Review Buku Puisi To Drink Coffee With A Ghost - Amanda Lovelace

Published: Monday, 21 October 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : To Drink Coffee with A Ghost

Penulis : Amanda Lovelace

Jenis Buku : Poetry

Penerbit : Andrews McMeel Publishing

Tahun Terbit : September 2019

Jumlah Halaman :  160  halaman

Dimensi Buku :  20.57 x 13.21 x 1.52 cm

Harga : Rp. 225.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781449494278

Hardcover

Edisi Bahasa Inggris

 

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Setelah sukses dengan buku puisi terlarisnya The Princess Saves Herselves in This One, Amanda Lovelace terus berkarya dan kini menerbitkan buku puisi terakhir dari duologi 'The Things That H(a)unt', yakni To Drink Coffee With A Ghost. Dalam buku pertama duologi ini, To Make a Monsters Out of Girls, ia banyak menuliskan tema-tema hubungan percintaan yang tidak sehat dan meracuni diri, sedangkan di buku keduanya, Amanda Lovelace mengangkat berbagai kenangan tentang hubungan keluarga terutama interaksinya yang tidak berjalan harmonis dengan ibunya yang telah meninggal dunia dan kedekatannya dengan saudara perempuannya.

Buku ini menimbulkan pertanyaan yang terus melekat: Apa yang terjadi ketika seseorang meninggal sebelum mereka dapat berdamai dengan diri mereka sendiri?

 

Content:

Ghost-mother

Ghost-daughter

Sun-showers

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Buat saya, fisik buku puisi ini adalah fisik buku puisi yang paling saya sukai dibanding buku-buku puisi lainnya. Hardcover, kertas glossy, dan perpaduan warnanya yang manis totally membuat buku ini terlihat 'indah'. Kesuraman tema puisi masih tercerminkan di ilustrasi-ilustrasi gambar yang ada di dalam buku. Tapi satu dua warna yang ditonjolkan membuat buku dan tulisan Amanda Lovelace seolah tetap punya sisi bahagia dan harapan di dalamnya, dan memang demikianlah isi buku puisi ini. Hal ini sangat saya sukai mengingat buku terlarisnya The Princess Saves Herselves in This One sangat minim gambar ilustrasi. Saya belum membaca buku pertama buku duologi ini, jadi belum bisa membandingkan di antara keduanya.

Ilustrasi yang ada di dalam buku bertema netral, tidak ada unsur seksual, kecuali satu gambar yang saya sertakan di bawah ini.

"there
was not
a single kiss
from my
lips
that was
not laced
with
devastation.
- my lovers in reverse."
(p.64).

 

Picture: Beberapa ilustrasi gambar di dalam buku

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Buku kumpulan puisi Amanda Lovelace yang saya baca kali ini adalah buku kedua dari duologi: to make monsters out of girls (#1), to drink coffee with a ghost (#2). Isinya terbagi dalam tiga bagian: ghost-mother, ghost-daughter, sun-showers. Seperti buku puisi bestseller-nya The Princess Saves Herself in This One, To Drink Coffee with A Ghost juga menyertakan halaman trigger warning di awal buku (child abuse, eating disorders, sexual assault, violence, gore, etc). Jadi mematuhi saran pra-baca adalah tindakan yang bijak (remember to practice self-care before, during, and after reading).

Trigger warning : child abuse, eating disorders, sexual assault, self-harm, violence, cheating, death, gore, blood, trauma, grief, & possibly more.

Remember to practice self-care before, during & after reading.

Klik di sini untuk membaca "Review Buku Puisi The Princess Saves Herself in This One" 

 

Seperti buku-buku lainnya, buku puisi ini juga menyertakan halaman peruntukan. Awalnya saya tidak paham siapa yang dimaksud oleh Amanda Lovelace. Tapi ketika menyimak isi puisinya dan membaca halaman Knowledgment di akhir buku, person yang dimaksud bisa kita ketahui dengan jelas.

This is dedicated

to the one

who loves ketcup

as much as

i do.

Page vii

 

She was

Like a

Mother

When

She

Should have

Just been

My

Sister.

- Thank you for your sacrifice.

Page 13

 

My sister, courtney, helped me with this book more than she will ever realize. Thank you for encouraging me to tell this story, even when i got messy & even a little bit scary at times. You know what? I think i might love you more than ketchup.

Page 132

 

Tulisan-tulisan di part Ghost-Mother memang jauh dari kebahagiaan dan cinta kasih. Sangat berbeda dengan puisi-puisinya Najwa Zebian yang lebih netral dan penuh cinta kasih. Tak ada kata dalam syair yang menggunakan metafora seperti Lang Leav, syair Amanda Lovelace straight to the point. Tapi puisinya jelas punya makna mendalam. Ini tentang kesedihan, amarah, benci, tapi juga cinta yang mendamba. 

Whenever I think of you, i envision our little white kitchen table. inside the drywall, i imagine years of collected stories & laughter burrowed like chestnuts from stowaway squirrels. my secrets are hidden among them, too – the ones your expertly ignored so you could still look at me & see the perfect daughter who never existed. none of these memories would be complete without our coffee. so i sit down at our little white kitchen table. i pour not one but two cups. i wait & wait & wait even though i know you wont show up to hear what i have to say.

