Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

Published: Saturday, 18 January 2020 Written by Dipidiff

 

Judul : Sentra

– Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang

Series on Education

Penulis : Prof. Rhenal Kasali

Jenis Buku : Edukasi

Penerbit : Mizan

Tahun Terbit : Agustus 2019

Jumlah Halaman :  364 halaman

Dimensi Buku :  15 x 23 cm

Harga : Rp. 109.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9786024411305

Paperback

Bahasa Indonesia

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Prof Kasali membuka pemaparannya dengan cerita tentang seorang anak kecil yang tak bisa dikendalikan tingkah lakunya oleh pengasuhnya dan keluarganya. Butuh banyak orang untuk menenangkan anak tersebut, padahal usia si anak harusnya sudah masuk ke usia yang mampu meregulasi dirinya sendiri. Dari sanalah pendidikan anak usia dini kemudian dibahas Prof. Rhenald Kasali satu persatu, khususnya metode Sentra yang kini telah banyak diterapkan di sekolah-sekolah usia dini di Indonesia namun ternyata banyak biasnya.

Buku ini mencoba memberikan penjelasan mengenai teori, konsep, dan  perkembangan Metode Sentra.  Sebuah buku yang dapat memperkaya khazanah dunia pendidikan, sekaligus sebagai acuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di negeri ini.

 

Kita intip yuk daftar isinya:

Kata Pengantar

Ucapan Terima Kasih

01 Seorang Balita dengan Enam Orang Pengasuhnya

Dua Orang Tidak Cukup

Mama Turun Tangan, Total Enam Orang Membantunya

Messy Play Center, Anak-anak Awalnya Pasti Berantakan

Pemandangan di Meja Sebelah

Jadi, Jelaslah Mengapa Setiap Anak Berbeda

Nature dan Nurture

 

02 Dari TK Konvensional ke Metode Sentra

Berkenalan dengan Sentra

 

03 Agar Metode Sentra Tak Hanya Dipelajari Kulitnya

Kenapa Terjadi Bias?

Gambaran Esensi Metode Sentra

 

04 Sentra Bermain dan Sentra Belajar

Orang Tua dan Guru Janganlah Mengintimidasi

OrangTua dan Guru, Berhentilah Memaksa

Orang Tua dan Guru Berilah Stimulus pada Anak

 

05 Sentra Mewujudkan Happy Learning

Enam Prinsip Pendidikan Usia Dini dalam Metode Sentra

 

06 Sentra Memperkaya Indonesia

Makna Beyond dan Proses

 

07 Sentra Kini Menyebar ke Nusantara

Program Pelatihan Guru dan Orang Tua (PPOT)

Mereka Juga Belajar dari Luar Al-Falah dan Lewat Internet

 

08 Jadi, Apa Keunggulan Metode Sentra?

Bermain tetapi Tak Sekadar Bermain

Sentra Mengajarkan Cara untuk Menjalani Hidup

Sentra Menerapkan Konsep Tanpa 3M

Di Sentra, Orang Tua pun Harus Belajar Lagi

 

09 Sentra Membangunkan Rasa Ingin Tahu Anak

Anak Cerdas Selalu Ingin Tahu

Maksimal Sepuluh Murid

 

10 Sentra Mengajarkan Nilai-Nilai Kebaikan dari Kitab Suci

Di Sentra, Anak-Anak Diberi Perspektif Agama yang Luas Dalam Metode Sentra, Guru Menjadi Role Model

 

11 Kita Perlu Mendidik Guru Lagi Sebelum Mereka Mendidik Murid

Saat Al Falah Menimba Ilmu ke Paman Sam

Saat Guru-guru Al-Falah Menggali Inspirasi Ekspedisi di Sekolah Hillary

 

12 Inilah Tujuh Sentra, Belajar Melalui Main

Sentra Bahan Alam

Sentra Seni

Sentra Balok

Sentra Persiapan

Sentra Imtak (Iman dan Takwa)

Sentra Bermain Peran Besar

Sentra Bermain Peran Kecil

 

13 Kini, Kami Ajak Anda Melihat Sentra dari Dekat

Merangkai Berjuta Ide

Maaf, Apa Boleh Aku Bantu?

