The Warung Kopi by Morning Glory (a Review)

Published: Thursday, 28 March 2019 Written by Dipidiff

 

Setengah ga nyangka dan setengah takjub juga begitu nemu kafe asyik kayak begini di wilayah Bandung Timur. Maklum sudah keburu kerekam di memori otak kalau kafe-kafe cozy adanya cuma di seputar Dago, Lembang, pusat kota, dan yang pasti bukan di Bandung Timur aja pokoknya. Kami dapat informasi lokasi kafe ini dari seorang teman yang juga hobi makan dan jalan-jalan. Tentu saja kami langsung penasaran dan ingin datang karena bertepatan juga dengan jadwal sesi foto buku yang memang salah satunya selalu mengambil latar kafe cantik sebagai materi pemotretan. Ini dia The Warung Kopi by Morning Glory.

 

Parkir

Don't worry be happy buat yang mau main ke cafe ini karena urusan parkir kendaraan dijamin aman berhubung lokasi cafe berada di area mall yang lahan parkirnya memadai. The Warung Kopi by MG ada di area Ubertos. Waktu kami datang ke sana parkir bisa milih tepat dekat lokasi kafe dan kafe juga ga ramai sekali pengunjungnya. Maklum datangnya di hari kerja sih ya, entahlah kalo weekend. Kafe ini tidak berada di dalam mall tapi di sisi jalan jalur utama area Ubertos sehingga mudah ditemukan tanpa resiko tersesat. Berikut di bawah ini foto kafe penampakan dari depan.

 

Foto: Kafe The Warung Kopi tampak depan

 

Dari depan saja sudah tampak asyiknya kafe ini sebagai tempat nongkrong. Meja dan kursinya banyak jumlahnya dan ada space sehingga ga terlalu rapat posisinya. By the way, saya ga paham kenapa mejanya goyang-goyang ga stabil ketika dipegang. Dalam kondisi rusak kah (?) Agak khawatir juga kalau makanan atau minuman jadi tumpah karenanya kan. Tapi mungkin hanya satu dua meja saja yang demikian. Jadi kalau teman-teman mau ke kafe ini, pilih-pilih meja sajalah ya.

 

Interior

Kita juga bisa pilih duduk di dalam kafe kalau ga mau duduk di area luarnya. Bagian dalam kafe lebih temaram karena terlindung kaca yang ga transparan. Interiornya asyik. Ada sofa, kursi biasa, dan kursi bar yang bisa jadi pilihan kita. Stop kontak sudah pasti ada di mana-mana. Wifinya pun ada. Salah satu bagian menarik adalah sudut di mana diletakkan pohon artificial dengan latar dinding yang dilukis, ini istagramable banget.

 

Foto: Atas dan kiri bawah: interior kafe bagian dalam

 

Hari ini buku yang mau difoto tidak sebanyak biasanya, hanya 3 buku, dengan komposisi 2 buku impor dan satu buku Indonesia. Itulah makanya kami memilih sofa untuk berleha-leha dan diskusi santai serta tukar cerita sambil menunggu menu datang sebelum memulai sesi pemotretan. Diskusi kami berputar-putar macam komidi putar dari soal keluarga, pribadi, hingga kerjaan. Baru begitu menu datang mulailah foto-foto sedikit sambil chit chat sesekali. Bagaimanapun juga konsentrasi tetap dibutuhkan kala bekerja kan ya, jadi ada momen dimana kami tidak bicara sama sekali.

 

Kadang-kadang ada hari dimana sesi foto ga berjalan sesuai yang diharapkan, kadang ada hari dimana mood kami ga sebagus yang diinginkan, kadang kami totally bosan. Nah, hari ini mungkin salah satu hari yang demikian. Tapi apalah untungnya menurutkan mood wanita yang pada dasarnya memang suka berubah-ubah itu, jadi kami tetap melakukan yang terbaik saja.

Foto: Beberapa hasil jepretan hari ini

 

Menu

Saya sebenarnya tak begitu lapar, tadi sebelum ke sini tergoda makan big burger sih, jadi akhirnya hanya pesan makanan ringan cheese banana fries (pisang goreng keju) dan leechy mojito saja. Bu Dini order Aglio E olio dan smoothie. Dengan segera menu pesanan datang. Cheese banana fried saya aneh di lidah, saya ga begitu cocok, tapi mojitonya luar biasa. Pas sekali komposisinya dan terasa segar di teriknya siang. Bu Dini bilang kalau Aglio nya juga berbeda dengan kafe umumnya. Pastanya basah. Smoothienya sendiri lumayan enak. Tapi, price di sini termasuk murah untuk ukuran kafe. Coba cek daftar menu di bawah ya.

Foto: Menu

 

Musholla, Wastafel, Toilet dan Fasilitas Lainnya

Karena kafe ini sebenarnya ada di dalam mall, maka untuk urusan toilet dan mushalla sudah pasti tidak menyediakan yang khusus customer kafe. Sejauh yang kami amati, wastafel tampaknya juga tidak ada. Kalau teman-teman bawa balita juga tampaknya ga disediakan kursi bayi balita. Mungkin bayi atau balita kita bisa didudukkan nyaman di sofa saja. Kafe ini sepertinya memang bukan kafe keluarga, tapi kafe buat pasangan, ngumpul bareng teman, atau kafe dimana kita bisa me time di depan laptop kita tanpa terdistraksi oleh hal-hal yang ga perlu. Pelan-pelan terdengar musik akustik yang mengalun juga di sini.