- Communication was never our strong suit.

Page xiv

Picture: Gambar ilustrasi puisi 'communication was never our strong suit'

 

Saya yakin baik prosa maupun puisi di buku ini beresonansi dengan kehidupan banyak orang. Hubungan dengan ibu yang penuh kemarahan dan tidak terjalin dengan baik tidak hanya menjadi topik di buku puisi ini tapi juga di buku puisi terlarisnya The Princess Saves Herself in This One.

Jika penyair lain pandai merangkai kata menguntai rasa seputar cinta dan kegagalannya, maka Amanda Lovelace mencurahkan semua syairnya mewakili tiap hati yang mengalami tragedi dalam kehidupan keluarga

Lately, it seems like everywhere i look, i only find daughters haunted by something their mothers did to them. we tell each other that we would raise our daughters differently. we do this while wondering if our mothers made the same promises to themselves.

- Ghost-mother.

Page 2. Part Ghost-mother.

 

“you were an accident.”

she said.

- It always sounded like “the thing that ruined everything.”

Page 4

 

Everything i love, i love because you taught me to. when you decided i was finally old enough, you gave me the first deck of tarot cards for my birthday. You told me. These aren't magick. Not by themselves. they’re magick because your hands are the ones holding them.

- My high priestess

Page 25

 

I walk

the thin line

between

nostalgia

& trauma.

never fully

knowing

the difference.

- maybe there is none

Page 29

 


Seperti apa rasanya ditinggalkan oleh ibu menjadi topik dalam tulisan-tulisan Amanda Lovelace di part Ghost-daughter. Puisinya bernada sepi, rindu, rasa bersalah, amarah, dan kehilangan arah.

I wonder what you would say if you saw me now. you were the one who passed on. but i'm the one who forgot what it was to live. i barely sleep & all the flesh is falling off my bones & my books – all my beloved books – are coated n inches of dust, unread. here i am, somehow managing to be more haunted house than girl.

- ghost-daughter

Page 48

 

"I keep searching for a mother in every woman i meet, but if i'm being honest, i wouldn't even begin to know what it is i'm supposed to be looking for.
- which parts make up a mother?"
(p. 67).

 

You cannot

have a funeral

for your mother

without also

having a funeral

for yourself.

- it’s time to begin the procession.

Page 42 Part ghost-daughter

 

I wish

i had known

i was never

going to

see you again

because i would have

spent more time

clinging to the good

we did have

instead of

cinging to the bad

i couldn't

change

- What eats me alive.

Page  43

 

Di Part Sun-Showers puisi-puisinya bernada berbeda, lebih bijaksana, menerima, memahami tragedi, dan harapan bangkit dalam kehidupan. Membacanya membuat hati saya terasa hangat dan bersemangat.

How do you keep on living after the worst imaginable thing happens to you? there is no easy answer – no steps 1, 2, & 3. i just remember waking up one day & deciding that i would try to remember that even though rainstorms are completely unavoidable, sun-showers exist, too. whenever it feels like your world is crashing down all around you, the sun will always be there to warm you between the wrath of the storm.

- sun-showers

Page 76

 

Beberapa tulisannya menyuarakan isi hati kita yang gemar membaca dan mencintai buku. Yes, we never feel lonely with books.

Eventually,

the rain just

sounds like

rain –

 

Like

getting comfy

with a

good book

 

Beneath

a pile of cats

while holding

a cup of coffee.

 

None of it is sad.

not once do i

picture you

beside me.

 

I'm alone.

& for the first time.

i'm okay with

being alone.

-because you're never truly alone with a book

Page 80 Part sun-showers

 

Beberapa tulisan Amanda Lovelace sangat panjang hingga mencapai dua halaman seperti di bawah ini. Tapi lebih banyaknya prosa dan puisinya pendek-pendek dan ditulis dalam satu halaman saja.

Picture: The letter i cannot send iii

 

Prosa yang satu ini mengingatkan saya pada hubungan dekat dengan keluarga terutama bersama saudara perempuan yang saya miliki. Di masa perantauan saya, ada orang-orang yang tidak memiliki hubungan darah tapi kedekatannya seperti saudara. Mereka itu juga bagian dari keluarga bagi saya.

Sharing the same family tree doesn't often make people stay. find family in the ones who make you laugh uncontrollably. Find family in the ones who take your side but also talk you through our wrongdoings. find family in the ones who would hop on a plane & fly across countries the moment you needed them. find family in the ones who rejoice in you. especially when you're unsure of yourself. find the ones who will face the fire with you.

-they're your real family

Page 114

Picture: ilustrasi gambar untuk 'they're your real family'

 

 

Bukan hanya cerita dalam novel yang memiliki bagian penutup, tapi buku puisi To Drink Coffee With a Ghost juga memiliki ending. Tulisan-tulisannya terlihat rapi pengelompokannya, mana yang mula-mula, mana yang pertengahan, dan mana yang pengakhiran. Semua puisi yang topiknya kelam penuh pergolakan ada di Part Ghost-Mother, di Part Ghost-Daughter tendensinya menurun, dan di Part terakhir Sun-Showers puisi-puisinya bernada berbeda, lebih bijaksana, menerima, memahami tragedi, dan harapan bangkit dalam kehidupan.

