Review Buku Make Noise - Eric Nuzum

Published: Tuesday, 21 July 2020 Written by Dipidiff

 

Judul : Make Noise

A Creator’s Guide to Podcasting And Great Audio Storytelling

Penulis : Eric Nuzum

Jenis Buku : Self Improvement

Penerbit : Workman Publishing

Tahun Terbit : Desember 2019

Jumlah Halaman : 264 halaman

Dimensi Buku :  22.86 x 15.49 x 1.27cm

Harga : Rp. 213.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781523504558

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Eric Nuzum menjelaskan dasar ilmu dan prinsip-prinsip keberhasilan audio storytelling dalam bukunya, Make Noise. Sebagai seorang pencipta dan ahli strategi podcast veteran, informasi, saran, dan strategi yang dijabarkannya membantu para podcaster untuk memiliki karya podcast yang menonjol dan bertahan eksistensinya. Belajar berpikir seperti pendengar adalah salah satu perspektif yang ia tekankan. Nuzum memberikan panduan yang berguna mulai dari melakukan wawancara yang efektif hingga memasarkan podcast, dari mengembangkan audiens hingga mengelola tim kreatif. Di buku ini bahkan ada bab bonus pengalaman nyata dari bintang audio seperti Ira Glass, Terry Gross, dan Anna Sale.

Yuk kita intip daftar isinya:

Welcome

  1. Character. Voice.
  2. The Only Ten Words That Matter
  3. Function and Form
  4. Asking Questions
  5. How to Tell a Story, aka Dont be Boring
  6. Audience Building
  7. Leading Creative Teams
  8. Time to Go Forward

Bonus Episode

Four Pivotal Moments in the History of Podcasting

Acknowledgements

Recommended Reading

Index

About the Author 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Sudah lama saya memang mencari buku yang membahas podcast, dan gambar ilustrasi gelombang audio pada sampul ditambah judul yang dicetak putih-tebal membuat buku ini terpindai cepat di rak buku di antara beragam buku lainnya. Pilihan disain yang menarik.

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Banyak orang membuat podcast akhir-akhir ini, termasuk saya dan rekan saya di Bookita Podcast. Podcast menjadi media yang menarik untuk menyampaikan pesan, gagasan, bahkan materi jualan. Tapi 40% podcast akan terbengkalai dalam setahun. Tiap tahun ada sekitar puluhan ribu podcast yang pembuatnya menyerah dan berhenti begitu saja. Mungkin karena tekad yg kurang kuat, frustasi pada hasil, gagal mendapatkan audiens, atau kesulitan mewujudkan visi.

It best to set that expectation up front. One of the compelling stats that led me to write this book for you is that more than 40 percent of podcasts are abandoned within a year. Sure, some of them were only meant to last for a handful of episodes or a short amount of time, but still, there are tens of thousands of podcasts every years whose makers have simply given up and walked away. To me, that means that the creators of these podcast got into it for the wrong reasons, got frustrated with the results, didnt reach the audience  they d hoped for, or had trouble achieving their vision.

Page 8

 

Eric Nuzum menulis buku ini untuk membagi pengalaman, saran, ide, wawasan, dan informasi praktis yang ia miliki untuk membantu para podcaster membuat podcast yang mampu bertahan dari berbagai hambatan dan tantangan yang ada.⁣ Secara gamblang ia memaparkan pembaca seperti apa yang akan membutuhkan buku yang ia tulis ini.

Obviously, I dont know who you are or anything about you.

However, I have written this book assuming that you fall into one of three categories:

  • A curious novice interested in starting a podcast
  • An experienced maker looking to improve your skill or push your work to the next level
  • Someone from a company or organization interested in using podcasting as a means to connect with audience, customers, or like-minded people who share your interest in a subject, issue, hobby, lifestyle, or, basically, anything.

I m sure there are a lot of variations even among those three categories. Perhaps you want to start a small podcast with and for your friends. Perhaps you are an expert ...

Page 7

 

Mungkin ini belum terjadi ya di Indonesia, tapi cepat atau lambat ini sepertinya akan membooming juga di kita seperti youtube yang kini channelnya dimiliki oleh banyak orang dengan latar belakang yang sangat bervariasi.  

