Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara Membuat Presentasi yang Mantap –

Published: Sunday, 25 April 2021 Written by Jeffrey Pratama

 

Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga ini, kita akan ngulik soal caranya membuat konten.

Dalam setiap presentasi, biasanya yang perlu selalu diperhatikan adalah tiga hal berikut: opening (pembukaan), main idea (isi utama presentasi), dan closing (penutup). Tiga hal ini merupakan hal penting yang masing-masing memiliki fungsinya masing-masing.

 

Opening (pembukaan)

Opening itu layaknya kesan pertama yang kamu sajikan kepada audiens. Hal ini sangat penting untuk menentukan apakah audiens kamu akan mau tinggal lebih lama untuk dengerin kamu ngoceh atau mereka langsung pergi. Jadi penggunaan opening yang tepat sangatlah penting bagi keseluruhan presentasi kamu.

Pada dasarnya, tujuan opening adalah untuk mendapatkan atensi penonton, lalu menggiring mereka masuk dalam konteks yang akan kamu sajikan. Untuk kedua hal ini, ada beberapa tips yang kamu dapat lakukan.

Pertama, pastikan dengan benar kamu telah melakukan pe er kamu dengan baik. Yang dimaksud dengan “pe er” di sini adalah kamu sudah tahu persis tujuan presentasikan apa, siapa audiens kamu dan topik apa yang ingin kamu presentasikan. Haram hukumnya bagi kamu untuk presentasi tanpa tahu siapa audiens kamu (lihat artikel bagian 1 beberapa waktu lalu). Dengan tahu siapa audiensnya, kamu akan lebih paham bagaimana cara mendapatkan atensi mereka. Kamu akan tahu jokes-jokes apa yang kira-kira masuk ke mereka, pembicaraan-pembicaraan apa yang sekiranya akan menyinggung mereka dan baiknya tidak dilontarkan, dan sebagainya. Misalnya, rasanya kurang bijak bila kamu membuat lelucon tentang kematian untuk audiens veteran perang yang baru saja pulang dari pertempuran. Jadi, do your homework.

Kedua, buatlah pembukaan yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu audiens, sehingga mereka mau mendengar lebih lanjut. Tujuannya bukan untuk langsung jualan isi presentasi, tetapi untuk membuat mereka merasa tertarik dengan apa yang ingin kamu bicarakan. Kamu dapat membuat pembukaan dengan memasukkan kalimat pertanyaan. Nah, disini, penguasaan kamu terhadap demografi audiens juga berpengaruh. Jika audiens kamu adalah orang-orang yang lebih menggunakan logic thinking (misalnya sekumpulan orang-orang di profesi sains seperti dokter, ilmuwan, guru, dan lainnya), maka kamu dapat menggunakan pertanyaan berbasis data / riset. Misalnya pertanyaan seperti: “tahukah Anda bahwa tahun 2050 nanti, jumlah penduduk dunia akan mencapai 10 milyar orang, dan sebagian besar manusia bumi akan terkonsentrasi di 9 negara, Indonesia salah satunya?”

Jika kamu sedang presentasi kepada audiens yang lebih mudah “tersentil” emosinya, untuk topik yang sama kamu dapat mengubah pertanyaannya menjadi “Bagaimanakah perasaan Anda, apabila nanti anak/cucu Anda harus hidup dalam dunia yang penuh sesak, dengan polusi yang buruk, pekerjaan yang semakin terbatas, dan tingkat stress yang sangat tinggi? Jangan salah, tidak lama lagi akan terjadi!”

Tentunya mungkin tidak akan cukup hanya dengan sebuah pertanyaan sederhana saja. Makanya sekali lagi, penting untuk kamu mengetahui demografi audiens kamu.

Selain dengan membuka dengan pertanyaan, presentasi juga dapat diawali dengan menceritakan sebuah kisah. Sebaiknya, kisah yang kamu sajikan harus menggugah atau relatable. Hindari pengandaian atau metafora yang tidak nyambung dengan audiens. Jangan gunakan cerita-cerita fabel tentang kerajaan binatang di hutan, atau kisah dewa-dewi Yunani, kecuali tentunya jika kamu sedang ingin mempresentasikan tentang binatang atau mitologi Yunani. Gunakan kisah-kisah yang dekat dengan audiens, dan jika memungkinkan, gunakan kisah nyata.

