0

Review Buku Doctor Sleep - Stephen King

Published: Sunday, 02 January 2022 Written by Dipidiff

Now a major motion picture starring Ewan McGregor!

Judul : Doctor Sleep
Penulis : Stephen King
Jenis Buku : Horror fiction, Thriller, Suspense, Paranormal fiction
Penerbit : Simon & Schuster Export
Tahun Terbit : May 2014
Jumlah Halaman :  544 halaman
Dimensi Buku : 17,02 x 10,41 x 4,32 cm
Harga : Rp. 99.000* harga sewaktu-waktu dapat berubah
ISBN : 9781476762746

Mass Market Paperback
Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

Sekelumit Tentang Isi


Dan Torrance, anak kecil di novel The Shining, kini sudah dewasa. Meski selamat dari insiden di Hotel Overlook dulu itu (kisah di The Shining), hantu-hantu dari hotel tetap mengejarnya. Hidup dengan banyak trauma membuat Dan menjadi pecandu alkohol akut, sampai akhirnya takdir membawanya ke kota New Hampshire dimana dia bekerja di sebuah rumah sakit setempat khusus manula. Di sinilah Dan diam-diam menggunakan kemampuan khususnya untuk menghibur orang yang sekarat dan mempersiapkan mereka untuk kehidupan setelah kematian, dia kemudian dikenal dengan nama Doctor Sleep. Tanpa sengaja Dan bertemu Abra Stone yang berusia dua belas tahun, yang memiliki kekuatan supranatural yang lebih besar dari Dan. Keduanya menemukan hidup mereka tiba-tiba dalam bahaya di tangan suku nomaden yang awet muda dan pembunuh yang dikenal sebagai True Knot. Suku ini mengincar Abra karena beberapa alasan, di antaranya karena mereka hidup dari "uap" yang dihasilkan anak-anak berkekuatan supranatural ketika mereka perlahan-lahan disiksa sampai mati.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Ada disain sampul lain untuk buku ini ternyata, versi paperbacknya beda disainnya, dan sejujurnya ketertarikan awal saya pada Doctor Sleep bermula dari disain sampul bukunya. Buku yang saya baca ini buat saya punya cover yang eye catching sekali. Ini masalah kesukaan saja pastinya. Opini pembaca lain sangat mungkin berbeda.


Picture: Disain sampul versi paperback

 

Tokoh dan Karakter

Dan Torrance
Abra
Wendy Torrance, ibu Dan
Dick Hallorann
Andi (Andrea Steiner)
Rose the Hat
Crow
Deenie
Tommy, anak Deenie
Billy Freeman
Doctor John
Casey Kingsley
Lucy
David
Chetta Reynolds

Salah satu tokoh antagonis, Rose The Hat, terasa begitu real padahal fiksi. Kalo dipikir-pikir semua tokohnya memang terasa hidup. Selain Rose the Hat, Andy juga mendapatkan porsi cerita yang cukup detail. Andrea Steiner atau Andy punya kekuatan khusus yang bisa membuat orang jatuh tertidur. Ayah Andy memperkosanya sejak dia berusia 8 tahun. Kekerasan seksual yang dia alami membuatnya tidak percaya pada kebaikan. Andy menyiksa dan membunuh ayahnya dan lalu menggunakan kekuatannya untuk mencuri uang dari pria-pria sebelum dia direkrut The Knot.

Her name was Andrea Steiner, and she liked movies but she didn’t like men. This wasn’t surprising, since her father had raped her for the first time when she was eight. He had gone on raping her for that same number for years. Then she had put a stop to it, first popping his balls, one after the other, with one of her mother’s knitting needles, and then putting that same needle, red and dripping, in her rapist-sire’s left eyesocket. The balls had been easy, because he was sleeping, but the pain had been enough to wake him in spite of her special talent. She was a big girl, though, and he was drunk. She had been able to hold him down with her body just long enough to administer the coup de grace.

