Review Buku Aliens Phalanx - Scott Sigler

Published: Friday, 16 October 2020 Written by Dipidiff

 

#1 New York Times Bestselling Author

An Original Novel Based on

The Films from 20th Century Fox

 

Judul : Aliens Phalanx (Part of: Alien (6 Books))

Penulis : Scott Sigler

Jenis Buku : Science Fiction

Penerbit : Titan Books

Tahun Terbit : Februari 2020

Jumlah Halaman :  512 halaman

Dimensi Buku :  20.07 x 12.95 x 3.56 cm

Harga : Rp. 129.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781789094015

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

 

Ataegina adalah dunia kastil abad pertengahan yang terisolasi. Ada kehidupan yang harmonis dan berbudaya di sana yang berasal dari kota-kota di sekitarnya. Kehidupan di Ataegina damai dan tentram hingga alien datang dan manghancurkan Ataegina, membunuh hingga 90% populasi manusia yang ada. Mereka yang selamat melarikan diri ke gunung dan mendirikan kota-kota tersembunyi dan hidup saling menjaga di antara mereka, membentuk kota yang baru. Tapi keterbatasan sumber daya satu sama lain membuat tiap kota harus terhubung satu sama lain untuk mencukupi sandang pangan dan obat-obatan. Maka runner ditugasi tanggung jawab yang berat untuk bepergian dengan misi menyampaikan pesan hingga barter barang di tengah intaian alien yang siap memburu dan membunuh mereka. Saat trio runner, Ahiliyah, Creen dan Brandun menemukan senjata baru, mereka melihat peluang untuk mengakhiri kutukan ini. Untuk menyelamatkan umat manusia, ketiganya harus berjuang menuju terowongan Black Smoke Mountain - sarang alien.

Alien: Phalanx TM & Perusahaan Film Twentieth Century Fox 2019. All rights reserved 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Begitu liat disain covernya langsung teringat film Alien dan seketika ingin baca bukunya. Selama ini hanya menonton versi film soalnya, dan belum pernah baca bukunya. Ekspektasi saya tinggi, bahwa novel ini sama thrill nya dengan versi movienya. Ilustrasi pada sampul juga mirip adegan film ya. Ada bercak-bercak darah juga di si aliennya. Mungkin ilustrasi seperti ini dipilih karena memang ini buku dari rangkaian Alien movie. Total ada 6 buku yang mendapatkan semacam lisensi dengan penulis yang berbeda-beda. Memang harus diakui alien adalah salah satu tokoh fiksi yang sangat berhasil, legend, dan sensasional di genre science fiction thriller.

Ada peta dunia pada halaman awal buku.

Picture: ini dia peta dunia Ataegina

 

Tokoh dan Karakter

Ahilliyah Cooper, sangat ingin menjadi warrior, bukan hanya runner. Kebencian dan kemarahannya pada alien begitu besar hingga mengalahkan rasa takutnya.

Creen, sarkastik, bicaranya pedas, dan bersikap menjengkelkan. Tapi kecerdasannya adalah kunci takdir Ataegina

Brandun, di usianya yang muda Brandun layak menjadi pejuang Lemeth Hold. Hatinya baik, dan cita-citanya menjadi pahlawan dan orang yang dikenang terbukti menjadi kenyataan.

Tolio, kekasih Ahiliyah yang tampan, baker muffin yang berbakat ^^. Awalnya tidak mendukung Ahiliyah menempuh bahaya melawan alien.

Zachariah, manusia robot dari belahan dunia yang lain. Membantu Ahiliyah dan teman-teman ketika berada di Black Smoke Mountain.

Preacher Ramirus, pemimpin agama di Lemeth Hold yang pengecut dan ambisius.

Aulus Darby, the margrave of lemeth, pimpinan Lemeth Hold yang memilih sembunyi dan bukan berjuang, yang memerintah di balik singgasana tanpa mau tahu kenyataan kejam di luar kotanya.

Herriet Lumos, Margravine of Dakateran, seorang wanita pemimpin kota yang bijaksana. The real leader. Sebelum menjadi ketua, ia seorang runner senior.

