Review Buku Everything Is F cked - Mark Manson

Published: Saturday, 22 June 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : Everything is F cked – A Book About Hope

Penulis : Mark Manson

Jenis Buku : Self Improvement

Penerbit : HarperCollins Publishers Inc 

Tahun Terbit : Mei 2019

Jumlah Halaman :  288 halaman

Dimensi Buku :  13.97 x 1.78 x 20.83 cm

Harga : Rp. 289.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780062888433

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at Periplus Bandung Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

                                                                        

 

Sekelumit Tentang Isi

Saat ini kita sedang berada di jaman yang serba maju. Secara materi, kita bukan hanya tercukupi tapi juga mendapatkan yang terbaik yang pernah ada. Kita hidup lebih bebas, lebih sehat, dan lebih kaya daripada manusia jaman mana pun dalam sejarah. Namun, entah bagaimana segala sesuatu yang ada saat ini justru terasa mengerikan dan banyak pula kerusakan yang terjadi - bumi kita mengalami pemanasan global, pemerintahan yang gagal , ekonomi runtuh, dan semua orang terus-menerus tersinggung di Twitter. Di masa ketika kita memiliki akses ke teknologi, pendidikan, dan komunikasi yang bahkan tidak dapat diimpikan oleh nenek moyang kita, nyatanya begitu banyak dari kita yang justru jatuh dalam keputusasaan.

Lalu, apa yang sebenarnya sedang terjadi? Bagaimana cara kita untuk memperbaiki situasi ini? Jawabannya ada di buku ini, buku kedua dari Mark Manson.

Tahun 2016, Manson menerbitkan buku The Subtle Art of Not Giving A F *ck yang dengan cemerlang menunjukkan kepada kita bahwa teknologi telah membuat kita peduli pada hal-hal yang salah, bahwa keinginan kita untuk selalu menemukan kebahagiaan justru membuat kita tidak bahagia. Sebaliknya kunci kehidupan adalah perjuangan yang tiada henti pada hal-hal yang berarti dalam hidup.

Di buku keduanya, Everthing Is F * cked, Manson mengalihkan topik bahasannya dari kekurangan yang tak terhindarkan dalam diri masing-masing individu ke bencana tak berujung yang terjadi di dunia. Ia membahas banyak penelitian berbasis psikologis di topik-topik ini, mengulas kebijaksanaan para filsuf yang tak lekang oleh waktu seperti Plato, Nietzsche, dan Tom Waits, ia juga membedah agama dan politik dari sudut pandang yang sangat berani. Mark Manson membahas hubungan manusia dengan uang, hiburan, dan internet, serta seberapa banyak hal itu bisa mengacaukan kehidupan manusia jaman sekarang. Dia secara terbuka menentang definisi kita tentang iman, kebahagiaan, kebebasan — dan bahkan harapan itu sendiri.

Dengan gaya bahasanya yang gamblang dan selera humornya yang tak biasa, Mark Manson menantang kita untuk lebih jujur pada diri sendiri dan lebih terhubung dengan dunia dalam cara yang mungkin tidak pernah kita pertimbangkan sebelumnya. 

 

Yuk kita intip daftar isinya:

Part I Hope

Chapter 1 The Uncomfortable Truth

Chapter 2 Self-Control is an Illusion

Chapter 3 Newton’s Laws of Emotion

Chapter 4 How to Make All Your Dreams Come True

Chapter 5 Hope is Fucked

Part II Everything is Fucked

Chapter 6 The Formula of Humanity

Chapter 7 Pain is the Universal Constant

Chapter 8 The Feelings Economy

Chapter 9 The Final Religion

Acknowledgements

Notes

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Ini disain cover yang temanya sama ya dengan buku pertamanya. Bedanya hanya di warna dan sedikit sentuhan pada huruf-hurufnya. Tak ada gambar ilustrasi, khas buku non fiksi. Saya rasa ini bagian dari marketing yang bagus karena kemiripan cover ini memang langsung mengingatkan kita pada buku pertamanya yang sukses luar biasa. Secara psikologi, kita pun tentu merasa penasaran dengan buku ini dan terdorong untuk membelinya. By the way, saya suka perpaduan warna tosca dan hitamnya. Cantik.

