Review Buku The Wife Between Us - Greer Hendricks & Sarah Pekkanen

Written by Dipidiff

An instant New York Times bestseller!
A 2018 Indie Next Pick
A January 2018 Library Reads Top 10 Pick

One of...
Wall Street Journal's "6 Books to Read This Winter"
Real Simple's "Best Books of 2018"
Glamor Magazine's "All the Books We Can’t Wait to Read in 2018"
Bustle's 
"18 Best Fiction Books of January 2018"

Goop's "12 Books for Winter Break"
Popsugar's "23 Best New Books of Winter"
Hello Giggles's "19 books we can’t wait to read in 2018"
AARP's "2018 Books Preview: Chills and Thrills"
Bookbub's "
Biggest Thriller Books Coming in 2018"

Retail Me Not's "Top 35 Books of 2018"

 

Judul : The Wife Between Us

Penulis : Greer Hendricks & Sarah Pekkanen

Jenis Buku : Psychological Suspense

Penerbit : Pan Macmillan

Tahun Terbit : Oktober 2018

Jumlah Halaman :  384 halaman

Dimensi Buku :  19.20 x 12.90 x 2.20 cm

Harga : Rp. 198.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781509842834

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

When you read this book, you will make many assumptions.
You will assume you are reading about a jealous ex-wife.
You will assume she is obsessed with her replacement – a beautiful, younger woman who is about to marry the man they both love.
You will assume you know the anatomy of this tangled love triangle.
Assume nothing.

Selama berhari-hari ia membuntuti dan menguntit wanita yang merebut suami darinya. Dia cantik, ceria, dan tampak menikmati hidup. Sedangkan hidupnya sendiri hancur sejak berpisah dengan mantan suaminya. Ia mabuk untuk melupakan derita hati, kadang cara ini berhasil mengusir sakit hati, tapi begitu tersadar, realita kembali datang dan menyakiti. Berita rencana pernikahan Richard dengan wanita itu memaksanya untuk mengambil tindakan. Apapun resikonya, wanita itu tidak akan pernah menikahi mantan suaminya.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Novel ini punya beberapa variasi disain sampul. Novel yang saya baca covernya ada siluet seorang wanita yang saya duga adalah tokoh utama. By the way, disainnya mirip buku kedua duet penulis Greer Hendrics & Sarah Pekkanen, yang judulnya Anonymous. Sekarang beberapa buku dari penulis yang sama dikemas ulang dengan cover yang senada. Saya ingat bukunya Ishiguro juga ada yang seperti ini. Padahal bukan buku seri tapi didisain mirip-mirip satu sama lain.

 

Tokoh dan Karakter

Nellie, guru sekolah yang cantik dan ceria, yang kemudian kehilangan jati diri demi cintanya.

Vanessa, mantan istri Richard yang hancur hidupnya setelah mereka bercerai

Aunt Charlotte, bibi Vanessa yang baik hati, hingga tua ia tetap menemani Vanessa dan berusaha menjadi ibu baginya.

Richard Thompson

Samantha, sahabat Nellie

Maureen Thompson, kakak Richard yang punya obsesi yang tidak wajar

Emma, misteri latar belakang keluarganya membuatnya punya dendam besar dalam kehidupan

Maggie, gadis yang hilang ketika dalam pengawasan Vanessa

Daniel, dosen yang menghamili Vanessa

 

Tokoh utamanya adalah mantan istri yang hidupnya hancur setelah bercerai, sementara sang mantan suami malah makin sukses dan punya kehidupan dengan pasangan yang baru. Ini tidak akan menyenangkan buat pembaca yang tidak suka tokoh utama berkarakter lemah dan 'kacau' hidupnya; mabuk, linglung, depresi, tidak percaya diri, dan bangkrut. Meski pada akhirnya si tokoh utama menguat karakternya (dinamis) tapi porsi peran ketika dia dalam kondisi frustasinya cukup banyak, yang mana mungkin akan membuat pembaca merasa turut frustasi.

 

Deskripsi tokoh cukup detail misalnya deskripsi Richard dan Maureen yang saya kutipkan di bawah ini.

Maureen was sixteen years her senior and a college professor, and here was Nellie, a slightly disheveled preschool teacher who smelled like a deep fryer.

...

But the moment Nellie saw Maureen, she exhaled. Richard's sister looked like te photonegative of him. Her hair was cut in a classic bob, and she wore a simple pantsuit. She was peering at The Economist through reading glasses, bitting her lower lip the way Richard always did when he was concentrating.

...

Page 114

Richard was thirty-six, nine years older than Nellie, and a successful hedge fund manager. He had a runner's wiry build, and an easy smile that belied his intense navy-blue eyes.

....

He'd worn a pair of faded jeans and had looked just as good in tem as he did in his well-cut suits.

