Review Buku The Duke & I (Bridgerton #1) - Julia Quinn

Published: Saturday, 29 May 2021 Written by Dipidiff

 

#1 New York Times Bestseller 

 Now a series created by Shondaland for Netflix.

 

Judul : The Duke and I (Bridgertons Book 1)

Penulis : Julia Quinn

Jenis Buku : Romance

Penerbit : Avon; Media Tie In, Reprint edition

Tahun Terbit : September 2020

Jumlah Halaman :  352 halaman

Dimensi Buku :  19.70 x 12.6 x 2.40 cm

Harga : Rp. 154.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780349429212

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Novel pertama dari seri Bridgerton.

Daphne Bridgerton didesak ibunya, Violet Bridgerton untuk segera menikah. Dalam sebuah acara ballroom yang diadakan Lady Danbury, Daphne bertemu Simon Basset yang ternyata adalah sahabat dekat kakak tertuanya. Pertemuan berkesan mereka kemudian berlanjut dengan skenario 'pura-pura berpasangan'. Ide Daphne ini tentu saja untuk menyelamatkan diri dari Ibunya yang terus-menerus menyuruhnya segera menikah, menghentikan gosip society, dan terbebas dari lelahnya menghadiri ballroom. Ini hanya strategi awalnya, tapi siapa sangka ada perasaan yang hadir setelahnya. 'Love ignores every rule' katanya, termasuk jatuh cinta pada adik dari sahabat sendiri.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Disain covernya sesuai perkiraan saya ^^ karena umumnya buku-buku romance berlatar Inggris klasik seingat saya memang seperti inilah model sampulnya. Ada tokoh wanita dan prianya terekspos jelas sebagai pusat cerita nanti. Biasanya saya suka milih-milih yang cantik dan tampan versi saya hahaha. Maklumlah romance memang berkaitan dengan imajinasi percintaan ya. Saya kira ini normal untuk kita sesama pembaca. Yang saya suka dari sampul buku ini adalah pakaiannya yang memang sesuai dengan jaman itu, baju hitam berkesan formal untuk the Duke, dan gaun putih manis untuk Daphne. Pakaian yang sopan dan pose yang ga vulgar juga oke banget menurut saya.

 

Tokoh dan Karakter

Simon Arthur Henry Fitzranulph Basset, bujangan yang diperebutkan banyak wanita. Tampan, pintar, dan kaya. Sebaliknya Simon justru berusaha menghindari perjodohan apalagi pernikahan. Sampai kemudian dia bertemu dengan Daphne.

Nurse Hopkins, pengasuh Simon waktu kecil yang membantunya melewati masa-masa sedih dan bangkit dari hinaan ayah kandungnya sendiri.

Lady Whistledown, wanita misterius penulis kolom gosip. Selalu punya informasi berita society terkini.

Violet Bridgerton, ibu yang hangat dan sangat mencintai anak-anaknya. Semangat mencarikan Daphne jodoh agar segera menikah.

Daphne Bridgerton, merasa dirinya tidak cantik dan selalu dianggap sebagai sahabat di mata para pria. Berusahan menghindar dari usaha ibunya untuk menjodohkannya dengan pria manapun.

Anthony Bridgerton, kakak tertua Daphne, sahabat Simon Basset. Anthony sangat marah ketika tau Simon menjalin hubungan dengan adiknya.

Benedict Bridgerton, kakak kedua Daphne. Bersama Anthony dan Colin Bridgerton (kakak ketiga), mereka berduel untuk membayar kehormatan adik mereka yang dirusak oleh Simon.

Nigel, pria yang sangat mencinta Daphne.

Lady Danbury, wanita tua terhormat yang disegani. Di ballroom yang diadakannyalah Simon dan Daphne bertemu untuk pertama kalinya.