Shinesh, ex general. Dulu kala pernah memimpin perang melawan alien, tapi kalah lalu terluka parah. Ia menghabiskan sisa usianya di kota Lemeth Hold bersama orang-orang yang sudah tua lainnya. Shinesh menyelamatkan kakeknya Ahiliyah sehingga hubungan mereka dekat. Dari Shinesh lah Ahiliyah belajar strategi perang dan taktik menyerang.

 

Apakah teman-teman suka pada tokoh pahlawan wanita?

Tokoh utama kita, Ahiliyah dari Lemeth Hold, adalah seorang gadis perkasa. Tidak cuma pintar bertarung tapi juga pandai berstrategi. Karakternya sepenuhnya hero dengan kebaikan hati dan kemampuan memimpin tim. Satu-satunya pergolakan batin Ahiliyah adalah tidak pernah ada dalam sejarah Lemeth Hold, wanita bisa menjadi warrior apalagi jenderal. Sedangkan jauh di dalam hatinya ia ingin bertarung melawan alien yang sudah menyengsarakan hidup manusia. Ahiliyah harus cukup berpuas menjadi runner, yang pulang pergi ke kota (hold) lain untuk mengambil perbekalan serta berdagang, dan berupaya selamat dari Alien yang memburu siang dan malam dalam tiap misinya itu.

Di samping tokoh Ahiliyah yang sepenuhnya positif, ada dua karakter pendamping remaja laki-laki di novel ini yang lebih lemah, ada yang penggerutu, sinis, egois, menyebalkan tapi sangat pintar, atau tidak begitu pintar tapi lembut dan baik hati. Karakter-karakter ini akan terlihat perubahannya sehingga cukup dinamis karena ada pergolakan batin masing-masing yang membuat karakternya menguat atau berubah.

 

Deskripsi tokohnya cukup detail. Misalnya deskripsi Brandun dan Aulus Darby yang saya kutipkan di bawah ini. Btw, sayangnya saya merasa deskripsi fisik Ahiliyah si tokoh utama terasa samar.

Brandun stood first. He'd been higher up the slope, his hidey suit thick with fresh moss and threaded with dead sticks that helped break up his outline. He was only fifteen. He should have had another year in the hold, but he was so big the council had started him early. Already six feet tall, weighing over a hundred bricks, if his growth spurt continued his size would soon make him a liability on runs.

Page 17

He wore his robe of office, purple with white trim at the cuffs and collars. He was in his sixties, but his back was still straight and he was taller than almost everyone in Lemeth Hold. Glowlight made his white beard and thinning white hair gleam a light pink.

Page 51

 

Alur dan Latar

Alur cerita novel ini menurut saya cukup cepat dengan adegan action dan tension di sana-sini. Pov 3. Pertarungan melawan aliennya cukup epic meski ternyata di ujung seolah kembali ke pakemnya film-film alien dulu itu, which is not bad, but it's certainly predictable. Endingnya bahagia dan konflik terbayar tunai, meski agak-agak mengambang lantaran ada adegan di akhir yang mengundang tanda tanya, semacam ciri yang saya kenali sebagai link menuju buku kedua. Tapi ternyata setelah riset di internet, buku ini tidak ada sambungannya ya.

 

Latar suasana dan latar lokasi deskripsi detail. Kita bisa membayangkannya dalam imajinasi kita. Misalnya ruangan dalam Lemeth Hold yang saya kutipkan di bawah ini. 

The Margrave’s Chamber wasn't the biggest room in the hold, but it was most brightly lit. Glowpipes ran in parallel lines across the arched stone ceiling, and along the walls as well. The builders had wanted to make sure there was ample light for the room s main feature: the table model of Ataegina.

The table sat in the center of the room. Nine feet square, the table's edges were the blue of the ocean, made from an old material – no one even knew what it was anymore, let alone how to manufacture it. Metal markers stuck up from the raised peaks, marking the still-active holds. The most prominent marker was reserved for Lemeth, of course. Not surprising considering how proud her people were of their home.

Page 51

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Yah ini  menarik sih. Karena baru kali ini saya membaca di awal buku ada tulisan dari penulis langsung yang menghimbau pembaca untuk tidak spoiler saat membahas bukunya. Sedikit merasa khawatir juga apakah tulisan review saya spoiler banget buat pembaca :D.

A PLEA FROM ME. THE AUTHOR.