Page 7 

 

Alur dan Latar

Buat saya pribadi, alur suspense-nya sebenarnya tidak terlalu pelan. Saya suka narasi dan dialognya yang mengalir. Emosinya tergarap dengan baik. Misterinya pun bikin penasaran, sebagian mungkin gara-gara saya termakan blurb-nya yang menjanjikan.

Sudut pandang cerita yang disampaikan dari orang pertama membuat saya tenggelam dalam perasaan dan pemikiran tokoh utama. Sakit hati, iri, dan kegilaan Vanessa seolah menjadi pengalaman pribadi gara-gara hal ini. Selain pov 1, cerita juga disampaikan dari sudut pandang orang ketiga. Permainan alur waktunya asyik, melompat maju dan mundur tanpa kita sadari.

Plot twist adalah bagian yang paling saya tunggu dari novel ini. 
Saya akui layer pertama permainan alurnya menipu saya. Pasalnya waktu kejadian memang samar samar dan mulus sehingga saya tidak curiga. Tapi layer kedua bisa saya tebak lantaran rada klise. Dan selagi saya berpuas diri dengan tebakan layer kedua tadi, ternyata ada layer ketiga ☺.

Jadi demikianlah novel The Wife Between Us ini rupanya. Plotnya multiple layers, yang asyik buat diselami. Sambil menebak-nebak misterinya, kita masuk ke dalam konflik yang kian mencekam.


Endingnya happy dan tertutup. Ada kejutan pula menanti kita di sana, yang menurut saya pas untuk jadi penghujung cerita sehingga meninggalkan kesan yang kuat di ingatan saya.

 

Latar suasana dan lokasi terdiskripsi dengan baik. Misalnya saja rumah yang dibelikan Richard untuk Nellie yang begitu mewah tapi juga berkesan 'dingin'.

The house was set back from the street and sprawled across a lot that was an acre. Nellie didn't know much about homes - the modest single - floor brick house she d grown up in in South Florida could be described as "rectangular" - but this one was obviously luxurious. The details as much as the size were the giveaways; an enormous wood door with a stained-glass window and brass handle, manicured gardens rumming the lawn, tall lanterns flanking the walk like sentries. Everything looked pristine, untouched.

...

Nellie walked up the front steps and fit it into the lock. The door glided open and she stepped into a two-story foyer, hearing her foot-steps echo against the glossy floor. To her left she could see a wood-paneled study with a gas fireplace. To her right, an oval-shaped room with a deep window seat.

...

The room's name was an understatement. The kitchen, with its sand-colored granite counters and bar featuring a flush cooktop and wine refrigerator, flowed into a dining area capped with a modern glass chandelier. The sunken living room had a recessed ceiling with wood detail, a stone fireplace, and wainscoting on the walls. ..

Page

 

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini 

Beberapa pembaca tidak terlalu menyukai psychological suspense karena alurnya yang alon-alon tapi kelakon, dan saya pun ada kalanya greget jika menemukan novel yang slow burn seperti itu. Tapi The Wife Between Us adalah pengecualian. Saya sudah dengar reputasi buku ini sebelumnya, bukan cuma dari situs pembaca seperti Amazon tapi dari teman pengulas buku yang saya kenal secara personal. Maka The Wife Between Us saya masukkan dalam daftar buku Review by Request periode Agustus 2020 bersama Periplus Bandung, dan ternyata keluar sebagai pemenang ☺.⁣

Novel duet Greer Hendricks & Sarah Pekkanen bukan cuma buku ini, ada juga The Anonymous Girl, yang sudah saya baca dan ulas lebih dulu, bahkan saya angkat ke segmen ulasan buku NBS Book Review bersama penyiar Winda Alyana @tehwindd di NBS Radio @nbswara . The Wife Between Us konon katanya lebih memikat, dan memang benar demikian adanya menurut saya setelah selesai membaca buku ini.

Baca juga "Review Buku An Anonymous Girl"



Novel ini berkisah tentang drama rumah tangga dimana seorang mantan istri susah move on dari perceraian hingga akhirnya menguntit calon istri baru mantan suaminya yang cantik dan sempurna. Hidupnya sendiri kacau setelah bercerai, hancur berantakan. Sebaliknya mantan suaminya makin kaya dan populer.⁣

Janji novel ini adalah plot twist-nya yang tak terduga. Blurb bagian belakang buku bahkan menonjolkan hal itu. "You will assume you know the motives, the history, the anatomy of the relationships. You will be wrong."⁣

Saya ulangi lagi ya biar dramatis...⁣
Y o u w i l l b e w r o n g !!!⁣

😅.⁣

 

 

Ada cukup banyak narasi di novel ini yang memasukkan hal-hal tentang self help dan podcast. Misalnya,

One of my psychology podcasts featured the Baader-Meinhof phenomenon. It's when you become aware of something - the name of an obscure band, say, or a new type of pasta - and it seems to suddenly appear everywhere. frequency illusion, it's also called.

