Review Buku The Guest List - Lucy Foley

Published: Sunday, 08 August 2021 Written by Dipidiff

 

Editor's Pick Best Mystery, Thriller & Suspense

A Reese's Book Club Pick

The New York Times Bestseller

One of The New York Times Thrillers of 2020

 

Judul : The Guest List

Penulis : Lucy Foley

Jenis Buku : Psychological Thrillers, Murder Thrillers, Suspense Thrillers

Penerbit: Harper Collins

Tahun Terbit : September 2020

Jumlah Halaman : 384 halaman

Dimensi Buku : 13.00 x 19.70 x 3.40 cm

Harga : Rp. 177.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780008297190

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Di sebuah pulau di lepas pantai Irlandia, para tamu berkumpul untuk merayakan pernikahan dua orang yang punya kehidupan paling sempurna. Pengantin pria: tampan dan menawan, seorang bintang televisi yang sedang naik daun. Pengantin wanita: cerdas dan ambisius, penerbit majalah. Sebuah pernikahan selebriti yang glamor sudah direncanakan dengan seksama: gaun desainer, lokasi terpencil, pesta mewah. Di pulau ini sinyal telepon memang susah, ombak yang mengepung pulau memang besar dan menakutkan, tapi tiap detail sudah direncanakan dengan baik dan akan dilaksanakan oleh ahlinya.

Benarkah semua berjalan dengan sesempurna itu? Saat perayaan dimulai, kebencian dan kecemburuan kecil mulai berbaur dengan kenangan dan harapan. Pengiring pria memulai permainan minum yang tak terkendali. Pengiring pengantin tidak sengaja merusak gaunnya. Teman tertua pengantin wanita bersulang dengan tidak nyaman.

Dan kemudian ada yang mati. Siapa pelakunya? Dan mungkin yang lebih penting, mengapa?

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Disain sederhana, dengan ilustrasi gambar pulau tempat tkp berada, warna merah dan hitam pada font jelas mengingatkan kita pada genre buku yang suspense thriller.

 

Tokoh dan Karakter

Aoife

Freddy

Charlie

Hannah

Will

Jules

Olivia

Jhonno

Di awal saya meraba-raba siapa yang bakal terbunuh dan siapa tokoh terjahatnya. Plotnya bagus banget karena membuat misteri kejahatannya dibiarkan terekspos pelan-pelan. Di dalam hati saya merasakan kengerian dan keterkejutan yang berulang. Lucy Foley membuka kedok si jahat sedemikian rupa. It works for me, shocking me! 

Menurut Lucy Foley, tokoh-tokoh dalam novelnya murni imajinasi, dan bukan dari real person, meski tak dipungkirinya juga bahwa dari tiap tokoh ada saja satu atau dua sifat yang mewakili diri pribadinya, demikian hal ini diungkapkan Foley dalam salah satu wawancaranya di media.

Catatannya adalah semua tokoh dalam cerita ini punya sisi lemah sedemikian rupa yang menyebabkan mereka menjadi unlikeable. Ada yang depresi, ada yang self center, ada yang egois, dan penuh dendam, dan lain sebagainya. Ini tentunya menyesakkan ya buat pembaca tertentu yang ga suka tipe tipe tokoh antagonis yang sifatnya memuakkan dan negatif.

 

Deskripsi tokohnya detail, sangat detail karena memang setelah selesai membaca saya menyadari betapa pentingnya detail fisik tokoh ini untuk penguatan sisi cerita dan psikologisnya.

'There's Jules's mum,' Charlie says, pointing to the elder woman.

'Wow,' I say. She's not what I expected at all. She wears black skinny jeans and little cay-eye black glasses pushed back on to a glossy dark bob. she doesn't look old enough to have a thirty-something daughter.

'Yeah, she had Jules pretty young,' Charlie says, as if reading my mind. 'And that must be - Jesus Christ! I suppose that must be Olivia. Jules's little half-sister.'

'She doesn't look so little now,' I say. She's taller than both Jules and her mum; a totally different shape to Jules, who's all curves. She's very striking-looking, beautiful, even, and her skin is pale pale in the way that only really looks good with black hair, like hers. Her legs in her jeans look as though they've been drawn with two long thin lines of charcoal. God, I'd kill for legs like that.

Page 55

 

Aoife is standing there in a crisp white shirt and slacks, a clipboard in her hand, looking as if she's been up for hours. 'Morning,' she says - and I sense she is scrutinising my face. 'How are you today?' I get the impression Aoife doesn't miss a lot, with those bright, assessing eyes of hers. She's quietly rather beautiful. I sense that she makes an effort to underplay it but it shines through. Beautifully shaped dark eyebrows, grey - green eyes. I'd kill for that sort of natural, Audrey Hepburn-esque elegance, those cheekbones.

Page 151

'Chuck it here!' Will strides up the jetty towards us. On TV, he's good-looking. In the flesh, he's ... well, he's pretty breathtaking.

Page 56

 

Marriage is about finding that person you know best in the world. Not how they take their coffee or what their favourite film is or the name of their first cat. It's knowing on a deeper level. It's knowing their soul.