 

Saya suka tokoh Daphne di buku ini yang digambarkan ga cantik selangit, tapi menarik, kecantikannya inner beauty, smart, dan berkepribadian. Sementara itu tokoh Simon benar-benar tipikal dambaan wanita *dalam kategori imajinasi, karena tampan, kaya, pintar, bangsawan, daaaann... vulnerable. Cara Julia Quinn membangun tokoh Simon yang seperti inilah yang membuat para wanita menyukai novel The Duke and I *ini menurut saya.

Antagonis di cerita ini cenderungnya bukan tokoh, tapi situasi. 

 

Deskripsi tokohnya jelas, baik fisik maupun karakter. Misalnya Simon Basset yang saya kutipkan di bawah ini salah satunya.

At that exact moment, Simon Basset, the new Duke of Hastings and the erstwhile topic of the Bridgerton ladies' conversation, was sitting at White's. His companion was none other than Anthony Bridgerton, Daphne's eldest brother. The two cut a striking pair, both tall and athletic, with thick dark hair. But where Anthony's eyes were the same deep chocolate brown as his sister's, Simon's were icy blue, with an oddly penetrating gaze.

It was those eyes as much as anything that had earned him his reputation as a man to be reckoned with. When he stared at a person, clear and unwavering, men grew uncomfortable. Women positively shivered.

Page 19

 

Alur dan Latar

Alur cerita romance ini maju dengan POV orang ketiga. Kecepatannya sedang-cepat menilik saya yang tiba-tiba tersadar ternyata sudah sampai di akhir bagian buku waktu itu. Konfliknya menurut saya ringan, tapi berhasil dibangun dengan cara yang emosional alias berdrama.

Simon memiliki traumanya sendiri yang bermula ketika ia masih sangat kecil. Dari trauma ini akan muncul konflik yang menyebabkan Daphne dan Simon bertengkar hebat.

Dag dig dug romance-nya Daphne dan Simon ☺. Rupanya percintaannya memang mendebarkan. Predictable sih polanya, tapi ini hanya gara-gara saya udah cukup banyak baca seri romance klasik Inggris, yang para gadisnya dicarikan dan mencari pasangan lewat acara debutan, pria tampan sukses yang cool banget punya tanah estate dengan masa lalu yang trouble, jatuh dalam pesona si gadis #tsaaahhhh. You are the only one, babe... *auto meleleh.

Endingnya sendiri tentu saja happy dan manis sekali.

 

Latar suasana dan latar lokasi di dalam cerita yang Inggris tempo dulu itu bisa terimajinasi dengan baik. Hal pertama yang saya temukan dan membuat saya teringat dengan novel-novel bergenre sama yang dulu saya pernah baca adalah latar ballroomnya, dimana para debutan gadis gadis perawan cantik menunjukkan diri mereka dan diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya, bersama gadis-gadis lain yang sudah lebih dulu melakukan debut di tahun-tahun sebelumnya. Lalu ada pria pria lajang dari strata tinggi Inggris yang datang, kemudian ada dansa, makan dan minum, serta chit chat juga.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Novel yang satu ini sejujurnya bikin saya penasaran gara-gara masuk list New York Times Bestseller dan dapat peringkat juga di Amazon Charts. Tapi oh tapi, alasan saya begitu penasaran adalah karena katanya novel ini settingnya Inggris jaman dulu. Sempat sih ada masa dimana saya cukup gandrung membaca seri Harlequin dan yang setipe itu. Tapi sudah bertahun-tahun ga baca lagi. Makanya ingin tau juga apa bedanya novel Julia Quinn yang satu ini dengan novel romance segenrenya, sampai-sampai jadi Sunday Times Bestseller dan adaptasi ke Netflix segala.

Nama Julia Quinn sendiri sejujurnya asing buat saya, padahal yang bersangkutan sudah bikin buku seabrek-abrek, ada Bridgerton series, Rokesby series, Bevelstoke, Two Dukes of Wyndham, Splendid Trilogy, Agents of the Crown, dan Lyndon Sisters, yang semuanya buku seri. Wanita lulusan Harvard dan Radcliffe colleges ini jelas bukan penulis karbitan. Bukunya sudah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa. Dia pemenang kategori historical-romance, sebuah genre yang banyak pengikutnya.


