Review Buku The Fork, The Witch, and The Worm - Christopher Paolini

Published: Saturday, 13 April 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : The Fork, The Witch, and The Worm

Tales from Alagaesia – Volume 1: Eragon

Penulis : Christopher Paolini

Jenis Buku : Fiction - Fantasy

Penerbit : Alfred A. Knopf Books for Young Readers 

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman : 288 halaman

Dimensi Buku : 18.03 x 13.21 x 3.05 cm

Harga : Rp.255.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 978198489486

 

Hardcover

Edisi Bahasa Inggris

 

Available at Periplus Bandung Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Sudah setahun sejak Eragon meninggalkan Alagaesia untuk mencari rumah yang sempurna untuk melatih generasi baru Penunggang Naga. Sekarang dia berjuang menuntaskan tugas yang tak ada habisnya: membangun sebuah tempat naga yang luas, bertengkar dengan pemasok, menjaga telur naga, dan berurusan dengan Urgal yang berperang dan elf yang angkuh. Semua tugas itu membuat Eragon lelah dan hampir putus asa. Tapi kemudian sebuah visi dari Eldunarí, lalu berita tentang pengunjung yang tak terduga, serta legenda Urgal yang menarik, menawarkan pengalih perhatian dan membuka perspektif baru yang sangat dibutuhkan oleh Eragon.

Volume ini menampilkan tiga cerita asli yang berlatar di Alagaesia, diselingi dengan adegan-adegan dari petualangan Eragon sendiri. Di dalamnya ada kutipan dari memoar penyihir yang tak terlupakan dan sang peramal nasib. Bagian ini ditulis khusus oleh Angela Paolini, inspirasi untuk sebuah karakter, yakni karakter dirinya sendiri.

 

Daftar isi:

Part One: The Fork
I.             Mount Arngor
II.           A Fork in The Road
III.         The Hall of Colors

Part Two: The Witch
IV.         Rhymes and Riddles
V.           On the Nature of Stars
VI.         Questions and Answers

Part Three: The Worm
VII.       Deadfall
VIII.     The Worm of Kulkaras
IX.          New Beginnings

Names of Languages
Afterword

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Agak mirip dengan ide disain sampul King of Scars - Leigh Bardugo ya yang juga menonjolkan kesan elegan dengan penggunaan warna keemasan pada huruf-hurufnya. Hanya bedanya buku ini memang lebih gelap nuansanya. Ilustrasi gambar naganya serta merta mengingatkan saya pada salah satu tokoh utama cerita yang seekor naga, Saphira. Atau bisa jadi ini naga yang lain yang ada di dalam buku.

 

Hanya ada 3 gambar ilustrasi di dalam buku yang sekaligus menjadi penanda bagian dalam cerita. Masing-masing gambar tersebut mewakili tiga cerita pendek yang ada di dalam buku. Yang menarik dari ilustrasi ini adalah semua gambar merupakan original karya Christopher Paolini.

 

Tokoh dan Karakter

Eragon

Saphira

Tornac

Essie

Solembum

Ilgra

Angela

Elva

 

Karakter para tokoh di buku ini kuat karena memang merupakan karakter yang telah dibentuk oleh sejumlah buku dalam serinya. Beberapa karakter yang baru dimunculkan seperti Ilgra dan musuhnya sang naga juga tetap bagus pendalamannya.

 

Alur dan Latar

Kisah di buku ini beralur maju dengan kecepatan yang sedang cenderung cepat. Konfliknya lebih dari satu karena ada tiga cerita singkat yang disampaikan di buku ini. Dua cerita memiliki konflik yang menarik dan penyelesaian yang epic, yang melibatkan pertarungan dan menonjolkan sisi heroic. Satu cerita lagi lebih bersifat filosofis.

Semua cerita disampaikan dari sudut pandang orang ketiga. Ending masing-masing cerita tertutup meski anehnya ada satu cerita yang seolah tidak terlalu relevan dengan garis besar cerita yang ada di buku.

Tiap cerita memiliki keunikan, setidaknya kita akan menemukan penggalan-penggalan bab tulisan Angela di Part II dan cerita di dalam cerita pada Part III. Yang pasti tiap cerita mengantarkan pesan yang mendalam tentang karakter dan kehidupan.

 

Latar cerita dunia Alagaesia terbangun dengan baik. Gunungnya, pedesaannya, lembahnya, dan lain sebagainya. Deskripsinya juga detail menunjang imajinasi pembaca.

Berikut contoh deskripsi latar yang ada di dalam buku.