...

Page 75

 

 

Sudah baca The Girl on The Train? Novel yang satu itu populer, bahkan diangkat ke layar lebar dan menuai berbagai komentar. Saya sendiri membaca buku maupun menonton filmnya, yang mana alurnya menurut saya pelan dan awalnya membingungkan. Alasan kenapa saya menyebut novel ini di review buku The Wife Between Us adalah karena adanya kesamaan di kedua buku ini, persis seperti yang mba @wienaandbooks katakan di komen postingan pertama review The Wife Between Us yang saya tulis beberapa hari lalu. Terutama tentang plotnya yang pelan, dan tokoh utamanya yang unlikeble mabuk mabukan.

 

Dari novel ini ada pesan cerita tentang cinta dan rumah tangga. Mencintai dan dicintai lalu menikah memang bahagia, hanya jika kita bisa tetap menjadi diri kita apa adanya.

Siapa yang sebenarnya kamu cintai (?) Aku atau "aku yang ada dalam pikiranmu" (?)

I am a different woman today than when Richard and I fell in love all those years ago.

Everything about me has transformed.

at the age of twenty-seven, I was a buoyant, chatty preschool teacher who hated sushi and loved the movie Notting Hill.

Chapter eighteen

 

 

Di satu dua narasi ada pesan cerita yang diselipkan, salah satunya yang juga merupakan kutipan dari buku Little Women yang populer itu.

"Do you remember when we read Little Women together?"

I nod. "Yes." I'm already wondering what she can and can't see.

"In the book, Amy said. 'I'm not afraid of storms, for I'm learning how to sail my ship.' Well, I've never feared bad weather, either."

Then my aunt does one of the bravest things I have ever seen. She smiles.

Page 183

 

 

Siapa Greer Hendricks

Greer Hendricks menghabiskan dua dekade sebagai editor. Sebelum masa jabatannya dalam penerbitan buku, ia bekerja di Allure Magazine dan mendapatkan gelar Magister Jurnalistik dari Columbia Unversity. Tulisannya telah diterbitkan di The New York Times dan Publisher Weekly. Greer tinggal di Manhattan bersama suaminya, dua anak, dan anjing yang sangat membutuhkan, Rocky. An Anonymous Girl adalah novel keduanya.

 

Siapa Sarah Pekkanen

Sarah Pekkanen adalah penulis laris internasional dan USA Today untuk beberapa novelnya, termasuk Skipping a Beat. Ia dulu seorang jurnalis investigasi dan penulis fitur. Karyanya telah diterbitkan di The Washington Post, USA Today dan banyak lainnya. Dia adalah ibu dari tiga putra dan tinggal di luar Washington D.C. Ia menulis buku pertamanya, Miscellaneous Tales and Poems, pada usia 10 tahun.


The Wife Between Us adalah buku debut mereka yang segera menjadi New York Times Bestseller. Novel ini terpilih untuk diadaptasi ke dalam film oleh Amblin Entertainment. Sementara An Anonymous Girl, buku kedua mereka, saat ini dalam proses produksi sebagai serial televisi oleh eOne.

Sumber: buku

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca dewasa yang mencari buku bergenre psychological suspence berkonflik rumah tangga, plot twistnya berlapis, endingnya happy, tertutup, serta berkesan. Tokoh utamanya tidak begitu likeable meski kemudian menguat dan menjadi positif (dinamis). Alurnya sedang, pov satu dan tiga.

Content Warning : sexual content, physical violence, drinking addiction, depression.

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

atau Informasi Reseller dan Kerjasama

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku A Time for Mercy - John Gris…

20-11-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 Amazon Charts This Week   Judul : A Time for Mercy (Jake Brigance Book 3) Penulis : John Grisham Jenis Buku : Legal Thriller Penerbit : Doubleday Books – Penguin Random House LLC Tahun Terbit : Oktober 2020 Jumlah...

Read more

Review Buku To Sleep in A Sea of Stars -…

13-11-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Editor’s Pick Best Science Fiction & Fantasy on Amazon a New York Times and USA Today Bestseller To Sleep in a Sea of Stars is a brand new epic novel from #1 New York Times bestselling author of Eragon, Christopher...

Read more

Review Buku I Have Something to Say - Jo…

07-11-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : I Have Something to Say Mastering the Art of Public Speaking in an Age of Disconnection Penulis : John Bowe Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku The Book You Wish Your Paren…

26-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Book You Wish Your Parents Had Read (and Your Children Will be Glad That You Did) Penulis : Philippa Perry Jenis Buku : Parenting Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

20-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

The Disrupted Disruption

06-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

04-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

02-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

TERBARU - DIPIDIFFTALKS

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more