Protagonis cerita, Abra dan Dan Torrance, digambarkan sebagai tokoh berkekuatan supranatural, bisa membaca pikiran, mengetahui masa lalu orang lain, memisahkan raga dengan jiwa, dll. Abra diburu True Knot, dan Dan berusaha melindunginya. Tokoh Abra di sini menurut saya menarik karena usianya yang masih 12 tahun tapi dia berpikir dewasa dan berani, sementara banyak kita temukan di luar dimana orang-orang dewasa bersikap dan berpikir seperti kanak-kanak. Kata siapa anak-anak itu lemah. Sementara itu, Dan bertindak sebagai pelindung Abra. Sebelumnya Dan dibantu oleh Dick Halloran. Di sini saya teringat satu kutipan di buku,

The world has a way of keeping things in balance. I believe that. There’s a saying: When the pupil is ready, the teacher will appear. I was your teacher.

Page 12.

 

Kalimat ini diucapkan Dick Halloran kepada Dan, yang kemudian membuat Dan semakin teguh untuk melindungi Abra, karena kini dialah yang berada di posisi guru.

Deskripsi fisik tokoh detail, saya bisa mengimajinasikan para tokohnya dengan baik. Misalnya tokoh Billy Freeman, pria tua yang membantu dan mengulurkan tangan ke Dan Torrance saat tiba pertama kali di kota.

Dan wheeled around, almost falling off the stool. A big weathered hand gripped his forearm, steadying him. It was a guy who looked to be in his late fifties or early sixties, wearing a padded denim jacket and a red-checked hunting cap with the earflaps down. In his free hand was a toolkit with PROPERTY OF FRAZIER MUNICIPAL DEPT Dymo-taped across the top.

Page 73

 

Alur dan Latar

Alur cerita maju berjalan cukup cepat, pov 3, dan cerita dibagi menjadi 3 bagian dengan bab-bab yang diberi judul. Latar lokasi di Teenytown, Helen Rivington House, dan area hotel Overlook.

Deskripsi fisik dan suasananya detail. Misalnya, deskripsi Teenytown yang saya kutipkan di bawah ini,

It didn’t take a genius to see that Teenytown was a teeny replica of Cranmore Avenue. There was the Methodist church he had passed, its steeple rising all of seven feet into the air; there was the Music Box Theater; Spondulicks Ice Cream; Mountain Books; Shirts & Stuff; the Frazier Gallery, Fine Prints Our Speciality. There was also a perfect waist-high miniature of the single-turreted Helen Rivington House, although the two flanking brick buildings had been omitted. Perhaps, Dan thought, because they were butt-ugly, especially compared to the centerpiece.

Beyond Teenytown was a miniature train with TEENYTOWN RAILWAY painted on passenger cars that were surely too small to hold anyone larger than toddler size. Smoke was puffing from the stack of a bright red locomotive about the size of a Honda Gold Wing motorcycle. He could hear the rumble of a diesel engine. Printed on the side of the loco, in old-fashioned gold flake letters, was THE HELEN RIVINGTON. Town patroness, Dan supposed. Somewhere in Frazier there was probably a street named after her, too.

Page 72

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

From master storyteller Stephen King, his unforgettable and terrifying sequel to The Shining--an instant #1 New York Times bestseller that is "[a] vivid frightscape" (The New York Times).

Pecinta horor harus baca ini! Apalagi penggemar Stephen King. Nama King tentu sudah ga asing, jadi saya skip info penulis ya. Kembali ke topik buku, kalian bener-bener harus coba baca ini, karena ceritanya bagus, horornya dapet, emosinya kuat, karakter tokohnya mengguncang, kengeriannya nyata, terornya ada, sebuah epic horror yang ga pernah akan saya lupakan.


Saya baca novel ini tanpa membaca The Shining lebih dulu, dan saya bisa memahami jalan cerita bahkan larut dalam ketegangannya. Tapi baca buku pertama tentu bisa bikin kita makin paham alurnya. Selain itu, bagi pembaca Shining, tentu menarik rasanya untuk bisa bertemu lagi dengan tokoh Dan Torrance yang dulu kanak-kanak dan kini di Doctor Sleep sudah berubah menjadi dewasa. Seperti ketemu lagi dengan ‘teman lama’ dan kita ingin tau kabarnya apa.

