0

Review Buku Atlas of The Heart - Brené Brown

Published: Thursday, 12 May 2022 Written by Dipidiff

 

#1 New York Times Bestseller

 

Judul : Atlas of The Heart

Penulis : Brené Brown

Jenis Buku : Self-help book

Penerbit : Random House

Tahun Terbit : November 2021

Jumlah Halaman : 336 halaman

Dimensi Buku : 25,91 x 17,42 x 3 cm

Harga : Rp. 395.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780399592553

Hardcover

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

 

Dalam Atlas of the Heart, Brown membawa kita dalam perjalanan melalui 87 emosi dan pengalaman yang mendefinisikan apa artinya menjadi manusia. Saat dia memetakan keterampilan yang diperlukan dan kerangka kerja yang dapat ditindaklanjuti untuk koneksi yang bermakna, dia memberi kita bahasa dan alat untuk mengakses alam semesta, sebuah pilihan baru dan peluang kedua - sebuah universe tempat kita dapat berbagi dan mengelola kisah-kisah, momen-momen paling berani dan paling memilukan yang terjadi di dalam hidup, menghubungkannya satu sama lain dengan cara yang membangun koneksi.

Selama dua dekade terakhir, penelitian ekstensif Brown tentang beragam pengalaman hidup yang membentuk diri seseorang, membantu mendefinisikan apa artinya menjadi berani dalam menjalani kehidupan. Atlas of the Heart mengacu pada penelitian ini, untuk menunjukkan kepada kita betapa akuratnya penamaan sebuah pengalaman dalam memberi kita kekuatan untuk memahami, memilih, dan memaknai pengalaman tersebut.

Brown shares, “I want this book to be an atlas for all of us, because I believe that, with an adventurous heart and the right maps, we can travel anywhere and never fear losing ourselves.”

Sumber: Amazon

 

Yuk kita intip daftar isinya:

Introduction

#1 Places We Go When Things Are Uncertain or Too Much.

Stress, Overwhelm, Anxiety, Worry, Avoidance, Excitement, Dread, Fear, Vulnerability

#2 Places We go When We Compare.

Comparison, Admiration, Reverence, Envy, Jealousy, Resentment, Schadenfreude, Freudenfreude

#3 Places We Go When Things Don't Go as Planned.

Boredom, Disappointment, Expectations, Regret, Discouragement, Resignation, Frustation

#4 Places We Go When It's Beyond Us.

Awe, Wonder, Confusion, Curiosity, Interest, Surprise

#5 Places We Go When Things Aren't What They Seem.

Amusement, Bittersweetness, Nostalgia, Cognitive Dissonance, Paradox, Irony, Sarcasm

#6 Places We Go When We're Hurting.

Anguish, Hopelessness, Despair, Sadness, Grief

#7 Places We go with Others.

Compassion, Pity, Empathy, Sympathy, Boundaries, Comparative Suffering

#8 Places We Go When We Fall Short.

Shame, Self-Compassion, Perfectionism, Guilt, Humiliation, Embarrassment

#9 Places We Go When We Search for Connection.

Belonging, Fitting In, Connection, Disconnection, Insecurity, Invisibility, Loneliness

#10 Places We Go When the Heart Is Open.

Love, Lovelessness, Heartbreak, Trust, Self-Trust, Betrayal, Defensiveness, Flooding, Hurt

#11 Places We Go When Life Is Good.

Joy, Happiness, Calm, Contentment, Gratitude, Foreboding Joy, Relief, Tranquility

#12 Places We Go When We Feel Wronged.

Anger, Contempt, Disgust, Dehumanization, Hate, Self-Righteousness

#13 Places We Go to Self- Assess.

