Review Buku All The Bright Places - Jenniver Niven

Published: Tuesday, 18 August 2020 Written by Dipidiff

 

A Netflix Film

 New York Times bestselling love story

 

Judul : All The Bright Places (Movie Tie-In Edition)

Penulis : Jenniver Niven

Jenis Buku : Romance

Penerbit : Ember Publishing

Tahun Terbit : Februari 2020

Jumlah Halaman :  416 halaman

Dimensi Buku :  20.83 x 14.48 x 2.79cm

Harga : Rp. 160.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780593118924

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Dua remaja SMA, Violet dan Finch, yang bertemu di bell tower sekolah dengan niat dan kondisi yang kurang lebih sama, putus asa dan keinginan untuk mengakhiri hidup. Finch menolong Viona dan mencegahnya untuk melakukan itu, tapi gosip yang beredar justru menyebutkan Viona yang menyelamatkan Finch. Terlepas dari rumor yang beredar, Violet dan Finch menjadi dekat dan berbagi rahasia mereka yang terdalam. Cinta kemudian menyapa, karena hanya kepada satu sama lainlah mereka bisa menjadi diri mereka apa adanya. Tapi masalah datang tak lama kemudian, dan baik Violet maupun Finch berjuang untuk menjadi 'survivor after suicide'.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Buku bersampul movie tie-in buat saya selalu beda 'rasa'. Mungkin karena ada penampakan figur tokoh yang real dan tidak cuma diimajinasikan oleh diri sendiri. Plus minus tentunya, karena ada pembaca yang tidak begitu suka imaginasinya terganggu, tapi saya pribadi justru selalu penasaran apakah jika tokoh imajinasi saya akan sama dengan model artis dan aktornya.

Tokoh dan Karakter

Violet Markey, berduka begitu dalam dan merasa bersalah karena kematian kakak perempuannya hingga ia hampir saja bunuh diri.

Theodore Finch, latar belakang keluarga yang tidak bahagia membuat hidupnya tidak mudah, ada disfungsi peran orangtua juga yang jadi pemicunya, mungkin pula ada faktor genetik. Finch menderita bipolar disorder, ia berjuang untuk keluar dari mental dan emotional illness-nya, tapi kadang hidup terasa begitu kelam bagi Finch.

Eleanor Markey, meninggal dalam kecelakaan mobil. Saat itu ia bersama adiknya, Violet Markey.

Amanda Monk, teman Violet, gadis populer di sekolah yang ternyata punya rahasia.

Suze, teman Violet, yang pernah menjadi pacar Ryan Cross.

Ryan Cross, mantan pacar Violet yang terus berharap bahwa suatu saat mereka bisa kembali bersama.

Roamer, si brengsek di sekolah. Merasa paling hebat dan perisak.

Kate, kakak perempuan Finch yang lebih memperhatikan Finch daripada ibu mereka. Sering bergonta-ganti pacar.

Decca, adik perempuan Finch yang acuh tak acuh tapi punya beban emosi sendiri.

Rosemarie, istri baru ayah Finch yang berusaha bersikap baik kepada Finch dan saudara-saudaranya.

Brenda, teman dekat Finch, yang melihat Finch sebagai pribadi yang positif di luar image orang luar yang menegatifkan Finch sepenuhnya.

 

Finch is the real gentleman, ia tokoh yang mengundang empati, memunculkan naluri, dan jelas bisa membuat seorang wanita merasa sangat dicintai. Violet sendiri lovable dan baik hati. Hanya mental dan emotional illness yang mereka miliki membuat tokoh-tokoh ini punya sisi kelemahan, yang mana sebenarnya justru perlu dimunculkan karena isunya memang ada di sana.⁣ Dua tokoh utama ini dinamis dan tiga dimensi sehingga terasa hidup dan manusiawi. Protagonisnya berupa tokoh dan situasi yang bersatu menciptakan konflik yang emosional.

 

Deskripsi fisik tokoh detail dan menyebar. Salah satunya saya kutipkan di sini, deskripsi Violet Markey.