Teman-teman suka buku King juga? Apakah ada yang sudah baca Doctor Sleep seperti saya? Ini buku King yang paling berkesan dan saya suka sejauh ini. Jangan sampai kalian lewatkan yes . Cukup mengejutkan bahwa jarak The Shining dan sekuelnya, Doctor Sleep, mencapai 30 tahun lamanya. Kemungkinan besar King tadinya memang tidak menulis The Shining sebagai buku yang punya sekuel. Ide lanjutan muncul kemudian setelah dia merasa 'rindu' pada tokoh fiksi ciptaannya itu.

Kalian termasuk yang suka gagal serem kalo baca buku horor ga? Kalo saya iya. Tapi jumlah novel horor yang saya baca ga banyak juga sih.

Faktor yang bikin saya gagal serem biasanya memang karena emosi takutnya yang gagal kebangun aja lantaran deskripsi hantunya yang ga nakutin, ide cerita yang kurang berisi, alur yang kurang bisa dinikmati, emosinya yang datar, atau malah terlalu banyak isu yang diangkat dan kombinasi genre yang ujungnya mendistraksi saya dari genre horornya. Definisi horor yang saya maksud di sini memang sempit, terbatas pada emosi takut karena adanya teror hantu.

 

Silakan cek salah satu hantu di buku ini yang penampakannya seorang anak kecil dengan muka rusak, darah dan otak terlihat di bagian kepalanya yang pecah.

He turned on his side, and something rolled against his back when he did. No, not something. Someone. Someone had gotten into bed with him. Deenie had gotten into bed with him. Only it felt too small to be Deenie. It felt more like a –

He scrambled out of bed, landed awkwardly on the floor, and looked over his shoulder. It was Deenie’s little boy, Tommy. The right side of his skull was caved in. Bone splinters protruded through bloodstained fair hair. Gray scaly muck – brains = was drying on one cheek. He couldn’t be alive with ...

Page 91

 

Hantu-hantu di buku Doctor Sleep terus terang muncul sedikit-sedikit, tapi sebagai gantinya ada teror lain dari kelompok True Knot yang bikin suasana cerita jadi horor tegang dan bikin tercengang. Mereka memburu semua yang punya kekuatan supranatural untuk dibunuh pelan-pelan dan dihisap 'sari-uapnya'. Untuk detail, silakan baca novelnya ya. Sisi thriller pembunuhan yang dilakukan True Knot menjadi salah satu hal yang bikin buku ini menarik buat dibaca.

Adegan 'pertarungan' supranaturalnya epic, dengan plot twist yang cantik. Ternyata memang ada cara untuk mengalahkan True Knot.

Novel King yang ini memang selera saya banget, my cup of tea. Kayaknya rata-rata pada suka Doctor Sleep ya . Coba cek, ada ga yang udah baca yang ternyata memutuskan ga suka?

Kalo saya ditanya apa yang disukai dari novel ini, jawabnya bisa panjang , tapi singkatkan Doctor Sleep menurut saya pas karakternya, cantik alurnya, ide ceritanya oke, ada thrillernya selain horor hantu, berplot twist, endingnya ga berlebihan, misterinya dijalin rapi, pertarungannya heroic, dan secara total ceritanya bisa ngebangun emosi saya. Ada takut, tegang, penasaran, sedih, hangat, bahagia, paket komplit. Ga terlalu tebal dan ga terlalu tipis, plus ga terlalu absurd. Pas banget.

 

Bagian yang menyentuh perasaan di antaranya saat pertemuan pertama kali Abra dengan Dan, di suatu malam setelah Dan membantu seorang manula meninggal dunia. Di malam yang sama Dan merasa tidak tenang, dan gelisah. Di saat itu Abra datang melintas dimensi dan menggenggam tangan Dan, membuatnya kembali tenang.

The wind rose in a furious gust, making the turret groan. When it died, the blackboard girl was there. He could almost hear her breathing.

He lifted one hand out from beneath the comforters. For a moment it only hung there in the cold air, and then he felt hers – small, warm – slip into it. “Abra,” he said. “Your name is Abra, but sometimes people call you Abby. Isn’t that right?”