 

Pelayanan

Staff kafe melayani dengan ramah, mulai dari waiter, waitress, dan baristanya. Kita juga bisa foto-foto dengan santai di sini asal jangan ganggu customer lain dan ga heboh-heboh banget juga prosesnya. Menu yang kami pesan juga ready nya ga lama. Dan waktu saya akhirnya menyerah dan minta banana fries saya dibawa pulang saja, mereka cekatan membungkus makanan dengan packaging yang bagus dan rapi.

 

Next time kalau ke sini lagi, harusnya pesan kopi karena The Warung Kopi sesuai taglinenya adalah Kopi Khas Kampung Italy, jadi mestinya memang coba menu kopinya.

 

Rekomendasi

1. Kafe buat nongkrong anak muda dan dewasa bersama teman, saudara, atau rekan kerja.

2. Kafe tempat me time dengan laptop dan fasilitas free wifi

3. Kafe dengan menu yang bervariasi dan harga yang terjangkau

4. Bukan kafe keluarga

 

Catatan

1. Kemungkinan kafe ini ramai di akhir pekan. Ada track record pelayanan menu lama, meski waktu kami berkunjung menu nyatanya cepat datang, tapi memang saat itu situasi cafe memang lagi sepi.

 

Lokasi

Ujungberung Town Square, Cinambo, Bandung. 

 

Terlepas dari seperti apa kondisi kafe yang kami datangi hari ini, pokoknya hari ini tetap terasa indah. Itu pastilah efek dari persahabatan yang terjalin baik di antara kami berdua. Semoga selalu begini seterusnya dan semoga teman-teman juga punya sahabat yang juga rekan kerja yang hubungannya selalu harmonis hingga akhir masa.

Seperti kata sebuah kutipan,

"Let us be grateful to people who make us happy, they are the charming gardeners who make our souls blossom", by Marcel Proust

I am very grateful too to have someone like Bu Dini in my life.

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi)

 

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku Aliens Phalanx - Scott Sigle…

16-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times Bestselling Author An Original Novel Based on The Films from 20th Century Fox   Judul : Aliens Phalanx (Part of: Alien (6 Books)) Penulis : Scott Sigler Jenis Buku : Science Fiction Penerbit : Titan...

Read more

Review Buku Joy at Work - Marie Kondo …

01-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

 #1 New York Times bestselling author of The Life-Changing Magic of Tidying Up.   Judul : Joy at Work Organizing Your Professional Life Penulis : Marie Kondo & Scott Sonenshein Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Little, Brown...

Read more

Review Buku The Wife Between Us - Greer …

27-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

An instant New York Times bestseller!A 2018 Indie Next PickA January 2018 Library Reads Top 10 PickOne of...Wall Street Journal's "6 Books to Read This Winter"Real Simple's "Best Books of 2018"Glamor Magazine's "All the Books...

Read more

Review Buku The Storm Runner - J.C. Cerv…

20-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  No.1 New York Times Bestseller    Judul : The Storm Runner Penulis : Jennifer Cervantes Jenis Buku : Middle Grade - Fantasy Penerbit : Rick Riordan Presents  Tahun Terbit : Agustu 2019 Jumlah Halaman : 464 halaman Dimensi Buku...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Gulag - Aleksandr I. Solzhen…

05-08-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Karya Sastra DuniaNovel terbaik SolzhenytsinKarya peraih Nobel 1970   Judul : Arhipelag Gulag Penulis : Aleksandr I. Solzhenitsyn Jenis Buku : Fiksi - Sejarah Penerbit : Bentang Tahun Terbit : Cetakan Pertama 2018 Jumlah Halaman :  664 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku The Fifth To Die - J.D. Bark…

21-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Fifth To Die Penulis : J.D. Barker Editor : Ani Nuraini Syahara Jenis Buku : Psychological Thriller Penerbit : Bhuana Sastra Tahun Terbit : 2019 Jumlah Halaman :  740 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20...

Read more

Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Sentra – Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang Series on Education Penulis : Prof. Rhenal Kasali Jenis Buku : Edukasi Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

TERBARU - DIPIDIFFTALKS

Perpustakaan Luar Indonesia Kayak Apa Ya…

27-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Yang pernah dan suka berkunjung ke perpustakaan yuk tunjuk tangan :D  Perpustakaan di luar negeri itu kayak apa ya? ⁣ ⁣ Gara-gara penasaran, akhirnya nyari berbagai info di internet, trus pelototin foto perpusnya satu...

Read more

Cara Membuat Perpustakaan Pribadi di Rum…

25-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

Let’s encourage each other to shape a better future       Perpustakaan sendiri punya kenangan yang mendalam di benak saya. Saya yakin teman-teman juga punya memori tersendiri ya tentang library. Baca juga "Arti...

Read more

Arti Perpustakaan Bagi Para Pecinta Buku

23-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

"I have always imagined that Paradise will be a kind of a Library."     Ada sebuah kutipan yang saya baca dari librarianshipsstudies.com tentang perpustakaan yang mengena sekali dengan pola pikir dan rasa saya...

Read more