Review Buku The Silence - Tim Lebbon

Published: Wednesday, 09 October 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : The Silence

Penulis : Tim Lebbon

Jenis Buku : Science Fiction

Penerbit : Titan Books (UK) 

Tahun Terbit : Maret 2019

Jumlah Halaman :  368 halaman

Dimensi Buku : 20.32 x 13.21 x 2.54 cm

Harga : Rp. 112.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781789090505

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

 

Now a gripping Netflix movie starring Stanley Tucci and Kiernan Shipka

 

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2) dan

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

 

Sejak kecelakaan fatal yang dialaminya, pendengaran Ally hilang selama bertahun-tahun. Ia kemudian terbiasa hidup dalam keheningan. Tapi sekarang, keheningan adalah satu-satunya peluang bagi keluarganya untuk bertahan hidup karena makhluk vesp yang ganas memangsa tiap makhluk yang bersuara, meski hanya berupa bisikan pelan. Vesp keluar dari kegelapan gua bawah tanah yang aksesnya terbuka karena tim ekspedisi di Moldova. Reptil terbang yang buta ini panjangnya sekitar 25 sentimeter dan beratnya kurang dari setengah kilogram, sebagai pemburu mereka sangat mematikan, bertelur dan menetas di inangnya dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak.

Bagaimana Ally dan keluarganya dapat bertahan dari kejaran dan pembantaian makhluk vesp? Sampai kapan masa persembunyian mereka akan berakhir? Dan dunia seperti apa yang ada di masa depan?

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

 

Disain cover movie-tie-in termasuk jenis cover buku yang paling saya sukai. Mungkin karena saya juga kebetulan seorang penggemar film. Pemeran Ally rasanya cocok ya di versi filmnya. Lembut tapi ternyata berkarakter kuat. Saya ingin sekali bisa berkesempatan menonton filmnya nanti. Buat teman-teman yang berminat bisa cek di NetFlix.

Sampul versi bukunya sendiri mengambil latar puncak pepohonan di hutan dengan dominasi warna abu-abu, putih, dan hitam. Cocok juga untuk menampilkan kesan suram isi cerita.

 

Tokoh dan Karakter

Ally, gadis pemberani dan tangguh. Kecelakaan yang dialaminya membuatnya trauma tapi ia selalu berusaha untuk tegar dan hidup senormal mungkin.

Huw, ayah yang bertanggungjawab, suami yang baik dan setia. Apapun ia lakukan demi keluarganya.

Glenn, sahabat setia. Pemimpin dalam tim.

Kelly, meski khawatir dan takut tapi selalu berusaha menjadi ibu dan istri yang bisa diandalkan.

Lynne, sangat mandiri di usianya yang sudah tua. Sifatnya yang tegas membuatnya tampak sedikit menakutkan. Tapi hati Lynne sebenarnya baik dan lembut, terutama kepada cucu-cucunya.

Jude, adik Ally yang masih kecil. Terpaksa dewasa karena situasi. Jude tidak punya pilihan.

 

Para tokoh utamanya juga dibangun karakter dan latar emosinya dengan baik. Karakter utama pada novel juga berubah seiring perjalanan alur. Dinamis protagonis. 

 

Alur dan Latar

Beberapa buku yang kita baca kadang awalnya terasa lamban alurnya dan tetap pelan hingga akhir. Tapi ada pula yang lamban di awal tapi kemudian cepat dan emosional hingga akhir. Novel Silence menurut saya masuk ke dalam kategori yang terakhir disebutkan. 

Endingnya yang rada cliffhanger memang jadi catatan saya, mungkin sebagian pembaca akan tidak menyukai hal ini, meski personally saya justru suka karena jenis ending menggantungnya yang menyelesaikan konflik terlebih dahulu lalu menyisakan celah untuk pembaca tetap berimajinasi.

Latar cerita mengambil lokasi di kota-kota kecil, hutan, rumah-rumah, dan sungai. Latar tempat dan suasananya terdeskripsikan dengan baik.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Sekilas buku ini mengingatkan saya pada novel The Dry -nya Neal & Jarrod Shusterman yang sama-sama mengangkat kisah kehidupan manusia yang terancam akibat suatu hal. Di 100 halaman pertama, cekaman teror yang ada digambarkan dengan seksama oleh penulis. Sensasi kengerian yang ditimbulkan oleh makhluk buas hingga setengah bagian buku belum juga terasa. Fokus cerita masih berada di sisi ketegangan yang ditimbulkan akibat respon masyarakat yang panik. Mengingatkan saya lagi-lagi pada novel Dry karya Neal & Jarrod Shusterman yang memiliki latar situasi yang serupa.