I can see that her skin is smooth and clear except for two freckles on her right cheek, and her eyes are a gray-green that makes me think of fall. It's the eyes that get me. They are large and arresting, as if she sees everything. As warm as they are, they are busy, no bullshit eyes, the kind that can look right into you, which I can tell even through the glasses. She's pretty and tall, but not too tall, with long, restless egs and curvy hips, which i like on a girl. Too many high school girls are built like boys.

Page 11

 

Alur dan Latar

Alur cerita berjalan cepat dengan plot maju dan sudut pandang orang pertama yang berganti-ganti antara Finch dan Violet.⁣

Ending ceritanya memang menyesakkan dada. Di satu sisi endingnya bisa dibilang tertutup, tapi karena emosinya terus mengalir dan bukan jenis yang 100 persen happy, jadi ada resiko ending cerita seperti yang masih terbuka.

Untuk sebuah novel yang beraroma psychological fiction, alur cerita bergulir cukup cepat. Ada drama keluarga yang juga bikin hati tersentuh, tidak cuma topik romance antara Finch dan Violet saja.⁣

Konflik ceritanya dibangun dengan baik. Bukan ide baru, tapi berhasil diceritakan dengan menarik. Emosional dan dramatis sehingga bisa membuat perasaan pembaca tergerak.

 

Latar suasana dan lokasinya terperinci, buku ini memang menceritakan beberapa kunjungan ke beberapa lokasi tertentu, ini tergambar juga dari judul bukunya "All The Bright Places". Ada tiga lokasi yang berkesan buat saya di novel ini, yakni sungai tempat Finch biasa menyelam, bilik peristirahatan bagi jiwa yang lelah, dan ladang tempat berjejernya mobil buku.

She's out of the car before I am and heading toward the first bookmobile – an Airstream trailer from the 1950s – which is across the gravel and accross the field. There are seven trailers in all, different makes and models and years, and they sit in a line with the corn growing up around them. Each one advertises a specific category of books.

...

Page 129

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini


Genre romance itu ga pernah ada kadaluarsanya. Dari dulu sampai sekarang beberapa buku romance jadi koleksi dan menempati rak buku saya sejak lama.⁣ Kali ini saya membaca novel All The Bright Places. Dari sekilas isi cerita, sudah terbayang ini romance yang spesial karena ada isu mental and emotional illness yang diangkat yakni seputar bunuh diri di kalangan para remaja, trauma tertentu, dan bipolar disorder. Jennifer Niven sendiri memang menulis kisah ini untuk membangkitkan kesadaran publik terhadap kasus-kasus serupa.⁣

Author’s Note

Often, mental and emotional illnesses go undiagnosed because the person suffereing symptoms is too ashamed to speak up, or because their loved ones either fail to or choose not to recognize the signs. According to Mental Health America, an estimated 2.5 million Americans are known to have bipolar disorder, but the actual number is a good two or three times higher than that. As many as 80 percent of people with this illness go undiagnosed or misdiagnosed.

If you think something is wrong, speak up.

You are not alone.

It is not your fault.

Help is out there.

Page 382

Apa yang disampaikan Jennifer Nifen di atas memang benar adanya sepengetahuan saya, karena ini terjadi juga dalam lingkungan pertemanan dimana beberapa kawan mengalami keengganan untuk minta bantuan ahlinya untuk menolong mereka keluar dari mental dan emotional illness.

Nama Jenniver Niven mungkin sudah tak asing buat teman-teman. Niven adalah the New York Times and internationally bestselling author. Novelnya yang terpopuler di antaranya Holding Up the Universe dan All The Bright Places. Buku-buku Niven telah diterjemahkan ke dalam 75 bahasa dan novel yang saya baca ini memenangkan banyak penghargaan.⁣


Saya harap teman-teman cukup punya 'keberanian' untuk menyimak cerita yang gloomy, dan punya pengaruh ke mood meski novelnya sudah selesai dibaca sekalipun. Hati saya sendiri terasa berat dengan beban cerita. Tapi karenanya pula novel ini punya kesan yang istimewa.⁣

Kisah romance Violet dan Finch sendiri sangat manis dan menyentuh. Adegan-adegannya natural, dan proses jatuh hatinya begitu pelan dan seksama sehingga saya merasa ikut jatuh cinta pula bersama para tokohnya. So natural.