This may strike you as ironic, given that on many occasions, including in the opening of this book, I say”... today, even the yoga instructor at the studio down the street has a podcast...” as evidence for today’s ubiquity of podcasting. Now, even my own yoga instructor was thinnking about creating a podcast and was interested in my help.

Page 9

 

Beberapa poin penting yang saya dapatkan dari tiga bab awal buku ini adalah pentingnya menjaga keaslian dan keunikan podcast yang kita buat. Makin jelas dan makin sederhana pendengar dan podcaster mendefinisikan podcast-nya justru makin baik, karena ketidakjelasan sebuah podcast akan membingungkan audiens dan membuat mereka kehilangan minat, podcaster juga jadi kehilangan arah, bahasan menjadi tidak tajam, dan tidak eksklusif. Podcast harusnya memberikan pengalaman yang intim ke tiap pendengarnya, tidak seperti acara radio yang cakupannya massa-milik bersama. Bentuk podcast dan profil pendengar juga harus dipikirkan oleh podcaster.⁣

I want to return to an earlier thought, that podcasts are different from even other audio media. If you are willing to accept that podcasts are an experience rather than a technical platform or medium, what makes podcasting different? Lots of people have opinions on this and love to debate it passionately, but, to me, the key to podcasting s uniqueness focuses around intimacy.

Page 11


 


Semua topik dibahas Nuzum dengan gaya bercerita yang asyik untuk disimak, sebagian berisi pengalaman pribadinya, ada saran profesional dan contoh kasusnya, lalu ada kolom khusus untuk pembaca menuliskan apa yang diminta penulis terkait podcast yang akan dibuat. Kita seolah-olah sedang berbincang-bincang dan dibimbing langsung oleh Eric Nuzum yang merupakan ahli podcast kelas dunia.⁣

Now it s your turn. Write a Ten-Word-Description of your show or your concept in a way that distinguishes it from everything else in the world.

.......................................................

.......................................................

Of course, I have no idea what you just wrote on the page. It would be weird if I did. Nonetheless, I can still tell yyou something about what you wrote: You werent specific enough.

...

Page 35

 

Her response: “Pretty much everybody”

I asked her if everybody knew what “intersectioanl feminism” meant.

Her reply, “Probably... yeah, I think so.”

I asked the class to raise their hands if they knew what ‘intersectional feminism’ was. About a third of them did, and none of the men.

...

Page 36

 

Di Chapter 4 Asking Questions buku ini kita akan mendapatkan wawasan tentang topik wawancara.⁣ Jelas menjadi host itu butuh skill. Tidak semua skill dibagikan Nuzum. Tapi paling tidak salah satu ketakutan kita saat menjadi host yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan bodoh dan membawa keseluruhan acara menjadi membosankan bisa kita hindari dengan teknik-teknik yang dibagikan Eric Nuzum di bab ini. Rupanya 'wondering' dan 'shut up' adalah koentji teman-teman 😚. Persiapan yang berlebihan juga ternyata tidak baik bagi kita, karena jadi mematikan rasa ingin tahu yang alami muncul selama proses wawancara.⁣

There is a phrase I ve told my young son with anough frequency that he rolls his eyes when he hears it. While he is a bright kid who is comfortable talking with adults, he hasnt fully grasped that interrupting is a bad thing. When he does, I often say to him: “When you are talking, you arent listening.”

The same idea applies to interviews. ...

Page 83



Di bab yang sama dibagikan pula wawasan tentang editing podcast model wawancara. Ada beberapa teknik yang saya baru tahu seperti The Full Schwartz dan Starter Questions. Plus tambahan Bonus Episode: Terry Gross Gives Advice to Novice Interviewers.⁣

I want to share one of the most odd and unusual, yet also surprisingly effective, interview tactics i ve ever encounteres. It s called the Schwartz Technique, aka “The Full Schwartz.”

The Schwartz Technique is a method to get everyday people to give vivid and evocative details in recorded interviews. ...

Page 99

The Full Schwartz is pretty easy to execute

  1. In a pre-interview or conversation before going into the studio, work with the subject to identify some key scenes in the story. Imagine the moment as if it were a photograh, and go over a lot of what was going on in that scene. While it is the subject’s story, it is really up to you to flag the pivotal moments in the story.
  2. Prepare the studio ...
  3. ...
  4. ..

..