No answer came, but he didn’t really need one. All he needed was the sensation of that warm hand in his. It only lasted for a few seconds, but it is enough to soothe him. He closed his eyes.

 

Salah satu adegan yang berkesan juga buat saya adalah cara Doctor Sleep menemani para pasien jompo ke alam baka. Kematian itu salah satu misteri terbesar kan ya. Dan saya tidak kecewa dengan penggambaran King di bagian ini. Detailnya ga akan saya ceritakan di sini, teman-teman bisa cari tau sendiri dengan membaca ceritanya ^^

What she had seen there was terrible and wonderful at the same time. There was death, and death was scary, but there had also been helping. The man who was helping hadn’t been able to see her, but the cat had. The cat had a name like hers, but not exactly.

He didn’t see me but he felt me. And we were together just now. I think I helped him, like he helped the man who died.

Page 175

 

Di dalam cerita juga disampaikan sebuah topik yang menarik tentang bisakah seseorang dibesarkan melebihi orang tuanya, dapatkah seorang anak yang orangtuanya kacau bisa tumbuh dewasa dengan baik serta berbeda dengan ayah ibunya. Sebagai contoh kecanduan alkohol Dan mungkin terpicu karena ayahnya, Jack Torrance, yang peminum berat. Kita tau bahwa jika seorang anak tumbuh dalam keluarga yang peminum, si anak punya kecenderungan menjadi peminum juga nantinya. Di The Shining, Jack tidak berusaha keluar dari kecanduan itu, sedangkan Dan di Doctor Sleep akhirnya bergabung ke komunitas Alcoholics Anonymous yang kemudian membantunya untuk lepas dari alkohol.

 

Dari cerita saya mendapatkan poin penting bahwa keluar dari suatu masalah yang berat kadang solusinya bisa sesederhana mengakui adanya masalah dan berani meminta bantuan, persis seperti yang Dan Torrance lakukan.

“I need help.”

He swiped an arm across his eyes. As he did, Kingsley bent down and grasped the bottle of wine. The kid held on for a moment... then let go.

“You;re sick and you’re tired,” Kingsley said. “I can see that much. But are you sick and tired of being sick and tired?”

Dan looked up at him, throat working. He struggled some more, then said, “You don’t know how much.”

“Maybe I do.” Kingsley produced a vast key ring from his vas trousers. He stuck one in the lock of the door with FRAZIER MUNICIPAL SERVICES painted on the frosted glass. “Come on in. Let’s talk about it.”

Page 104

 

Dan sebuah kebaikan kecil bisa jadi membuka pintu jalan hidup yang jauh berbeda bagi mereka yang tersesat jiwanya, seperti halnya yang dialami Dan Torrance saat menerima kebaikan hati Billy Freeman.

“And ain’t this one hell of a way to spend it. Tell you what, if they don’t murder me with their knives and forks tomorrow morning, I guess I’m going to owe you my life. I don’t know how you knew, but it there’s anything I can ever do for you – I mean anything at all – you just have to ask.”

Dan thought of how he’d descended the steps of an interstate bus ten years ago, stepping into a snow flurry as fine as wedding lace. He thought of his delight when he had spotted the bright red locomotive that pulled The Helen Rivington. Also of how this man had asked him if he liked the little train instead of telling him to get the fuck away from what he had no business touching. Just a small kindness, but it had opened the door to all he had now.

“Billy-boy, I’m the one who owes you, and more than I could ever repay.”

Page 227

 

Sekali lagi Doctor Sleep bukan hanya buku yang menghibur dari sisi adrenalin horor dan thriller, tapi juga menyentuh perasaan lewat isu-isu yang disampaikan dan adegan para tokohnya yang mendalam.