He leans forward over the handlebars, eyes on me. “I'd go to Hoosier Hill with a beautiful girl.”

Page 95



Di buku ini ada banyak narasi dan dialog tentang kasus-kasus bunuh diri dan teori-teorinya. Ada pula kutipan-kutipan dari penulis populer yang disisipkan dalam dialog tokoh. Baik Finch maupun Violet suka membaca, dan mereka remaja yang cerdas. Violet bahkan seorang penulis yang memiliki majalah online-nya sendiri, dan Finch berbakat di bidang seni.⁣

On March 23, 1950, Italian poet Cesare Pavese wrote: “Love is truly the great manisfesto; the urge to be, to count for something, and, if death must come, to die valiantly, with acclamation – in short, to remain a memory.” Five months later, he walked into a newspaper office and chose his obituary photograph from the photo archive. He checked himself into a hotel, and days later...

Page 25

 

Interesting fact: hanging is the most frequently used method of suicide in the United Kingdom because, researchers say, it's viewed as being both quick and easy. But the length of the rope has to be calibrated in proportion to the weight of the person, otherwise there is nothing quick or easy about it. Additional interesting fact: the modern method of judicial hanging is termed the Long Drop.

Page 140

 

Upstairs, I scroll around Finch’s Facebook page. I'm still his only friend. Suddenly a new message appears. I feel like I just walked through the back of the wardrobe and into Narnia.

I immediately research Narnia quotes. The one that stands out is: “I have come home at last! This is my real country! I belong here. This is the land I have been looking for all my life, though I never knew it till now... Come further up, come further in!”

Page 103

 

Emosional adalah kata yang saya gunakan untuk menggambarkan kisah dalam All The Bright Places. Ada adegan-adegan yang penuh perenungan mendalam, misalnya ketika topik soal bunuh diri sedang menjadi fokus dari narasi dan dialog. Di bawah ini saya kutipkan penggambaran perasaan dan pikiran mereka yang ingin bunuh diri, yang disampaikan melalui dialog antara Amanda Monk dan Violet. Bagian ini membuat saya merenung lebih dalam tentang kasus-kasus bunuh diri pada remaja yang jika dilihat dari sudut pandang kita yang kehidupannya stabil dan normal tampak 'aneh' 'tidak logis' dan lain sebagainya, tapi sebenarnya mungkin tidak sesederhana itu bagi remaja yang mengalami kasus mental dan emosionalnya. 

... “What goes through your mind when you're thinking about it?”

“About...”

“Killing yourself. I want to know what that feels like, what a person thinks about. I want to know why.”

Amanda stares at her hands. “I can only tell you how I felt. Ugly. Disgusting. Stupid. Small. Worthless. Forgotten. It just feels like there's no choice. Like it's the most logical thing to do because what else is there? You think, “No one will even miss me. They won't know I'm gone. The world will go on, and it won't matter that I'm not here. Maybe it's better if I was never here.”

“But you don't feel that way all the time. I mean, you're Amanda Monk. You're popular. Your parents are nice to you. Your brothers are nice to you. “Everyone's nice to you, I think because they're too afraid not to be.

She looks at me. “In those moments, none of it matters. It's like that stuff is happening to someone else because all you feel is dark inside, and that darkness just kind of takes over. You don't even really think about what might happen to the people you leave behind, because all you can think is yourself”.

Page 351

Ada juga adegan-adegan sepele tapi bermakna dalam, tentang cerminan kehidupan, tentang perasaan terdalam seorang manusia. Salah satunya ketika Decca (adik Finch) menggunting semua bagian yang kasar, jelek, dan buruk yang ada di sebuah buku dan memisahkannya ke buku tertentu, yang mana ini sulit dipahami alasannya, tapi lewat penjelasan yang ada, saya bisa mengerti betapa sedih, sepi, dan kerasnya pertarungan mental dan emosi remaja dalam kehidupan mereka yang kadang tidak semuanya penuh cinta. 