Dengan menampilkan cuitan-cuitan dari akun twitter atau keterangan video youtube dan media sosial lainnya dari beberapa tokoh pelengkap di berbagai penjuru dunia yang isinya tentang teror makhluk vesp, Tim Lebbon berusaha menghadirkan suasana mencekam sehidup mungkin untuk pembaca. Hasilnya menurut saya terasa, terutama jika kita memang menyukai genre yang diusung novel ini.

Been coming for years. Mother Earth gonna eat us all back up. Nom-nom.

@GaiaZombie, Twitter, Friday, 18 November 2016

Page 47

The Central University Library is ablaze. Everything we have learnt, all the hope that building personified, up in flames. A million burning pages flutter down. Between them fly the terrible, unknownable beasts that cause the horror. They are circling. They are listening for me. Even the tapping of these keys make me fear of my life.

Cornelia, Facebook, Friday, 18 November 2016

Page 59

 

Picture: awal bab selalu dibuka dengan berbagai postingan dari media

 

swdKarena saya juga menyukai film, maka judul-judul yang disebutkan di bawah ini saya kenali beberapa di antaranya. Saya tahu seperti apa film Saw dan Hostel. Total kengeriannya akut alias sudah sampai bisa membuat saya merasa mual. Too much sebenarnya, tapi karena banyak dibicarakan orang, saya tonton juga satu atau dua film serinya. Dan apa yang disampaikan tokoh Ally seputar film-film ini terasa beresonansi dengan pendapat saya sendiri. Penulis-penulis populer memang selalu bisa memunculkan karakter tokohnya salah satunya lewat hal-hal sederhana tapi yang demikian adanyalah terasa oleh kita-kita di dunia nyata.

I loved horror films. Dad had started showing me some of his favourites – The Things, Alien, Invasion of the Body Snachers, The Shining. I liked them, and liked watching them with Dad even more; he enjoyed sharing the films with me. But when he’d told me there were certain movies I wasn't quite ready to see, I had of course sought them out. Hostel, Saw, and all manner of tie them-down-and-cut-them-up torture movies, I’d watched them with a feeling of sick interest, but little more. They didn't really scare me. Sometimes they disgusted me. I thought they were shock films rather than horror films, and had decided that it was much easier to shock than unsettle or terrify.

When I walked back into my bedroom, I thought perhaps I’d left one of those movies running on the DVD player. But within seconds I knew that wasn't the case.

This was real.

Page 24

 

 

Again! Peristiwa twin tower diungkit dalam buku. Tidak hanya fiksi seperti The Silence ini, buku non fiksi genre management - leadership yang baru beberapa hari lalu saya selesai review (The Ride of A Lifetime - Robert Iger), bahkan buku terbaru Malcolm Gladwell - Talking to Strangers juga mengangkat hal yang sama. Peristiwa 9/11 memang sebuah tragedi internasional. Mengingat insiden ini berkaitan dengan terorisme dan tuduhan terhadap muslim, saya secara pribadi selalu menyimak ke mana opini pembaca di arahkan.

He remembered were he’d been on 9/11. It was several years before he’d started his own company, and sitting at his dest at work he’d been reading those shocking, unbelievable, almost surreal news reports on the Internet. The connection had been poor, but the breaking news had come through well enough. He’d kept glancing at the screen and then out of the office window, through which he could see the sprawl of the town sprouting generous amounts of green, no building above five storeys high, distant hills bathed in inviting sunlight. It had all felt so unreal. His boss had wandered by and watched for a while, then returned to his office, apparently unconcerned. Another colleague had viewed the image of the first plane striking the North Tower, repeated again and again, and had pronounced it a special effect. Everyone had had their own forms of disbelief that day.

Page 60.

 

The Silence menurut saya terasa seperti sebuah novel keluarga karena tokoh-tokoh utamanya yang satu keluarga inti, dengan Ally sebagai main character - gadis remaja yang tangguh dan berani meski kecelakaan yang dialaminya membuat pendengarannya menjadi tuli. Orangtua Ally menemukan kembali kedekatan emosi akibat situasi genting yang mereka hadapi. Lalu ada Lynne, nenek Ally yang sakit kanker stadium akhir yang ikut berjuang menyelamatkan diri dari ancaman vesp. Ally bahkan bahkan membawa serta anjingnya yang setia dalam perjalanan mencari tempat yang aman bersama keluarga. Filosofi Stoicism juga disebutkan di buku ini, yang serta merta mengingatkan saya pada buku How to Be A Stoic - Massimo Pigluicci yang beberapa bulan lalu saya review (non fiksi). * Baca Review Buku How To Be A Stoic - Massimo Pigliucci"

She’d need that now. It was three weeks ago that she’d been told her cancer was terminal. She’d faced the news with her familiar stoicism, insisting that Ally and Jude not be told until she was ready to tell them herself. Lynne had also spent a long time quizzing the oncologist about managing her symptoms, and how her independence would be affected. She wanted to live in her own home as long as possible. It wasn't about being a burden on anyone – she knew that Kelly and Huw would have looked after her without a qualm, an to the best of their efforts – it was about being able to look after herself. Not misplaced pride, but dignity. Lynne had always lived on her own terms, and she intended to die in the same way.

