Review Buku Sketsa dan Sesal

Published: Wednesday, 06 October 2021 Written by Dipidiff

 

 

Judul : Sketsa dan Sesal / Sketches and Regrets

Penulis : Airin Efferin

Editor : Setiadi Sopandi

Ilustrasi : Oky Kusprianto

Alih Bahasa : Juhendy Setiawan Wu

Fotografi : Christian Nathanael Wijaya

Jenis Buku : Non Fiksi / Popular Architectur

Penerbit : RAW Press

Disain Grafis : OMAH Library

Tahun Terbit : 2020

Jumlah Halaman : 162 halaman

Harga : Rp. 100.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9786025615979

Paperback

Dwi Bahasa

* Sketches and Regrets is published in accordance to exhibition "Sketches and Regrets" at Villa Gupondoro, Lembang

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Susunan sketsa menunjukkan tahapan dalam penciptaan suatu karya dan transformasinya. Dilengkapi dengan esai-esai Airin yang sekaligus menuangkan kenangan akan bagian dari perjalanan kehidupan sebagai seorang istri, musisi, dan penghuni Gupondoro dalam kurun waktu 2017- 2019. Buku ini menunjukkan jejak pemikiran arsitek ada di dalam kehidupan orang-orang di sekitarnya. Jejak itu berupa inovasi-inovasi, keterbatasan waktu di dalam ekspektasi publik terhadap figur arsitek, yang di buku ini dijabarkan dalam bab antara lain: Dusun Bambu, Seximo, Animal Kingdom, Gupondoro, America, Undangan Pernikahan, dan Warung Pengepul Kayu.

 

Yuk kita intip daftar isinya:

Sketches   

*Regrets

Oky Kusprianto                                                                    

*Airin Efferin 

Seximo/L'Societe/Circle K

Dusun Bambu

*Dusun Bambu

Animal Kingdom

Grand Travello

Gupondoro

*Gupondoro

*Piano

Undangan Pernikahan

*America

*Gupondoro 2

Halte Bandung

Sunday Coffee

Mall, Cinere

Bandung Philharmonic

Concert Hall

*Bandung Philharmonic

EST Fashion Gallery

Summarecon Marketing Hall

Babakan Siliwangi Forest Walk

*Babakan Siliwangi Forest Walk

Oesosole

Sawai

Office-Cafe

*Office-Cafe

*Freude, Freude

Portable Concert Hall, Flame of Joy

Warung Pengepul Kayu

*Warung Pengepul Kayu

 

Buat yang bingung dengan daftar isi yang seolah tumpah tindih di atas bolehlah merenung sejenak bahwa buku ini bagaikan dicipta oleh dua orang yang saling bersahut-sahutan, yang satu lewat sketsanya, satu lagi lewat esainya. Maka yang tanpa tanda bintang merupakan daftar sketsa almarhum Oky, dan yang ditandai bintang adalah deretan esai milik Airin.

Masih bingung juga? Sudah, beli saja bukunya dan baca sendiri yes ^^

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Sungguh disain yang simple sederhana, yang mengutip selorohan mas Satria dari Omah Library - Raw Press "bukunya bahkan disangka salah cetak atau buku bekas oleh pembeli", lantaran kepolosan disainnya. Padahal disain ini memang ditentukan sedemikian rupa mengikuti konsepnya yang menyerupai buku sketsa itu, karena hakikatnya Sketsa dan Sesal memang buku yang diperuntukkan, sebuah tribute, untuk almarhum Oky, sebuah buku yang berangkat dari satu event eksibisi di Gupondoro. Andai saja kalian tau, buku ini punya nilai romantis yang ga kalah dari novel novel percintaan yang bahkan paling mengharukan yang pernah saya baca.