Page 101

 

 

BONUS EPISODE: Terry Gross Gives Advices to Novice Interviewers

Terry Gross started her career in 1973 as an interviewer hosting a radio show called Woman Power at WBFO in Buffalo, New York. The show focused on the happenings in the feminist community around Buffalo, including topical conversations, recent speeches, and events. Even though she had never hosted radio before (she had previously been a schoolteacher), she quickly moved up to cohosting This is Radio, a three-hour-a-day ...

Page 102



Ingat juga bahwa Story adalah bagian yang penting dari sebuah podcast. Topik ini ada di Chapter 5 How to Tell a Story aka Don't Be Boring. Untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara kita supaya yakin episode podcast kita menarik, saya kutipkan jawaban Eric Nuzum di bawah ini:⁣ (*) Know the rules of storytelling (*) Follow them as simply and clearly as possible (*) Don't be obvious about it. Untuk detailnya tentu dijelaskan di buku.⁣



Pada bab ini ada Bonus Episode: Ira Glass's Trick to Quickly Structuring a Story. Saya terpesona melihat draft outline cerita milik Ira yang original 'cakar ayam' (istilah untuk tulisan yang tak terbaca), dan memang ditulis demikian karena bukan untuk dibaca orang lain. Salut jika teman-teman bisa membaca tulisannya 😆.⁣

Picture: outline Ira



Saya membaca buku ini pelan-pelan, dengan kecepatan setara siput mengunyah daun, penuh penghayatan. Soalnya pengetahuannya sebenarnya cukup dalam, terutama buat pembaca yang baru mengenal podcast. Jadi harus dibaca hati-hati. Untungnya gaya pemaparan Nuzum bermodel story telling juga, jadi topiknya tidak terasa begitu berat. Ada selingan cerita, contoh kasus, bahkan percakapan-percakapan menarik.⁣ Contohnya percakapan interview yang dilakukan Terry Gross dengan Nathan Lane yang dikutipkan Eric Nuzum untuk menjelaskan salah satu teknik wawancara.

NATHAN LANE: It was really my older brother Dan who got me interested in the theater. He s a teacher and he would take his classes over to plays in New York and he would take me with him and that s how I got interested in the theater. And so... yeah... eventually I moved to New York and became a struggling, starving actor and had all those jobs you have... you have to do.

TERRY GROSS: Such as?

NATHAN LANE: Well, I used to deliver singing telegrams... you know... ah...

TERRY GROSS: Such as?

NATHAN LANE: (start singing) “Happy hysterectomy! Happy hysterectomy!” You know it was like ridiculoous, and people hate when you deliver singing telegrams, and ah, I did this for a very long time. (Singing again) “Congratulations, Shirley! Your stretch marks hardly show!” And it was terrible.

TERRY GROSS: Who wrote the songs?

NATHAN LANE: They did They would tell whatever the occasion was and put it, set it to a popular tune, you know, one that you didnt have to pay any royalties on.

..

Page 85





Tiga bab terakhir di buku ini membahas strategi Audience Building, Leading Creative Teams, dan ditutup dengan motivasi dari Nuzum di bab Time to Go Forward. Di bab Audience Building ini kita akan menemukan cara-cara untuk mengenalkan podcast kita ke publik secara organik seperti bergabung dalam komunitas dan event serta engagement. Leading Creative Teams membahas strategi kerjasama karena podcast seringkali bukan solo project.⁣

 

Ada beberapa gambar yang menarik untuk disimak. Setidaknya buku ini tidak polos, ada selingan-selingan layout dan gambar-gambar pelengkap yang menjauhkan kita dari rasa bosan dan letik ketika membaca.

Picture: beberapa gambar yang ada di buku

 

 

 

Siapa Eric Nuzum

Eric Nuzum adalah co-founder Magnificent Noise, ia seorang konsultan media dan pembuat podcast, yang mengembangkan beberapa podcast tersukses di NPR, di antaranya TED Radio Hour dan Invisibilia, dan membawa program seperti Fresh Air dan Wait, Wait... Don't Tell Me! hingga dikenal di seluruh bagian dunia. Nuzum juga berkerja dengan Audible untuk membuat podcast populer, misalnya Sincerely, X (TED), The Butterfly Effect, dan Where Should We Begin?.⁣

Sumber: Buku Make Noise

 