TO YOU. THE READER –

NO SPOILERS

We live in an interconnected world. Everything you put online – from a blog post, to reviews on Amazon and Goodreads, to a YouTube comment, to a simple Tweet – is instantly visible to other readers interested in the same kind of books you are. I have worked hard to craft a compelling story with what I hope are some unexpected twists. If you choose to discuss ALIENS: PHALANX online, please be courteous to your fellow readers and avoid mentioning these surprise.

Those of us who loving reading know there is only one chance to enjoy a book for the first time. Those of us who adore the ALIENS franchise get precious few moments to discover new elements of this enduring universe. Whether you love or hate this book, I encourge you to tell people how you feel about it, but please consider the enjoyment of others. Avoid posting spoilers, and let people experience this story for themselves.

Thank you.

Scott

@scottsigler

 

By the way, novel Aliens Phalanx ini saya pilih untuk dibaca dan direview untuk diikutsertakan dalam Reading Challenge Cozy Corner @cozycorner.bdg bulan September yang bertema Science Fiction. Alien adalah tokoh cerita yang populer, sampai-sampai ditulis oleh beberapa penulis yang berbeda di bawah payung Titan Books yang beberapa di antaranya diangkat ke movie yang hype. Favorit saya yang judulnya Aliens vs Predator. Teman-teman ada yang ngikutin film atau bukunya juga ga?

 

Novel ini rupanya gabungan scific dengan fantasy, lantaran ceritanya punya alam semesta sendiri yakni Ataegina, dengan deskripsi latar dan situasi yang hidup, meliputi sungai, gua-gua, serta tatanan masyarakat tertentu misalnya runner, warrior, councilmen, dan lain sebagainya. Tapi tokohnya tidak punya kekuatan spesifik di luar kemampuan umumnya manusia, tak ada yang punya sayap, atau cahaya suci dan kuno di jantungnya. Alien adalah satu-satunya tokoh fantasi yang ada, dan di cerita ini jelas menjadi antagonis yang harus dibasmi.

 

Ada unsur petualangan juga di dalam cerita, yakni ketika Ahiliyah dan crew-nya sedang menjalani misi mereka yang berbahaya. Di bagian ini tensionnya meningkat lantar alien mengintai dekat dan konfrontasi pun tak terelakkan. Its tension is certain to thrill.

Brandun drove his spear into the demon's back. The impact knocked the monster to one hip, made it screech in pain, a piercing cry that seemed to fill the ravine. Brandun leaned on the spear, trying to drive it in further, trying to pin the beast to the ground.

Burning blood squirted out in wiggling  bursts.

The demon twisted, bent, angled its long head toward Brandun – its hissing mouth opened, the toothongue lashed out. Brandun ducked left as the small teeth clacked on empty air.

From inside the burrow, Creen screamed in agony.

“Get it off! It burns!”

The demon's black arm whipped down, snapping the wodden spear staff. The beast scrambled to its feet just as Ahiiliyah threw her net – a perfect, spinning throw that spanned it wide just as it landed on the reaching monster. Twine tangled in the talons, hooked on the backsticks. The demon clawed frantically, trying to cut the slack, fibrous threads ...

...

Page 189

 

Novel alien ini buat saya page turner, padahal lumayan tebal 509 halaman, tapi saya menikmati ceritanya hingga akhir.

Ada kejutan di latar cerita ketika saya sudah di seperti bagian akhir buku, yakni ketika ada adegan dimana nama kota Tokyo disebut-sebut dalam dialog tokoh. Tampak ada kesamaan latar novel Alien Phalanx ini sama dengan latar versi film alien, dimana alien berasal dari suatu planet lain dan menginvasi planet lainnya, lalu entah bagaimana menginvasi planet bumi juga (bagian ini tidak diceritakan detail karena fokusnya ada di Atagenia). Tapi ada bedanya juga dengan film, karena film-film alien banyak lokasinya di angkasa luar. Ada sayangnya juga karena asal muasal invasi alien tidak begitu diceritakan di dalam novel dan beberapa bagian seperti yang masih kabur, misalnya tentang Zachariah dan Tokyo. Saya yakin beberapa pembaca ingin lebih tahu bagian-bagian ini.

Creen’s shaking stopped. He touched his face once more. He seemed awe.

“Sure,” he said. “Tokyo factory. Where is Tokyo?”

