Review Buku To Sleep in A Sea of Stars - Christopher Paolini

Published: Friday, 13 November 2020 Written by Dipidiff

 

Editor’s Pick Best Science Fiction & Fantasy on Amazon

a New York Times and USA Today Bestseller

To Sleep in a Sea of Stars is a brand new epic novel from #1 New York Times bestselling author of Eragon, Christopher Paolini.

 

Judul : To Sleep in A Sea of Stars

Penulis : Christopher Paolini

Jenis Buku : Adult Fantasy

Penerbit : PanMacmillan

Tahun Terbit : September 2020

Jumlah Halaman :  880 halaman

Dimensi Buku :  6.42 x 1.74 x 9.56 inci

Harga : Rp.299.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781529046519

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Kira, gadis peneliti yang tinggal di salah satu stasiun luar angkasa di gugusan tata surya. Pada suatu hari, dalam surveynya ia menemukan peninggalan asing. Ketika itulah tubuhnya bersentuhan dengan xenomorph yang memiliki kekuatan luar biasa. Soft Blade menginfeksi tubuh Kira, dan mengubahnya menjadi manusia super. Tapi harga yang dibayarnya juga mahal. Tunangannya terbunuh, begitupun anggota timnya, akibat ketidakmampuannya mengendalikan xeno yang ada di dalam tubuhnya. Di tengah duka dalam, Kira dihadapkan pada kenyataan bahwa alam semesta sedang diambang perang besar, dan kini dialah satu-satunya harapan umat manusia untuk bisa bertahan hidup melawan makhluk lain dari galaksi yang berbeda.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Buku ini tebalnya lumayan, mencapai 800 halaman lebih. Bisa dilihat di foto di atas ya, tebalnya lumayan mengintimidasi :D. By the way, disain sampulnya sendiri menurut saya sangat mencirikan baik judul maupun isi bukunya. Kalo boleh request sih ingin warna yang lebih cerah, tapi yah luar angkasa kalo ga salah memang gelap begitu ya, dan secara isi cerita, kisah Kira di buku ini belum happy ending 100 persen. 

 

Tokoh dan Karakter

Alan, tunangan Kira yang mati terbunuh dalam ketidaksengajaan.

Kira Navarez, xenobiologist yang menemukan xeno dan kemudian terinfeksi. Memiliki kekuatan super tidak berarti kehidupan Kira serta merta bahagia dan disanjung orang.

Trig, remaja anggota crew Wallfish, sifatnya periang dan antusias. Kadang ia melakukan dan mengucapkan sesuatu yang berlebihan demi diakui oleh orang-orang dewasa di sekitarnya.

Gregorovich, shipmind yang eksentrik. Sempat terisolir bertahun-tahun membuatnya punya trauma sendiri.

Hwa Jung, wanita dari Korea yang ahli mesin. Bicaranya kaku tapi ia setia kawan.

Falconi, kapten kapal Wallfish yang disegani crew-nya.

Sparrow, anggota crew wallfish, berbicaranya sering kasar dan kadang merisak orang lain.

Nielsen, anggota crew Wallfish, punya penyakit yang ia sembunyikan dari crew lainnya.

Itari the Jellly, Jelly yang membantu tim Kira

Soft Blade, xeno yang menginfeksi tubuh Kira

Vishal, dokter kapal Wallfish, cara berbicaranya kaku begitupun tingkah lakunya. 

Ctain, musuh yang harus dikalahkan Kira

Jorrus dan Veera 

 

 

Mungkin teman-teman akan sama seperti saya yang akan menyukai tokoh Kira dalam novel To Sleep in a Sea of Stars lantaran sifatnya yang baik hati dan perjuangannya yang keras menemukan jati diri membuat kita berempati, atau mungkin bakal skip tokoh Kira dan fokus ke karakter Salvo yang rada lonely, loyal, good leader, dan vurnerable. Salvo, padamulah bbf kutemukan :D
 
Di novel ini kita akan menemukan sekelompok tokoh yang bersosialisasi dalam team. Jadi kebayang ya, bagaimana konflik internal tercipta, dan ini bakal manis banget karena team work-nya punya ikatan yang kuat. Semua tokoh diberi kesempatan oleh Paolini untuk berkembang karakternya semanusiawi mungkin. Dan ada tokoh dari Korea juga yang menyebabkan penokohan ceritanya menjadi lebih berwarna.
 
Ada tokoh kucing dan babi bernama Runcible dan Mr. Fuzzypants. Keduanya peliharaan Falconi yang penyayang binatang dan tanaman. Saya kira dua tokoh ini jadi pemanis dan pelengkap cerita yang menarik, namun sayangnya entah kenapa tidak diberi porsi yang nyata dalam cerita oleh Paolini. Hhhhhh... too bad *desah kekecewaan seorang cat lover. Abaikan.
 
Di luar mayor karakter, ada tokoh-tokoh minor juga yang berseliweran. Percayalah, jumlahnya cukup banyak untuk meramaikan benak imajinasi kita.  Sebagian besar tokoh minor