Hal ketiga yang perlu kamu perhatikan dalam membuat pembukaan adalah: jangan bertele-tele. Pembukaan itu seperti mencoba untuk menarik perhatian lawan jenis ketika sedang berjalan di taman. Kita hanya punya waktu sekian detik untuk melakukan hal tersebut, sehingga tidak ada ruang untuk hal-hal yang tidak penting. Bukalah presentasi anda dengan singkat. Jika memakai slide, jangan buang jumlah slide kamu terlalu banyak di bagian pembukaan.

 

Main Idea (isi utama)

Untuk Main Idea, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat daftar hal-hal penting yang perlu kamu masukkan dalam presentasi kamu. Penekanan ada pada kata “perlu”, bukan “ingin”. Kadang kala ada presenter yang terlalu semangat dan ingin memasukkan semua hal dalam sebuah presentasi, sehingga malah jadi tidak efektif dan bikin mual yang mendengarkan.

Untuk melakukan hal tersebut dengan baik, kamu dapat menggunakan teknik mind mapping ala Tony Buzan. Mind map adalah sebuah diagram visual yang dibuat untuk menyusun dan mengorganisasikan sekumpulan informasi. Mind map menunjukkan hubungan antara informasi-informasi yang berpusat pada sebuah ide sentral / utama. Dalam hal ini, ide sentralnya adalah topik presentasi kita. Untuk lebih jelas tentang mind mapping ini, kamu dapat mencarinya di google.

Membuat mind map ini sebenarnya tidak sulit. Kita bisa membuatnya ala-ala kita sendiri. Dalam konteks membuat isi presentasi, yang penting adalah kita paham ide sentral yang ingin dipresentasikan itu apa, lalu untuk menjelaskan ide tersebut, hal-hal apa saja yang perlu kita masukkan disana. Jika idenya adalah untuk menjual sebuah jam tangan, maka apa yang harus diperjelas dari jam tangan tersebut? Apa subtopiknya? Apakah itu mengenai fitur? Harga? Kualitas? Sensasi yang didapat dari memakai jam tersebut? Lokasi pembelian? Dan seterusnya.

Setelah itu, maka kamu perlu untuk mendetailkannya lagi untuk masing-masing subtopik. Jika bicara fitur, hal-hal apa saja yang perlu disampaikan ke penonton untuk membuat mereka tertarik. Jika tentang kualitas, hal-hal apa yang audiens perlu tau. Jika tentang harga, apakah ada promonya atau bagaimana.

Selesai kamu melakukan hal itu semua, maka langkah berikutnya adalah merajut kisah dengan baik. Presenter itu layaknya seorang yang sedang berkisah / story teller. Kamu perlu untuk dapat membuat alur kisah yang runut (minimal tidak membingungkan) bagi para audiens. Untuk melakukan ini, cara paling mudah adalah dengan melihat kembali mind map kamu seperti apa, dijembrengin aja di meja, kemudian kamu rangkai satu-persatu. Setelahnya, barulah kamu coba buat materinya lembar demi lembar.

Jika semuanya sudah selesai, ada satu hal terakhir yang perlu kamu lakukan. Ujilah materi kamu ke orang yang kamu dapat percaya, seperti rekan kerja, atasan atau orang lain yang dapat memberi kamu masukan positif. Pertimbangkan juga masukan dari mereka, siapa tahu apa yang mereka kemukakan dapat membuat presentasi kamu menjadi lebih apik.

 

Closing (penutup)

Penutup selalu menjadi poin penting dalam sebuah presentasi, karena biasanya di bagian inilah seluruh pembukaan dan isi presentasi kamu mengerucut. Artinya, jika penutupannya tidak oke, pembukaan dan isi presentasinya akan terbuang sia-sia. Oleh karena itu, perhatikan beberapa tips berikut.