Zachariah pulled more equipment out of the box. Ahiliyah watched him pinch Creen’s sliced cheek together, hold a device against it. The device made a click sound – a tiny line of metal held that part of the cut together.

“I do not know where Tokyo is,” Zachariah said.

...

Page 468

Tapi untuk sesama buku, katanya novel ini beda sendiri untuk latar, karena menggunakan satu dunia utuh (Ataegina) dan konflik di buku ditampilkan jauh setelah alien menginvasi dan bukan awal invasinya. Terus terang saya baru baca satu buku Alien saja jadi belum memiliki pembanding.

 

Selain mendapatkan hiburan dan kesenangan dari ide ceritanya yang thriller action, saya merasa novel ini lumayan concern pada isu kesetaraan gender. Jika dilihat dari pesan cerita, novel ini cukup kuat penyampaiannya, yakni tentang persahabatan, impian, cinta, perjuangan, kontribusi pada masyarakat, harapan, dan tentu saja keberanian.

“I'm a grown man. I don't answer to you.”

Which was why she never wanted to get pregnant by him. He didn't understand how things should be. In Lemeth, women answered to men, but when love was real, both partners answered to each other. A few people in Lemeth understood that. Brandun’s parents – Cadence and Aaron, before Aaron died – had understood it, treated each other like equals, but that was rare with men and women.

Not for the first time, Ahiliyah wished she was attracted to girls. Britt Malmsteen and Theora Deisander had been together for years. They didn't treat each other poorly. One didn't rule over the other.

Page 92

 

 

Ide penyakit dan konflik politik yang ada di buku juga lumayan menarik menurut saya. Seperti penyakit Glynnis flue dan syndrome progressed yang saya kutipkan di bawah ini. Hal-hal sederhana seperti ini membuat kehidupan Ataegina jadi terasa lebih real.

“They have their own outbreak of Glynnis flue, as I told you,” Ahiliyah said. “They are suffering. And a lot of their people are coming down with forgetter’s syndrome.”

That sparked interested from the Council. Interest, and a pathetic, instant eagerness.

“Surely the Margrave of Keflan didn't tell you that,” Jung said. “That would make him seem weak. What makes you think they're suffering from forgetter’s?”

Ahiliyah suddenly regretted saying anything. How naive of her to think the councilman might feel bad for the Keflanians.

“I saw people lying in the corridors,” Ahiliyah said. “People here have had forgetter’s – I know what it looks like. And people were quietly asking me if we had any plinton fruit to trade.”

Without plinton fruit, forgetter's syndrome progressed unchecked. ...

Page 54

 

Pesan cerita di novel ini lebih banyaknya ada di topik persahabatan. Saya sangat menyukai dinamisme tim Ahiliyah - Creen - dan Brandun yang meski berkonflik tapi berhasil menyatu pada akhirnya dengan tetap menjadi diri mereka apa adanya. Peran Ahiliyah sebagai leader juga terlihat menjaga harmonisasinya. Tapi persahabatan dan kesetiaan yang mendalam memberikan nilai yang lebih dari sekadar teamwork.

Ada juga isu-isu politik dan perjuangan membentur adat dan stigma yang menarik untuk direnungkan seperti kesetaraan gender wanita dan pria. Agak feminisme kerasanya memang. Tapi tetap isu yang selalu asik buat disimak. Sejujurnya cukup intriguing karena yang menulis ini adalah pria.

Budaya dan cara hidup di kota-kota (hold) Ataegina juga menarik perhatian saya karena penggambarannya yang detail dalam cara bersosialisasi dan bertahan hidup, mulai dari beberapa kebiasaan masyarakatnya, stigma dan adat, hierarki, pakaian, hingga senjata dan kemiliteran.

 

 

Siapa Scott Sigler

Pada tahun 2005, Scott membangun banyak pengikut online dengan merilis buku audio sebagai podcast berseri. Satu dekade kemudian, dia masih membagikan ceritanya - gratis - setiap hari Minggu di scottsigler.com. Penggemar setianya, yang menamakan diri mereka "Junkies", telah mengunduh lebih dari tiga puluh lima juta episode individu. Scott Sigler telah diliput dalam Majalah Time, Entertainment Weekly, Publisher's Weekly, New York Times, Washington Post, San Francisco Chronicle, Chicago Tribune, io9, Wired, The Huffington Post, Business Week dan Fangoria.

