Review Buku Conceal, Don't Feel - Jen Calonita

Published: Tuesday, 21 April 2020 Written by Dipidiff

 

 

Judul : Conceal, Don’t Feel (A Twisted Tale)

Penulis : Jen Calonita

Jenis Buku : Fantasy Middle Grade

Penerbit : Disney-Hyperion

Tahun Terbit : October 2019

Jumlah Halaman :  320 halaman

Dimensi Buku :  21.84 x 14.48 x 3.05 cm

Harga : Rp. 198.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781368052238

Hardcover

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi


Putri Elsa dan Putri Anna hidup terpisah karena kutukan membatasi kebersamaan mereka, berdekatan berarti sihir Elsa akan membuat Anna mati membeku. Putri Elsa semakin kesepian dan tenggelam dalam duka setelah ditinggal Raja dan Ratu yang meninggal dunia dalam suatu perjalanan kerajaan. Satu-satunya teman hanyalah Olaf, boneka salju yang bisa bicara yang ia buat dengan menggunakan kemampuan sihirnya. Ingatannya tentang Anna terhapus dalam memori yang tercipta sebagai pelindung kutukan yang ada.⁣

Di hari penobatannya sebagai ratu kerajaan Arendelle, Elsa mendapati kebenaran tentang Anna. Ternyata ia tidak sebatang kara. Di tengah kekalutan pikiran dan perasaannya, kekuatan sihirnya muncul tak terkendali dan salju pun turun serta musim dingin datang mencekam. Akankah Elsa berhasil bertemu kembali dengan Anna, adik yang sangat ia cintai, dan kutukan mereka hilang selamanya?⁣ dan akankah kerajaan Arendelle selamat dari musim dingin yang mematikan?

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Menurut saya disainnya biasa saja ya, tapi memang mencirikan isi cerita. Ilustrasi Anna dan Elsa sudah jelas ada di sampulnya, dengan salah satu tokoh yang mengangkat tangannya, itu sudah pasti Elsa yang memiliki kemampuan sihir es melalui tangannya. Covernya yang gelap juga membuat kesan ini buku dark fairy tale. Tapi kisahnya menurut saya tidak segelap itu, ending-nya juga bahagia.

Tidak ada ilustrasi, tidak ada gambar ataupun layout tertentu.

 

Tokoh dan Karakter

Anna

Elsa

Pangeran Hans

Duke of Weselton

Kristoff

Olaf

Sebenarnya saya berharap tokoh Elsa bisa menjadi putri yang powerful, cerdas, dan bijak. Tapi penulis rupanya punya skenario lain. Apalagi ini retelling ya. Sepertinya tokoh yang lebih bisa disukai karena karakter-karakter positifnya yang menonjol ada di diri putri Anna.⁣ Di akhir cerita karakter tokoh utamanya menguat dan berubah menjadi lebih bijaksana. Secara umum tokoh dalam buku bisa kita sebut dinamis karena hal ini.⁣

Deskripsi tokohnya cukup saja. Dan karena buku dan film Frozen sudah beredar lebih dulu, tampaknya kita sudah bisa membayangkan fisik-fisik tokoh-tokoh cerita yang ada.

Elsa look her mother for guidance. The queen gave a small nod, and Elsa descended the steps, holding the bottom of her pale blue dress, which she had paired with a matching fitted jacket for the occassion. She and her mother share similar light eyes, but she looked more like her papa with her light hair, which she usually wore in a braided bun at the nape of her neck.

 

Alur dan Latar

Alur cerita kombinasi maju dan mundur. Kecepatannya sedang dan cerita disampaikan dari sudut pandang orang ketiga.

Bagian konfliknya cukup 'menyebalkan', dan drama sekali, padahal idenya umum saja untuk sebuah buku fairytale, tapi tetap saja 'bikin emosi', karena kebetulan tokoh utamanya berkarakter lemah. 

Ending ceritanya bahagia, dan khas fairy tale, bahkan kurang lebih sama dengan versi filmnya.

Cerita mengambil lokasi di kerajaan Arendelle, dengan kastil/istana, desa, rumah rakyat, gunung, hutan, sebagai tempat-tempat yang muncul dalam cerita. Deskripsi fisiknya ada, tapi tidak detail. Deskripsi suasananya juga mencukupi, tapi tidak istimewa.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Meski film dan buku Frozen - Elsa - Olaf dari Disney sangat populer, saya termasuk yang tidak menyimak film dan buku-bukunya.  Saya baru menyimaknya setelah membaca buku ini. Buku ini retelling, beda sedikit dengan versi filmnya. Kalau di film putri Anna dan Pangeran Hans bertemu di istana, lalu ketemu Kristoff saat mencari putri Elsa, di buku ini Putri Anna tinggal di desa, dan tidak tahu kalau ia seorang putri. Dia berteman dengan Kristoff, lalu baru bertemu pangeran saat mencari putri Elsa. Lalu ada beberapa hal lainnya yang juga beda selain ini.