Page 84

 

He reached for her hand, clasped it tight. They often jockingly said that they were parents now instead of husband and wife, but for Huw that joke had a sharp, sad edge. Romance was rare. They made love, they were a good, solid family unit, but though they loved each other he wasnt sure they were still in love with each other. It was never something that he’d say to kelly, but he guessed she thought the same way. They were still together when many of their friends were not. They were still secure and comfortable. But so ofter he wished for more.

Page 88

 

Bukan hanya deskripsi tentang makhluk vespnya yang rinci, tapi deskripsi adegan ketika makhluk vesp memangsa manusia juga detail dan sadis. Selain itu ada juga adegan perkelahian yang berdarah-darah.

It didn't seem particularly busy; the shoppers seemed calm and unworried. A mother sat on a bench nursing a baby, a toddler sat beside her eating ice cream. A man stood close by playing a guitar, the instrument’s case open before him and gleaming with change. Shoppers passed back and forth carrying bags, looking at mobile phones, talking, laughing.

Something happened off-screen that caught everyone’s attention. Heads snapped around as if on strings. A couple of shoppers started to back away. One fat man turned to run and stumbled, slipping down a staircase on his behind. No one went to help, because no one really saw him.

The first vesp winged into view and slammed into the guitar man’s chest, knocking him back against glass balustrade. He slapped at it with a strange grin on his face, almost embarrassment. Then his mouth opened in a scream as the thing clawed, thrashed, chewed, and blood spotted the white floor at his feet.

More vespt seemed to zero in on the man’s cries, and soon he was smothered in the creatures. They were pale yellow and moist-looking, their leathery wings flapping faster than most birds. I’d never seen anything like them, and it seemed no one else had either.

The mother hugged her baby in close, wrapping her jacket around the child and reaching for her toddler. The young child shouted. A vesp flitted in at the left of the image, skimmed the floor, and powered up into the underside of the boy’s jaw. ..

Page 72

 

Here’s what we think we know about the creatures popularly known as vesps:

Origins: It's believed that they originated from an isolated underground environment, exposed by a scientific expedition in Moldova. Footage of the expedition was broadcast live. The initial wave of vesps was seen emerging from the entrance to the apparently extensive cave system before ....

Biology: Few specimens have been gathered, but some are under analysis. Initial resluts are not yet officially publised, but it seems that the creatures are cold-blooded, flying reptiles. Adults are around twenty-five centimetres long and weigh less than half of kilogramme. Their skin is segmented ...

Page 125

 

He paused and took a deep breath, preparing himself for what he had to see.

Clothing soaked in blood lay scattered across the crazy-paved patio area. Her bones had been exposed: an arc of ribcage, the gleam of skull peering from a grey, clotted mass of hair. One hand lay clawed around the knife handle, many of the fingers chewed to the bone, several nails still visible. They were painted pink. How breathed deeply to hold back the nausea.

Page 252.

 

Rasanya penantian saya pada sisi-sisi emosi cerita, terutama ketegangan, terbayar lunas ketika masuk ke sepertiga akhir bagian buku. Dan karena salah satu titik tumpu novel ini berada pada isu keluarga, maka bagian tersebut banyak diangkat di dalam cerita, misalnya peran ayah sebagai pelindung, anggota keluarga yang saling membantu memecahkan suatu permasalahan, hingga adegan matinya si piaraan. Sadness, release, tension silih berganti mewarnai emosi cerita.

“Jude, you ride with Uncle Glenn,” Huw said, catching his wife’s eye, loving her when she smile and nodded. “He’s tired. Tell him some of your jokes, yeah?”

“Yay!” Jude said.

“Come on then!” Glenn shouted, clapping his hands. “Back in the cars!”

“Shh!” Kelly said. “Quiet!” We’ve got to be quiet.”

“They’re not – “ Huw said.

“But they will be soon,” Kelly cut in. “And we've got to get used to it. Don't you think? We’ve got to get used to not making a noise.” Otis  trutted up to her, nuzzling her hand and grumbling for some attention. She caught Huw’s eyes and he saw how hopeless she felt.

Page 171

 

I watched Dad choking my dog to death with the shotgun. He kept his back to us, at least, trying to shield us from the worst. I could see Otis’ s kicking legs, and the muscles on Dad’s neck standing out.

Afterwards he knelt there breathing hard, and I allowed my tears at last.

As vesps continued flying past the Jeep, no longer landing, I realised that Dad was not panting at all, but crying.