Page 257

 

Alur dan Latar

The Guest List bukan cuma cantik permainan alurnya (kombinasi maju mundur), tapi juga mendalam secara pengarakteran tokoh (semuanya ditunjang oleh pov 1 antar tokoh, lebih dari 5 tokoh, diselingi pov 3). Alur maju mundur ini membuat kita butuh fokus untuk memahami konteks cerita. Tapi tenang saja, alurnya tidak sekompleks The Seven Deaths of Eveyln Hardcastle.

Ujung ceritanya sendiri menarik karena bisa dikategorikan happy ending, bisa juga tidak, bahkan kalo kita punya rasa penasaran lebih lanjut, mungkin ending ini juga bisa masuk kategori menggantung.

Latar cerita detail dan hidup, menunjang suasana pulau yang terpencil dan suram. Dalam suatu wawancara Lucy Foley mengungkapkan suatu pulau di Irlandia bernama Connemara memberikannya inspirasi untuk latar dalam cerita. Pulau ini aslinya memang liar dengan pemandangan laut Atlantik yang luar biasa. 

'Inis an Amplora, or Cormorant Island, in the English translation, is two miles from one end to the other, longer than it is wide. The island is formed of a lump of granite emerging majestically from the Atlantic, several miles off the Connemara coastline. A large bog comprised of peat, or "turf" as it is called locally, covers much of its surface. The best, indeed the only, way to see the island is from a private boat. The channel between the mainland and the island can get particularly choppy --'

Page 11

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Kejahatan itu cuma asyik kalo di buku fiksi saja ya. Dalam kehidupan nyata, crime adalah salah satu peristiwa yang paling tidak diharapkan. Bahkan versi paling sederhananya, seperti kecopetan, juga bukan hal yang diinginkan kejadiannya.

Saya senang sekali novel ini menjadi buku pilihan dengan vote terbanyak di event Review By Request Maret 2021, karena thriller adalah salah satu genre favorit saya sejak dulu.

The Guest List adalah buku kedua dari Lucy Foley. Debut thriller Foley yang berjudul The Hunting Party mendapatkan peringkat No. 1 Sunday Times dan Irish Times bestseller. Jadi rupanya buku pertama dan kedua sepertinya sama-sama bagus ya ceritanya. Sebelum menjadi penulis penuh waktu, Foley adalah editor fiksi di industri penerbitan. Ia juga menulis karya-karya jurnalis yang dimuat di Sunday Times, Style, Vogue US, Marie Claire, dll. Dari sini terlihat jelas bahwa skill menulis Foley bukan karbitan.

The Guest List bercerita tentang seremonial pernikahan yang diadakan di sebuah pulau di lepas pantai Irlandia yang kemudian berujung maut. Di sana para tamu berkumpul untuk merayakan momen sakral ini. Tetapi kebahagiaan tak berlangsung lama. Ada kebencian dan kecemburuan yang diam-diam mengintai. Awalnya hanya kecelakaan-kecelakaan kecil, lalu kematian yang sesungguhnya pun terjadi.

Psychological suspense keliatannya lebih tepat untuk novel ini.

Bagian sepertiga awal buku mengingatkan saya pada Nine Perfect Strangers-nya Liane Morriarty yang mengenalkan pelan-pelan para tokoh cerita dengan pov pertama yang berganti-ganti antara satu tokoh dengan yang lainnya. Cara ini tentu saja membuat kita bisa memahami dan menyelami perasaan dan pikiran tokoh cerita dengan lebih baik. Di satu sisi, ada kemungkinan bagian ini agak berat karena sesuai dengan sinopsis cerita, novel ini tentang kebencian, iri hati, dan sisi kelam manusia lainnya *yang mana justru menarik kalo teman-teman memang suka dengan psychological suspense. Tiap tokoh juga punya rahasia yang membuat novel ini terasa suram nuansanya.

Freddy and I have been together for the best part of two decades and even now there are things I keep from him and, I'm sure, vice versa. Makes you wonder how much they know about each other, those two.

Whether they really know all of each other's dark secrets.

Page 8

 

Suddenly I feel like I can't breathe. I reach for the bedside table. The razor blade is there: so small, but so sharp. I pull down my jeans and press the razor's edge to my inner tight, up near my knickers, drag it into my flesh until the blood  wells. The colour's such a dark red against the blue white skin there. It's not a very big cut; I've made bigger. But the sting of it focuses everything to a point, to the metal entering my flesh, so that for a moment nothing else exists.

Page 40



Deskripsi tokohnya detail, narasi dan dialog mengalir, latarnya juga hidup. Tapi apakah misteri pembunuhannya asik buat diulik? 


Setelah sekian lama, hati saya dipasung oleh The Silent Patient lalu The Wife Between Us, akhirnya saya menemukan buku pengganti di genre psychological suspense yang berhasil bikin saya jatuh hati. Saya menyatakan diri saya telah Move On!

