How To Deal with Anger, Anxiety, and Loneliness

Published: Saturday, 17 August 2019 Written by Dipidiff

 

Ini artikel pertama di blog saya yang membahas satu topik tertentu dalam buku yang saya baca. Harapan saya sederhana, yakni semoga ilmu dan wawasan positif yang saya dapatkan dari buku-buku bisa pula menjadi manfaat bagi orang lain. Tulisan-tulisan ini juga disarikan dari versi aslinya dengan sedikit penambahan dari saya pribadi.
 
Amarah, gelisah, dan sepi adalah emosi alami yang ada dalam diri manusia. Kita semua pernah mengalaminya. Hidup memang merupakan serangkaian episode perjuangan tanpa henti. Bahkan tiap hari ada saja yang bisa memancing emosi kita. Entah dompet yang ketinggalan, rekan kerja yang bertingkah seenaknya, jatuh sakit, atau kemacetan lalu lintas yang melelahkan. Itu belum termasuk tantangan hidup yang lebih besar seperti depresi, sakit berat, atau bangkrut. Apa jadinya hidup kita jika emosi-emosi yang muncul tidak bisa kita kelola. Maka salah satu bahasan di buku How to Be A Stoic karya Profesor Massimo Pigliucci tentang cara menangani amarah, gelisah, dan rasa sepi saya anggap penting untuk dipelajari.
 
 
 
Berikut ini 'How to Deal with Anger, Anxiety, and Loneliness' dari buku How to Be A Stoic. Klik di sini untuk baca juga "Review Buku How To Be A Stoic - Massimo Pigliucci".
 
ANGER (AMARAH)
 
1. Ketika amarah datang, segeralah mundur dan menganalisis situasi secara lebih rasional, selalu ingat dikotomi kendali antara apa yang ada dan tidak ada dalam kekuasaan kita. Bagian yang ada dalam kekuasaan kita berarti masih bisa kita upayakan, tapi banyak hal yang bukan kekuasaan kita dan dibagian tersebut kita harus bisa menerima apapun kenyataan yang ada. Mengedepankan logika bisa mengurangi emosi yang muncul. Logika mengalahkan kemarahan, karena kemarahan, bahkan ketika dibenarkan, dapat dengan cepat menjadi tidak rasional. Jadi gunakan logika yang keras dan tegas pada diri kita sendiri.
 
2. Menimbang ulang situasi dan mengubah perspektifnya adalah komponen penting dari manajemen amarah dan emosi lainnya. Kadang perkataan orang lain kepada kita terasa menyakitkan, namun sebenarnya biasa saja bahkan mungkin saja merupakan hal yang positif ketika kita bisa bisa memandangnya dari sudut yang berbeda. 
 
3. American Psychological Assosiation (APA) menyarankan langkah-langkah berikut untuk mengatasi kemarahan dan frustrasi:
a. Teknik relaksasi (menarik napas dalam-dalam dari diafragma)
b. Ucapkan mantra yang sederhana dan bermakna
c. Pencitraan, yakni memvisualisasikan situasi yang menenangkan atau menyenangkan.
 
4. Ada pula Trik Seneca:
a. Menarik napas dalam-dalam
b. Berjalan-jalan di sekitar blok saat pertama kali merasakan kemarahan yang tak terkendali
c. Berolahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh dan olahraga juga bisa menenangkan pikiran.
 
5. Profesor Massimo juga menyarankan langkah-langkah ini untuk mengendalikan amarah: Cari alasan dan minta ijin untuk mundur ke tempat yang tenang di mana kita bisa menarik napas dalam-dalam dan secara mental mengulang mantra positif. Alih-alih mengatakan 'ini mengerikan' katakan 'saya lebih suka tidak harus berurusan dengan ini, tetapi saya bisa mengelolanya, dan marah tidak akan membantu saya sama sekali'. Kalimat ini bisa juga digunakan sebagai mantra atau dasar untuk mengubah perspektif situasi.
 

6. Lebih fokus pada pemecahan masalah (bukan mengeluh). Namun karena tidak setiap masalah memiliki solusi, jangan hanya fokus pada menemukan solusi, tetapi pada bagaimana menangani seluruh situasi, termasuk kemungkinan tidak berhasil dalam usaha tersebut.

7. Komunikasikan masalah yang ada berikut emosinya dengan orang-orang yang membuat kita marah.

8. Meski kadang sulit, tapi humor dapat menjadi penangkal kemarahan yang efektif. Cobalah merespon kata-kata tidak menyenangkan dari orang lain dengan humor agar suasana mencair. Gunakan humor dengan bijaksana: kita tidak seharusnya hanya menertawakan masalah kita (atau, lebih buruk, orang lain). Jangan melakukan sarkasme, jika ingin menggunakan humor maka lakukan dengan bijak.