Jenis romancenya ga instan, tapi terbangun dengan perlahan dan seksama lewat percakapan, lewat adegan-adegan ringan, emosinya muncul ke permukaan, membawa pembaca pada titik lupa diri dan berasa jadi "Daphne yang ditaksir the Duke". Aahhh cinta.... Andai cinta pertama bisa seperti Daphne dan Simon ya ☺ yang begitu jatuh cinta bisa terus ke pelaminan.

Latar Inggris jaman dulunya dapet, menurut saya. Bonusnya bahasa Inggrisnya ga rumit, berkebalikan dengan setingan ceritanya yang klasik historic itu.



Julia Quinn berhasil memasukkan unsur komedi dalam cerita, dengan kelakukan tiga kakak Daphne yang ganteng, maskulin, protektif tapi tunduk pada ibunda. Di dalam cerita memang diangkat topik keluarga yang kental, bertolakbelakang antara keluarga Daphne yang hangat dengan Simon yang kesepian. Menurut saya dialog-dialognya natural, narasinya mengalir, sehingga kelucuan yang ada bisa tersampaikan dengan pas takarannya.

'We really should,' Benedict added.

'And Macclesfield,' Anthony said.

'Oh, certainly,' Benedict added.

But Simon noticed that no one was leaping into action.

'All talk, aren't you?' Colin chortled.

'I don't see you marching over there to save her,' Anthony shot back.

'Hell no. But I never said we should. You, on the other hand...'

'What the devil is going on?' Simon finally asked.

The three Bridgerton brothers looked at him with identical guilty expressions.

'We should save Daff,' Benedict said.

'We really should,' Anthony added.

'What my brothers are too lily-livered to tell you,' Colin said derisively, 'is that they are terrified of my mother.'

'It's true,' Anthony said with a helpless shrug.

Benedict nodded. 'I freely admit it.'

Simon thought he'd never seen a more ludicrous sight. These were the Bridgerton brothers, after all. tall, handsome, athletic, with every miss in the nation setting her cap after them, and here they were, completely cowed by a mere slip of a woman.

Of course, it was their mother. Simon supposed one had to make allowances for that.

'If I save Daff,' Anthony explained, 'Mother might get me into her clutches, and I'm done for.'

Simon choked on laughter as his mind filled with a vision of Anthony being led around by his mother, moving unmarried lady to unmarried lady.

..

Page 70

 

Tokoh Whistledown ini menarik juga ya. Bikin penasaran siapa sebenarnya yang menulis koran gosip itu.

The mysterious newspaper had arrived on the doorstep of every member of the ton three months earlier. For two weeks it was delivered unbidden every Monday, Wednesday, and Friday. And then, on the third Monday, butlers who normally delivered Whistledown, only to discover that instead of free delivery, they were selling the gossip sheet for the outrageous price of five pennies a paper.

Daphne had to admire the fictitious Lady Whistledown's savvy. By the time she started forcing people to pay for their gossip, all the ton was addicted. Everyone forked over their pennies, and somewhere some meddlesome woman was getting very rich.

Page 16

 

It has been whispered to This Author that Nigel Berbrooke was seen at Moreton's Jewelry Shop purchasing a diamond solitaire ring. Can a new Mrs. Berbrooke be very far behind?

LADY WHISTLEDOWN S SOCIETY PAPERS,

28 APRIL 1813

Page 42

 



Content warning tentu saja ada, berhubung ini adult romance, jadi sexual contentnya juga eksplisit. Pastikan novel ini dibaca sesuai usia.

The Duke and I adalah jenis novel yang memanjakan emosi pembaca karena ringan, bikin senyum dan tertawa, ikut merasakan jatuh cinta, dramanya, serta segala macam debaran yang ada.


