Review Buku Noise - Daniel Kahneman, Olivier Sibony, Cass R. Sunstein

Published: Tuesday, 30 November 2021 Written by Dipidiff

 

From the Nobel Prize-winning author of Thinking, Fast and Slow and the coauthor of Nudge, a revolutionary exploration of why people make bad judgments and how to make better ones--"a tour de force” (New York Times)

 

Judul : Noise: A Flaw in Human Judgement

Penulis : Daniel Kahneman, Olivier Sibony, Cass R. Sunstein

Jenis Buku : Non-fiction

Penerbit : HarperCollins Publishers

Tahun Terbit : 2021

Jumlah Halaman : 464 halaman

Dimensi Buku :  23,10 x 15,20 x 3,50 cm

Harga : Rp. 289.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780008309008

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Bayangkan dua dokter di kota yang sama memberikan diagnosis yang berbeda kepada pasien yang sama—atau dua hakim di gedung pengadilan yang sama memberikan hukuman yang sangat berbeda kepada orang yang melakukan kejahatan yang sama. Bayangkan pewawancara yang berbeda di perusahaan yang sama membuat keputusan yang berbeda tentang pelamar kerja yang sama atau ketika sebuah perusahaan menangani keluhan pelanggan, penyelesaiannya bergantung pada siapa yang kebetulan menjawab telepon. Sekarang bayangkan bahwa dokter yang sama, hakim yang sama, pewawancara yang sama, atau agen layanan pelanggan yang sama membuat keputusan yang berbeda tergantung pada apakah itu pagi atau sore, atau Senin daripada Rabu. Ini adalah contoh Noise: variabilitas dalam penilaian yang harusnya identik.

Dalam Noise, Daniel Kahneman, Olivier Sibony, dan Cass R. Sunstein menunjukkan efek merugikan dari Noise di banyak bidang, termasuk kedokteran, hukum, prediksi ekonomi, ilmu forensik, asuransi, perlindungan anak, strategi, tinjauan kinerja, dan pemilihan personel. Di mana ada penghakiman, di situ ada noise. Namun, sebagian besar waktu, individu dan organisasi sama-sama tidak menyadarinya. Mereka mengabaikan noise. Dengan beberapa solusi sederhana, orang dapat mengurangi noise dan bias, sehingga membuat keputusan yang jauh lebih baik.

Dikemas dengan ide-ide orisinal, dan menawarkan jenis wawasan berbasis penelitian yang sama yang membuat Thinking, Fast and Slow, dan Nudge menjadi buku terlaris New York Times, Noise menjelaskan bagaimana dan mengapa manusia sangat rentan terhadap noise dalam penilaian—dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.

*Source: amazon.com

 

Yuk kita intip daftar isinya

Introduction: Two Kinds of Error

Part I: Finding Noise

  1. Crime and Noisy Punishment
  2. A Noisy System
  3. Singular Decisions

Part II: Your Mind Is a Measuring Instrument

  1. Matters of Judgment
  2. Measuring Error
  3. The Analysis of Noise
  4. Occasion Noise
  5. How Groups Amplify Noise

Part III: Noise in Predictive Judgments

  1. Judgments and Models
  2. Noiseless Rules
  3. Objective Ignorance
  4. The Valley of the Normal

PART IV: How Noise Happens

  1. Heuristics, Biases, and Noise
  2. The Matching Operation
  3. Scales
  4. Patterns
  5. The Sources of Noise

PART V: Improving Judgments

  1. Better Judges for Better Judgments
  2. Debiasing and Decision Hygiene
  3. Sequencing Information in Forensic Science
  4. Selection and Aggregation in Forecasting
  5. Guidelines in Medicine
  6. Defining the Scale in Performance Ratings
  7. Structure in Hiring
  8. The Mediating Assessments Protocol

PART VI: Optimal Noise

  1. The Costs of Noise Reduction
  2. Dignity
  3. Rules or Standards?

Review and Conclusion: Taking Noise Seriously

Epilogue: A Less Noisy World

Appendix A: How to Conduct a Noise Audit

Appendix B: A Checklist for a Decision Observer

Appendix C: Correcting Predictions

Acknowledgments

Notes

Index

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Buku berdisain cover hitam putih yang tebal sekali, cukup menciutkan nyali :D. Tapi judulnya menarik sih, apalagi begitu tau siapa para penulisnya. Sejauh ini semua buku Noise tidak ada pilihan disain cover. This is the only one.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Kadang kita paham isi bukunya tentang apa, tapi untuk menyampaikannya kembali, belum tentu kita bisa.