9. Ubah lingkungan kita, misalnya, dengan mengambil istirahat fisik dari situasi yang bermasalah; menggeser waktu interaksi kita dengan orang lain jika saat ini tampaknya bukan waktu terbaik untuk menangani masalah, tetapi pastikan untuk menetapkan waktu alternatif untuk kembali ke sana untuk mengirim sinyal bahwa kita tidak menghindarinya;  hindari  mengekspos diri, jika mungkin, pada penyebab kesusahan kita; temukan cara alternatif untuk melakukan apa yang perlu kita lakukan untuk mengurangi peluang konflik sambil tetap berupaya untuk mencapai tujuan kita.

 
 
ANXIETY (KEGELISAHAN)

1. Persiapkan kemampuan kita sebaik mungkin. Gelisah sering muncul karena kita tidak mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi kemudian. Bayangan-bayangan masa depan lantas jadi negatif karena faktor ketidaktahuan dan tekanan yang menyertainya. Maka, kegelisahan ini bisa diatasi dengan melakukan persiapan sebaik mungkin, karena dengan begitu ada rasa aman dan percaya diri yang kemudian muncul sehingga bisa mengurangi kegelisahan yang ada.

2. Mengubah perspektif negatif menjadi positif. Seperti yang telah dijelaskan di poin satu, munculnya anxiety salah satunya karena perspektif negatif. Cobalah untuk mengubahnya ke perspektif yang positif misalnya dengan membayangkan berbagai peluang bagus yang muncul karena situasi yang ada.


LONELINESS (KESENDIRIAN - KESEPIAN)

Kesendirian adalah kondisi alami setiap manusia, terutama yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Hal ini disebabkan salah satunya karena kita tidak memiliki pengaruh terhadap penilaian orang lain, tapi hanya atas perilaku kita sendiri. Berbeda dengan kesendirian, rasa sepi adalah suatu hal yang negatif. Rasa sepi seperti lubang dalam hati kita yang menggerogoti kebahagiaan hidup. Pilihan pada akhirnya ada pada kita, yakni pada sikap kita sendiri, apakah kita akan baik-baik saja dengan kesendirian yang ada atau mengubahnya menjadi rasa sepi yang berujung depresi."We may be alone, but we do not consequently need to feel helpless." Stoicism mengajarkan bahwa kekuatan pikiran adalah sumber penyelesaian yang tepat untuk emosi ini. Artinya, meski kita telah berusaha bersosialisasi, melakukan hobi, berkegiatan bersama teman, menghabiskan waktu bersama pasangan, semua hal tersebut bisa saja tak dapat mengusir rasa sepi. Sebaliknya mereka yang hidupnya sendiri tapi memiliki kekuatan mental dan tujuan yang jelas, kemungkinan justru menikmati kesendiriannya sebagai suatu anugerah.

 

 

Demikian tadi poin-poin cara mengelola emosi amarah, gelisah, dan rasa sepi. Ternyata pola pikir menjadi bagian yang penting dalam banyak strategi manajemen emosi. Kesehatan fisik juga mempengaruhi daya tahan kita dalam menghadapi benturan masalah yang ada. Apapun yang terjadi, pastikan harapan tak pernah padam, karena itulah salah satu tanda kejatuhan mental yang paling final.

 

Salam,

Dipidiff.

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

atau Informasi Reseller dan Kerjasama

 

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku The Brief Answers to The Big…

09-01-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

    NEW LIMITED EDITION OF THE SUNDAY TIMES No.1 BESTSELLER   Judul : The Brief Answer to the Big Question. Penulis : Stephen Hawking. Jenis Buku : Biography. Penerbit :  John Murray Press. Tahun Terbit : Oktober 2019. Jumlah Halaman :  256 halaman. Dimensi...

Read more

Review Buku Dearly - Margaret Atwood

09-01-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  No.1 New York Times Bestseller Man Booker Prize Winner The Winner of Goodreads Choice 2020   Judul : Dearly Penulis : Margaret Atwood Jenis Buku : Poetry Penerbit : Ecco Press Tahun Terbit : November 2020 Jumlah Halaman :  144 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku The Prophet - Kahlil Gibran

02-01-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Judul : The Prophet (Collins Classic) Penulis : Kahlil Gibran Jenis Buku : Puisi Penerbit : HarperCollins Publishers   Tahun Terbit : April 2020 Jumlah Halaman : 256 halaman Dimensi Buku : 17.80 x 11.10 x 0.90 cm Harga : Rp. 60.000 *harga...

Read more

Review Buku One Small Step Can Change Yo…

27-12-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

   Judul : One Small Step Can Change Your Life The Kaizen Way Penulis : Robert Maurer, Pd.D. Jenis Buku : Self Improvement. Philosophy. Penerbit : Workman Publishing Tahun Terbit : April 2014 Jumlah Halaman :  222 halaman Dimensi Buku...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - DIPIDIFFTALKS

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more