Sentra Imkat di Sekolah santa Maria

 

14 Jadi, Bagaimana Sentra Bekerja?

Sentra Balok dan Multiple Intelligences

Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan Logis Matematis

Kecerdasan Musikal

Kecerdasan Kinestetik-jasmani

Kecerdasan Spasial

Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan Eksistensial

Kecerdasan Spiritual

Sentra Balok Membangun 7 Essential Life Skills

 

15 Orang Tua dan Guru Perlu Membangun 18 Sikap dan 6 Domain Berpikir Anak

Mutu

Hormat

Jujur

Bersih

Kasih Sayang

Sabar

Syukur

Ihklas

Disiplin

Tanggung Jawab

Khusyuk

Rajin

Berpikir Positif

Ramah

Rendah Hati

Takwa

Istikamah

Kanaah

Enam Domain Berpikir

 

16 Little Fighter

Barter Beras dan Sayur

Memasak dan Ilmu Hidup

 

17 Dari Klinik Gigi ke Laboratorium Doping

18 Dari Laboratorium Doping ke Taman Kanak-Kanak

19 Berawal dari Empat Murid

Enam Guru untuk Empat Murid

Krisis pun Ikut Menguji

 

20 Jalan Sunyi Wismiarti (Wismiarti dan Dunia Pendidikan Indonesia)

Pendidikan Inklusif

Disiplin dan Independensi

Memperbaiki Kualitas Guru

 

21 IQ Saja Tak Cukup, Anak Butuh Multiple Intelligences (Menuju Sosok Manusia yang Understanding)

Inilah Multiple Intelligences

Linguistic Intelligence

Logical mathematical Intelligence

Musical Intelligence

Bodily-Kinesthetic Intelligence

Spatial Intelligence

Interpersonal Intelligence

Intrapersonal Intelligence

Naturalist Intelligence

Existential Intelligence

Spiritual Intelligence

Mendeteksi Multiple Intelligence

 

22 Miliki 7 Keterampilan Kunci Ini

Skill 1: Focus and Self Control

Skill 2: Perspective Taking

Skill 3: Communicating

Skill 4: Making Connection

Skill 5: Critical Thinking

Skill 6: Taking on Challenge

Skill 7: Self-Directed, Engage Learning

 

PENUTUP

Membangun Rumah di Kepala Anak

Kini Saatnya Membangun Rumah

Daftar Pustaka

Indeks

Tentang Penulis

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Cocok lah untuk disain buku non fiksi ya. Tak ada gambar ilustrasi, cukup tulisan saja. Tonjolin judul bukunya dan nama penulisnya yang sudah well known. Disain yang sederhana sebenarnya. Tapi nama Prof Rhenald memang sangat dikenal. Mungkin hanya satu dari sekian banyak profesor di Indonesia yang berhasil menulis buku bagus yang diterima masyarakat umum. Dan karena edukasi adalah bidang yang saya 'sukai', maka buku ini langsung masuk dalam daftar baca segera setelah saya lihat terpajang di displas Periplus Bandung Store.

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Kalimat di bawah bab menjadi ciri khas buku ini. Kalau diingat-ingat kembali, lay out seperti ini memang jadi ciri khas buku-bukunya Prof Rhenald ya. Tidak cuma banyak quotes, kolom tambahan, catatan kaki, tapi kertasnya yang full color juga bagian dari kekhasan buku-buku beliau. Untuk pembaca seperti saya yang suka sajian visual seperti gambar, foto, tabel, grafik, termasuk warna-warna, buku-buku Prof Rhenald sangat memanjakan mata, dan menghindarkan saya dari perasaan bosan.