Novel ini mulus mengalir misterinya, dan yang paling saya suka adalah antagonisnya yang membuka sisi hati si jahat sedemikian rupa. Seperti laba-laba, Lucy Foley memintal jaring cerita dengan cermat, hingga pembaca terjerat dengan emosi yang intens dan endingnya yang mengejutkan. Tapi mungkin juga buat yang lain ini predictable karena gosipnya ada kemiripan dengan novel Lucy Foley yang sebelumnya.

Ini bukan novel yang punya sensasi pada adegan pembunuhan yang berdarah-darah, atau detail fisik korban yang rusak parah. *bukan seperti Anson Bishop.

Suatu dalam paragraf di buku mengingatkan saya tentang buku Non Fiksi berjudul Humankind. Lord of Flies dibahas oleh Rutger Bregman sebagai fiksi yang mengacaukan mindset manusia tentang karakter dasar manusia itu sendiri. Penasaran? Silakan baca juga review saya ya :) : Baca juga "Review Buku Humankind - Rutger Bregman".

'Yup,' Will says. 'We were at school together.' I'm surprised. The other men have that public schoolboy polish, while Johnno seems rougher - no cut-glass accent.

'Trevellyan's,' Femi says. 'It was like that book with all the boys on a desert island together, killing each other, oh Christ, what's it called --'

'Lord of the Flies,' Charlie says, the faintest trace of superiority in his tome. I might have gone to state school, it says, but I'm better read than you.

Page 84

 

 

Siapa Lucy Foley

Lucy Foley belajar Sastra Inggris di Universitas Durham dan UCL dan bekerja selama beberapa tahun sebagai editor fiksi di industri penerbitan, sebelum pergi memutuskan untuk menulis penuh waktu. The Hunting Party adalah novel kriminal debutnya, yang terinspirasi oleh tempat terpencil di Skotlandia yang memicu imajinasinya.

Lucy juga penulis tiga novel sejarah, yang telah diterjemahkan ke dalam enam belas bahasa. Karya jurnalistiknya telah muncul di Majalah ES, Sunday Times Style, Grazia dan banyak lagi.

Sumber: Amazon. com

 

Also by Lucy Foley

The Book of Lost and Found

The Invitation

Last Letter from Istanbul

The Hunting Party

 

Rekomendasi

Saya sangat rekomendasikan novel ini untuk teman-teman baca, terutama yang menyukai psychological suspense yang grip dan tensionnya bagus, dan punya ekspektasi terhadap permainan alur cerita berikut tokoh yang jumlahnya cukup banyak. Tapi hati-hati untukmu yang bertipe character driven, terutamanya karena para tokoh cerita di sini unlikable.

 

 

-------------------------------------------------------------------------

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi has been being a reader since she was a little kid, 5 or 6 yo. Her favorite reading time was bed-time with Mom and Bobo magazine. She loves reading fiction and non fiction. Books help her a lot during her teenager and her other struggling period of life. Once a week, she announced for streaming radio nbsradio.id (alliance with VOA), she has a book program named NBS Book Review, and a self improvement program named Positive Vibes. Dipi collaborates with her partner, Andri Irawan, create book podcast (Spotify Bookita, Instagram @bookita.podcast. Now she has her own podcast (Anchor & Spotify DipidiffTalks; Instagram @dipidiff_talks @dipidiffofficial). Her other passions link to education and entrepreneurship. That's why she is nurturing her own small business, Dipidiff Official Store (instagram @dipidiffofficialstore , Tokopedia Dipidiff Official Store), and her personal branding Dipidiff,  while keeping busy being a mom of one and coaching for some teenagers and young - adults at Growth Tracker Program, it is a private program - special purpose, which help (especially) teen and young adult to find their passion and unleash their potential. Dipi retired from working at university and enjoy her time at training institution. Right now, she is an educator and Periplus Bandung Ambassador (occasionally alliance with Periplus Indonesia). She is getting older, she dreams a quiet life and contributing as best as she can for community.

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku Sketsa dan Sesal

06-10-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Judul : Sketsa dan Sesal / Sketches and Regrets Penulis : Airin Efferin Editor : Setiadi Sopandi Ilustrasi : Oky Kusprianto Alih Bahasa : Juhendy Setiawan Wu Fotografi : Christian Nathanael Wijaya Jenis Buku : Non...

Read more

Review Buku Dayon - Akmal Nasery Basral

22-09-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Dayon Penulis : Akmal Nasery Basral Tata Letak Isi: Rizkyka Wulandary Penyunting Naskah: Nia Septiany Jenis Buku : Novel Antropologi Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Mei 2021 Jumlah Halaman : 324 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku The Midnight Library - Matt …

19-08-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #5 Amazon Charts this week A New York Times Best Seller Winner of the Goodreads Choice Award for Fiction A Good Morning America Book Club Pick!   Judul : The Midnight Library Penulis : Matt Haig Jenis Buku : Literary Fiction...

Read more

Review Buku The Guest List - Lucy Foley

08-08-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Editor's Pick Best Mystery, Thriller & Suspense A Reese's Book Club Pick The New York Times Bestseller One of The New York Times Thrillers of 2020   Judul : The Guest List Penulis : Lucy Foley Jenis...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more