Pernah merasa begitu? J

Well yah, itu terjadi pada saya waktu ngebaca buku ini. Noise adalah sebuah karya yang ditulis oleh scholar writers. Penulisnya bukan hanya satu profesor, tapi tiga sekaligus. Daniel Kahneman penerima Nobel Prize tahun 2002, Olivier Sibony seorang profesor bidang kebijakan strategi dan bisnis, Case R. Susteins profesor di Harvard. Buat yang sudah baca buku bestseller Thinking, Fast, and Slow, dan Nudge, nama-nama barusan tentu ga asing lagi.

 

Di buku ini, para penulis ingin menunjukkan bagaimana Noise menghasilkan eror dalam banyak bidang, mulai dari dunia hukum hingga kesehatan, prediksi ekonomi hingga sains forensik. Eror yang terjadi membawa dampak kerugian yang besar, dan bahkan fatal. Bayangkan jika eror itu terjadi di prediksi bisnis raksasa, atau terjadi di pengambilan keputusan berskala internasional. Bayangkan kita menerima diagnosis dokter yang berbeda-beda, atau terdakwa satu dengan yang lainnya menerima jenis hukuman yang jauh berbeda meski kasusnya sama.

Dalam suatu wawancara penulis menjelaskan beda bias dan noise dalam contoh kasus yang sangat sederhana. Bias keputusan disebabkan karena satu hal yang sangat jelas, misal seorang wanita tidak diterima kerja karena gendernya wanita, itu bias. Alasannya diketahui dengan jelas. Tapi noise berbeda, karena tersembunyi, tidak mudah dikenali. Seorang pewawancara memberikan nilai rendah pada calon pekerja karena kebetulan saat mewawancarai dia dalam keadaan lapar, atau moodnya sedang jelek, akhirnya mempengaruhi penilaiannya, itulah noise.

We all make bad judgments more than we think. Maka fokus buku ini salah satunya adalah menawarkan sebuah solusi bagaimana kita bisa membuat penilaian yang lebih akurat dengan meminimalkan noise. Interesting and thought provoking.

 

Mari kita mulai review buku yang mirip-mirip tesis ini, semoga saya bisa menyampaikan beberapa intinya dengan baik dan tidak terbata-bata.

Untuk memahami apa itu Noise dan apa bedanya dengan bias, maka bayangkan orang-orang yang sedang bermain shooting arcade. Idealnya, hasil tembakan mereka berada di daerah bulatan target, tapi dunia itu tidak ideal kan ya, maka hasil tembakan yang terjadi mungkin B, atau C, atau D. Kondisi B disebut bias dimana hasil tembakan secara sistematis meleset. Kondisi C disebut Noise dimana tembakan random tak berpola, berantakan. Kondisi D disebut bias dan noise, dimana tembakan secara sistematis meleset dari sasaran dan berantakan.

Picture: Ilustrasi Shooting Arcade - Bias dan Noise

 

Sekarang mari mencerna analoginya, bayangkan target adalah hasil penilaian yang dibuat di kehidupan ini, entah itu audit perusahaan, keputusan para hakim terhadap terdakwa, diagnosa dokter, prediksi ekonomi dari pada ahli, dsb. Dari sini barangkali mulai paham betapa merugikannya jika bias dan noise ini dibiarkan terjadi begitu saja. Coba pikirkan tentang pandemi covid ini, jika orang-orang memprediksi dan mengambil keputusan terkait persoalan pandemi dengan tingkat keakuratan seperti kondisi B, C, dan D. Renungkan kebingungan kita, orang awam, menerima informasi-prediksi begitu banyak yang 'inti pesannya' berbeda-beda.