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Sama seperti di buku pertamanya, di buku Everything is F cked salah satu pendekatan teori dan argumentasi yang di lakukan Mark Manson adalah (justru) sisi-sisi kelemahan atau sisi negatifnya. Ini memang akan memunculkan perasaan kurang nyaman. Tapi di situlah letak kekuatan emosional penyampaian pesannya. Gaya bahasa Mark Manson yang hidup dan humornya yang tak biasa juga terasa di buku ini. Misalnya,

You care because, deep down, you need to feel that sense of importance in order to avoid the Uncomfortable Truth, to avoid the incomprehensibility of your existence, to avoid being crushed by the weight of your own material insignificance. And you – like me, like everyone – then project that imagined sense of importance onto the world around you because it gives you hope.

Is it too early to have this conversation? Here, have another coffee. I even made a winky-smiley face with the steamed milk. Isn't it cute? I’ll wait while you Instagram it.

Okay, where were we? Oh yeah! The incomprehensibility of your existence – right. Now, you might be thinking, “Well, Mark, I believe we’re all here for a reason ...

Page 11

As with the positive moral gap you will feel indebted to me, that you “owe me” something, that I deserve something good or that your need to “make it up” to me somehow. You will have intense feelings of gratitude and appreciation in my presence. You might even shed a tear of joy. (Aw, reader!)

Page 53

 

Mark Manson juga membagi pengalaman pribadinya. Misalnya,

When I was in college my grandfather died. For a few years afterward, I had this intense feeling that I must live in such a way as to make him proud. This felt reasonable and obvious on some deep level, but it wasn't. In fact, it made no logical sense at all. I haven't had...

Page 13

 

Beberapa teori tokoh dimunculkan untuk memperkuat argumentasinya atau malah didebat. Misalnya,

In recent years, writers such as Steven Pinker and Hans Rosling have been making the case that we’re wrong to feel so pessimistic, that things are, in fact, the best they’ve ever been and likely going to get even better. Both men have filled long, heavy books with many charts and graphs that start at one corner and always seem somehow to end up in the opposite corner. Both men have explained, at length, the biases and incorrect assumptions ..

Page 16

 

Tak banyak data statistik yang dimunculkan, tapi tetap jadi poin yang Mark Manson gunakan di saat yang tepat. Misalnya,

Because, for all the good news being published today, here are some other surprising statistics; in the United States, symtopms of depression and anxiety are on an eighty-year upswing among young people and a twenty-year upswing ampng the adult population. Not only are people experiencing depression in greater numbers, but they’re experiencing it at earlier ages, with each generation. ...

Page 17

 

Everything is F cked adalah buku non fiksi yang punya plot twist. Alinea yang saya kutipkan di bawah inilah yang membuat saya salah mengira akan seperti apa buku ini, ditambah saya sengaja tidak membaca sinopsis atau review manapun. Menarik.

To build and maintain hope, we need three things: a sense of control, a belief in the value of something, and a community. “Control” means we feel as though we’re in control of our own life, that we can affect our fate. “Values” means we find something important enough to work toward, something better, ...

Page19

 

Everthing is F cked mengingatkan saya pada buku-bukunya Harari yang pembahasannya tidak berujung pada kesimpulan yang tertutup, melainkan justru pertanyaan-pertanyaan lanjutan. Misalnya,

We will then return to the original question: what is happening in our world that is causing us to feel worse despite everything consistently getting better?

Page 19

 

Bab yang berisi penjelasan tentang kinerja otak Thinking Brain dan Feeling Brain mungkin samar-samar terasa familiar (bukan hal yang baru). Penjelasannya pun agak berputar-putar. Tapi pendekatan dan gaya penyampaiannya memang original Mark Manson sekali.