Di halaman akhir buku ini akan ada satu jepretan buku sketsa terakhir milik Oky Kusprianto yang mirip dengan gaya sampul depan buku Sketsa dan Sesal. Hanya saya tidak tau warnanya apakah sama, lantaran halamannya sengaja tidak dicetak warna (mengikuti konsep sketsa), dan sengaja saya tidak tanya ke Airin karena untuk beberapa hal menduga-duga lalu mengimajinasikan jawabannya kadang lebih mengena buat saya. Biarkan buku ini makin romantis dalam benak saya sejalan mata saya membaca tulisan di bawah gambar buku sketsa itu,

"Buku sketsa terakhir Oky Kusprianto, hadiah ulang tahun ke-41 dari Airin Efferin."

 

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Sketsa dan Sesal dibuka oleh sebuah prakata dari Setiadi Sopandi. Cek di google, beliau adalah arsitek profesional, pengajar dan sejarahwan arsitektur. Ia lahir, dibesarkan, berdomisili, dan berpraktek arsitektur di Bogor namun kerap beraktifitas mengajar di Universitas Pelita Harapan, Karawaci. Setiadi Sopandi adalah editor untuk Sketsa dan Sesal.

Sampai di sini, kesan yang saya dapatkan adalah buku ini mendapatkan penanganan yang maksimal dari seorang yang memang punya kompetensi di bidangnya. Ini buku sketsa arsitektur yang bernarasi, dan buku ini 'diurus' oleh seorang sejarahwan arsitektur yang juga arsitek profesional. Tepat sekali kiranya.

Dan bahwa Setiadi Sopandi adalah suami kedua Airin Efferin sepeninggal almarhum Oky, itu bahkan memberikan kesan yang lebih dalam lagi bahwa betapa bisa sangat personalnya sebuah buku itu tercipta.

Saya mendapati tulisan prakata beliau di luar ekspektasi saya baik dalam pilihan diksi maupun pendekatan pemaparan. Saya pikir arsitek itu kaku dan teknis, hingga tulisannya mestinya baku, dan bergaya informatif bahkan ilmiah. Tapi yang saya temui justru kebalikannya, sebuah narasi bercerita dengan sentuhan sisi emosi yang apa adanya.

Selamat datang di Gupondoro; tempat tinggal pasangan Oky Kusprianto & Airin Efferin pada kurun waktu 2017-2019, yang juga telah menjadi kediaman Oky dan markas studio APTA sejak 2013. Tempat ini senantiasa menjadi saksi berbagai peristiwa dan kreasi seni yang berpusat di Oky, dengan karya arsitekturnya, dan juga Airin, dengan kegiatan bermusiknya. Berpacu dengan kecepatan penuh, keduanya terisolasi pada profesinya masing-masing dan bertemu di beberapa kesempatan berharga.

Namun hingga suatu hari yang naas, 16 Juni 2019, tempat ini tidak lagi sama seperti dulu. Setelah kehilangan detak nadi, pompa jantung, dan darahnya, Gupondoro kini berubah. Meskipun kadang kedatangan tamu-tamu yang menginap satu-dua malam untuk rekreasi, pada hari-hari lain tempat ini tidak ada kegiatan yang berarti. Gupondoro setahun terakhir adalah kerangka baja yang keren tapi dingin sepi di bawah terik panas matahari maupun di malam-malam yang berangin.

Tapi di luar bisunya piano, kaca nako, dan jala baja balkon rumah ini, banyak kenangan yang tersebar baik di sudut-sudut rumah ini maupun di berbagai sudut ingatan dan catatan orang-orang yang lalu lalang di sini. Ada sisa-sisa peristiwa yang bertunas, yang berkesempatan untuk memberikan nafas baru bagi tempat ini.

Kami mengais jejak-jejak yang tercecer dalam wujud sketsa-sketsa Oky -- yang digoreskan di buku maupun iPad miliknya - untuk menilik intensitasnya berkarya; konsentrasinya dalam menerjemahkan kebutuhan klien-kliennya, kejeliannya membaca hal-hal yang tersirat, persepsinya yang luas terhadap konteks lingkungan alam dan juga sosial masyarakat tempat proyeknya berada, ketekunannya mengupas hal-hal yang seakan remeh tapi penting, dan juga penerawangannya yang tekun terhadap bagaimana seluruh komponen karya arsitektur - lahan, material, dan tenaga manusia -- dirajut berdiri indah dan berarti.