South of Arngor the land was rumpled like a blanket and ruffled with trees whose leaves shone silver in the wind, bright as the scales of a fish. Father to the east stoof scarps and cliffs and huge, flat-topped pillars of stone crested with piles of vegetation. Among them lived groups of wandering tribes: strange, half-wild humans the likes of which Eragon had never encountered before. So far they had proven no trouble, but he remained wary.

...

Page 6

 

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Di bagian halaman awal buku kita akan menemukan sebuah peta yang biasanya memang lumrah ada di setiap buku fantasy yang memiliki dunianya sendiri, sebut saja Middle Earth - Tolkien dan Grishaverse - Leigh Bardugo. Gambar peta yang ada di buku ini merupakan karya Christopher Paolini sendiri.

 

 

 

Christopher Paolini jelas bukan satu-satunya penulis yang mengangkat tokoh elf untuk tokoh dalam bukunya. Paolini bahkan secara jujur mengakui pengaruh Tolkien dalam penulisan ide ceritanya. Meski demikian, saya tetap tertarik menyimak persamaan maupun perbedaan tokoh-tokoh seperti elf atau kurcaci dan naga di tiap buku yang ada. Untuk Paolini, rupanya demikian lah elf digambarkan karakternya.

The dragons in their Eldunari enigmatic. And the elves... the elves were elegant and efficient and polite to a fault, but once they made a decision, they would not or could not change their minds. Dealing with them had proven far more frustrating than Eragon had anticipated, and the more time he spent around them, the more he’d begun to agree with Orik’s opinion of elves. They were best admired from a distance.

Page 9

 

Saya juga menyukai tiap pesan yang dibawa semua cerita pendek yang ada di dalam buku ini. Misalnya,

Tornac nodded. Then he knelt and yanked the fork out of the head of the ruffian lying on the nearby boards. Essie shrank back as Tornac looked straight at her. “Sometimes,” he said, “you have to stand and fight. Sometimes running away isn’t an option.”

Page 65

 

Misteri, kutukan, ramalan, dan magic menjadi ciri khas yang terus ada dalam kisah Eragon, termasuk pula di buku ini. Misalnya,

As the herbalist left the eyrie, Solembum stopped his licking, stared at Eragon with his slitted eyes, and said, Beware of shadows that walk, human. There are strange forces at work in the world.

Page 93 

 

Ending yang bagus menurut saya, karena ujungnya memintal tiga cerita pendek yang ada untuk menjadi satu kesatuan cerita. Lalu kisah ini ditutup dengan kalimat yang memiliki makna sehingga meninggalkan kesan yang mendalam.

Now, though, he understood the wisdom of acceptance. Even if it didn't make him happy, it at least gave him peace, and that was no small gift.

Page 263

 

Buku The Fork, The Witch, and The Worm mendapatkan respon yang beragam di Amazon maupun Goodreads. Untuk sementara ini ratingnya masih pas di 4 bintang saja. Beberapa kritik dan kekecawaan yang diutarakan para pembaca diantaranya perihal tiga cerita pendek yang menurut mereka kurang menyatu dan tidak berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Beberapa pembaca juga kecewa karena berharap buku ini bisa lebih 'menyerupai' seri populernya yang terdahulu, mereka ingin tahu kisah lanjutan para tokoh yang mereka gemari tapi ternyata tidak ada kelanjutan yang signifikan di volume yang baru ini, alih-alih malah memunculkan tokoh baru.

Saya pribadi bukannya menganggap buku ini tidak menarik apalagi mengecewakan. Pada akhirnya buku ini memang berbeda dengan buku-buku sebelumnya. Sepertinya Christopher Paolini memang ingin menghadirkan sesuatu yang baru untuk para pembacanya. Di luar berbagai kekecewaan yang diutarakan banyak pembaca, buku ini tetap memiliki latar yang bagus, ide yang unik, pesan yang bagus, dan dialog yang hidup.

 

Siapa Christopher Paolini

Christopher Paolini lahir pada tahun 1983 di California Selatan. Kecintaannya pada fantasi mengilhaminya untuk menulis Inheritance Cycle, yang dengan cepat menjadi seri terlaris internasional. Christopher menulis draf pertama dari buku pengantar dalam seri, Eragon, pada usia 15 tahun. Christopher menggambar inspirasi untuk dunia Eragon dan naganya, Saphira, dari keindahan alam yang mengelilingi rumahnya di Montana: cuaca yang kacau, deru, deru Sungai Yellowstone, dan Pegunungan Beartooth yang menjulang tinggi.