Scott adalah salah satu pendiri Empty Set Entertainment, yang menerbitkan seri Galactic Football League YA. Dia tinggal di San Diego, CA, dengan anjing kecilnya, Reesie.

Sumber: amazon. com

 

Penulis buku terlaris New York Times Scott Sigler adalah penulis tujuh belas novel, enam novela, dan lusinan cerita pendek.

The Complete AlienTM Library from Titan Books

The Official Movie Novelizations by Alan Dean Foster

ALIEN

ALIENTM

ALIEN 3

ALIEN: COVENANT

ALIEN: COVENANT ORIGINS

ALIEN: RESURRECTION BY A.C. CRISPIN

ALIEN: OUT OF THE SHADOWS BY TIM LEBBON

ALIEN: SEA OF SORROWS BY JAMES A .MOORE

ALIEN: RIVER OF PAIN BY CHRISTOPHER GOLDEN

ALIEN: THE COLD FORGE BY ALEX WHITE

ALIEN: PROTOTYPE BY TIM WAGGONER

ALIEN: INFILTRATOR BY WESTON OCHSE (FORTHCOMING IN 2020)

ALIEN: INTO CHARYBIDS BY ALEX WHITE (FORTHCOMING IN 2021)

 

THE RAGE OF WAR SERIES BY TIM LEBBON:

PREDATORTM: INCURSION

ALIEN: INVASION 

ALIEN VS. PREDATORTM: ARMAGEDDON

 

ALIENS: BUG HUNT EDITED BY JONATHAN MABERRY

ALIENS: PHALANX BY SCOTT SIGLER

THE COMPLETE ALIENS OMNIBUS, VOLUME 1 BY STEVE AND STEPHANI PERRY

THE COMPLETE ALIENS OMNIBUS, VOLUME 2 BY DAVID BISCHOFF AND ROBERT SHECKLEY

THE COMPLETE ALIENS OMNIBUS, VOLUME 3 BY SANDY SCHOFIELD AND S.D. PERRY

THE COMPLETE ALIENS OMNIBUS, VOLUME 4 BY YVONNE NAVARRO AND S.D. PERRY

THE COMPLETE ALIENS OMNIBUS, VOLUME 5 BY MICHAEL JAN FRIEDMAN AND DIANE CAREY

THE COMPLETE ALIENS OMNIBUS, VOLUME 6 BY DIANE CAREY AND JOHN SHIRLEY

THE COMPLETE ALIENS OMNIBUS, VOLUME 7 BY S.D. PERRY AND B.K. EVENSON

THE COMPLETE ALIENS VS PREDATOR OMNIBUS, VOLUME 1 BY STEVE PERRY AND S.D. PERRY

 

ALIEN: THE ARCHIVE

ALIEN: THE BLUEPRINTS BY GRAHAM LANGRIDGE

ALIEN: THE ILLUSTRATED STORY BY ARCHIE GOODWIN AND WALTER SIMONSON

ALIEN: THE SET PHOTOGRAPHY BY SIMON WARD

THE ART OF ALIEN: ISOLATION BY ANDY MCVITTIE

THE ART AND MAKING OF ALIEN: COVENANT BY SIMON WARD

ALIEN COVENANT: THE OFFICIAL COLLECTOR’S EDITION

ALIEN COVENANT: DAVID’S DRAWINGS BY DANE HALLETT AND MATT HATTON

THE MAKING OF ALIEN BY J.W. RINZLER

ALIEN NEXT DOOR BY JOEY SPIOTTO

JONESY: NINE LIVES ON THE NOSTROMO BY RORY LUCEY

ALIEN: THE COLORING BOOK

 

Sumber: Buku Aliens Phalanx

 

Dibesarkan di Cheboygan, Michigan, Sigler mewarisi kecintaannya pada film monster klasik dari ayahnya. Ibunya, seorang guru sekolah, mendorong bacaannya, menawarkan buku apa pun yang diinginkannya. Sigler menulis kisah monster pertamanya, "Tentacles, Tentacles & More Tentacles," pada usia delapan tahun. Sigler menghadiri Olivet College (Olivet, MI) dan Cleary College (Ann Arbor, MI), di mana dia memperoleh gelar BA dalam Jurnalisme dan BS dalam Pemasaran. Sigler memiliki jalur karir yang bervariasi, bekerja di cepat saji, memetik buah, dan menyekop kotoran kuda, serta bekerja sebagai reporter olahraga, direktur pemasaran untuk perusahaan perangkat lunak, pendiri startup perangkat lunak, konsultan pemasaran, penjual gitar, dan di sebuah band rock.