 

Buku Noise terdiri dari 6 bagian. Bagian 1 mengeksplorasi perbedaan noise dengan bias. Di sini dibahas noise yang terjadi di sektor swasta maupun pemerintah. Kasus yang diangkat misalnya criminal sentencing, insurance, dan audit.

Bagian 2 berisi investigasi mendalam tentang sifat alami penilaian manusia, dan mengeksplor bagaimana mengukur keakuratan dan eror pada penilaian yang dilakukan. Bagian 3 membahas lebih dalam tentang jenis-jenis judgment. Dibahas pula manfaat aturan, formula dan algoritma.

Bagian 4 mengeksplor psikologi manusia dalam proses penilaian. Termasuk di sini personality, ragam perbedaan dalam mempertimbangkan sesuatu, dsb. Bagian 5 fokus ke cara meningkatkan kualitas penilaian dan mencegah eror. Bagian 6 menggarisbawahi awareness, sebuah kesadaran yang harus dimiliki manusia bahwa noise itu harus diminimalkan. Penulis menggugah sektor swasta dan pemerintah untuk mengambil tindakan nyata.

By the way, penulis menyarankan buat pembaca yang ingin fokus ke how to bisa skip Part 3 dan Part 4, dan bagi yang ingin tau detail teori justru harus simak dua part tersebut.

 

Kasus yang diangkat di awal buku adalah tentang kisah hakim Marvin Frankel tahun 1973 yang menemukan adanya  perbedaan hukuman yang dijatuhkan oleh para hakim. Untuk memerangi noise dan bias dia menyarankan pentingnya tes yang relevan dengan formula yang objektif. Hakim Marvin menulis buku di tahun 1970 yang meski ga menyebutkan secara spesifik tapi uraiannya mengarah pada mesin yang menggantikan manusia dalam pengambilan keputusan. Buku Marvin populer dan mendapatkan tanggapan di sana-sini.

Tahun 1974 hakim Marvin melakukan studi yang melibatkan  50 hakim dari berbagai distrik untuk menentukan hukuman atas sebuah kasus hipotetical. Hasilnya shocking level of noise! Dan ini sama kejadian di studi tahun  1977.

A study of six million decisions made by judges in France over twelve years found that defendants are given more leniency on their birthday. (The defendant s birthday, that is; we suspect that judges might be more lenient on their own birthdays as well, but as far as we know, that hypothesis has not been tested.) Even something as irrelevant as outside temperature can influence judges. A review of 207,000 immigration court decisions over four years found a significant effect of daily temperature variations: when it is hot outside, people are less likely to get asylum. If you are suffering political persecution in your home country and want asylum elsewhere, you should hope and maybe even pray that your hearing falls on a cool day.

Page 17

Tahun 1984, Edward M. Kennedy (saudara dari John F. Kennedy) mengusulkan dibuat semacam guideline untuk mengurangi noise ini. Dalam mempertimbangkan hukuman, hakim wajib menimbang 2 hal; (1) kasus kriminologi (2) sejarah kriminal terdakwa. Dengan cara ini noise kemudian turun 17% dalam kurun tahun 1986 – 1987, dan 11% di 1988-1993. Tapi kemudian ada kritik yang muncul tentang hukuman yang kurang sepadan dan kurang adil.

Nah, seperti itulah kira-kira gaya pemaparan buku Noise yang mengangkat kasus real  yang terjadi di dunia. Isi bukunya menurut saya detail, dan asyik sekali untuk diikuti arahnya kemana.

 

Tentu saja di buku ini ada cukup banyak instrumen matematika statistika, buat yang suka tentu ini menyenangkan untuk disimak, dan buat yang ga begitu suka, seperti kata penulisnya, silakan skil Part 3 dan 4.