Sketsa-sketsa ini yang kadang bisu, seringkali tampak bagai corat-coret tak bermakna dan tak berguna bagi orang lain. Mereka juga kadang begitu dingin teknis, instruktif bagaikan resep dokter kepada apoteker demi kepentingan pasien. Banyak lembar-lembar kertas dihabiskan mengores ulang fasad bangunan yang sama dengan perubahan tipis-tipis, menyiratkan kesabaran dan ketekunan sang arsitek menghendaki kesempurnaan. Banyak juga coretan yang seakan seperti ungkapan frustasi mati gaya. Beberapa kelihatan seperti solusi cepat jitu bagi masalah yang dihadapi rekan kerjanya, rekan kontraktornya, dan klien-kliennya. Namun dalam setiap jengkal goresan penanya yang tegas, kita bisa merasakan betapa kuat setiap garis terarah demi menyelesaikan soal-soal yang sudah ditimbang jauh-jauh hari. Goresan-goresan itu kadang menemani Oky dalam pencarian solusi, kadang juga merupakan ilustrasi bagi orang lain atas sebuah gagasan yang sudah nyata di benaknya sendiri.

Ingatan Airin yang masih hangat akan irisan babak kehidupannya yang relatif singkat dengan Oky dituangkan dalam bentuk esai-esai pendek mendampingi sketsa-sketsa arsitektural yang berjajar teratur. Tulisan-tulisan tersebut menyiratkan jeda, jarak, dan sesal Airin atas sempitnya kesempatan mereka bersama merasakan karya-karya arsitektur Oky - karya-karya arsitektur yang dihasilkan dari sekian banyak garis, lembar kertas, dan waktu. Sketsa dan sesal inilah dua dari sekian banyak tunas yang kami harapkan dapat mengisi kembali ruang-ruang Gupondoro, yang memberinya kehidupan yang baru.

 

Seximo/ L'Societe/Circle K

Sekarang mari kita masuk ke isi bukunya, yang di bagian pertama memberikan kita satu pemandangan sketsa sebuah bangunan bernama Seximo.

Gambar: Seximo/ L'Societe/Circle K

Dago, Bandung

 

Saya yakin buat pembaca yang paham bidang ini, pasti akan bisa menikmati sketsa-sketsa seperti di atas, sebuah goresan ide yang pastinya punya makna di mata sesama arsitek, atau orang-orang teknik, persis seperti yang disampaikan Setiadi Sopiandi dalam prakata, "seringkali tampak bagai corat-coret tak bermakna dan tak berguna bagi orang lain" itu sebenarnya punya cerita dan arti tersendiri, yang mengisyaratkan kegigihan dalam menghasilkan karya, sebuah inspirasi, tahapan projek, atau ide-ide.

Maka saya yang awam ini berhenti sejenak memandangi sketsa ini, dan dalam upaya saya untuk melihatnya dari perspektif yang lain, saya dibantu kembali oleh mesin pencari google.

Mari scan barcode di bagian atas kiri gambar, barcode ini akan terus ada di sebagian besar isi buku. Lalu saya menuliskan kata kunci Seximo juga untuk mendapatkan gambaran real bangunannya. Fyi, meski warga ber-ktp Bandung, saya belum pernah ke Seximo. Dan gara-gara buku ini saya justru jadi ingin ke sana :D. Apalagi petanya sekarang sudah tersedia.

 

Kanan: Foto bangunan *foursquare

Kiri: hasil pindai barcode menuju halaman map

 

Barangkali penafsiran kami orang awam sangat terbatas pada kekaguman transformasi gambar tangan menjadi sebuah bangunan berwujud, minus penafsiran sketsanya dari kacamata ilmu arsitektur. Tapi di mata kami orang awam ini amazing sekali, karena saya yakin itu semua melibatkan effort yang besar. Artinya, Sketsa dan Sesal di halaman sketsa arsitekturnya bisa dinikmati oleh semua pembaca, termasuk mereka yang tidak punya latar belakang bidang arsitektur sekalipun. Buat saya pribadi, buku ini juga memberikan kesempatan untuk tau sekilas seperti apa pengerjaan di belakang layar sebuah lokasi/bangunan yang dikerjakan oleh seorang arsitek (selama ini saya kan hanya menikmati hasil akhir berupa gedung atau bangunan lainnya). Ide barcode juga sangat cermat, memberikan nilai tambah bagi konten bukunya.