This is the fundamental problem of self-control. This is the fundamental problem of self-hope – not an uneducated. Thinking Brain, but an uneducated Feeling Brain, a Feeling Brain that has adopted and accepted poor value judgements about itselfs and the world. And this is the real work of anything that even resembles psychological healing: getting our values straight with ourselves so that we can get our values straight with the world.

Page 46

 

Bukan Mark Manson kalau di dalam bukunya tidak ada kata-kata yang kasar blak blakan. Fuck, shit, idiot... adalah beberapa kata yang saya lazim temui di paragraf-paragrafnya.

Now let’s imagine another scenario. This time, instead of punching you, let’s say I buy you a house.

Yes, reader, I just bought you a fucking house.

Page 53

But, fuck it, let’s be real: “Give the people what they want” is just #FakeFreedom because what most of us want are diversion. And when we get flooded by diversions, a few things happen.

Page 204

 

Voila! Ini dia paragraf yang ada hubungannya dengan judul buku ya.

It’s all fucked. Everything is fucked. It always has been and always will be. There are no solutions, only stop gap measures, only incremental improvement, only slightly better forms of fuckedness than others. And it's time we stop running from that and, instead, embrace it.

Page 107

 

Kadang-kadang ada poin-poin seperti ini. Tapi mayoritas model pemaparan di buku ini bukan dalam bentuk poin-poin.

So far, I’ve argued that hope is fundamental to our psychology, that we need to (a) have something to look forward to, (b) believe ourselves in control of our fate enough to achieve that something and (c) find a community to achieve it with us. When we lack one ...

Page 120

 

Buku ini akan terasa sesuai untuk kita yang suka pada filosofi, suka memikirkan sesuatu, suka menemukan konsep, dan di buku ini memang ada beberapa filosofi dari filsuf terkenal yang dibahas cukup detail. Misalnya,

Amor fati, for Nietzsche, meant the unconditional acceptance of all life and experience: the highs and the lows, the meaning and the meaninglessness. It meant loving one’s pain, embracing one’s suffering. It meant closing the separation between one’s desires and reality not by striving for more desires, but by simply desiring reality.

Page 128

 

Tak hanya para filsuf, ada juga sesekali tokoh akademisi yang juga dibahas di sini. Misalnya,

In 2000, the Harvard political scientist Robert Putnam published his seminal book Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. In it he documents the decline of civic participation across the United States, arguing that people are joining and participating less in groups, instead preferring to do their activities alone...

Page 209

 

Ide original Mark Manson tentu tetap ada. Seringnya apa yang ia sampaikan memang mengandung kebenaran (meski pahit untuk diterima). Misalnya,

It's difficult to act unconditionally. You love someone knowing you may not be loved in return, but you do it anyway. You trust someone even though you realize you might get hurt or screwed over. That's because to act unconditionally requires some degree of faith – faith that it's right thing to do when if it results in more pain, even if it doesn't work out you or the other person.

Page 150

Real Freedom

The only true form of freedom, the only ethical from of freedom, is through self-limitation. It is not the privilege of choosing everything you want in your life, but rather, choosing what you will give up in your life.

Page 206

 

Ada table, grafik, dan foto di dalam buku ini. Jumlahnya sedikit, tak sampai hitungan 5 bahkan.

Picture : tabel dan foto yang ada di buku

 

Harus diakui pembahasan yang berkaitan dengan agama terasa sensitif untuk diterima. Banyak kalimat Mark Manson yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan buat pembacanya. Jadi, kunci menyimak buku ini memang sebuah pemikiran yang terbuka (open mind). Pada akhirnya toh kita bisa menelaah dan memilah ulang bagian mana dari buku ini yang bermanfaat buat kita, dan mana yang sebaiknya diabaikan saja. Personally, opini Mark Manson yang berkaitan dengan agama menurut saya tidak buruk juga. Ini harus disimak hingga akhir agar kita paham pesan yang sesungguhnya ingin disampaikan penulis.