Picture: beberapa halaman dengan gambar-gambar penyerta

Figur 7 shows how MSE (the area of the darker square) equals the sum of the areas of the other two squares. In the left panel, there is more noise than bias; in the right panel, more bias than noise. But MSE is the same, and the error quation holds in both cases.

As the mathematical expression and its visual representation both suggest, bias and noise play identical roles in the error equation. They are independent of each other and equally weighted in the determination of overall error. (Note that we will use a similar decomposition into a sum of squares when we analyze the components of noise in later chapters).

..

Page 63

 

Figure 4 shows the distribution of errors. It is the same as the distribution of forecasts in figure 3, but the true value (34%) has been substracted from each forecast. The shape of the distribution has not changed, and the standard deviation (our measure of noise) it still 10%.

Page 58

 

 

Jadi, bagaimana cara yang disarankan oleh para profesor ini untuk meningkatkan kualitas dan keakuratan sebuah penilaian (judgment)?

Saya duga, teman-teman pasti penasaran ya seperti saya. Di buku ini semua yang berkaitan dengan How to akan spesifik dibahas di Part 5 Improving Judgment. Berikut poin- poin pentingnya:

  • langkah pertama adalah organisasi yang bersangkutan menyadari bahwa noise adalah isu dalam perusahaan yang layak untuk mendapatkan perhatian. Caranya dengan 'a noise audit'. Pastikan para penilai merupakan orang-orang yang ahli berkompetensi. Jika tidak, maka sumber daya manusianya harus dinaikkan dulu keahliannya.
  • jika noise yang ada ternyata sepadan untuk ditangani serius (ingat cost untuk ini tidak sedikit), mungkin bisa tempuh opsi mengganti proses penilaian yang terkait noise dengan model aturan atau pengolahan algoritma. Tapi ingat menetapkan aturan juga punya problematikanya, dan AI sejatinya bukan pengganti dari manusia. Jadi krusial untuk menemukan para judges yang profesional sesuai bidangnya.
  • next, lakukan pendekatan penurunan judgment errors, misal dengan bias checklist, statistical noise, dll.
  • fokus memerangi noise ini dengan model decision hygiene. Untuk tau lebih detail apa itu decision hygiene, silakan teman-teman baca sendiri bukunya ya.

 

Saya merasa buku ini memang cenderung untuk para pemangku keputusan seperti manajemen atas, pemilik perusahaan, pejabat pemerintahan, dll, karena awereness yang dibangun memang punya skala yang massive, dan tindakan noise reduction butuh biaya yang tidak sedikit, pun keurgensiannya selalu berkaitan dengan hal-hal yang berdampak besar bagi orang banyak.

Tapi terlepas dari itu, personally, ada hal yang bisa saya refleksikan buat perseorangan terkait topik ini, yaitu kehati-hatian dalam membuat penilaian dan keputusan. Jika bukan ahlinya sebaiknya tidak coba-coba menilai dan memprediksi sesuatu, dan berhubung banyak sekali noise di dunia ini, kita harus rajin crosscheck darimana sebuah penilaian atau prediksi berasal.

 

Mungkin beberapa pembaca akan merasa topik yang diangkat di buku ini terlalu sederhana karena kita semua rasanya sudah tau kalau keputusan seseorang memang relatif aka rentan bias dan noise. Saya ingat jaman kuliah, seorang dosen kami keliatannya moody sekali, sehingga apa yang diucapkan dan dilakukan suka mengejutkan, akibatnya kami para mahasiswa harus pandai membaca situasi, apakah si dosen sudah makan atau pake baju apa (baju pink biasanya moodnya lebih bagus), itu semua jadi pertimbangan kami ketika mau menghadap beliau :D. Back to topic, yang dibahas di buku ini seolah biasa, tapi kalo saya menarik perspektif yang lebih luas, rasanya ini memang suatu hal yang harus ditindaklanjuti karena kasus yang ditangani punya resiko yang besar, bukan sekadar urusan personal atau segelintir orang. Keputusan-keputusan bisnis, penilaian kondisi finansial, diagnosis suatu penyakit, tentu bukan sesuatu yang enteng.

