkan kesempatan untuk bernostalgia pada cerita penyihir jaman dahulu. Romancenya ringan sesuai genre teen & ya. Menurut saya pas dengan konfliknya yang tak beragam. Keunggulan novel ini memang terletak pada world building-detail latarnya. Maka tak heran sebagai pembaca saya sangat bisa merasakan suasana cerita. The Near Witch jelas bukan novel yang wah jika dibandingkan banyak novel fantasy lainnya seperti buku-buku Leigh Bardugo dan Vicious karya Schwab sendiri, tapi untuk ukuran buku debutan yang ditulis di usianya yang dulu masih 19 tahun, The Near Witch jelas novel yang bagus dan menghibur.

 

Siapa V.E. Schwab

Schwab adalah penulis sepuluh buku terlaris versi New York Times, termasuk This Savage Song dan the Darker Shade of Magic, yang bukunya pertama kali digambarkan sebagai "karya fantasi klasik" oleh Deborah Harkness. The Near Witch adalah salah satu Buku Fantasi Waterstones Terbaik 2015, novel Fiksi Ilmiah Terbaik Guardian, dan novel pilihan Telegraph.

Victoria Elizabeth (V. E.) Schwab (lahir 7 Juli 1987) adalah seorang penulis fantasi Amerika yang terkenal dengan novelnya Vicious, seri Shades of Magic, dan buku-buku fiksi anak-anak dan dewasa muda yang diterbitkan dengan nama Victoria Schwab.

The Guardian menyebut Vicious sebagai "eksplorasi brilian dari mitos superhero dan thriller balas dendam yang memukau." Ia menerima ulasan yang dibintangi oleh Publishers Weekly, yang juga menyebut novel itu salah satu buku terbaik tahun 2013 untuk SF / Fantasy / Horror. The American Library Association's Reference and User Service Association juga menganugerahi penghargaan buku fantasi teratas dalam Daftar Bacaan 2014 mereka. Pada akhir 2013, hak untuk adaptasi film Vicious dibeli bersama oleh Story Mining & Supply Co dan Scott Free Productions dari Ridley Scott.

Pada 2014, Schwab menandatangani perjanjian dua buku dengan Tor Books. Novel berikutnya, A Darker Shade of Magic, diterbitkan pada Februari 2015 dan juga menerima ulasan yang dibintangi oleh Publishers Weekly. Seri Vicious dan Shades of Magic diterbitkan oleh Tor Books. Pada 2017, ia menandatangani kontrak buku lain dengan Tor untuk sekuel Vicious, Vengeful; satu set trilogi baru yang disebut "Threads of Power" di dunia yang sama dengan seri Shades of Magic; dan buku yang terinspirasi Blade Runner yang disebut Black Tabs.

 

 

Bibliografi

Sebagai Victoria Schwab

Seri The Archived

  1. The Archived (2013)
  2. The Unbound (2014)
  3. Leave the Window Open (2015) (short story)

Seri Everyday Angel series

  1. New Beginnings (2014)
  2. Second Chances (2014)
  3. Last Wishes (2014)

Duologi Monsters of Verity

  1. This Savage Song (2016)
  2. Our Dark Duet (2017)

Cassidy Blake

  1. City of Ghost (2018)
  2. Tunnel of Bone (2019)

Karya Tunggal

  • The Near Witch (2011)
  • The Ash-Born Boy (2012) (short story)
  • Spirit Animals: Fall of te Beast - Broken Ground (2015)
  • Because You Love to Hate Me: 13 Tales of Villainy (2017) (contributing writer)
  • (Don't) Call Me Crazy (2018) (contributing writer)

 

Sebagai V.E. Schwab

Seri Villains

  1. Warm Up (2013) (short story)
  2. Vicious (2013)
  3. Vengeful (2018)

Seri Shades of Magic

  1. A Darker Shade of Magic (2015)
  2. A Gathering of Shadows (2016)
  3. A Conjuring of Light (2017)

 

The Near Witch edisi terbaru tahun 2019 mendapatkan rating 4.5 di situs Amazon dengan jumlah reviewer sebanyak 17 orang, dan rating 3.8 di Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca remaja dan dewasa yang menyukai genre fantasi dengan tokoh penyihir dan manusia di dalamnya. Latarnya dunia jaman dahulu saat penyihir masih dianggap jahat dan dibunuh atau dibakar dengan lokasi kota Near yang murni fantasi. Novel ini setengahnya adalah fairy tale, dan setengahnya lagi adalah romance. Kisah romancenya menyatu dengan sisi misteri dari awal cerita hingga akhir, terasa ringan sesuai genrenya yang teen & young adult, begitupun adegan actionnya. Secara keseluruhan suasana cerita terasa gelap dan suram, latarnya yang detail berperan besar dalam keberhasilan latar ceritanya. Penyelesaian konflik dan endingnya klise, mudah ditebak, begitupun dengan ide ceritanya, tapi tetap menarik dan menghibur. Narasinya mengalir dan dialog para tokohnya terasa hidup. Karakter tokohnya cenderung tidak berkembang dan tidak kompleks. Membaca buku ini semacam nostalgia pada jenis-jenis cerita penyihir jaman dulu.

My Rating : 4/5

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku How To See - Thich Nhat Hanh

17-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How To See Penulis : Thich Nhat Hanh Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Ebury Publishing  Tahun Terbit : Juli 2019 Jumlah Halaman :  128 halaman Dimensi Buku : 11.00 x 15.60 x 0.70 cm Harga :...

Read more

Review Buku How To Own The Room - Viv Gr…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : How to Own The Room Women and The Art of Brilliant Speaking Penulis : Viv Groskop Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Transworld Publishers Ltd  Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku Wabi Sabi (Japanese Wisdom f…

27-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wabi Sabi Japanese Wisdom for a Perfectly Imperfect Life Penulis : Beth Kempton Jenis Buku : Philosophy – Self Improvement Penerbit : Harper Design Tahun Terbit : Desember 2018 Jumlah Halaman :  256 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku Money - Yuval Noah Harari

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Money Penulis : Yuval Noah Harari Jenis Buku : Non Fiction History - Economy Penerbit : Vintage Publishing Tahun Terbit : April 2018 Jumlah Halaman : 144 halaman Dimensi Buku :  11.20 x 27.40 x 1.60 cm Harga...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

The Best Way to Start a New Habit

18-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Banyak orang termasuk saya yang hidupnya penuh rencana perbaikan diri. Fokus pada menemukan kebiasaan baru dan berusaha menghilangkan kebiasaan lama seolah sudah jadi agenda sehari-hari. Tapi niat dan realisasi kadang...

Read more

How To Deal with Anger, Anxiety, and Lon…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Ini artikel pertama di blog saya yang membahas satu topik tertentu dalam buku yang saya baca. Harapan saya sederhana, yakni semoga ilmu dan wawasan positif yang saya dapatkan dari buku-buku...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more