 

Pesan cerita novel romance ini menurut saya ada di trust antar pasangan, komunikasi yang baik satu sama lain, dan tentu saja kesetiaan. Dari cerita mungkin bisa juga diambil insight berkaitan dengan periode awal pernikahan yang proses adaptasinya sesuatu banget.

Saya juga menyukai hubungan keluarga Bridgerton yang hangat. Meski ayah sudah meninggal dunia, tapi anak-anak tumbuh berkembang dengan baik, meski Violet single-mom tapi dia bisa mengasuh dan mendidik anaknya dengan baik.

Untuk teman-teman yang sudah sering menyimak genre buku romance berlatar Inggris tempo dulu, ada kemungkinan merasa jenuh dengan novel ini lantaran ceritanya yang klise, jadul, atau predictable itu. 

Tapi buat saya pribadi, buku ini meski klise tapi tetap berhasil membuat saya membacanya sampai akhir dan merasa ikut jatuh cinta dan bahagia.

 

 

Siapa Julia Quinn

Julia Quinn mulai menulis buku pertamanya satu bulan setelah menyelesaikan kuliahnya. dan sejak saat itu ia terus menulis. dia adalah penulis novel roman sejarah pemenang penghargaan, termasuk seri Bridgerton terlaris New York Times yang dimulai dengan The Duke and I. Judul lain dalam seri ini adalah: The Viscount Who Loved Me, An Offer from a Gentleman, Romancing Mr Bridgerton , To Sir Phillip, With Love,  When He Was Wicked, It s in His Kiss dan On the Way to the Wedding. Quinn lulusan perguruan tinggi Harvard dan Radcliffe.

Sumber buku The Duke and I

Julia Quinn adalah salah satu dari hanya enam belas anggota Romance Writers of America's Hall of Fame, buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam 29 bahasa, dan saat ini dia tinggal bersama keluarganya di Pacific Northwest.

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang mencari atau menyukai buku genre romance terutama yang berlatar Inggris klasik dengan tokoh Duke dan gadis debutan yang berdansa di ballroom pertama kali berkenalan. Romancenya manis, bikin ketawa, unsur komedinya berhasil, ringan dibaca, dan ada pula sisi keluarga yang dimunculkan dalam cerita. Ini tentang trauma masa lalu yang kemudian menjadi konflik batin saat menjalin hubungan cinta, juga tentang saling mempercayai antar pasangan, tentang komunikasi dan memberi waktu beradaptasi. Endingnya tertutup, manis, dan bahagia. 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Midnight Library - Matt …

19-08-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #5 Amazon Charts this week A New York Times Best Seller Winner of the Goodreads Choice Award for Fiction A Good Morning America Book Club Pick!   Judul : The Midnight Library Penulis : Matt Haig Jenis Buku : Literary Fiction...

Read more

Review Buku The Guest List - Lucy Foley

08-08-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Editor's Pick Best Mystery, Thriller & Suspense A Reese's Book Club Pick The New York Times Bestseller One of The New York Times Thrillers of 2020   Judul : The Guest List Penulis : Lucy Foley Jenis...

Read more

Review Buku The Meaning of Mariah Carey …

18-07-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

#1 Best Seller in Populer Music. Amazon   The Instant #1 New York Times Bestseller   Judul : The Meaning of Mariah Carey Penulis : Mariah Carey with Michaela Angela Davis Jenis Buku : Pop Artist Biographies, R&B & Soul...

Read more

Review Buku Before the Coffee Gets Cold …

13-06-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  *OVER ONE MILLION COPIES SOLD**NOW AN INTERNATIONAL BESTSELLER* Japanese Bestseller   Judul : Before the Coffee Gets Cold Penulis : Toshikazu Kawaguchi Jenis Buku : Magical Realism; Literary Fiction; Romantic Fantasy;  Penerbit : Pan Macmillan Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more