Review Buku The Prophet - Kahlil Gibran

Published: Saturday, 02 January 2021 Written by Dipidiff

 

 

Judul : The Prophet (Collins Classic)

Penulis : Kahlil Gibran

Jenis Buku : Puisi

Penerbit : HarperCollins Publishers  

Tahun Terbit : April 2020

Jumlah Halaman : 256 halaman

Dimensi Buku : 17.80 x 11.10 x 0.90 cm

Harga : Rp. 60.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780008399948

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

 

‘Let there be spaces in your togetherness,
And let the winds of the heavens dance between you.’

Seorang nabi menunggu untuk naik kapal setelah 12 tahun jauh dari tanah airnya. Perjalanannya terganggu oleh sekelompok orang yang memintanya untuk menyebarkan kebijaksanaannya sebelum dia pergi selamanya. Berikut adalah 26 bab singkat tentang segala hal mulai dari cinta, pernikahan dan anak-anak, hingga kebebasan, alasan, berbicara, waktu dan kematian.

Kumpulan prosa puisi yang merupakan sebuah panduan hidup manusia. Karya puisi prosa liris ini telah memikat pembaca selama hampir 100 tahun. Banyak orang menganggap ini sebagai buku self-help pertama. The Prophet langsung menjadi buku terlaris ketika diterbitkan pada tahun 1923, dan merupakan salah satu karya yang paling banyak diterjemahkan dalam sejarah.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Sangking legend-nya buku ini, covernya jadi beragam sekali. Khusus yang saya baca ini adalah cetak ulang khusus edisi Collins Classic. Gambar ilustrasinya asyik ya, dan jelas mencirikan banget isi bukunya. Tidak kurang dan tidak lebih.

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Nama Kahlil Gibran sudah populer sejak saya masih remaja. Ia paling dikenal sebagai penulis The Prophet, yang pertama kali diterbitkan di Amerika Serikat pada tahun 1923 dan sejak itu menjadi salah satu buku terlaris sepanjang masa.

 

Dulu, saya mengutip beberapa kali salah satu prosa yang dia tulis dan saya yakin banyak orang mengutip kalimat-kalimat dalam buku ini.

Your children are not your children.

They are the sons and daughters of Life's longing for itself.

They come through you but not from you.

And though they are with you yet they belong not to you

Page 15

Puisi ini terdengar sangat bijak bahkan di telinga saya yang waktu itu masih remaja. Dan sekarang, terasa lebih menyentuh dan mendalam ketika saya sudah menikah dan punya seorang putra. Cinta untuk anak-anak begitu besar, sehingga orangtua kadang tergoda untuk menganggap mereka sebagai kepemilikan mutlak.

Sebuah pemikiran yang mendalam ya. Tak heran jika Kahlil Gibran disebut sebagai filsuf, meski ia sendiri menolak dianggap demikian.

 

 

Di antara banyak puisi yang ditulis Gibran di The Prophet, yang paling saya suka adalah FRIENDSHIP.

and let your best be your friend.

...

In the sweetness of friendship let there be laughter, and sharing of pleasures.

For in the dew of little things the heart finds its morning and is refreshed.

Page 61

 

Saya menghargai sebuah persahabatan yang tulus, dan persahabatan itu memang membawa kehangatan ke dalam kehidupan.

 

The Prophet adalah kumpulan prosa dan puisi. Menurut saya ide membingkai semua hikmah yang ada dengan narasi seorang nabi bernama Almustafa, yang di saat-saat terakhir kepergiannya ditanyai pandangannya tentang banyak aspek kehidupan adalah sebuah ide yang sangat bagus dan menarik. Ada 26 topik yang diangkat: Love, Marriage, Children, Giving, Eating and Drinking, Work, Joy and Sorrow, Houses, Clothes, Buying and Selling, Crime and Punishment, Laws, Freedom, Reason and Passion, Pain, Self-Knowledge, Teaching, Friendship, Talking, Time, Good and Evil, Prayer, Pleasure, Beauty, Religion, Death. Untuk buku setebal 128 halaman, topiknya cukup lengkap, maka tak heran The Prophet disebut-sebut sebagai buku self-help meski merupakan karya fiksi spiritual. The Prophet telah dikenal sebagai salah satu spiritual klasik paling dicintai dan populer di dunia.