Picture: Halaman beberapa bab dalam buku

 

Picture: Layout beberapa kutipan yang ada di dalam buku

 

Picture: Beberapa foto yang ada di dalam buku

Picture: salah satu kolom intermezo dalam buku

 

Dengan gaya pemaparannya yang santai dan seperti berdialog dan berbicara langsung dengan pembaca, topik metode sentra sukses dibawakan Prof. Rhenald Kasali dengan luwes serta mudah dipahami, meski tidak dipungkiri ada beberapa bagian dalam penjabaran yang kadang melompat, melebar, dan berulang kali disampaikan (sebab begitulah kita pada umumnya saat berbicara lisan menurut hemat saya).

Sejenak dia bisa tenang, lalu si kakek ikut mengajaknya bermain dengan membuka game di sebuah tablet. Mereka kemudian mendudukkan anak itu di atas meja makan. Pikiran anak itu pun terbelah antara meneruskan makan dengan gawai yang dilengkapi game yang diunduh dari sebuah super apps.

Istri saya bergumam, “Come on... he is not a baby anymore. Ia harus didudukkan di bangku, bukan di atas meja makan.”

Sambil memegang gawai, anak itu tampak senang duduk di atas meja. Namun kini ia membuat pelayan restoran sedikit kerepotan karena di atas meja ada placemate, sendok-garpu, dan dua botol kecil salt-pepper. Seorang pelayan berlari merapikan meja sebelum anak itu menendang atau menyenggol sebagai akibat gerak motoriknya yang belum beraturan.

Halaman 4

 

Namun tetap saja anak itu sulit dikendalikan. Saat diturunkan dari meja, ia terlihat kurang senang. Ia berlari lari sambil tertawa-tawa sendirian dan tak beraturan, menabrak pengunjung restoran yang sedang membawa makanan ke mejanya masing-masing.

...

Halaman 5

 

"Belajar pada waktu kecil ibarat memahat di atas batu. Belajar pada waktu dewasa laksana mengukir di atas air".

Kalimat tersebut saya kutipkan dari buku Sentra karya Prof. Rhenald Khasali yang sebenarnya sudah jadi kalimat yang familier di telinga kita. Personally, buku seri edukasi memang sudah saya tunggu-tunggu untuk beliau publikasikan sejak dulu, sejak buku seri disrupsinya demikian menghentak dan tak diragukan lagi kualitasnya, saya berangan-angan akan ada buku bertopik pendidikan yang beliau kupas secara khusus. Rupanya mimpi jadi kenyataan, bahkan menjadi semakin 'indah' ketika Sentra hadir di toko-toko buku Indonesia dan ketika saya cermati ternyata topiknya tentang pendidikan usia dini yang merupakan momen golden age, periode utama pembentukan karakter manusia, bekal kita mendidik generasi bangsa.

Sentra adalah penamaan metode belajar Beyond Centers and Circle Time (BCCT) di Indonesia. Ibu Wismiarti Tamin adalah tokoh utama yang menyebarluaskan metode ini di Indonesia. BBCT sendiri aslinya ditemukan dan dikembangkan oleh Pamela Phelps Ph.D., di Florida, Amerika. Pada metode Sentra, anak-anak belajar menghubungkan alam semesta, melakukan eksplorasi, menjaga konsistensi, beradaptasi, dan meregulasi diri.

Bab 1 hingga hingga 11 masih berfokus pada sejarah metode sentra, apa keunggulan metode sentra dalam pengajaran anak usia dini, mengapa terjadi bias dalam penerapan metode sentra di Indonesia, apa peran guru dan orangtua dalam metode sentra, dan kisah Ibu Wismiarti Tamin sebagai pioneer metode ini di nusantara.

Secara garis besar metode sentra adalah metode belajar anak usia dini yang menekankan pada proses alami perkembangan anak, belajar sambil bermain, penanaman karakter dan nilai-nilai agama dengan 'inquiry, experience, and project based learning', diperkaya dengan metode pengembangan multiple intelligence dan pendekatan personal anak. Untuk teman-teman yang mengenal high scope, montessori, bahkan kurikulum IB dan Cambridge, beberapa metode di atas pasti sudah tak asing lagi.
 