Di novel ini Putri Elsa terpisah hidupnya dengan Putri Anna. Sementara Elsa tinggal di istana Arendelle, Anna diadopsi keluarga yang merupakan sahabat ratu. Anna tidak tahu siapa ayah dan ibunya yang sesungguhnya, tapi ia mencintai ratu yang memperkenalkan diri sebagai sahabat ibu angkatnya, dan rutin mengunjunginya tiap beberapa bulan sekali.⁣ Ada tokoh Olaf juga di dalam novel ini. Puteri Elsa dengan kekuatan sihirnya menciptakan Olaf dari salju dan sejak itu seiring bertambahnya waktu, ada memori dari masa lalu tentang seorang anak perempuan kecil yang muncul dalam pikirannya, lalu ada misteri kotak dengan inisial A yang membuat Elsa terus bertanya-tanya.⁣

Menarik sekali untuk membandingkan novel ini dengan buku-buku dan film yang sudah lebih dulu ada. Dan sangat menarik pula untuk menemukan apakah novel ini punya daya tarik tersendiri sebagai novel retelling.⁣

 

Entah mengapa jadi teringat dengan social distancing yang sedang kita lakukan saat ini ya. Hanya saja untuk tokoh Elsa, kutukannya berupa sihir es. Di buku Conceal, Don't Feel ini, kekuatan Putri Elsa sangat besar hingga menenggelamkan kerajaannya ke dalam musim salju yang kejam. Persediaan makanan sudah menipis, rakyat ketakutan. Putri Elsa ingin menemukan Putri Anna, adiknya yang hilang, tapi sihir tertentu membuat mereka tidak semudah itu bersatu.⁣

Novel fantasy - middle grade ini ringan dan asyik dibaca. Ada romance remajanya sedikit, ada tokoh antagonis yang bikin geram, dan makhluk-makhluk khas genre fantasy seperti troll.

All at once, the boulders stopped moving, and up sprang dozens of small trolls. They looked as if they were chiseled from stone. The moss that had grown on their backs looked like garments, and different-colored crystals hung from their necks. They had small tufts of mossy green hair on top of their heads and large ears, and the whites of their close-set eyes glowed in the moonlight. The trolls reminded Elsa of hedgehogs.

Page 130

 

Anna yang suka baking dan spesialis membuat kukis menjadi tokoh dan adegan favorit buat saya pribadi (*you know why).⁣

Something they didn't make in the bakery every day. They'd be so happy with her creation, and their stomachs so satisfied, that  they'd have to hear out about Arendelle. And she knew just the thing to bake: carrot cake!

She'd made carrot cake for Papa once before, and he had loved it so much he had eating it every day for a week. Ma had complained he was having too much sugar, and he had said, “I own a bakery! Of course I eat too much sugar!” And they all laughed and agreed that carrot cake was the best thing Anna had ever made.

That was the cake she needed to make them agree to her plan.

She looked at the clock. After baking all morning, her parents were likely on their break, relaxing in the parlor. ...

Page 99

 

 

Mengingat ada bumbu romance dalam cerita, 'Concel, Don't Feel' rasanya lebih sesuai untuk middle grade bahkan teens. Pesan cerita buku ini tentang cinta, terutama kasih sayang pada saudara, 'Love can thaw any curse' (p. 294). Cinta membawa kebahagiaan dan kehangatan.⁣

Bagi mereka yang sudah lebih dulu menyimak cerita Elsa dan Anna di seri Frozen lainnya, entah itu buku bergambar atau movie version, kemungkinan akan merasa banyak kemiripan antara alur cerita film dengan versi buku ini. Ide Anna dan Elsa yang terpisah merupakan ide yang bagus, kita jadi memiliki sudut pandang dan konflik yang berbeda karenanya. Endingnya yang bahagia memang kurang lebih sama dengan fairytale pada umumnya dan sama pula dengan versi filmnya. Di poin ini kita mungkin akan sedikit kecewa karenanya.