Menyimak informasi-informasi seputar Seximo juga memberikan semacam perasaan 'nano-nano' karena bangunan ini pernah kontroversial dianggap menyerupai satu bangunan di luar negeri sana. Logikanya, tentu ada penjelasan yang masuk akal terkait inspirasi dan proses kreatif penciptaan bangunan Seximo dari arsiteknya. Komentar-komentar di internet kadang terlalu menyudutkan tanpa mempertimbangkan bahkan tanpa menampilkan opini pihak-pihak yang terkait. Sayang sekali di halaman sketsa Seximo di buku ini tidak ada informasi sedikitpun.

 

Dusun Bambu 2013 Lembang, Bandung on-going

Sketsa berikutnya, Dusun Bambu, saya rasa penting untuk dibincangkan karena di sketsa inilah esai Airin untuk pertama kalinya mendampingi sketsa almarhum Oky, yang juga menandai sebuah kisah Airin dan Oky ketika pertama kali bertemu.

Sketsa Dusun Bambu saya tampilkan sebagian besar gambar-gambarnya untuk memberikan gambaran buat teman-teman pembaca seperti apa isi buku ini selanjutnya hingga akhir.

Berikut sebagian besar gambar-gambar yang ada di bagian Dusun Bambu ini.

Gambar: sketsa dan foto

 

Dusun Bambu merupakan salah satu bagian yang paling 'enak dinikmati' lantaran informasinya yang mencukupi. Di sini ada dua barcode yang tercantum, satu barcode map, dan satu lagi barcode menuju website Dusun Bambu. Selain itu, ada keterangan yang mencukupi perihal projek ini yang menjelaskan hal-ikhwal kaitan Oky dengan pengerjaan Dusun Bambu. Saya kutipkan sedikit bagian tersebut di bawah ini.

Proyek ini merupakan deretan terakhir yang Oky dan Studio APTA kerjakan untuk Ronny Lukito, pengusaha yang juga merupakan klien mereka yang paling setia. Portfolio Studio APTA banyak diwarnai oleh proyek-proyek  komersil yang ditugaskan oleh Ronny Lukito, seperti misalnya outlet-outlet Eiger, Export, Origin, Est, dan sebagainya. Dusun Bambu direncanakan sebagai sebuah kawasan wisata alam yang berpadu dengan konservasi bambu dan dikemas dalam suasana budaya Sunda. Proyek ini terpusatkan pada bangunan restoran dan bangunan perbelanjaan (pasar) yang didampingi oleh sebuah danau buatan yang dikelilingi naungan-naungan berbentuk leuit (lumbung padi khas Jawa Barat), serta dikelilingi beberapa klaster penginapan dan taman-taman aktifitas pengunjung. Oky merancang berbagai rencana tapak, perletakan, bentuk dan ekspresi massa bangunan, ...

 

Saya sudah beberapa kali ke Dusun Bambu. Menyimak bagian yang satu ini membawa saya kepada satu nostalgia momen menyenangkan bermain panahan bersama teman-teman. Dengan ngototnya saya berusaha memindai lokasi panahan ini pada sketsa, namun gagal :D. Pastinya lokasi ini hanya sebagian kecil saja dari total rancangan yang ada.

Oh ya sebelum lupa, saya sebutkan ulang bahwa buku ini ditulis dalam dua bahasa, Inggris dan bahasa Indonesia. Saya secara pribadi, suka lay out-nya, yang memudahkan pembaca untuk membandingkan dan atau memilih hendak menyimak dalam bahasa yang mana.