Berkenalan dengan Sentra

Melalui rangkaian pembelajaran itulah kami berkenalan dengan metode Beyond Centers and Circle Time (BCCT) yang belakangan mulai marak dihadirkan dan diterapkan di Indonesia. Rupanya inilah jawaban yang ditunggu-tunggu untuk menghadapi era disrupsi.

Halaman 27

 

Kisah perjuangan Ibu Wismiati Tamin menarik untuk disimak karena sarat nilai perjuangan dan inspiratif. Bagaimana kerasnya usaha beliau membangun sekolah Al Falah dari nol hingga seberhasil sekarang ini, ditambah tekad dan niatnya yang tulus dalam mengembangkan kualitas pendidikan usia dini di Indonesia patut diacungi jempol. Semangatnya pun patut ditiru.

Lebih lanjut tentang metode Setra sendiri ternyata berhenti di pembahasan tentang sentra balok (yang memang dikupas lebih lengkap dibandingkan sentra-sentra lainnya. Buku ini buku pengenalan, bukan buku yang kita butuhkan jika ingin mengetahui secara detail teknik aplikasi metode sentra di pendidikan usia dini. Untuk mengetahui itu Prof. Rhenald Kasali merekomendasikan pembaca untuk belajar langsung pada sumbernya yaitu Ibu Wismiati di Sekolah Al Falah yang memiliki satu buku khusus pelatihan metode sentra untuk guru dan orangtua. Tadinya saya berharap bisa mendapatkan teknik lebih detail tentang metode sentra tapi ternyata tidak ada ya di buku pertama seri edukasi ini. Meskipun demikian saya cukup puas dengan wawasan-wawasan baru yang saya dapatkan dari buku ini. Di antaranya tentang manfaat balok dalam pengembangan kecerdasan anak, ukuran mainan yang harus persis sama dengan aslinya, dan permainan peran yang membentuk karakter anak seperti yang saya kutipkan di bawah ini.

Belakangan saya ketahui bahwa membuat potongan yang presisi sangat penting untuk mendidik anak. “Dari situ kita bisa mencegah anak melakukan korupsi,” ujar Wismiarti. Sedangkan Pamela Phelps menunjukkan bagaimana balok-balok yang presisi itu bisa membentuk pikiran anak tentang keteraturan dan keseimbangan. Lagi pula dari situlah dibangun logika berpikir dan matematika.

“Kalau anak-anak terbiasa memakai bahan-bahan yang tidak presisi, lama-lama mereka pikir kalau kurang apapun boleh saja. Nanti semakin hari akan membentuk kebiasaan, akan terpikir kurangi juga tak apa apa. Belajar dengan balok presisi penting untuk membentuk karakter,” ujar Wismiarti.

Halaman 56

 

Yang harus diingat, alat-alat mainan yang dipergunakan dalam Sentra Main Peran Kecil ini haruslah miniatur yang memiliki dimensi proporsional. Misalnya, ukuran rumah, kursi, meja, boneka, mobil, sepeda motor, dan lain-lain. Ini penting agar tidak mengacaukan imajinasi anak.

...

Halaman 176

 

Dengan bermain peran, anak anak juga belajar memahami tututan-tuntutan dari luar yang datang setiap hari. Misalnya, ketika anak usia dini melihat pesawat terbang, ada yang menangis ingin naik saat itu juga. Anak yang sudah terbiasa bermain peran bisa memiliki pemahaman yang lebih baik, bahwa jika ingin menaiki pesawat terbang maka ada tahapan atau prosesnya.

Halaman 177

 

Bangga juga ketika menyimak satu bab di awal yang memaparkan metode pendidikan Indonesia, Tut Wuri Handayani, yang dilakukan oleh Bapak Pendidikan kita Ki Hadjar Dewantara. Mungkin pendidikan Indonesia masih tertinggal, tapi selalu ada yang membanggakan menjadi bagian dari penduduk Indonesia kan ya ^^

Jadi bukan mendoktrinasi dan menciptakan suasana yang menakutkan bagi anak, yang jsutru akan menghambat bahkan merusak proses perkembangan otak dan kemampuan berpikir anak.