Secara garis besar tidak ada perubahan tokoh berikut karakternya, hanya timing-nya saja yang berbeda. Misalnya, Pangeran Hans bertemu Anna ketika Elsa sudah melarikan diri dari kerajaan di versi bukunya dan tidak mengenal Anna bersama-sama Elsa saat berada di kerajaan. Buat yang menyukai tokoh Olaf berikut kelucuannya, di buku ini juga masih dipertahankan karakternya.

Karena ini fairytale saya berharap ada ilustrasi, tapi ternyata tidak ada gambar maupun layout tertentu. Novel ini polos dan imaginasi benar-benar bergantung pada narasi deskripsi latar (yang untungnya cukup detail) dan dari penggambaran yang sudah lebih dulu kita ketahui dari buku atau film Elsa & Anna lainnya.⁣

 

 

Siapa Jen Calonita

Jen Calonita adalah penulis serial Secret of My Hollywood Life dan Fairy Tale Reform School yang memenangkan penghargaan.

Sumber: Buku "Conceal, Don't Feel"

Jen Calonita, mantan editor senior di Teen People, telah mewawancarai semua orang mulai dari Reese Witherspoon hingga Zac Efron. Sebagai seorang jurnalis hiburan selama sepuluh tahun terakhir, Calonita telah menulis untuk TV Guide, Glamour, dan Marie Claire. Dia tinggal di New York bersama suaminya Mike, putranya Tyler dan Dylan, dan Chihuahua mereka, Kapten Jack Sparrow.

Sumber: amazon. com

Jen Calonita adalah seorang penulis Amerika yang produktif. Ia menulis buku-buku young adult, fiksi anak-anak, romansa, dan novel fantasi. Calonita juga telah menulis beberapa seri novel yang sangat sukses dalam karirnya, termasuk di antaranya yaitu seri Belles, seri Secrets of My Hollywood Life, seri Whispering Pines, seri Fairy Tale of Reform School, dan seri VIP. Calonita menulis cerita sejak dia masih sangat kecil. Kisah pertama yang dia coba tulis adalah ketika dia belajar di kelas 4 sekolah dasar. Ia suka menulis kisah-kisah romantis untuk remaja. Calonita memasuki dunia penulisan novel dengan buku pertama dari seri-nya, Secrets of My Hollywood Life. Buku seri ini berkisah tentang seorang selebriti remaja bernama Kaitlin Burke. Kaitlin berjuang untuk mengelola ketenarannya. 

Selain seri ini, Calonita telah menulis buku mandiri berjudul Sleepaway Girls dan novel pendampingnya yang disebut Summer State of Mind. Setelah itu, ia mencoba menulis beberapa seri novel lainnya. Sebelum berkarir sebagai penulis penuh waktu, Calonita bekerja sebagai editor hiburan di majalah remaja. Kehidupannya dulu kronik di belakang panggung di konser dan set film. Calonita terlibat dalam wawancara dengan Justin Timberlake dan Zac Effron. Merasa bangga dengan pekerjaannya sebelumnya di industri hiburan, Calonita mengklaim bahwa dia mengenal Hollywood dari dalam. Karya Calonita di dunia hiburan mengilhami dia untuk menulis novel panjang pertamanya. Tokoh ciptaannya, Kaitlin Burke, seorang bintang muda remaja, yang merasa sulit untuk menangani ketenarannya, tetapi suka menjadi seorang aktris, sangat dihargai oleh pembaca di seluruh dunia. Buku-buku yang menampilkan Kaitlin Burke berhasil dirilis di 9 negara. Mereka juga telah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing. Serial ini sangat dihargai oleh para kritikus serta pembaca, dan membantunya menjadi penulis yang sangat sukses. Keberhasilan seri ini juga meningkatkan popularitas penulis Calonita hingga taraf yang sangat besar.

Cerita-cerita lain yang ditulis oleh Calonita menampilkan gadis-gadis dengan kepribadian yang sangat berbeda-beda yang bersekolah di sekolah menengah khusus perempuan. Dia juga menulis seri kelas menengah di mana tokohnya menjelajahi sekolah yang dikelola oleh mantan ibu tiri Cinderella yang jahat. Serial lain bercerita tentang kehidupan seorang putri muda bernama Devin, yang merupakan pembisik binatang dan menavigasi sekolah barunya yang ia temukan misterius dalam banyak hal dan yang diatur oleh seorang ibu baptis populer.