Page 211

 

 

Siapa Tim Lebbon

Tim Lebbon adalah penulis lebih dari empat puluh novel terlaris di New York Times, serta lusinan novellas dan ratusan cerita pendek. Dia memenangkan empat British Fantasy Awards, Bram Stoker Award, dan Scribe Award. Cerpennya "Pay the Ghost" dibuat menjadi film yang dibintangi Nicolas Cage. Beberapa proyek lain juga berada pada berbagai tahap pengembangan.

Tim Lebbon and Titan Books:

Coldbrook (US only)

Relics Trilogy: Relics, The Folded Land, The Edge (June 2019)

Alien: Out of the Shadows

Predator: If It Bleeds

The Rage War Trilogy: Predator: Incursion, Alien: Invasion, Alien vs Predator: Armageddon

Firefly: Generations (October 2019)

Kong: Skll Island – The Official Movie Novelization

The Cabin in the Wooda – the Official Movie Novelization

 

Novel The Silence mendapatkan rating 4.3 di situs Amazon dan 3.8 di situs Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca dewasa yang menyukai genre science fiction - suspense dengan teror makhluk pemangsa sebagai penyebab kehancuran dunia. Garis besar ide ceritanya klise. Makluk penerornya pun mungkin kurang menyeramkan. Tapi konflik emosi cerita dikelola dengan baik, sadness, release, tension silih berganti. Ini novel tentang keluarga yang saling mendukung dan menyayangi. Alur ceritanya pelan di awal tapi berubah cepat dan berdinamika di bagian akhir. Tokoh-tokohnya berkarakter kuat dan berkembang seiring jalannya cerita, dinamis protagonis. Endingnya menutup konflik tapi menyisakan tanda tanya (menggantung). Narasinya luwes dan enak dibaca.

Content Warning: Blood, slaughter, murder, sexual content.

My Rating : 4.3/5

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku Puisi To Drink Coffee With A…

21-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : To Drink Coffee with A Ghost Penulis : Amanda Lovelace Jenis Buku : Poetry Penerbit : Andrews McMeel Publishing Tahun Terbit : September 2019 Jumlah Halaman :  160  halaman Dimensi Buku :  20.57 x 13.21 x...

Read more

Review Buku An Anonymous Girl - Greer He…

19-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : An Anonymous Girl Penulis : Greer Hendricks & Sarah Pekkanen Jenis Buku : Psychological Suspense Penerbit : Pan MacMillan   Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman : 464 halaman Dimensi Buku : 13.00 x 19.70 x 3.20 cm Harga...

Read more

Review Buku The Silence - Tim Lebbon

09-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Silence Penulis : Tim Lebbon Jenis Buku : Science Fiction Penerbit : Titan Books (UK)  Tahun Terbit : Maret 2019 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku : 20.32 x 13.21 x 2.54 cm Harga : Rp. 112.000*harga...

Read more

Review Buku Talking To Strangers - Malco…

07-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Talking to Strangers What We Should Know about the People We Don’t Know Penulis : Malcom Gladwell Jenis Buku : Non Fiksi - Psikologi Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit : September 2019 Jumlah...

Read more

TERBARU - Buku Indonesia & Terjemahan

Review Buku #MO - Rhenald Kasali

18-09-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham Penulis : Rhenald Kasali Jenis Buku : Ekonomi - Bisnis Penerbit : Mizan Tahun Terbit : Agustus 2019 Jumlah Halaman :  446 halaman Dimensi Buku :  15...

Read more

Review Buku Wild Hearts (Ancaman Masa La…

28-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Wild Hearts (Ancaman Masa Lalu) * Harlequin Penulis : Sharon Sala Disain Sampul : Marcel A.W. Jenis Buku : Fiksi Romance Suspense - Misteri Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku A Song of Shadows (Kidung Ba…

14-04-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : A Song of Shadows (Kidung Bayang-Bayang) Penulis : John Connolly Disain Sampul : Edward Iwan Mangopang Jenis Buku : Detektif Kriminal – Misteri - Suspense Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : November 2018 Jumlah...

Read more

Review Buku 64 Tips dan Trik Presentasi …

31-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : 64 Tips dan Trik Presentasi Public Speaking Mastery in Action Penulis : Ongky Hojanto Disain Sampul : Orkha Creative Jenis Buku : Non Fiksi - Komunikasi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - LIFE STORY

Decluttering Finances

24-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Inginkah teman-teman memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan bijak? Pasti jawabannya ingin. Saya pikir tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak ingin memiliki skill memanajemen keuangan, sebab sebesar apapun...

Read more

Work Coffee Cafe (a Review)

17-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Familiar kah teman-teman dengan nama cafe ini? Saya sih tidak. Tapi itu kemungkinan karena kami domisili di Bandung Timur dan jarang main ke daerah ini. Padahal tempatnya asyik bahkan klasik...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more