This is how you change the world – not through some all encompassing ideology or mass religious conversion or misplaced dreams of the future, but by achieving the maturation and dignity of each individual in the present, here and now. There will be always be different religions and different values systems based on culture and experience; there will always be different ideas about where we’re going and where we’ve come from. But, as Kant believed, the simple question of dignity and respect in each moment must be universal.

Page 159

 

Respon atas buku ini memang ekstrim. Mayoritas pembaca memberi rating tinggi, atau jika tidak, maka rendah sekali. Mereka yang menyukai buku ini menganggap pesan yang Mark Manson sampaikan sangat konstruktif. Mereka menyukai pendekatan argumentasinya yang mereka anggap jernih. Sebaliknya banyak yang tidak menyukai buku ini karena pembahasan topik agamanya yang menyinggung perasaan atau membuat tidak nyaman. Bahasanya yang kasar dan blak-blakan juga mengganggu. Beberapa juga kekewa karena merasa tertipu dengan judul bukunya yang 'wah' seolah berisi tips trik strategi. Tapi tidak sedikit dari mereka yang memberi rating rendah yang menyatakan tetap akan membaca buku-buku Mark Manson.

Personally, saya menyukai buku ini, saya menganggap pesannya bagus bahkan wajib diketahui banyak orang. Meski saya tidak begitu menyukai gaya bahasanya, tapi harus diakui pendekatan dan model narasinya berbeda sehingga tetap menarik untuk disimak. Sama seperti yang lain, pembahasan topik agama juga terasa sensitif dan intrigue buat saya. Tapi ada bagian dari topik ini yang saya setujui juga, sebab pada akhirnya penekanan Mark Manson sebenarnya adalah tentang kemanusiaan. Jika saja saya belum membaca buku-buku Harari, isi buku ini akan sangat berkesan buat saya, tapi apapun itu saya berpendapat buku-buku dengan pesan kemanusiaan dan peduli pada lingkungan wajib dibaca karena kandungan kebijaksanaan yang disampaikannya.

 

Siapa Mark Manson

Mark Manson (lahir 9 Maret 1984) adalah penulis, blogger, dan wiraswasta Amerika. Dia penulis situs web MarkManson.net dan tiga buku, Everything Is F * cked: A Book About Hope, A Subtle Art of Not Giving a F* ck: A Counterintuitive Approach To Living a Good Life, dan Models: Attract Women Through Honesty. Dia juga CEO dan pendiri Infinity Squared Media LLC.

Manson berasal dari Austin, Texas, Amerika Serikat. Ia pindah ke Boston, Massachusetts, untuk belajar dan lulus dari Boston University dengan gelar sarjana keuangan pada 2007.

Manson memulai blog pertamanya pada tahun 2009 sebagai saluran pemasaran untuk bisnis saran kencannya dan kemudian beralih ke blogging penuh waktu sebagai nomaden digital.

Situs web Manson, markmanson.net, menjadi tuan rumah sebuah blog yang ditulis oleh Manson yang memiliki 400.000 pengunjung bulanan pada tahun 2014 dan telah berkembang menjadi 2 juta pengunjung bulanan pada tahun 2016. Dia menulis tentang topik yang berkaitan dengan budaya, kencan dan hubungan, pilihan hidup, dan psikologi

 

Books

1. Models: Attract Women Through Honesty

Buku pertama Manson, Models: Attract Women Through Honesty, diterbitkan sendiri pada 2011 dan pada 2014 telah terjual lebih dari 15.000 eksemplar. Buku ini mengajarkan pria cara menarik wanita melalui komunikasi yang jujur dan menciptakan gaya hidup yang selaras dengan nilai-nilai seseorang. 

2. The Subtle Art of Not Giving a F*ck

Buku kedua Manson, The Subtle Art of Not Giving F * ck: A Counterintuitive Approach to Living a Good Life, diterbitkan pada 2016. Buku ini pertama kali muncul di Daftar Buku Terlaris New York Times di # 6 untuk kategori How-to dan Miscellaneous untuk minggu 2 Oktober 2016.