Serial buku yang sangat populer dari Calonita adalah seri VIP. Seri ini terdiri dari dua buku, diterbitkan antara tahun 2015 dan 2016. Masing-masing dari dua buku tersebut menampilkan karakter utama Mackenzie Lowell. Tokoh penting lainnya adalah Zander Welling, Heath Holland, Kyle Beyer, dan beberapa lainnya. Buku debut seri ini berjudul ‘VIP: I'm With the Band’. Serinya dirilis pada 2015 oleh penerbit Little Brown. Buku ini memperkenalkan Mackenzie Lowell sebagai gadis berusia 12 tahun, yang bermimpi melakukan tur dengan band. Ia biasa disebut Mac oleh orang-orang terdekatnya. Dengan bantuan ibunya, Mac berhasil mendapatkan kesempatan untuk tur dengan band favoritnya, Perfect Storm, sebagai anggota resmi.

Sekuel kedua seri ini berjudul 'VIP: Battle of the Bands'. Buku kedua ini juga diterbitkan oleh perusahaan penerbitan yang sama pada 2016. Sama seperti novel sebelumnya, novel ini juga menampilkan serangkaian karakter utama yang sama. Awalnya, Mac terlihat menikmati waktunya bersama band Zander dalam tur. Setelah beberapa tur yang sukses, sampai pada pemberitahuan Mac bahwa beberapa peniru dan pembenci telah muncul yang sudah mulai menyalin lagu-lagu band favoritnya. Salah satu band peniru tersebut, Thunder & Lightning, menantang Perfect Storm untuk tur musim panas simultan. Tapi, sebelum tur bisa berlangsung, lebih banyak lagu dan rahasia Perfect Storm bocor ke publik. Mac mencurigai bahwa semua rahasia dimasukkan dalam jurnalnya sendiri, jadi ada kemungkinan sesuatu mengambilnya dari sana tanpa sepengetahuannya. Dia mencoba untuk menemukan pelakunya dan mengakhiri kebocoran sebelum citra Perfect Storm difitnah lebih lanjut. Sekali lagi, Mac mengambil bantuan Mac Attack, buku komik alter egonya. Buku ini ternyata menjadi bacaan yang mengasyikkan bagi para pembaca, yang menikmati setiap kisahnya dan membuatnya menjadi sukses melalui ulasan yang positif.

 

Sumber: bookseriesinorder. com

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang mencari novel fantasy fairy tale - middle grade dengan tokoh putri, pangeran kerajaan. Ini cerita Disney, versi retelling dari cerita Frozen. Ada sihir dan troll, ada sedikit romance remaja dan unsur petualangan di dalam cerita. Karakter tokoh utamanya dinamis dan dua dimensi. Mungkin akan agak menyebalkan disimak saat konflik mulai memuncak dan tokoh utamanya menunjukkan sisi karakternya yang lemah. Kecepatan alur sedang, konfliknya berdrama, dengan plot twist yang terbaca tapi tetap emosional. Ending tertutup dan bahagia, kurang lebih sama dengan versi filmnya. Tidak ada gambar ilustrasi. Buku ini ringan dibaca dan menghibur.⁣

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

atau Informasi Reseller dan Kerjasama

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku All the Rage - Cara Hunter

14-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : All The Rage Penulis : Cara Hunter Jenis Buku : Detective Crime Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit : Desember 2019 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  12.90 x 19.70 x 3.50...

Read more

Review Buku Minimal - Madeleine Olivia

07-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

Judul : Minimal How to Simplify Your Life and Live Sustainably Penulis : Madeleine Olivia Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit : Januari 2020 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku We Hunt The Flame - Hafsah F…

01-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  A Bustle's Most Anticipated 2019 YA Release A Barnes & Noble Top 2019 YA Fantasy Release Paste Magazine's Top 10 Most Anticipated YA Novels of 2019 "Lyrical and spellbinding" --Marieke Njikamp...

Read more

Review Buku Pieces of Her - Karin Slaugh…

25-06-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Coming to Netflix Judul : Pieces of Her Penulis : Karin Slaughter Jenis Buku : Crime, Action Thriller Penerbit : William Morrow & Company Tahun Terbit : Mei 2019 Jumlah Halaman : 656 halaman Dimensi Buku : 18.80 x 10.41...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Sentra – Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang Series on Education Penulis : Prof. Rhenal Kasali Jenis Buku : Edukasi Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

Decluttering Finances

24-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Inginkah teman-teman memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan bijak? Pasti jawabannya ingin. Saya pikir tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak ingin memiliki skill memanajemen keuangan, sebab sebesar apapun...

Read more

Work Coffee Cafe (a Review)

17-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Familiar kah teman-teman dengan nama cafe ini? Saya sih tidak. Tapi itu kemungkinan karena kami domisili di Bandung Timur dan jarang main ke daerah ini. Padahal tempatnya asyik bahkan klasik...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more