 

Kata-katanya tidak hanya bermakna dalam, tetapi bahasanya elegan dan ritmis. Entah bagaimana buku ini mengingatkan saya pada buku populer kontemporer Haemin Sunim, yang pendek tapi penuh pemikiran, bijaksana dan berwawasan. Tapi kedua buku ini memiliki perbedaan, misalnya buku Haemin Sunim yang diilustrasikan sedangkan Gibran polos tanpa gambar (edisi ini tidak ada ilustrasi dari Gibran). Puisi Gibran cukup universal, sementara Haemin Sunim menyebut Zen dan agama lain, meski keduanya menyampaikan hikmah hidup.

Among many poems that Gibran wrote in The Prophet, the one I like best is FRIENDSHIP.

 "and let your best be your friend.

...

In the sweetness of friendship let there be laughter, and sharing of pleasures.

For in the dew of little things the heart finds its morning and is refreshed."

Page 61.

 

 

 

Ketika kita menyebut nama Kahlil Gibran, saya yakin sebagian besar dari kita akan teringat pada penyair terkenal lainnya yang juga sepopuler Gibran, yaitu Jalaluddin Rumi. Dua penyair terkenal itu berbicara tentang cinta romantis (meskipun, kisah cinta Gibran sebenarnya memiliki akhir yang tidak bahagia dalam hidupnya), penerimaan sejati tanpa syarat, keindahan sifat manusia, kesetiaan yang terkait dengan pencarian kebenaran dalam hidup, sementara melampaui waktu, agama, dan ras bangsa.

Dua penyair ini sangat berbakat, Persian Jalal al-Din Rumi dan Lebanon Khalil Gibran dianggap sebagai penyair paling berpengaruh di dunia.

 

Sangat menarik ketika saya menemukan banyak penelitian yang ternyata membahas karya mereka secara mendalam. Saya bahkan menemukan beberapa tesis tentang Rumi dan Gibran juga. Bagi saya, karya indah mereka berdampak sejak saya masih muda, ketika saya jatuh cinta untuk pertama kalinya dan patah hati segera sesudahnya. Saya mendapat banyak inspirasi dari dua penyair klasik ini. Menurut saya, kata-kata Rumi banyak mengajarkan tentang perdamaian dan toleransi antara laki-laki dan perempuan dari semua agama dan keyakinan, karena sufi muslim karyanya banyak berbicara tentang ketuhanan. Sedangkan Gibran berbicara tentang kebebasan atas nama kesatuan tradisi sosial dan kesesuaian agama.

 

The Prophet dianggap sebagai buku Kahlil Gibran yang paling terkenal. Pesan cinta, kebaikan, dan persahabatannya bergema kuat di hati saya.

 

By the way, cek cek di akhir buku ya karena ada halaman khusus untuk classic literature: words and phrases. Bab ini sangat membantu saya untuk memahami tulisan Gibran yang menggunakan kosa kata dari Inggris klasik.

 

 

Picture: halaman khusus Words and Phrases

 

 

 

Siapa Kahlil Gibran

Kahlil Gibran (bernama asli Gibran Khalil Gibran, lahir di Lebanon, 6 Januari 1883, meninggal di New York City, Amerika Serikat, pada umur 48 tahun) adalah seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon (saat itu masuk Provinsi Suriah di Kesultanan Utsmaniyah) dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya di Amerika Serikat. Salah satu karyanya yang sangat tenar adalah sebuah buku yang berjudul The Prophet.

Gibran Khalil Gibran lahir di Basyari, Lebanon dari keluarga Katolik Maronit. Basyari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa, dan petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak memengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.

Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya, maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Beirut, di mana dia belajar di College de la Sagasse sekolah tinggi Katolik Maronit sejak tahun 1899 sampai 1902.

Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Kesultanan Ustmaniyah yang sudah lemah, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.

Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, tetapi ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, "Spirits Rebellious" ditulis di Boston dan diterbitkan di New York City, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang menyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronit. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.

Gibran segera kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Pada tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.

Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

 

Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.

Sebelum tahun 1912 "Broken Wings" telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya.

Pengaruh "Broken Wings" terasa sangat besar di  dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama "Broken Wings" ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.

Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Suriah yang tinggal di Amerika.

Ketika Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre Loti, seorang novelis Prancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata pada Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak, Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.

 

Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, "The Madman", "His Parables and Poems". Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam "The Madman". Setelah "The Madman", buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing", 1919; "The Forerunne", 1920; dan "The Prophet" pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, tetapi tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918–1922.

Sebelum terbitnya "The Prophet", hubungan dekat antara Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, tetapi pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.

Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca "The Prophet". Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.

Gibran menyelesaikan "Sand and Foam" tahun 1926, dan "Jesus the Son of Man" pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, "Lazarus" pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan "The Earth Gods" pada tahun 1931. Karyanya yang lain "The Wanderer", yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain "The Garden of the Propeth".

 

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan tuberkulosis, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent's Hospital di Greenwich Village.

Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Gibran.

Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Mar Sarkis (sekarang Gibran Museum), sebuah biara Karmelit di mana Gibran pernah melakukan ibadah.

Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, "Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku."

Sumber: wikipedia

 

Rekomendasi

Buku puisi ini saya rekomendasikan kepada para pembaca pecinta karya Kahlil Gibran, atau mereka yang mencari bacaan prosa puisi yang berisi kebijaksanaan hidup. Ada beragam topik yang dibahas, mulai dari anak hingga persahabatan, dari cinta hingga kematian. Tidak ada gambar ilustrasi.

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The B.I.G. Code: 52 Weekly C…

20-02-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Judul : The B.I.G. Code - 52 Weekly Challenges to "Be Insanely Great" Penulis : Magnus Mulyadi & IKIGAI Consulting Jenis Buku : Self Improvement - Workbook Penerbit : Charissa Publisher Tahun Terbit : 2021 Jumlah...

Read more

Review Buku The Brief Answers to The Big…

09-01-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

    NEW LIMITED EDITION OF THE SUNDAY TIMES No.1 BESTSELLER   Judul : The Brief Answer to the Big Question. Penulis : Stephen Hawking. Jenis Buku : Biography. Penerbit :  John Murray Press. Tahun Terbit : Oktober 2019. Jumlah Halaman :  256 halaman. Dimensi...

Read more

Review Buku Dearly - Margaret Atwood

09-01-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  No.1 New York Times Bestseller Man Booker Prize Winner The Winner of Goodreads Choice 2020   Judul : Dearly Penulis : Margaret Atwood Jenis Buku : Poetry Penerbit : Ecco Press Tahun Terbit : November 2020 Jumlah Halaman :  144 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku The Prophet - Kahlil Gibran

02-01-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Judul : The Prophet (Collins Classic) Penulis : Kahlil Gibran Jenis Buku : Puisi Penerbit : HarperCollins Publishers   Tahun Terbit : April 2020 Jumlah Halaman : 256 halaman Dimensi Buku : 17.80 x 11.10 x 0.90 cm Harga : Rp. 60.000 *harga...

Read more

Review Buku One Small Step Can Change Yo…

27-12-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

   Judul : One Small Step Can Change Your Life The Kaizen Way Penulis : Robert Maurer, Pd.D. Jenis Buku : Self Improvement. Philosophy. Penerbit : Workman Publishing Tahun Terbit : April 2014 Jumlah Halaman :  222 halaman Dimensi Buku...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more