EARTHCORE awalnya diterbitkan pada tahun 2001 oleh iPublish, sebuah jejak AOL / Time Warner. Dengan novel yang berhasil sebagai ebook promosi, Time Warner berencana menerbitkan novelnya. Tapi kemerosotan ekonomi setelah serangan teroris 11 September 2001, Time Warner menghapus jejaknya pada tahun 2004. Scott kemudian memutuskan untuk mulai podcasting novelnya pada Maret 2005 sebagai novel podcast-only pertama di dunia untuk membangun sensasi dan mengumpulkan penonton untuk karyanya. Setelah mencari novel podcast dan tidak menemukannya, Sigler memutuskan untuk menjadi yang pertama. Sigler kemudian mendapatkan tawaran atas EARTHCORE sebagai unduhan berbayar di iTunes pada tahun 2006. Setelah kesuksesan EARTHCORE (EARTHCORE memiliki lebih dari 10.000 pelanggan), Sigler merilis Ancestor, Infected, The Rookie, Nocturnal, dan Contagious melalui podcast.

Sigler merilis Ancestor versi Adobe PDF pada Maret 2007 melalui podcast Sigler sendiri dan juga yang lainnya. Ancestor dirilis pada 1 April 2007 ke banyak hype internet dan, meskipun telah dirilis dua minggu sebelumnya sebagai ebook gratis, karyanya ini mencapai # 7 di daftar terlaris Amazon dan # 1 di Sci-Fi, Horror dan Genre-Fiction di hari rilis. Sigler memanfaatkan media baru untuk tetap berhubungan dengan penggemarnya, ia secara teratur berbicara dengan mereka menggunakan situs jejaring sosial, melalui email, dan IM. Scott Sigler ditampilkan dalam artikel New York Times pada tanggal 1 Maret 2007 oleh Andrew Adam Newman, yang mencakup penulis menggunakan inovasi podcasting untuk mengumpulkan audiens yang lebih luas.

Pada Maret 2014, Editor Eksekutif Mark Tavani di Ballantine Bantam Dell membeli World Rights untuk trilogi fiksi ilmiah oleh Sigler. Di buku pertama, Alive, seorang wanita muda terbangun dan terperangkap di ruang tertutup tanpa tahu siapa dia atau bagaimana dia sampai di sana. Alive segera membebaskan orang lainnya di ruangan itu dan bersama-sama mereka menemukan bahwa mereka dikelilingi oleh sisa-sisa perang yang mengerikan di masa lalu. Petualangan selanjutnya akan menyusul dalam dua buku lainnya, Alight dan Alone. Buku-buku tersebut akan diterbitkan di bawah Del Rey Imprint. Pada hari Rabu, 15 Juli 2016, diumumkan bahwa Alive menjadi # 1 pada daftar Buku Terlaris New York Times dalam kategori YA E-Book.

 

Penghargaan

Sigler menjadi runner up di Parsec Awards 2006 dan 2007. Pada tahun 2006 Sigler menjadi runner up untuk cerita pendeknya, Hero, dalam kategori Best Fiction (Short) dan untuk kategori Infected dalam Best Fiction (Long). Pada tahun 2007 Sigler menjadi runner up atas karyanya, The Rookie, dalam kategori Best Specualtive Fiction Story (Novel Form).

Pada tahun 2008 Sigler menerobos dan memenangkan Penghargaan Parsec untuk Red Man dalam kategori Best Speculative Fiction Story (Short Form). Ia kemudian mendapatkan kemenangan lain pada tahun 2009 untuk Eusocial Networking dalam kategori Best Speculative Fiction Story (Novella Form). Tahun 2010 dia terus memenangkan kategori Best Speculative Fiction Story (Short Form) dengan podcastnya, The Tank, dan pada tahun 2011 dia kembali memenangkan kategori Best Speculative Fiction Story (Novella Form) bersama Kissyman & the Gentleman. Pada tanggal 31 Juli 2015, Scott dilantik ke dalam kelas perdana Academy of Podcasters Hall of Fame pada sebuah upacara di Fort Worth, Texas.