Gambar: kanan bahasa Inggris, kiri bahasa Indonesia

 

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, di bagian Dusun Bambu ada esai yang ditulis oleh Airin untuk pertama kalinya di buku ini. Saya merasakan gaya menulis Airin yang santai, berusaha menceritakan kisah hidupnya bersama Oky sejak awal mula hingga akhir, yang meski berat tapi juga manis. Tentu saja ini berat, karena perpisahan dengan pasangan yang dicintai sedemikian cepatnya tidak pernah menjadi episode yang mudah dan diinginkan oleh semua orang. Menulis merupakan bagian dari proses healing menurut Airin, yang juga berarti menunaikan kegelisahan yang terus membayanginya sepeninggal Oky Kusprianto. "Mau diapakan sketsa sketsa Oky ini sepeninggal si empunya", begitu kira-kira, tak sampai hati membuang jerih payah dan kenangan begitu saja. *yes ini deduksi saya, tapi kemungkinan besar benar.

Di esai Dusun Bambu, terdapat kisah awal mula Oky dan Airin bertemu. Saya tak akan spoiler, tapi saya kasih teaser bahwa ini kisah yang pada umumnya terjadi, namun karena gaya berceritanya yang singkat dengan diksi yang tepat, justru jadi mengena.

 

Setelah Dusun Bambu, berikutnya ada sketsa Animal Kingdom 2016 di Lembang dengan status Unbuilt, lalu Grand Travello 2016-2019 Bekasi dengan status on-going/pending. Tidak ada barcorde di sini, saya duga menandakan status projeknya yang unbuilt atau on-going/pending itu. Ada perasaan memahami yang saya rasakan perlahan, betapa membukukan sketsa Oky dirasa perlu, dan mengapa ada rasa sayang untuk tidak membagi goresan-goresan ide Oky ini ke publik apalagi membuangnya.

 

Gupondoro 2012-2013 Lembang, Bandung

Sedikit saya ceritakan bagian ini karena berkesan buat saya sebagai pembaca. Di bagian ini, seperti Dusun Bambu, ada esai Airin yang mendampingi foto-foto hitam putih Gupondoro. Entah kenapa tidak ada sketsa goresan tangan Oky. Sebagai gantinya ada informasi berbentuk cerita singkat bagaimana Gupondoro bisa tercipta dan gambar-gambar projek. Dua nama disebutkan di sini yakni Erwinthon Napitupulu, Romo Mangun. Siapakah mereka dan apa hubungannya dengan Gupondoro, bisa teman-teman cari tau dengan membaca bukunya. Sedang untuk karya fotografinya, saya suka jepretan Christian Nathanael, yang walau dicetak hitam putih di buku ini, namun tidak kehilangan kesan sudut pengambilan fotonya yang bagus dan artistik estetik bangunannya yang tertangkap unik indah di mata saya yang hanya orang awam ini.

Gambar: Villa Gupondoro

 

Esai Airin di bagian Gupondoro menggambarkan sebuah memori yang tertangkap oleh saya sebagai suatu kenangan yang manis, romantis, bikin ketawa, tapi juga mengungkap satu emosi rasa rindu, sepi, sedih, amarah, dan kehilangan. Kelak setelah berbincang dengan Airin saya menangkap satu rasa lagi yang paling besar, yaitu sesal, yang juga menjadi kata dalam kalimat judul buku ini. Penyesalan seorang Airin, sebagai istri yang ketika Oky masih hidup belum berkesempatan untuk mendatangi berbagai lokasi yang didisain oleh sang mendiang. Baca buku ini dan resapilah kalimat demi kalimat yang ditulis oleh Airin.

Villa Gupondoro saat ini sudah masuk list AirBnB, sebuah vacation rentals and homes company berskala internasional, dan di tiap weekend Villa Gupondoro ramai menerima tamu dari berbagai lokasi. Villa Gupondoro juga bisa disewa di weekday tentunya. Ratingnya di angka 4.75.

------------

*10 guests, · 1 bedroom, · 3 beds, · 1 bath

About this space

Gupondoro is an artist residence designed by the late architect Oky Kusprianto. Guests will experience the hills, lovely weather, and night city view of Bandung that is famous. Small groups can enjoy intimacy with nature and each other. If you are an artist looking for an inspiring space to create, then Gupondoro is especially for you.

