Kerja Keras vs Kerja Keras

Published: Tuesday, 13 July 2021 Written by Jeffrey Pratama

 

Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang banyak dipraktekkan oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok. Sistem kerja ini, sesuai namanya,  berasal dari penerapan jam kerja karyawan yang di mulai dari jam 9 pagi, selesai di jam 9 malam, sepanjang 6 hari dalam seminggu. Total waktu kerja? 72 jam per minggu. Ada banyak sekali perusahaan di negeri tirai bambu tersebut yang mendukung dan memberlakukan sistem kerja ini, salah satu yang pasti adalah Alibaba Group, dimana Jack Ma berperan sebagai pendirinya.

Dengan sistem kerja 996 ini, sangat terlihat bahwa kerja keras dijadikan sebagai salah satu ukuran utama di dalam bekerja. Suatu hal yang kerap menjadi tolok ukur kesuksesan dari kebanyakan generasi yang lebih tua di sana, yang dianggap banyak berkontribusi terhadap keberhasilan negeri tersebut. Namun kisahnya kini tentu berbeda. Jika di jamannya, bekerja keras seakan-akan menjadi sebuah persyaratan mutlak untuk dapat merengkuh kesuksesan, tidak demikian yang berlaku pada jaman ini. Kerja keras telah menemukan lawan yang sebanding, yakni kerja cerdas, sesuatu yang entah dimulainya kapan, tetapi telah menjadi slogan bagi nyaris semua (jika tidak mau dikatakan: semua) generasi muda saat ini.

 

Masihkah relevan?

Rasanya tidak mungkin kalau generasi sebelumnya (katakanlah generasi X dan Baby boomers) tidak ada yang bekerja secara cerdas, meskipun jargon kerja cerdas ini belum terlalu ngetren di jaman mereka. Demikian pula sebaliknya, rasanya kurang ajar juga kalau mengatakan generasi sekarang ini semuanya pemalas dan tidak ada yang ikhlas bekerja keras. Antara kerja keras dan kerja cerdas sebenarnya berjalan beriringan, hanya saja mungkin perbedaan generasi dan atribut yang mengiringinya membuat seakan-akan salah satu frasa terkesan lebih melekat pada satu generasi ketimbang generasi lainnya.

Fakta yang terjadi saat ini adalah dunia sudah berubah, jauh dari dunia yang kita kenal 10-15 tahun yang lalu. Perkembangan teknologi yang terjadi secara eksponensial, revolusi industri yang melibatkan kecerdasan artifisial semakin menjamur di berbagai bidang, dan yang terbaru adalah kondisi pandemi yang menghantam seluruh penjuru bumi, membuat orang-orang yang masih tinggal di planet ini perlu berubah.

Tanpa pandemi saja, generasi yang lebih muda sudah terkenal dengan karakter yang lebih dinamis, ambisius, menginginkan hasil secara cepat, dan lainnya. Dengan adanya pandemi, karakter yang sama juga dituntut untuk dimiliki oleh generasi-generasi sebelumnya, suka ataupun tidak.

Di sisi lain, pandemi global ini memberikan dampak kepada nyaris semua sektor kehidupan masyarakat. Selain persoalan kesehatan, yang terdampak sangat hebat adalah perkara ekonomi. Banyak industri yang harus menyerah dan gulung tikar, dan industri-industri lain terpaksa harus memikirkan kembali strateginya hanya untuk bisa bertahan. Banyak orang kehilangan pekerjaannya, dengan segudang alasan yang mereka terima dari perusahaan mereka. Banyak pengusaha kecil yang juga harus menutup usahanya. Lapangan kerja memang masih ada, tetapi kian terbatas. Sedangkan pencari kerja semakin banyak. Antara ketersediaan dan permintaan menjadi makin tidak imbang. Di sisi lain, bagi yang masih tetap bekerja perlu selalu waspada dan menunjukkan kinerja di level tertinggi, karena mereka tidak akan pernah tahu, bisa jadi esok adalah hari terakhirnya bekerja di sana.

Jadi, di era ketidak-pastian ini, baik kerja keras dan kerja cerdas itu sama pentingnya.

 

Bekerja Secara Efektif

Mungkin ada satu hal yang dapat ditawarkan untuk menjembatani pertentangan antara kerja keras dan kerja cerdas. Meskipun sejatinya kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, tetapi kadang masih ada saja orang-orang yang menggunakan pembelaan “kerja cerdas” di kala mereka sedang dipertanyakan etos kerja, sikap, kemampuan komunikasi, dan lainnya. Sebaliknya, masih ada juga pihak-pihak yang masih menggunakan kutipan-kutipan motivasi yang seakan-akan hanya mengagungkan “kerja keras” ketimbang faktor-faktor lainnya.

