Cafe Nanny's Pavillon (a Review)

Published: Saturday, 27 July 2019 Written by Dipidiff

 

"Do what you love, love what you do". Saya masih ingat sekali menggunakan kutipan itu untuk caption instagram saya waktu posting foto Nanny's Pavillon. Tapi benar ya, rasanya hari itu memang happy sekali, dan terimakasih banyak untuk bu Dini yang sudah merekomendasikan tempat ini untuk lokasi sesi foto buku kami di periode bulan Juli 2019. Hari itu terasa sekali kebenaran kutipan tadi, kami memang sedang melakukan apa yang kami sukai, dan kami menikmati prosesnya. By the way, mungkin teman-teman yang domisili Bandung sudah familiar dengan tempat ini ya, soalnya Nanny's Pavillon memang kafe yang populer. Tapi, ijinkan saya untuk tetap berbagi cerita ^^. Soalnya, ini salah satu kafe yang saya anggap cozy, punya keunikan, dan makanannya juga enak.

Interior

Hal pertama yang saya akui dari kafe ini adalah interiornya dan ambience-nya. Di kafe ini semua ruangannya didisain dengan seksama. Saya tidak tahu apa istilah yang tepat untuk menamai jenis interior yang digunakan, tapi yang pasti kafe ini bergaya vintage dengan tirai-tirai besarnya yang mewah, sofanya yang bermotif bunga-bunga, bahkan kata teman saya ada tempat tidur yang dimodif dijadikan tempat duduk, lalu kursi-kursi kayunya yang panjang dan mengilap, dan di bagian belakang ada area semi outdoor dan outdoor, berkursi dengan sandaran berulir jaman dulu, dan kursi-kursi taman yang diatur melingkar di bawah payung atau diteduhi tanaman hias. Space kafe secara keseluruhan menurut saya lumayan luas dan tersedia varian jenis lokasi sehingga kita pengunjung bisa bebas memilih tempat duduk yang mana.

Staff di sini bahkan berseragam kostum yang khas dengan dandanan yang sesuai. Saya tidak tahu apakah sehari-harinya memang demikian outfitnya atau kah ada yang lainnya. Tapi kostum yang dipakai mereka ketika kami ada di sana menurut saya menarik dan sesuai dengan tema kafe yang diusung. Saya sampai tergoda untuk mengajak foto bersama salah satu waitress ^^, tapi mengurungkan niat tersebut karena khawatir mengganggu pekerjaan mereka dan melanggar regulasi. Pelayanan di sini ramah, saya sempat berbincang-bincang dengan salah satu waitress ketika saya berkeliling melihat-lihat lokasi kafe dan bertanya mengenai regulasi reservasi.

Picture : Ruangan Kafe bagian tengah

Picture : Ruangan kafe bagian depan dan belakang yang semi outdoor dan outdoor

Picture: Seragam staff yang unik

 

Reservasi

Tentunya kafe Nanny's Pavillon seperti halnya banyak kafe dan restoran lainnya juga melayani reservasi untuk kebutuhan khusus customer-nya, misalnya ulang tahun atau event istimewa lainnya. Hanya penawarannya memang terbatas dari sisi kuantitas bergantung pada ruangan mana yang digunakan. Kurang-lebih kapasitas kafe hanya sekitar 15 - 20 orang dan reservasi harus dilakukan minimal 1 hari sebelum.

Hari itu kami memilih untuk duduk di ruangan bagian belakang yang semi outdoor. Selain di tempat ini ada meja yang kosong, sudut di belakang meja kami juga cantik untuk spot foto. Kafe Nanny's Pavillon sebenarnya instragramable sekali karena semua areanya seperti yang bagus buat dijadikan latar foto.

 

Picture: Sesi foto

 

Menu

Salah satu alasan kenapa sesi foto kami sering mengambil latar kafe dan menu adalah kami memang suka makan ^^. Kami suka menghabiskan waktu berbincang-bincang bersama, berdiskusi, dan bercerita apapun tentang kehidupan kami, termasuk mengolah ide-ide sambil makan dan minum. Rasanya semua jadi lebih berwarna, lebih ceria, lebih berkesan, dan asyik ketika dilakukan sambil makan dan minum enak ^^, dan di Nanny's Pavillon menunya tidak hanya beragam tapi juga rasanya lezat. Harganya medium saja untuk standard kafe di Bandung.

 

Picture: Menu di Nanny's Pavillon

 

Selain rasanya yang lezat dan variannya yang beragam, tampilan sajiannya juga cantik. Jadi jangan heran ya kalau ini membuat kami makin senang berada di Nanny's, foto buku berlatar makanan di sini jadinya instragramable sekali. Kami bahkan memesan tambahan Es Doger Pancake ketika sudah kenyang menikmati hidangan utama. Bu Dini memesan Passion Manggo Elixit (39K) dan Mario's Creamy Penne (59K), saya memilih Peach Iced Tea (35K) Chantal's Bolognaise Sphagetti (65K).

Picture: Es Doger Pancake di The Nanny's

 

Toilet dan Musholla

Apa kabar dengan fasilitas lainnya? Ternyata tak mengecewakan juga. Di sini mushollanya ada di bagian belakang, hingga terasa tenang. Luas ruangannya sedang saja, yang terutama adalah kesan bersihnya. Tempat wudhu juga ada berdekatan dengan ruang musholla. Mukena juga tersedia, menurut saya cukup bersih, meski saya akhirnya tetap menggunakan perlengkapan shalat pribadi. Toilet di sini juga bersih dan terawat.