 

Bibliografi

Stand-Alone Novel

  • Ancestor (2007)
  • Nocturnal (2012)
  • Aliens: Phalanx (2020)

Sun Symbol Series

  • EARTHCORE (2001, 2nd edition in 2017)
  • MOUNT FITZ ROY (TBA)

Infected Trilogy

  • Infected (2008)
  • Contagious (2008)
  • Pandemic (2014)

Galactic Football League Series

  • The Rookie (2009)
  • The Starter (2010)
  • The All-Pro (2011)
  • The MVP (2012)
  • The Champion (2014)
  • The Gangster (due out in 2020)

Generations Trilogy

  • Alive (2015)
  • Alight (2016)
  • Alone (2017)

Film

Pada Mei 2007, novel Infected dipilih oleh Rogue Pictures dan Random House Films, namun, opsi tersebut berakhir pada April 2010. Cerita pendek Sacred Cow dibuat menjadi film mini online oleh StrangerThings. tv dan episode debut Stranger Things. "Cheating Bastard", sebuah film pendek tentang pasangan yang jatuh cinta dengan sepak bola dan obsesi mereka terhadapnya, dibuat oleh Brent Weichsel dan dirilis melalui RSS feed Sigler.

Graphic Novel

Pada tahun 2010, adaptasi novel grafis dari Sigler's Infected. Edisi pertama dirilis 1 Agustus 2012

Audio Dramatizations

 

GraphicAudio telah menghasilkan drama pemain lengkap untuk judul Sigler berikut ini:

  • Galactic Football League Series (The Rookie, The Starter, The All-Pro, The MVP, The Champion, The Reporter, The Detective, Title Fight, The Rider)
  • Generations Trilogy (Alive, Alight, Alone)
  • Earthcore

Recordings

Albums

  • The Crucible (2016) oleh Separation of Sanity. 
  • Intersections (2018) oleh Evan Diamond & The Library. 

Readings:

  • Union Dues - Off White Lies oleh Jeffrey R. DeRego di Escape Pod, Episode 49, on April 13, 2006.
  • Reggie vs. Kaiju Storm Chimera Wolf oleh Matthew Wayne Selznick di Escape Pod, Episode 117, on August 2, 2007.

Sumber: wikipedia

 

Rekomendasi

Saya rekomendasikan novel ini pada para pembaca usia young adult dan adult yang gemar genre science fiction dan karakter alien, serta yang menyukai unsur epic dan petualangan di dalam alur cerita yang bergulir dengan cepat, full tension dan action. Tokoh utamanya seorang gadis yang tak hanya baik hati, tapi juga pandai bertarung dan berstrategi. Tapi tokoh utama tetap manusiawi, sehingga dinamis dan 'hidup'. Endingnya bahagia. Ada sedikit romance (5%) sebagai bumbu cerita dan banyak tentang persahabatan.

Content Warning: blood, war, violence, verbal abuse, pre marital sex.

 

Review buku ini bisa didengarkan juga VERSI AUDIOnya di ANCHOR dan PODCAST

Klik gambar di bawah ini untuk terhubung dengan podcast

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku A Time for Mercy - John Gris…

20-11-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 Amazon Charts This Week   Judul : A Time for Mercy (Jake Brigance Book 3) Penulis : John Grisham Jenis Buku : Legal Thriller Penerbit : Doubleday Books – Penguin Random House LLC Tahun Terbit : Oktober 2020 Jumlah...

Read more

Review Buku To Sleep in A Sea of Stars -…

13-11-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Editor’s Pick Best Science Fiction & Fantasy on Amazon a New York Times and USA Today Bestseller To Sleep in a Sea of Stars is a brand new epic novel from #1 New York Times bestselling author of Eragon, Christopher...

Read more

Review Buku I Have Something to Say - Jo…

07-11-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : I Have Something to Say Mastering the Art of Public Speaking in an Age of Disconnection Penulis : John Bowe Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku The Book You Wish Your Paren…

26-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Book You Wish Your Parents Had Read (and Your Children Will be Glad That You Did) Penulis : Philippa Perry Jenis Buku : Parenting Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

20-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

The Disrupted Disruption

06-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

04-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

02-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

TERBARU - DIPIDIFFTALKS

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more