Nah, berbicara mengenai faktor-faktor lainnya. Kesuksesan seseorang tidak hanya bergantung pada faktor “kerja keras” atau “kerja cerdas” saja. Masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi sebuah keberhasilan. Sikap yang tepat, komunikasi yang baik, pembimbing yang mendukung, bahkan terkadang sampai yang namanya “keberuntungan” pun diperlukan. Oleh karena itu, sebenarnya seseorang tidak dapat hanya bergantung pada kecerdasan atau kegigihan bekerja semata.

Mungkin yang lebih tepat ketimbang bekerja keras atau cerdas adalah bekerja secara efektif. Bekerja secara efektif artinya bekerja sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pekerjaan tersebut. Pada saat perencanaan, lebih banyak menggunakan analisa dan kemampuan konsepsi, pemikiran kritis, penelusuran data dan informasi pendukung, dan lainnya. Singkatnya, kerja cerdas lebih cocok di fase ini.

Namun ketika sampai pada tahap pelaksanaan, maka seyogyanya kemampuan untuk menjalankan rencana yang lebih krusial dibutuhkan. Kegigihan seseorang untuk tetap pada garis perencanaan dan menyelesaikan apa yang telah disepakati di awal menjadi kunci. Jadi kerja keras akan lebih berperan di sini. Tentunya pada fase ini tetap diperlukan pengawasan yang juga membutuhkan kemampuan tertentu.

Intinya adalah, untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, yang dibutuhkan adalah gabungan dari kerja keras dan kerja cerdas, yang turut didukung oleh kemampuan-kemampuan lainnya. Jadi pada saat bekerja, jangan terpaku pada “yang penting kan kerja cerdas”, atau “saya akan bekerja keras” semata, tetapi lihatlah jenis pekerjaan yang ada, cari tahulah apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, lalu gunakan kemampuan-kemampuan yang ada sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pekerjaan tersebut.

Bekerjalah secara adaptif, dimana kita dapat secara mudah beganti-ganti mode tergantung dari tantangan yang kita hadapi di depan. Bekerjalah, tidak hanya mengandalkan pada jargon “keras” atau “cerdas” semata, yang beresiko menghasilkan kinerja yang tidak optimal. Bekerjalah secara efektif, karena itulah yang membedakan antara orang yang pekerjaannya berhasil dan gagal.

 

About Jeff:

Jeffrey Pratama adalah seorang praktisi Human Resource yang telah 15 tahun berkarir di beberapa perusahaan terbaik di Industrinya. Selain sebagai seorang Executive Professional, Jeffrey juga merupakan seorang Coach yang tersertifikasi, dengan passion yang mendalam di bidang pengembangan diri dan karir, khususnya bagi anak-anak muda. Penggemar music jazz dan klub sepakbola Manchester United ini juga penikmat setia buku-buku, khususnya yang terkait dengan pengembangan diri dan bisnis.

Saat ini Jeffrey juga secara rutin menjadi narasumber dalam diskusi online dengan Dipidiff seputar kehidupan profesional. Anda dapat mengikuti diskusi ini setiap dua minggu sekali, pada hari Minggu pukul 08.30 WIB di channel IGl LIVE @dipidiffofficial

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Midnight Library - Matt …

19-08-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #5 Amazon Charts this week A New York Times Best Seller Winner of the Goodreads Choice Award for Fiction A Good Morning America Book Club Pick!   Judul : The Midnight Library Penulis : Matt Haig Jenis Buku : Literary Fiction...

Read more

Review Buku The Guest List - Lucy Foley

08-08-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Editor's Pick Best Mystery, Thriller & Suspense A Reese's Book Club Pick The New York Times Bestseller One of The New York Times Thrillers of 2020   Judul : The Guest List Penulis : Lucy Foley Jenis...

Read more

Review Buku The Meaning of Mariah Carey …

18-07-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

#1 Best Seller in Populer Music. Amazon   The Instant #1 New York Times Bestseller   Judul : The Meaning of Mariah Carey Penulis : Mariah Carey with Michaela Angela Davis Jenis Buku : Pop Artist Biographies, R&B & Soul...

Read more

Review Buku Before the Coffee Gets Cold …

13-06-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  *OVER ONE MILLION COPIES SOLD**NOW AN INTERNATIONAL BESTSELLER* Japanese Bestseller   Judul : Before the Coffee Gets Cold Penulis : Toshikazu Kawaguchi Jenis Buku : Magical Realism; Literary Fiction; Romantic Fantasy;  Penerbit : Pan Macmillan Tahun Terbit :...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more