The space

With 2 floors for living area and a loft, this tropical mountain home also serves as a house museum and exhibition space. If you like music : we have a lovely piano where you can explore your talents. We also have a barbeque grill for dinner and gathering-on a spacious deck overseeing Bandung city.
The mulberry farm in the back is acessible for you to experience gardening : from picking herbal mulberry tea leaves, delicious berries, even weeding and pruning. If you want to make the earth a better place, you can separate your organic waste which will go into biopore holes in the front lawn.

Guest access

All of the space, excluding the basement that has a separate entry from the main building and is not accessible from the main building.

Other things to note

The space has stairs that may be a consideration for those bringing small children.
 
Sumber: airbnb. com
------------

 

Ada pula karya-karya Oky yang bukan berbentuk lokasi bangunan, misalnya disain undangan pernikahan Oky dan Airin yang unik itu (undangan yang arsitektur-musik banget). Cerita waktu mereka ke Amerika, dan peran Oky di Bandung Philharmonic.

Jangan lewatkan pula Babakan Siliwangi yang terkenal menjadi lokasi foto-foto instagramable di Bandung, karena orang di balik perancangnya adalah Oky Kusprianto. Kini tiap kali ke BakSil dijamin saya akan ingat fakta ini. Begitulah hakikatnya manusia, yang ketika ia sudah tiada, karyanya akan terus dikenang, dibicarakan, dan meski tidak ada yang benar-benar abadi di dunia ini, juga akan selalu ada pihak-pihak utama yang bekerja mewujudkan dari balik layar seperti Oky yang arsitek, tetap saja berhasil meninggalkan jejak karya itu luar biasa. Mempublikasikan sketsa-sketsa Oky yang dilengkapi esai Airin, menurut saya, menjawab tujuan diterbitkannya buku, yakni merekam, mengenang, dan mengenalkan siapa Oky Kusprianto berikut karya-karyanya.

 

Selebihnya saya kira teman-teman bisa mencari tau sendiri lebih lanjut detail isinya, tentu saja dengan membaca bukunya langsung. Masih ada sketsa halte bis, Summarecon Marketing Hall, Oesosole, Office-Cafe di Lembang, Portable Concert Hall Bandung Philharmonic, dan lain-lain yang sengaja tidak saya bahas di tulisan ini. *Silakan cek ulang daftar isi yang saya tuliskan di atas.

 

"Sketsa dan Sesal adalah sebuah buku arsitektur yang personal, yang menyentuh perasaan", demikian menurut Satria A. Permana, dan saya setuju seratus persen dengan pendapat ini. Sketsa dan Sesal punya konsep yang unik, yang baru pertama kali saya temukan hingga secara total memberikan saya pengalaman membaca yang sama sekali baru dan berkesan.

 

Siapa Oky Kusprianto

Oky Kusprianto (1977-2019) adalah arsitek dan prinsipal biro Studio APTA yang berbasis di Bandung. Ia mendapatkan pendidikan arsitekturnya di Jurusan Arsitektur, Universitas Katolik Parahyangan pada kurun waktu 1995-2000. Oky memulai karirnya sebagai arsitek dengan di Wastu Cipta Parama (2000-2004) dan mendirikan bironya sendiri sejak tahun 2004. Sejak awal karir hingga 2005. Oky giat mengikuti berbagai kompetisi arsitektur dan memenangkan berbagai perhargaan, diantaranya adalah juara pertama sayembara arsitektur Gereja Santa Maria di Kota Wisata, Cibubur (2000), juara pertama sayembara arsitektur fasilitas Busway Jakarta dan Jembatan Penyeberangan (2002), juara ketiga sayembara Museum Wayang Jakarta (2004), dan juara pertama Unicef Store Design Competition (2005). Warna praktek dan ragam aktivitasnya sangat dipengaruhi oleh pengalamannya berorganisasi, yang diawali dengan komunitas Arsitek Hijau di Universitas Katolik Parahyangan. Pada tahun 2006 ia mendirikan Studio Habitat dan menjabat sebagai Board di Habitat for Humanity (hingga 2009) melaksanakan berbagai kegiatan pro-bono merancang dan membangun hunian dan fasilitas bagi berbagai komunitas kurang mampu. Oky Kusprianto bersama Studio APTA merupakan salah satu praktek arsitektur yang paling produktif dan paling menarik perhatian karena keberanian dan konsisten ekspresi arsitekturalnya, terutama melalui permainan material dan konstruktif yang inovatif.