 

Saya ingin baca novel King yang lain yang setipe Doctor Sleep ini, barangkali teman-teman bisa kasih rekomendasi? Billy Summers baru aja masuk final Goodreads Choice Award ya, saya sudah nandain buat baca novel itu . Pet Semetary mungkin? Atau ada rekomendasi lain? Kontak saya di gmail ya. Saya tunggu. ^^


Siapa Stephen King

Stephen Edwin King adalah seorang penulis novel horor, fiksi supernatural, kejahatan, fiksi ilmiah, dan fantasi asal Amerika. Buku-bukunya telah terjual lebih dari 350 juta kopi dan telah banyak diadaptasi menjadi film, televisi seri, miniseri, dan buku komik. King telah menerbitkan 63 novel, termasuk tujuh dengan nama pena Richard Bachman, dan lima buku non-fiksi. Dia juga telah menulis sekitar 200 cerita pendek, yang sebagian besar telah diterbitkan dalam koleksi buku.

King sudah menerima Bram Stoker Award, World Fantasy Award dan British Fantasy Society Award. Ia juga menerima penghargaan atas kontribusinya pada sastra untuk seluruh bibliografinya, seperti World Fantasy Award for Living Achievement (2004) dan Penghargaan Grand Master 2007 dari Penulis Misteri Amerika. Pada 2015, ia dianugerahi National Medal of Arts dari U.S. National Endowment for the Arts atas kontribusinya pada sastra.

Sumber: wikipedia

Rekomendasi
Novel ini saya rekomendasikan kepada pembaca dewasa yang mencari genre horror thriller yang punya epic story supranatural. Ada teror hantu dan pembunuhan kejam oleh kelompok misterius. Tidak ada yang tidak saya suka dari novel ini. This is one of my most recommended book for you.

Underlined issues : sexual scenes, alcohol addiction, murder, drugs. Novel dewasa, dibaca sesuai usia.

 

 

Jika Anda suka dan merasa mendapatkan manfaat dari konten di blog Dipidiff.com, sekarang Anda bisa mendukung pengembangan blog ini dengan mendonasikan uang mulai dari seribu rupiah atau mempertimbangkan untuk mendukung rutin per bulannya. Terimakasih.

Donasi dapat ditransfer ke:

BCA 740 509 5645 an Diana Fitri

Gopay 081959986001

 

-------------------------------------------------------------------------

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi adalah seorang pembaca buku sejak usia 5 tahun. Ia membaca buku-buku fiksi maupun non fiksi. Dipi host di dua program di nbsradio.id (radio di Bandung yang beraliansi resmi dengan VOA). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks. Dipi menulis di blognya dipidiff.com , dan tulisan-tulisan review bukunya menjadi entry di halaman pertama mesin pencari Google. Saat ini dipi adalah ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi bisa dijumpai juga di instagram @dipidiffofficial. Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan lembaga pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereview buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Universitas Negeri Semarang, LP3i, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, English Star Bandung, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Passionnya yang lain terkait dengan bidang pendidikan dan memanggang kue-kue. Dia mengembangkan bisnis kecilnya, bernama Dipidiff Official Store, sambil tetap sibuk menjadi ibu satu anak dan meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa muda di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. Dipidiff adalah Personal Brand-nya.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Twyford Code - Janice Ha…

20-11-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  The Sunday Times Bestseller   Judul : The Twyford Code Penulis : Janice Hallett Jenis Buku : Amateur Sleuths, Murder Thrillers, Suspense Thrillers Penerbit : Profile Books Tahun Terbit : July 2022 Jumlah Halaman : 400 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Suluh Rindu - Habiburrahman …

12-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Suluh Rindu Penulis : Habiburrahman El Shirazy Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2022 Jumlah Halaman :  594 halaman Dimensi Buku : 13.5 × 3 × 20.5 cm Harga...

Read more

Review Buku Dimensi Langit Manusia - Ast…

11-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Dimensi, juara favorit Kompetisi Menulis Kwikku Tahun 2020 Setelah direvisi, Dimensi diterbitkan MCL dengan judul Dimensi Langit Manusia   Judul : Dimensi Langit Manusia Penulis : Astrida Hara Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : MCL...

Read more

Review Buku Bino - Zaki Jaihutan

10-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Bino Penulis : Zaki Jaihutan Jenis Buku : Horor Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Juni 2021 Jumlah Halaman : 288 halaman Dimensi Buku : 13 x 19 cm Harga : Rp. 96.000*harga sewaktu-waktu dapat...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Mengapa Ringkasan Buku Itu Penting? Trib…

19-06-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...

Read more

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more