Para profesor yang menulis buku ini juga sangat rendah hati karena menggarisbawahi sejak di awal buku bahwa ini adalah suatu topik yang masih terbuka lebar untuk dikoreksi, dilanjutkan penelitiannya, dan diberi umpan balik. Penutup buku yang menekankan awareness memberikan kesan ini sebuah tulisan yang ditujukan untuk kebaikan kita umat manusia, bukan demi meraih popularitas si penulis.

 

Siapa Daniel Kahneman 

Daniel Kahneman adalah seorang psikolog dan ekonom Israel yang terkenal karena karyanya dalam penilaian psikologi dan pengambilan keputusan, serta ekonomi perilaku, dan ia dianugerahi Penghargaan Nobel Memorial 2002 dalam Ilmu Ekonomi (bersama dengan Vernon L. Smith). Pada tahun 2011, ia dinobatkan oleh majalah Foreign Policy dalam daftar pemikir global teratas Pada tahun yang sama, bukunya Thinking, Fast and Slow yang merangkum sebagian besar penelitiannya, diterbitkan dan menjadi best seller. Selanjutnya, pada tahun 2015, The Economist mendaftarkannya sebagai ekonom ketujuh paling berpengaruh di dunia.

Secara khusus, Daniel Kahneman sangat terkenal tentang gagasannya mengenai Prospect Theory, yang dikembangkan bersama Amos Tversky pada tahun 1979. Teori Prospek menunjukkan bahwa orang menghargai kerugian dan keuntungan dalam sudut pandang yang berbeda. Teori Prospek menunjukkan bahwa orang cenderung menghindari kerugian, karena mereka merasa lebih merasa terpukul karena kerugian, daripada memikirkan keuntungan yang mereka dapatkan.

Sumber: wikipedia dan merdeka. com

 

Also by Daniel Kahnmean

Thinking, Fast and Slow

Also by Olivier Sibony

You're About to Make a Terrible Mistake!; How Biases Distort Decision-Making – and What You Can Do to Fight Them

Also by Cass R. Sunstein

Too Much Information: Understanding What You Dont Want to Know

Nudge: Improving Decisions About Health, Wealth, and Happiness (with Richard H. Thaler)

Sumber: buku Noise

 

Siapa Olivier Sibony 

Olivier Sibony adalah seorang profesor, penulis, dan penasihat yang berspesialisasi dalam kualitas pemikiran strategis dan desain proses keputusan. Olivier mengajar Strategi, Pengambilan Keputusan, dan Pemecahan Masalah di HEC Paris. Dia juga Associate Fellow dari Saïd Business School di Universitas Oxford.

Sebelum menjadi profesor, Olivier menghabiskan 25 tahun bersama McKinsey & Company di Prancis dan di AS, tempat dia menjadi Mitra Senior. Di sana, dia, pada berbagai waktu, adalah pemimpin Praktik Strategi Global dan Sektor Barang Konsumen & Ritel.

Minat penelitian Olivier berfokus pada peningkatan kualitas pengambilan keputusan dengan mengurangi dampak bias perilaku. Dia adalah penulis artikel di berbagai publikasi termasuk " Before You Make That Big Decision”, ditulis bersama dengan pemenang Hadiah Nobel Daniel Kahneman, yang terpilih sebagai fitur sampul buku pilihan Harvard Business Review "10 Must-Reads on Making Smart Decisions”. Dalam bahasa Prancis, ia juga menulis sebuah buku, Réapprendre Décider.

Olivier membangun penelitian ini dan pengalamannya untuk memberi nasihat kepada para pemimpin senior tentang pengambilan keputusan strategis dan operasional. Dia sering menjadi pembicara utama dan fasilitator pertemuan manajemen senior dan dewan pengawas. Olivier juga menjabat sebagai anggota dewan perusahaan, penasihat dan investasi.

Olivier Sibony adalah lulusan HEC Paris dan meraih gelar Ph. D. dari Université Paris-Dauphine.