Konsep Patrap Trilokaini memang lahir dari kristalisasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang sistem pendidikan yang ...

Halaman 64

 

Konsep bermain sebagai cara belajar anak sempat dianggap aneh di kita. Tapi seiring dengan masuknya berbagai ilmu pendidikan modern, perlahan banyak yang sudah memahami konsep ini. Pengalaman saya di dunia pendidikan juga membuktikan hal yang sama. Saat bermain adalah saat yang tepat bagi anak untuk belajar banyak hal, terutama di usia dini.

Prinsip ini bisa diterapkan secara luas, tidak hanya untuk guru di sekolah, tetapi juga sangat bagus untuk dipahami orang tua. Apa saja prinsip itu?

Pertama, pendidikan berorientasi pada kebutuhan anak. Karena itu, setiap kegiatan pembelajaran harus selalu mengacu pada tujuan pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu.

...

Kedua, dunia anak adalah dunia bermain. Maka, selayaknyalah konsep pendidikan untuk anak usia dini dirancang dalam bentuk bermain, anak belajar melalui permaianan yang menyenangkan.

...

Halaman 67

 

Sepanjang perjalanannya mengembangkan Metode Sentra, Wismiarti sering kali mendengar komentar, “Sekolah kok, hanya main-main terus. Kapan belajarnya?”

Pertanyaan seperti ini tentu bukan hanya terdapat di Sekolah Al-Fala, melainkan juga di banyak sekolah pembaharu di sini seperti High Scope, Montessori, dan sebagainya.

Halaman 103

 

 

Ada dua bab di seperdua bagian akhir buku ini yang membahas multiple intellegency dan 7 life skills. Pemaparannya lebih ke arah perkenalan, bukan kupasan topik yang rinci. Saya kira hal itu bisa dimaklumi karena detail dua tema itu bahkan akan membutuhkan satu buku khusus untuk penjabarannya.

Di Sekolah Al-Falah, tujuan pembelajaran tersebut adalah membangun 18 sikap (akhlakul karimah), tujuh kecerdasan majemuk, enam domain berpikir, dan tujuh keterampilan esensial.

Konsep 18 sikap dikembangkan dari nilai-nnilai ajaran agama yang didapat dari kitab suci. Basisnya memang agama Islam..

Halaman 159

 

Saya berharap buku ini bisa memberikan gambaran yang lengkap terkait aplikasinya di lapangan, tak hanya di sekolah tapi juga di rumah sebagai bekal mendidik anak-anak kita di rumah. Tapi ternyata tidak bisa ya, karena sekali lagi, ini bukan buku teknis, melainkan hanya perkenalan saja. Mungkin akan ada pembahasan yang lebih detail di seri kedua. Jadi kita tunggu saja.

Setelah membaca keseluruhan bab yang ada, bagi saya buku ini entah kenapa terasa kurang runut penempatan topik bahasannya. Untungnya apa yang disampaikan tetap mudah dipahami.

Nah, selepas baca ini saya malah jadi penasaran ya detail metode Sentra ☺. Semoga suatu saat bisa berkunjung ke Sekolah Al Falah yang merupakan pioner metode ini di Indonesia ☺.

 

Siapa Prof. Rhenal Kasali

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., adalah satu dari sedikit ilmuwan Indonesia yang updated dan tahu bagaimana ilmunya digunakan dalam kehidupan. Ia pernah menajdi Presiden Komisaris Angkasa Pura II yang membawahi 17 bandara dan PT Telkom Indonesia yang merupakan satu-satunya perusahaan Indonesia yang diperdagangkan di NYSE (New York Stock Exchange). Ia juga pernah menjadi komisaris di sejumlah BUMN (PT Dirgantara Indonesia, PT Indofarma) dan perusahaan internasional (Prudential Life Assurance, Indomobil Finance, Centro).