Sebuah buku puisi yang bagus menurut saya harus memiliki pesan dan tujuan yang jelas. Bukan hanya satuan puisinya tapi secara total kumpulan tulisannya Karena puisi pemaknaannya mendalam, maka harapan saya juga tinggi pada buku-buku puisi. Membaca buku puisi Amanda Lovelace ini memunculkan semangat untuk menghadapi kehidupan. Ini tentang perjuangan mencari jati diri, menemukan kasih sayang dan cinta sejati, kesetiaan dalam persaudaraan, dan ketulusan perasaan.

Model pembagian Part-nya sebenarnya klise, tapi tulisan-tulisan Amanda Lovelace yang berhasil meresonansikan banyak episode kehidupan manusia berikut problematikanya dalam syairnya yang menggugah, membuat buku ini 'totally a soul read'. I really love this book.

 

Siapa Amanda Lovelace

 

Amanda Lovelace adalah seorang penyair Amerika yang dinamai Goodreads 'Poet of the Year'. Ia adalah penulis buku "The Women are Some Kind of Magic Series dan pemenang Goodreads Choice Award, The Princess Save Herself in This One. 

Lovelace lulus dengan gelar BA dalam bahasa Inggris dan minor dalam sosiologi dari Universitas Kean pada Mei 2017. Lovelace awalnya menerbitkan sendiri buku pertama The Women are Some Kind of Magic Series, The Princess Save Herself in This One pada tahun 2016, dan akhirnya diambil oleh penerbit Amerika Andrews McMeel, yang menerbitkan dua volume lainnya juga.

Lovelace juga menulis Things That H (a) unt. Buku pertama, To Make Monsters Out of Girls, keluar pada tahun 2018. Buku keduanya To Drink Coffee With A Ghost diterbitkan pada tahun 2019.

 

Books by Amanda Lovelace

The Women are some kind of magic series :

The princess saves herself in this one (#1)

The witch doesnt burn in this one (#2)

The mermaid’s voice returns in this one (#3)

 

Slay those dragons: a journal for writing your own story

...

The things that ha(u)nt duology:

To make monsters out of girls (#1)

To drink coffee with a ghost (#2)

 

 

Rekomendasi

Buku puisi ini saya rekomendasikan kepada pembaca remaja dan dewasa yang menyukai puisi dan mencari puisi dengan tema hubungan keluarga, terutama ibu, yang penuh pergolakan, ketidakharmonisan, ujian, kegamangan, rasa sepi, trauma, kehilangan, dan lain sebagainya, namun semua fase itu kemudian bisa dilewati dan berujung pada pendewasaan dan penerimaan. Tulisan-tulisan Amanda Lovelace dengan indah menggambarkan semua suasana hati dengan tepat, straight to the point, dan membangkitkan sisi emosional kita. Meski banyak tulisannya yang mengangkat cerita duka dan sakit hati, tapi buku ini juga menginspirasi dan menghangatkan hati. Ilustrasinya menawan, sederhana tapi sesuai dengan tema yang dibawa.

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku Puisi To Drink Coffee With A…

21-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : To Drink Coffee with A Ghost Penulis : Amanda Lovelace Jenis Buku : Poetry Penerbit : Andrews McMeel Publishing Tahun Terbit : September 2019 Jumlah Halaman :  160  halaman Dimensi Buku :  20.57 x 13.21 x...

Read more

Review Buku An Anonymous Girl - Greer He…

19-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : An Anonymous Girl Penulis : Greer Hendricks & Sarah Pekkanen Jenis Buku : Psychological Suspense Penerbit : Pan MacMillan   Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman : 464 halaman Dimensi Buku : 13.00 x 19.70 x 3.20 cm Harga...

Read more

Review Buku The Silence - Tim Lebbon

09-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Silence Penulis : Tim Lebbon Jenis Buku : Science Fiction Penerbit : Titan Books (UK)  Tahun Terbit : Maret 2019 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku : 20.32 x 13.21 x 2.54 cm Harga : Rp. 112.000*harga...

Read more

Review Buku Talking To Strangers - Malco…

07-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Talking to Strangers What We Should Know about the People We Don’t Know Penulis : Malcom Gladwell Jenis Buku : Non Fiksi - Psikologi Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit : September 2019 Jumlah...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

Decluttering Finances

24-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Inginkah teman-teman memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan bijak? Pasti jawabannya ingin. Saya pikir tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak ingin memiliki skill memanajemen keuangan, sebab sebesar apapun...

Read more

Work Coffee Cafe (a Review)

17-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Familiar kah teman-teman dengan nama cafe ini? Saya sih tidak. Tapi itu kemungkinan karena kami domisili di Bandung Timur dan jarang main ke daerah ini. Padahal tempatnya asyik bahkan klasik...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more