Pertama, buatlah kesimpulan akhir dari seluruh presentasi kamu. Kesimpulan tersebut harus sederhana, jelas, dan tidak ribet. Buatlah kesimpulan yang dapat dimengerti bahkan oleh anak kecil sekalipun

Kedua, buatlah penutupan yang obvious, artinya audiens tahu bahwa ini adalah penutupan dan oleh karenanya mereka perlu bersiap-siap untuk melakukan sesuatu: setuju dengan presentasi kamu dan mengambil tindakan tertentu, atau cuek ngedumel karena menurut mereka buang-buang waktu dan ngeloyor pergi. Buatlah bagian presentasi ini se-terang-benderang mungkin. Tidak ada gunanya juga membuang waktu semua orang.

Ketiga, buatlah pernyataan yang tegas tentang apa yang menurut kamu perlu dilakukan oleh audiens. Tugas untuk mempresentasikan sudah kamu lakukan, sekarang gantian tugas audiens adalah untuk bersikap terhadap presentasi kamu. Buat sebuah pernyataan kuat mengenai tujuan presentasi yang sudah kamu lakukan dari awal sampai akhir, dan apa yang kamu harapkan dari mereka. Jika memang diperlukan, tantang penonton untuk mengambil sikap atau keputusan langsung di akhir presentasi. Yang bagian terakhir ini tentu saja tergantung kondisinya. Kalau kamu sedang presentasi ke bos, tentunya bagian “menantang” itu perlu dipertimbangkan dengan matang.

Keempat, bagian penutup tidak perlu panjang-panjang. Jika memang diperlukan, kamu dapat mengulang sedikit apa yang sudah kamu sampaikan di awal, terutama di bagian-bagian yang menurut kamu dapat memperbesar kemungkinan audiens untuk menerima pendapat / presentasi kamu. Tetapi, buatlah sesederhana dan sesingkat mungkin.

 

Nah, kita sudah membahas tentang cara membuat konten presentasi. Pada artikel selanjutnya, kita akan bahas satu poin terakhir tentang tools / alat yang dapat membantu kamu membuat presentasi, serta beberapa tips penutup agar presentasi kamu menjadi lebih ciamik. Sampai bertemu di artikel selanjutnya.

 

 

 

About Jeff:

Jeffrey Pratama adalah seorang praktisi Human Resource yang telah 15 tahun berkarir di beberapa perusahaan terbaik di Industrinya. Selain sebagai seorang Executive Professional, Jeffrey juga merupakan seorang Coach yang tersertifikasi, dengan passion yang mendalam di bidang pengembangan diri dan karir, khususnya bagi anak-anak muda. Penggemar music jazz dan klub sepakbola Manchester United ini juga penikmat setia buku-buku, khususnya yang terkait dengan pengembangan diri dan bisnis.

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Midnight Library - Matt …

19-08-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #5 Amazon Charts this week A New York Times Best Seller Winner of the Goodreads Choice Award for Fiction A Good Morning America Book Club Pick!   Judul : The Midnight Library Penulis : Matt Haig Jenis Buku : Literary Fiction...

Read more

Review Buku The Guest List - Lucy Foley

08-08-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Editor's Pick Best Mystery, Thriller & Suspense A Reese's Book Club Pick The New York Times Bestseller One of The New York Times Thrillers of 2020   Judul : The Guest List Penulis : Lucy Foley Jenis...

Read more

Review Buku The Meaning of Mariah Carey …

18-07-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

#1 Best Seller in Populer Music. Amazon   The Instant #1 New York Times Bestseller   Judul : The Meaning of Mariah Carey Penulis : Mariah Carey with Michaela Angela Davis Jenis Buku : Pop Artist Biographies, R&B & Soul...

Read more

Review Buku Before the Coffee Gets Cold …

13-06-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  *OVER ONE MILLION COPIES SOLD**NOW AN INTERNATIONAL BESTSELLER* Japanese Bestseller   Judul : Before the Coffee Gets Cold Penulis : Toshikazu Kawaguchi Jenis Buku : Magical Realism; Literary Fiction; Romantic Fantasy;  Penerbit : Pan Macmillan Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more