Sumber: amazon. com

 

Siapa Cass R. Sunstein 

Cass R. Sunstein adalah Profesor Universitas Robert Walmsley di Harvard Law School, di mana dia adalah pendiri dan direktur Program on Behavioral Economics and Public Policy. Sejauh ini dia adalah profesor hukum yang paling banyak dikutip di Amerika Serikat. Dari 2009 hingga 2012 ia bertugas di pemerintahan Obama sebagai Administrator Kantor Urusan Informasi dan Pengaturan Gedung Putih. Dia telah bersaksi di depan komite kongres, muncul di acara televisi dan radio nasional, terlibat dalam pembuatan konstitusi dan kegiatan reformasi hukum di sejumlah negara, dan menulis banyak artikel dan buku, termasuk Simpler: The Future of Government dan Wiser: Getting Beyond Groupthink to Make Groups Smarter.

Sumber: amazon. com

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang mencari buku non fiksi yang membahas kualitas penilaian dan proses pengambilan keputusan. Sebuah buku yang mengajak pembaca agar sadar pada eror yang sering terjadi dalam sebuah proses assessment dan judgment. Bidang hukum, medis, dan bisnis banyak diangkat kasus-kasusnya di buku ini. Penjelasannya cukup mudah dimengerti, meski bagian statistika dan matematika mungkin cukup njlimet untuk kita yang tidak ingin rumit-rumit. Buku ini detail, seperti hasil penelitian yang diterbitkan menjadi karya yang lebih populer. Ada solusi yang ditawarkan penulis di akhir buku tentang bagaimana cara mengurangi noise. Bagi pembaca yang sudah lebih dulu menyimak Thinking, Fast and Slow serta Nudge, buku Noise akan tepat sekali untuk dibaca juga karena topiknya yang punya kaitan.

 

 

-------------------------------------------------------------------------

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi adalah seorang pembaca buku sejak usia 5 tahun. Ia membaca buku-buku fiksi maupun non fiksi. Dipi host di dua program di nbsradio.id (radio di Bandung yang beraliansi resmi dengan VOA). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks. Dipi menulis di blognya dipidiff.com , dan tulisan-tulisan review bukunya menjadi entry di halaman pertama mesin pencari Google. Saat ini dipi adalah ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi bisa dijumpai juga di instagram @dipidiffofficial. Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan lembaga pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereview buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Universitas Negeri Semarang, LP3i, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, English Star Bandung, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Passionnya yang lain terkait dengan bidang pendidikan dan memanggang kue-kue. Dia mengembangkan bisnis kecilnya, bernama Dipidiff Official Store, sambil tetap sibuk menjadi ibu satu anak dan meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa muda di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. Dipidiff adalah Personal Brand-nya.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku Lonely Castle in The Mirror …

16-01-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  For fans of BEFORE THE COFFEE GETS COLD and THE CAT WHO SAVED BOOKS, fantasy and reality are weaved together in sparse language that belies a flooring emotional punch. 'Strange and beautiful...

Read more

Review Buku Beautiful World, Where Are Y…

02-01-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Winner of Goodreads Choice Awards 2021 in Fiction The Sunday Times and Global Number One Bestseller "Winner of Novel of The Year at the An Post Irish Book Awards" Judul...

Read more

Review Buku Doctor Sleep - Stephen King

02-01-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Now a major motion picture starring Ewan McGregor! Judul : Doctor Sleep Penulis : Stephen King Jenis Buku : Horror fiction, Thriller, Suspense, Paranormal fiction Penerbit : Simon & Schuster...

Read more

Review Buku Smart Women, Finish Rich - D…

18-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  THE MILLION-COPY NEW YORK TIMES, BUSINESS WEEK, WALL STREET JOURNAL AND USA TODAY BESTSELLERJudul : Smart Women Finish RichPenulis : David BachJenis Buku : Personal Finance Budgeting, Personal Money ManagementPenerbit : CurrencyTahun Terbit : 2018Jumlah Halaman...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more