3. Everything is F*cked : A Book About Hope

Buku ketiga Mark Manson Everything is F cked: A Book About Hope terbit pada tahun 2019.

 

Buku Everything is F cked mendapatkan rating 4.3 di Amazon dan 3.8 di Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca dewasa yang menyukai buku non fiksi yang membahas sebuah teori, pola pikir, psikologi, dan filosofi kehidupan manusia modern (jaman sekarang). Ini bukan buku yang berisi practical solution. Kesimpulan pembahasannya lebih sering berujung pada sebuah pertanyaan lanjutan dan pembaca diharapkan untuk menemukan sendiri kesimpulan dan jawabannya. Buku ini sesuai untuk pembaca yang suka berpikir, merenung, dan menemukan insight baru. Argumentasinya menarik, diperkuat oleh teori-teori tokoh psikologi populer, filsuf ternama, dilengkapi data statistik, hasil riset, ditambah cerita dari pengalaman hidup Mark Manson sendiri. Gaya bahasanya blak-blakan, kasar-menampar, tapi apa yang disampaikan ada mengandung kebenaran. Ada bagian dalam buku ini yang mungkin terasa berbelit-belit penyampaiannya atau idenya terasa klise. Tapi gaya pendekatannya harus diakui berbeda, narasinya juga hidup, membawa emosi turut serta. Ada sedikit tabel, grafik, dan foto di buku ini. My suggestion is be open minded when you read it.

 

My Rating : 4.2/5

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku Building a Story Brand - Don…

14-07-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Building a Story Brand Clarify Your Message So Customers Will Listen Use the 7 Elements of Great Storytelling to Grow Your Business Penulis : Donald Miller Jenis Buku : Business - Marketing Penerbit : Harper...

Read more

Review Buku Atomic Habits - James Clear

11-07-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Atomic Habits – Tiny Changes, Remarkable Results Penulis : James Clear Jenis Buku :  Self - Improvement Penerbit : Avery Publishing Grou Tahun Terbit : Oktober 2018 Jumlah Halaman : 320 halaman Dimensi Buku :  23.11 x...

Read more

Review Buku A Gathering of Secrets (Seri…

11-07-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Gathering of Secrets (Kate Buckholder #10) Penulis : Linda Castillo Jenis Buku : Thriller – Crime Murder Penerbit : Minotaur Books Tahun Terbit : Mei 2019 Jumlah Halaman :  384 halaman Dimensi Buku :  18.80...

Read more

Review Buku Grit - Angela Duckworth

23-06-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Grit - Why Passion and Resilience are The Secrets to Success Penulis : Angela Duckworth Jenis Buku : Self Improvement – Cognitive Psychology – Psychology Personal Study Penerbit : Ebury Publishing Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku Cinta di Dalam Gelas (Dwilog…

21-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Cinta di Dalam Gelas (Dwilogi Padang Bulan #2) Penulis : Andrea Hirata Editor : Imam Risdiyanto Jenis Buku : Fiksi - Roman Penerbit : Bentang Pustaka    Tahun Terbit : Cetakan Kesebelas, November 2017 Jumlah Halaman...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

Cafe Krang Kring (a Review)

01-05-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Krang Kring, lucu ya namanya. Seketika mengingatkan saya pada tipe alat komunikasi jaman dulu yang saat digunakan harus diputar nomornya satu per satu dan kalau ada telepon masuk bunyinya ya...

Read more

Baca Buku Bareng di Perpustakaan KPw BI …

10-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Teman-teman pernah ke Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat? Kalau saya baru kali ini. Sebenarnya BI corner sudah familiar sih buat saya, karena bolak-balik ke Dispusipda Jabar selalu...

Read more

The Warung Kopi by Morning Glory (a Revi…

28-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setengah ga nyangka dan setengah takjub juga begitu nemu kafe asyik kayak begini di wilayah Bandung Timur. Maklum sudah keburu kerekam di memori otak kalau kafe-kafe cozy adanya cuma di...

Read more