Review Buku The Book You Wish Your Parents Had Read

Published: Monday, 26 October 2020 Written by Dipidiff

 

Judul : The Book You Wish Your Parents Had Read

(and Your Children Will be Glad That You Did)

Penulis : Philippa Perry

Jenis Buku : Parenting

Penerbit : Penguin Random House UK

Tahun Terbit : Maret 2019

Jumlah Halaman :  256 halaman

Dimensi Buku :  5.43 x 0.91 x 8.03 inci

Harga : Rp. 330.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780241250990

Hardcover

Edisi Bahasa Inggris

 

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Setiap orangtua ingin anaknya bahagia, tetapi orang tua yang bahagia terkadang tidak berarti anaknya juga bahagia.

Dalam bukunya, The Book You Wish Your Parents Had Read, Philippa Perry membagikan beberapa wawasan yang dapat membantu para orangtua untuk:
- memahami bagaimana pengasuhan orangtua di masa lalu dapat memengaruhi pola asuh ke anak
- menerima bahwa orangtua bisa membuat kesalahan, dan mempelajari apa solusinya 
- memutus siklus dan pola negatif
- menangani perasaan orangtua sendiri dan anak
- memahami apa yang dikomunikasikan oleh berbagai perilaku.
Ini adalah buku yang tidak menghakimi dan jauh dari kata menggurui. Sebuah buku yang tidak akan membuat kita merasa bersalah dan buruk sebagai orangtua.

 

Yuk kita intip daftar isinya:

Content

Forward

Introduction

PART ONE: YOUR PARENTING LEGACY

The past comes back to bite us (and our children)

Rupture and repair

Repairing the past

How we talk to ourselves

Good parent/bad parent: the downside of judgement

PART TWO: YOUR CHILD'S ENVIRONMENT

It's not family structure that matters, it's how we all get on

When parents aren't together

How to make pain bearable

When parents are together

How to argue and how not to argue

Fostering goodwill

PART THREE: FEELINGS

Learning how to contain feelings

The importance of validating feelings

The danger of disallowing feelings: a case study

Rupture and repair and feelings

Felt with, not dealt with

Monsters under the bed

The importance of accepting every mood

The demand to be happy

Distracting away from feelings

PART FOUR: LAYING A FOUNDATION

Pregnancy

Sympathetic magic

What's your parent tribe?

The baby and you

Making your birth plan

Debriefing from the birthing experience

The breast crawl

The initial bond

Support: to parent we need to be parentied in turn

Attachment theory

Coercive cries

Different hormones, a different you

Loneliness

Post-natal depression

PART FIVE: CONDITIONS FOR GOOD MENTAL HEALTH

The bond

The give and take, to and fro of communication

How dialogue begins

Turn-taking

When dialogue is difficult: diaphobia

The importance of engaged observation

What happens when you're addicted to your phone

We are born with an innate capacity for dialogue

Babies and children are people too

How we train our children to be annoying and how to break that cycle

Why a child becomes ‘clingy’

Finding meaning in childcare

Your child's default mood

Sleep

What is sleep nudging?

Helping, not rescuing

Play

PART SIX: BEHAVIOUR: ALL BEHAVIOUR IS COMMUNICATION

Role models

The winning and losing game

Going with what is working in the present rather than what you fantasize may happen in the future

The qualities we need to behave well

If all behaviour is communication, what does this or that inconvenient behaviour mean?

Investing time positively earlier rather than negatively later

Helping behaviour by putting feelings into words

When explanations are unhelpful

How strict should a parent be?

More on tantrums

Whingeing

Parental lying

Children s lies

Boundaries: define yourself and not the child

Setting boundaries with older children and teenagers

Teenagers and young adults

And finally: when we're all grown up

 

Epilogue

Further Reading/Listening/Watching

Acknowledgments

Index

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Yang saya sukai dari buku ini adalah disain sampulnya yang cerah, kombinasi warna oranye dan birunya membuat buku ini stunning saat difoto. Buku yang saya baca ini versi hardcover, jadi memang kokoh secara fisik. It didn't ring any bell when I read Philippa Perry's name. Ini memang buku pertama dari Perry yang saya baca. Tapi judul bukunya sendiri serta merta menarik perhatian saya terutama karena saya menyukai buku-buku parenting.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

It is a judgment-free book. A book that won't make us feel guilty and bad. Penting banget ya buat sebuah buku non fiksi untuk tidak berkesan menggurui, menyudutkan pembaca, apalagi menghakimi. Yang ada bukunya pengen cepet-cepet ditutup deh dan ga jadi baca kalo begitu bukunya :). Nah buku Philippa Perry ini disebut sebagai buku yang bebas dari penghakiman. Ini ditulis oleh Perry sendiri di bagian awal bukunya. Dan setelah baca, saya mengamini pernyataan ini.
 
Btw, pernahkah Anda merasa bersalah karena menjadi teladan yang buruk bagi anak-anak Anda? Atau pernahkah Anda mengalami emosi yang tidak terkendali saat mengasuh anak Anda?

Saya pernah, dan saya mengerti bahwa emosi seperti itu tidak membawa kebaikan dalam kehidupan anak saya. Saya yakin anak-anak bisa berkembang maksimal jika memiliki hubungan yang baik dengan orang tua.
 

The core of parenting is the relationship you have with your child. If people were plants, the relationship would be the soil. The relationship supports, nurtures, allows growth – or inhibits it. Without a relationship they can lean on, a child's sense of their security is compromised. You want the relationship to be a source of strength for your child – and, one day, for their children too.

(chapter forward)

 

"The core of parenting is the relationship you have with your child. If people were plants, the relationship would be the soil," said Phillipa Perry
Page 8
 
Tentu saya setuju dengan pernyataan ini. Dan kunci dari hubungan yang harmonis ini dimulai dari kita, para orang tua. Itulah mengapa bagian pertama buku ini membahas Your Parenting Legacy yang berfokus pada kesehatan emosional dan mental orang tua. Sederhananya, orang tua yang sehat mental dan emosional akan mampu mendidik anak secara maksimal. 
 
 
 
 
Sebagai psikoterapis berpengalaman, Philippa Perry banyak berbagi pengalamannya menangani berbagai kasus pengasuhan anak. Isi buku sebagian besar memang dari pengalaman real-nya sehingga kasus-kasusnya terasa related untuk berbagai kondisi pengasuhan. Misalnya kasus Mark yang merasa tidak memiliki kedekatan dengan anaknya, Toby, yang setelah mengikuti kelas Perry, akhirnya diketahui bahwa Mark memiliki masa lalu yang tidak bahagia dengan ayahnya. Mark lalu diterapi dan dari terapi itu Mark mengalami perubahan yang signifikan.

I met Mark when he came to a parenting workshop I was running – his wife, Toni, had suggested he attend. At the time, their son, Toby, was nearly two. Mark told me he and h