And somehow I know what she means, I think of the Bartlett Dirt and all its mean words, not just about me but about every student who's strange or different. Better to keep the unhappy, mad , bad, unpleasant words separate, where you can watch them and make sure they don't surprise you when you're not expecting them.

Page 166

 

Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, buku ini endingnya 'nyesek'. Ada yang bilang reaksinya sampe nangis diam-diam, ada yang nangis terang-terangan, ada yang merasa ga tuntas, dan ada yang merasa buku ini pahit getir di hati lantaran sebagai pembaca jelas kita tidak mampu membantu mengeluarkan tokoh dari konfliknya. Greget segreget buka kaleng monde yang isinya ternyata rempeyek tempe.⁣

But, what's wrong with rempeyek tempe (?). Intinya sih, ending novel ini tetap asyik buat saya karena alurnya memang dirasa memang harus demikian, kalau tidak novel ini niscaya akan masuk ke kategori buku biasa, bukan buku yang berkesan buat pembaca, tidak memancing reaksi emosi kita, dan mungkin bahkan gagal menyampaikan pesan utama ceritanya.⁣

 

By the way, di bukunya banyak gambar-gambar ilustrasi burung dan bunga ya. Pasti membingungkan buat yang belum tau cerita lengkap novel ini. Tapi kalau sudah, ini dengan gampang ditebak kaitannya. Saya simpan jawabannya untuk teman-teman temukan sendiri di bukunya ^^.

 

 

Picture: ilustrasi burung dan violet 

 

Bonus Peek Holding Up The Universe menunggu kita di bagian akhir buku. Saya sendiri penasaran dengan buku ini karena praise Holding Up The Universe juga luar biasa. Tapi lebih penasaran lagi dengan buku terbaru Jennifer Niven yang katanya bakalan terbit tahun 2020 ini.

 

Picture: Halaman bonus


Dari kisah di buku ini saya banyak berkaca pada kehidupan mereka yang putus asa dan kesepian, juga mereka yang berusaha melanjutkan kehidupan setelah orang yang dicintainya tiada.⁣

Dan betapa pentingnya kita untuk lebih menyadari situasi ini, siaga pada kemungkinan adanya orang-orang yang kita kenal, terutama yang dekat dengan kita, untuk bisa kita bantu sebisa mungkin, dan kita arahkan ke pertolongan ahlinya.

Peran guru juga penting, agar jangan hanya terbatas pada urusan mengajarkan ilmu, tapi juga membimbing dan menjadi support system yang dibutuhkan anak didiknya, dalam hal ini para remaja.

 

Siapa Jennifer Niven

Jennifer Niven adalah penulis buku terlaris New York Times dari All the Bright Places dan Holding Up the Universe, serta seri Velva Jean yang populer. Dia juga menulis beberapa buku non-fiksi, di antaranya Ada Blackjack, The Aqua-Net Diaries, dan The Ice Master, yang dinobatkan sebagai buku non-fiksi teratas oleh Entertainment Weekly. Buku terlaris New York Times All the Bright Places akan segera menjadi film besar yang dibintangi oleh Elle Fanning. 

Sumber: Amazon.com

Jennifer Niven adalah penulis Amerika terlaris New York Times dan internasional yang terkenal karena buku YA All the Bright Places. Niven dibesarkan di Indiana. Selain menulis novel, Niven juga bekerja sebagai penulis skenario, jurnalis dan produser asosiasi di Televisi ABC.

Dua buku pertamanya adalah narasi non-fiksi, judulnya The Ice Master (diterbitkan pada 2000) dan Ada Blackjack: A True Story of Survival in the Arctic (diterbitkan pada 2003). Pada tahun 2010, ia menerbitkan memoar tahun-tahunnya di sekolah menengah berjudul The Aqua Net Diaries: Big Hair, Big Dreams, Small Town.