 

Picture: Lokasi Mushalla di bagian belakang area outdoor

Picture: Parkir

Parkir

Untuk urusan parkir, kita yang menggunakan mobil tentu akan menyukai kafe ini karena tersedia area yang cukup luas dan nyaman untuk memarkir kendaraan. Kami sebenarnya sempat hendak makan di kafe lain tapi berubah pikiran begitu melihat area parkirnya yang sempit dan kurang nyaman. Untung akhirnya memutuskan ke Nanny's Pavillon karena di sini lebih terfasilitasi. Saya kira Nanny's pun pasti ramai di akhir pekan dan parkir mungkin tidak senyaman ini. Tapi di hari-hari biasa, termasuk hari dimana kami berkunjung ke sana, situasi kafe ramai tapi parkiran tidak terlalu sesak.

 

 

Lokasi

Nah, dimana ya lokasi cafe Nanny's Pavillon ini. Yuk cek info di bawah ini

Lokasi : Jl. LLRE Martadinatha No. 125, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung.

Open : Minggu - Kamis 08.00 - 22.00 WIB, Jumat - Sabtu 08.00 - 23.00 WIB

 

Waktu terasa cepat berlalu di Nanny's Pavillon. Tahu-tahu sudah menjelang sore dan kami harus pulang. Sebelum menutup cerita sesi foto kali ini, saya tuliskan poin-poin rekomendasi  saya untuk cafe ini.

Rekomendasi:

1. Cafe instagramable, cocok untuk foto-foto

2. Nongkrong bersama teman, kumpul keluarga, atau bersama pasangan

3. Cafe dengan menu yang enak dan bervariasi

4. Cafe dengan area indoor, semi outdoor, dan outdoor

5. Cafe dengan parkiran yang 'layak'

6. Fasilitas penunjang seperti toilet dan musholla yang bersih terawat

7. Seingat saya tidak ada backsound musik

 

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi hal-hal bermanfaat)

 

 

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

atau Informasi Reseller dan Kerjasama

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku Aliens Phalanx - Scott Sigle…

16-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times Bestselling Author An Original Novel Based on The Films from 20th Century Fox   Judul : Aliens Phalanx (Part of: Alien (6 Books)) Penulis : Scott Sigler Jenis Buku : Science Fiction Penerbit : Titan...

Read more

Review Buku Joy at Work - Marie Kondo …

01-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

 #1 New York Times bestselling author of The Life-Changing Magic of Tidying Up.   Judul : Joy at Work Organizing Your Professional Life Penulis : Marie Kondo & Scott Sonenshein Jenis Buku : Self Improvement Penerbit : Little, Brown...

Read more

Review Buku The Wife Between Us - Greer …

27-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

An instant New York Times bestseller!A 2018 Indie Next PickA January 2018 Library Reads Top 10 PickOne of...Wall Street Journal's "6 Books to Read This Winter"Real Simple's "Best Books of 2018"Glamor Magazine's "All the Books...

Read more

Review Buku The Storm Runner - J.C. Cerv…

20-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  No.1 New York Times Bestseller    Judul : The Storm Runner Penulis : Jennifer Cervantes Jenis Buku : Middle Grade - Fantasy Penerbit : Rick Riordan Presents  Tahun Terbit : Agustu 2019 Jumlah Halaman : 464 halaman Dimensi Buku...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku Gulag - Aleksandr I. Solzhen…

05-08-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Karya Sastra DuniaNovel terbaik SolzhenytsinKarya peraih Nobel 1970   Judul : Arhipelag Gulag Penulis : Aleksandr I. Solzhenitsyn Jenis Buku : Fiksi - Sejarah Penerbit : Bentang Tahun Terbit : Cetakan Pertama 2018 Jumlah Halaman :  664 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku The Fifth To Die - J.D. Bark…

21-07-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Fifth To Die Penulis : J.D. Barker Editor : Ani Nuraini Syahara Jenis Buku : Psychological Thriller Penerbit : Bhuana Sastra Tahun Terbit : 2019 Jumlah Halaman :  740 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20...

Read more

Review Buku Sentra - Rhenald Kasali

18-01-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Sentra – Membangun Kecerdasan dan Kemampuan Anak Sejak Usia Dini, Demi Masa Depan yang Cemerlang Series on Education Penulis : Prof. Rhenal Kasali Jenis Buku : Edukasi Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

TERBARU - DIPIDIFFTALKS

Perpustakaan Luar Indonesia Kayak Apa Ya…

27-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Yang pernah dan suka berkunjung ke perpustakaan yuk tunjuk tangan :D  Perpustakaan di luar negeri itu kayak apa ya? ⁣ ⁣ Gara-gara penasaran, akhirnya nyari berbagai info di internet, trus pelototin foto perpusnya satu...

Read more

Cara Membuat Perpustakaan Pribadi di Rum…

25-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

Let’s encourage each other to shape a better future       Perpustakaan sendiri punya kenangan yang mendalam di benak saya. Saya yakin teman-teman juga punya memori tersendiri ya tentang library. Baca juga "Arti...

Read more

Arti Perpustakaan Bagi Para Pecinta Buku

23-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

"I have always imagined that Paradise will be a kind of a Library."     Ada sebuah kutipan yang saya baca dari librarianshipsstudies.com tentang perpustakaan yang mengena sekali dengan pola pikir dan rasa saya...

Read more