 

Pada tahun 2002, Eragon dipublikasikan untuk pertama kalinya oleh Paolini International LLC, perusahaan penerbitan yang dimiliki oleh orangtua Paolini sendiri. Baru di bulan Agustus tahun 2003 Eragon diterbitkan oleh Knopf. Pada Desember 2006, Fox 2000 menayangkan film Eragon di bioskop seluruh dunia. Film ini menuai kritik juga, tapi tetap menangguk keuntungan.

Paolini essay "It All Began with Books" diterbitkan dalam sebuah antologi Guys Write for Guys Read pada April 2005. Baru setelahnya buku kedua seri Eragon, Eldest diterbitkan di bulan Agustus 2005. Buku ketiga, Brisingr lalu terbit pada September 2008. The Inheritance Cycle sebenarnya adalah seri trilogi, tapi lalu buku keempat pun terbit, Inheritance, sebagai buku penutup yang menyimpulkan kisah Eragon secara keseluruhan. Hingga saat ini The Inheritance Cycle telah terjual lebih dari 35 juta kopi di seluruh dunia.

Pada December 2018, The Fork, the Witch, and the Worm, buku pertama seri Tales of Alagaësia, kemudian diterbitkan.

Bibliography:

- The Inheritance Cycle
Eragon (2003)
Eldest (2005)
Brisingr (2008)
Inheritance (2011)

- Eragon's Guide to Alagaësia (2009)

- The Official Eragon Coloring Book - with Ciruelo Cabral (2017)

- Tales from Alagaësia

The Fork, the Witch, and the Worm (2018)

The Fork, The Witch, and The Worm mendapatkan rating 4.0 di situs Amazon dan  3.9 di Goodreads.
 

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang menyukai genre fiksi fantasi, terutama penggemar seri Eragon (The Inheritance Cycle) karya Christopher Paolini, yang menyukai cerita fantasi yang memiliki world building yang bagus, dengan naga, manusia, elf, penyihir sebagai tokoh-tokohnya. Adegan pertarungan, petualangan, dan kepahlawanan menjadi ciri cerita di buku ini, tapi karena ini cerita pendek maka ada kemungkinan terasa jauh lebih datar dibandingkan buku The Inheritance Cyle nya. Ada tiga cerita pendek di dalam buku ini yang tiap ceritanya memiliki kesan dan pesan, sebagian harus direnungkan dalam-dalam. Cerita dikemas unik, misalnya ada cerita di dalam cerita dan ada penggalan bab sebuah buku yang tidak berurutan. Ada kemungkinan pembaca akan merasa 3 cerita ini seolah tidak berhubungan satu sama lain, kecuali bersedia menimbangnya dari sudut pandang yang lebih luas. Gambar ilustrasi dibuat oleh Christopher Paolini sendiri, dan Part II buku ini ditulis oleh Angela Paolini yang menjadi inspirasi tokoh Angela sang herbalis. Ini baru volume satu dari seri Tales of Alagaesia, buku volume keduanya mungkin akan jauh lebih menarik untuk dibaca.

 
My Rating: 4/5
 
 
 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 
 
 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

 

TERBARU - Buku IMPOR

Review Buku A Time for Mercy - John Gris…

20-11-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 Amazon Charts This Week   Judul : A Time for Mercy (Jake Brigance Book 3) Penulis : John Grisham Jenis Buku : Legal Thriller Penerbit : Doubleday Books – Penguin Random House LLC Tahun Terbit : Oktober 2020 Jumlah...

Read more

Review Buku To Sleep in A Sea of Stars -…

13-11-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Editor’s Pick Best Science Fiction & Fantasy on Amazon a New York Times and USA Today Bestseller To Sleep in a Sea of Stars is a brand new epic novel from #1 New York Times bestselling author of Eragon, Christopher...

Read more

Review Buku I Have Something to Say - Jo…

07-11-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : I Have Something to Say Mastering the Art of Public Speaking in an Age of Disconnection Penulis : John Bowe Jenis Buku : Communication – Public Speaking Penerbit : Penguin Random House Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku The Book You Wish Your Paren…

26-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : The Book You Wish Your Parents Had Read (and Your Children Will be Glad That You Did) Penulis : Philippa Perry Jenis Buku : Parenting Penerbit : Penguin Random House UK Tahun Terbit...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

20-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

The Disrupted Disruption

06-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

04-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

02-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

TERBARU - DIPIDIFFTALKS

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more