Niven mulai menulis serangkaian novel sejarah pada 2009. Yang pertama, Velva Jean Learns to Drive, didasarkan pada sebuah film pendek dengan nama yang sama yang dia buat. Ia memenangkan Penghargaan Emmy dan Penghargaan Colin Higgins untuk Penulisan Naskah. Serial ini juga mencakup, Velva Jean Learns to Fly, Becoming Clementine dan American Blonde.

Novel young adult pertama Niven, All the Bright Places dirilis pada 2015. Narasinya mengikuti dua remaja, Violet dan Finch yang berjuang dengan masalah kesehatan mental. Film ini memenangkan penghargaan pilihan Goodreads 2015 untuk Fiksi Young Adult Terbaik dan masuk daftar panjang untuk Penghargaan Fiksi Anak Guardian 2015. Novel Ini telah diadaptasi menjadi film oleh Netflix dan dibintangi oleh Elle Fanning, Justice Smith, Keegan-Michael Key, Alexandra Shipp, dan Luke Wilson. Produksi film tersebut dimulai pada Oktober 2018 dan film tersebut dirilis pada 28 Februari 2019.

Jennifer Niven merilis novel dewasa muda terlaris lainnya pada tahun 2016 berjudul Holding Up the Universe, dan novel dewasa Young Adult terbarunya akan dirilis pada tahun 2020.

 

Bibliografi

Young Adult

  • All the Bright Places (2015)
  • Holding Up the Universe (2016)

Velva Jean Series

  • Velva Jean Learns to Drive (2009)
  • Velva Jean Learns to Fly (2011)
  • Becoming Clementine (2012)
  • American Blonde (2014)

Non-fiction

  • The Ice Master (2000)
  • Ada Blackjack: A True Story of Survival in the Arctic (2003)
  • The Aqua Net Diaries: Big Hair, Big Dreams, Small Town (2010)
  • Ada Blackjack, survivante de l'Arctique, 2019 

Sumber: wikipedia.org 

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan buat pembaca dewasa dan dewasa muda yang mencari genre romance dan psychological fiction yang ceritanya membawa pesan khusus tentang mental dan emotional illness. Alur rapi, narasi dan dialog mengalir, romance-nya manis, konfliknya tepat, dan endingnya tertutup. Ujung cerita ada positif dan negatifnya yang diekstrak sendiri oleh pembaca. Novel ini gloomy, berat di hati, dan kemungkinan berefek sama bahkan ketika bukunya sudah beres dibaca. Tapi pesan ceritanya kuat dan berkesan dalam.⁣ Buat yang suka The Fault in Our Stars dan Five Feet Apart, novel ini bisa jadi bacaan rekomendasi berikutnya.⁣


Content warning : suicide, mentall illness, trauma, emotional illness, bullying, premarital sex.⁣

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku Before the Coffee Gets Cold …

13-06-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  *OVER ONE MILLION COPIES SOLD**NOW AN INTERNATIONAL BESTSELLER* Japanese Bestseller   Judul : Before the Coffee Gets Cold Penulis : Toshikazu Kawaguchi Jenis Buku : Magical Realism; Literary Fiction; Romantic Fantasy;  Penerbit : Pan Macmillan Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku Breathless - Jennifer Niven

30-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times bestselling author of All the Bright Places   Judul : Breathless Penulis : Jennifer Niven Jenis Buku : Teen & YA Fiction Penerbit : Alfred A. Knopf Tahun Terbit : September 2020 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku The Duke & I (Bridgerton…

29-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times Bestseller   Now a series created by Shondaland for Netflix.   Judul : The Duke and I (Bridgertons Book 1) Penulis : Julia Quinn Jenis Buku : Romance Penerbit : Avon; Media Tie In, Reprint edition Tahun...

Read more

Review Buku Klara and the Sun - Kazuo Is…

22-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  NEW YORK TIMES BESTSELLERA GOOD MORNING AMERICA Book Club Pick! Editor s Pick for Best Science Fiction & Fantasy   Judul : Klara and the Sun Penulis : Kazuo Ishiguro Jenis Buku : Science Fiction & Fantasy Penerbit...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more