Siapa Airin Efferin

Airin Efferin (1987) adalah direktur eksekutif dan salah satu pendiri Bandung Philharmonic, orkestra musik klasik profesional satu-satunya di Bandung. Ia mendapatkan pendidikan sarjana musik dari Calvin College, Grand Rapids, Michigan (2005-2009) dan pendidikan master musik dari Southwestern Baptist Theological Seminary School of Church Music, Texas (2009-2011), Amerika Serikat. Sebagai pianis, Airin bermain solo dan tergabung bersama grup Cascade Trio pada kurun waktu 2012-2019.

Airin adalah pewaris dan pengurus Villa Gupondoro.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada semua pembaca, kepada mereka yang bergerak di bidang arsitektur, mereka yang menyukai karya dengan esai-esai pendek, mereka yang mencari sebuah buku yang unik, sebuah buku tribute yang punya makna dan sentuhan emosi, buku tentang kehidupan berikut warna-warninya, dan tentunya untuk mereka yang mengenal, mengenang, dan yang ingin mengetahui siapa Oky Kusprianto, arsitek berbakat yang cinta sama istri dan rela membongkar bagian rumah demi piano, juga mengalah menggunakan headphone saat merancang agar sang istri bisa berlatih musik dengan leluasa.

 

 

-------------------------------------------------------------------------

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi adalah seorang pembaca buku sejak usia 5 tahun. Ia membaca buku-buku fiksi maupun non fiksi. Dipi host di dua program di nbsradio.id (radio di Bandung yang beraliansi resmi dengan VOA). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks. Dipi menulis di blognya dipidiff.com , dan tulisan-tulisan review bukunya menjadi entry di halaman pertama mesin pencari Google. Saat ini dipi adalah ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi bisa dijumpai juga di instagram @dipidiffofficial. Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan lembaga pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereview buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Universitas Negeri Semarang, LP3i, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, English Star Bandung, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan masih banyak lagi. Passionnya yang lain terkait dengan pendidikan dan kue-kue. Dia mengembangkan bisnis kecilnya, bernama Dipidiff Snack Book - Dipidiff Official Store, sambil tetap sibuk menjadi ibu satu anak dan meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa muda di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. Dipi pensiun dari bekerja di universitas dan menikmati waktunya di lembaga pelatihan. Dipidiff adalah Personal Brand-nya. 

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku Noise - Daniel Kahneman, Oli…

30-11-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  From the Nobel Prize-winning author of Thinking, Fast and Slow and the coauthor of Nudge, a revolutionary exploration of why people make bad judgments and how to make better ones--"a...

Read more

Review Buku People We Meet in Vacation -…

29-11-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  The #1 New York Times Bestseller A Tonight Show Starring Jimmy Fallon Summer Reads Nominee From the New York Times bestselling author of Beach Read   Judul : People We Meet on Vacation Penulis : Emily Henry Jenis...

Read more

Review Buku The Whole-Brain Child - Dani…

21-11-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 Best Seller in Popular Child Psychology New York Times Bestseller   Judul : The Whole-Brain Child: 12 Revolutionary Strategies to Nurture Your Child's Developing Mind   Penulis : Daniel J. Siegel & Tina Payne...

Read more

Review Buku The Whole Truth - Cara Hunte…

16-11-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

    The New 'impossible to predict' Detective Thriller from the Richard and Judy Book Club Spring 2021 (DI Fawley) The New Up-All-Night Thriller from the Sunday Times Bestseller Cara Hunter, Perfect for...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more