Ia mendirikan yayasan Rumah Perubahan dan menulis lebh dari 40 buku ilmiah. Aktif mengikuti dan menjadi narasumber seminar internasional di Harvard, Yale, Insead, Tshinghua University, dan kampus-kampus utama dunia. Ia juga memberikan advis pada beberapa Super Apps.

Pada 2018, ia mendapatkan anugerah Writer of the Year dari Ikatan Penerbit Indonesia, Top 30 Global Gurus in management (2014, 2015, 2016, 2018, 2019) dari Global Gurus Foundation, Tokoh Kreatif Bidang Pendidikan dari Yayasan Pengembangan Kreativitas (2005), Alice & Charlotte Biester Award (1995), dan Louis A. Young Award (1994).

Kini, ia dikenal sebagai “Bapak Disruption Indonesia” dan melakukan banyak riset dalam Series on Disruption seperti Tomorrow is Today (2017) Self Disruption (2018), The Great Shifting (2018) dan #MO. Kuliah online-nya juga banyak diikuti para eksekutif dan kaum muda, disiarkan dalam platform MOOC (Massive Open Online Course) IndonesiaX.co.id.

Baca juga "Review Buku #MO"

 

Di Rumah Perubahan, selain menerima dan memberi advis pada tokoh-tokoh perubahan, ia juga aktif membimbing kaum muda. Murid-muridnya tersebar luas dari beragam kalangan dan tak sedikit yang mengikuti jejaknya. Ia mengajar di Universitas Indonesia, Sekolah Staf dan Pimpinan Polri, dan pernah menjadi dosen terbang di sejumlah PTN.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang mencari buku referensi pendidikan usia dini di Indonesia, khususnya metode Sentra. Gaya pemaparan penulis yang santai dan seperti berkomunikasi langsung dengan pembacanya enak disimak, meski di sana-sini ada pengulangan topik. Ada banyak gambar pendukung, terutama foto-foto dokumentasi. Buku ini bukan buku yang menjelaskan metode Sentra secara rinci, tapi lebih ke arah pengenalan saja, bahkan sebagian besar kontennya menceritakan pengalaman Ibu Wismiarti Tamin mendirikan Sekolah Al Falah yang menggunakan metode Sentra dari masa merintis hingga sudah berkembang pesat di saat ini. Lebih jauhnya, lewat buku ini Prof. Rhenald Kasali seolah ingin menyadarkan kita kembali kepada pentingnya pendidikan usia dini terhadap pembentukan karakter manusia yang seutuhnya.

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

atau Informasi Reseller dan Kerjasama

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Thursday Murder Club - R…

09-04-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Editor's Pick - Best Mystery, Thriller & Suspense on Amazon  Judul : The Thursday Murder Club A Thursday Murder Club Mystery Book 1 Penulis : Richard Osman Jenis Buku : Mystery - Amateur Sleuth...

Read more

Review Buku Disorder - Akmal Nasery Basr…

29-03-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Disorder Penulis : Akmal Nasery Basral Jenis Buku : Fiksi Ilmiah Penerbit : Penerbit Bentang Tahun Terbit : Desember 2020 Jumlah Halaman : 484 halaman Dimensi Buku : 20,5 cm Harga : Rp. 114.000 *harga...

Read more

Review Buku How to Stay Sane in an Age o…

25-03-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  From the Booker shortlisted author of 10 Minutes 38 Seconds in This Strange World   Judul : How to Stay Sane in an Age of Division Penulis : Elif Shafak Jenis Buku : Non...

Read more

Review Buku Shine - Jessica Jung

24-03-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  An Instant New York Times Bestseller!Editor's Pick - Best Young Adult at Amazon.com.From International K-pop Star, Jessica Jung. Judul : Shine Penulis : Jessica Jung Jenis Buku : Young Adult Romance Penerbit : Simon &...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more