Selama 14 tahun terakhir, Eric Nuzum telah membuat podcast yang secara rutin menduduki puncak tangga ketenaran, muncul dalam daftar "terbaik" tahunan, memenangkan penghargaan, dan menghasilkan ratusan juta unduhan. Eric memulai podcasting NPR pada tahun 2005 dan tetap memberikan upaya yang sama, kekuatan kreatif dan strategis utama, yang sama selama dekade berikutnya, ia memimpin NPR untuk menjadi distributor podcast terbesar di dunia. Eric mengembangkan beberapa podcast NPR yang paling sukses, dan melanjutkan catatan keberhasilan selama masa jabatannya sebagai pemimpin Audible untuk konten bentuk-pendek dan podcasting. Pada tahun 2019, ia ikut mendirikan Magnificent Noise, sebuah produksi podcast dan perusahaan konsultan kreatif yang berbasis di New York City. Buku Eric tentang pembuatan audio dan podcast, berjudul Make Noise: A Creator's Guide to Podcasting dan Great Audio Storytelling, dirilis oleh Workman Publishing pada bulan Desember, 2019.

Eric Nuzum juga penulis Giving Up the Ghost: A Story About Friendship, 80s Music, A Lost Scrap of Paper, and What It Means to be Haunted (2012), The Dead Travel Fast: Stalking Vampires from Nosferatu to Count Chocula (2007) ) dan Parental Advisory: Music Censorship in America (2001). Nuzum dianugerahi Penghargaan Edward R. Murrow Nasional untuk Penulisan Berita dan karyanya telah muncul dalam beberapa publikasi yang pernah kita dengar namanya dan banyak lagi yang belum pernah kita tahu.

Sumber: ericnuzum.com

  

Rekomendasi

Saya rekomendasikan buku ini semua yang akan membuat podcast dan yang telah memiliki podcast lalu ingin mengembangkan podcastnya, karena mindset dan dasar strategi awal ada di buku ini. Buku ini tidak membahas teknis cara membuat podcast seperti alat dan software apa yang digunakan. Tapi jika kita mencari inspirasi dan insight seputar - soft skill, di sini lah tempatnya.⁣ Layoutnya menarik, ada gambar-gambar pelengkap. Model pemaparan dan gaya menulisnya storytelling, asyik disimak dan mengalir, seperti bercakap-cakap langsung dengan penulisnya. Ada contoh kasus yang dibahas, ada pula percakapan-percakapan menarik. Buku ini berbonus insight langsung dari bintang audio populer seperti Terry Gross dan Ira Glass.

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku House of Earth and Blood (Cr…

31-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  A #1 New York Times bestseller!   Judul : House of Earth and Blood (Crecent City #1) Penulis : Sarah J. Maas Jenis Buku : Adult Fantasy Penerbit : Bloomsbury Publishing (UK)  Tahun Terbit : Maret...

Read more

Review Buku Make Noise - Eric Nuzum

21-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Make Noise A Creator’s Guide to Podcasting And Great Audio Storytelling Penulis : Eric Nuzum Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Workman Publishing Tahun Terbit : Desember 2019 Jumlah Halaman : 264 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

Review Buku All the Rage - Cara Hunter

14-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : All The Rage Penulis : Cara Hunter Jenis Buku : Detective Crime Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit : Desember 2019 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  12.90 x 19.70 x 3.50...

Read more

Review Buku Minimal - Madeleine Olivia

07-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

Judul : Minimal How to Simplify Your Life and Live Sustainably Penulis : Madeleine Olivia Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit : Januari 2020 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku : ...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku The Fifth To Die - J.D. Bark…

21-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Fifth To Die Penulis : J.D. Barker Editor : Ani Nuraini Syahara Jenis Buku : Psychological Thriller Penerbit : Bhuana Sastra Tahun Terbit : 2019 Jumlah Halaman :  740 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20...

Read more

Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Sentra – Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang Series on Education Penulis : Prof. Rhenal Kasali Jenis Buku : Edukasi Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

Decluttering Finances

24-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Inginkah teman-teman memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan bijak? Pasti jawabannya ingin. Saya pikir tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak ingin memiliki skill memanajemen keuangan, sebab sebesar apapun...

Read more

Work Coffee Cafe (a Review)

17-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Familiar kah teman-teman dengan nama cafe ini? Saya sih tidak. Tapi itu kemungkinan karena kami domisili di Bandung Timur dan jarang main ke daerah ini. Padahal tempatnya asyik bahkan klasik...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more