Pride, Hubris, Humility

Cultivating Meaningful Connection

Gratitude

Notes

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Sebuah buku yang indah dengan cetak hardcovernya yang elegan dan kokoh. Kertasnya tebal dan glossy, berwarna-warni. Layak koleksi. Jarang-jarang sebuah buku non fiksi dicetak sedemikian cantik seperti Atlas of The Heart. Sebagai pembaca saya dimanjakan secara visual.

Isi bukunya jelas bukan topik medis meski gambar ilustrasinya berbentuk jantung manusia. Ilustrasi itu bisa kita pahami dari kalimat Brown yang menjelaskan "I want this to be an atlas for all of us, because I believe that, with an adventurous heart and the right maps, we can travel anywhere and never fear losing ourselves. Even when we have no idea where we are."

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Brown membawa kita dalam perjalanan melalui 87 emosi dan pengalaman yang mendefinisikan apa artinya menjadi manusia. Ini tentang keberanian menjadi diri sendiri apa adanya saat menjalani 'petualangan' kehidupan. Ini tentang menghubungkan diri dengan alam semesta dan menggunakan setiap pengalaman sebagai kekuatan untuk lebih mengerti, memaknai, dan memilih.

Brené Brown adalah profesor riset di University of Houston, tempat dia memegang Huffington Foundation-Brené Brown Endowed Chair di Graduate College of Social Work. Ia juga seorang profesor tamu bidang manajemen di University of Texas di Austin McCombs School of Business. Brown merupakan penulis dari lima buku terlaris #1 New York Times: The Gifts of Imperfection, Daring Greatly, Rising Strong, Braving the Wilderness, dan Dare to Lead. Bersama Tarana Burke, dia ikut mengedit antologi terlaris You Are Your Best Thing: Vulnerability, Shame Resilience, dan the Black Experience. Dia menjadi pembawa acara podcast Unlocking Us dan Dare to Lead. Sesi TEDx-nya, "The Power of Vulnerability", adalah salah satu dari lima TED yang paling banyak dilihat di dunia dengan lebih dari 50 juta penayangan. Atlas of The Heart adalah #1 Best Seller in Business Motivation and Skills di Amazon.


Saya cerita sedikit ya tentang isi buku ini. Atlas of The Heart adalah sebuah peta emosi dan pengalaman yang mendefinisikan apa artinya menjadi manusia. Di buku ini ada 13 tempat yang kita kunjungi. Tempat-tempat ini sejatinya adalah area-area emosi dan pengalaman yang ada dalam peta hati manusia:

Chapter 1 Place We Go When Things Are Uncertain or Too Much: Stress, Overwhelm, Anxiety, Worry, Avoidance, Excitement, Dread, Fear, Vulnerability

Chapter 2 Place We Go When We Compare: Comparison, Admiration, Reverence, Envy, Jealousy, Resentment, Schadenfreude, Freudenfreude

Chapter 3 Places We Go When Things Don't Go as Planned: Boredom, Disappointment, Expectations, Regret, Discouragement, Resignation, Frustation

Chapter 4 Places We Go When It's Beyond Us: Awe, Wonder, Confusion, Curiosity, Interest, Surprise

Chapter 5 Places We Go When Things Aren't What They Seem: Amusement, Bittersweetness, Nostalgia, Cognitive Dissonance, Paradox, Irony, Sarcasm

Chapter 6 Places We Go When We're Hurting: Anguish, Hopelessness, Despair, Sadness, Grief

Chapter 7 Places We go with Others: Compassion, Pity, Empathy, Sympathy, Boundaries, Comparative Suffering

Chapter 8 Places We Go When We Fall Short: Shame, Self-Compassion, Perfectionism, Guilt, Humiliation, Embarrassment

Chapter 9 Places We Go When We Search for Connection: Belonging, Fitting In, Connection, Disconnection, Insecurity, Invisibility, Loneliness

Chapter 10 Places We Go When the Heart Is Open: Love, Lovelessness, Heartbreak, Trust, Self-Trust, Betrayal, Defensiveness, Flooding, Hurt

Chapter 11 Places We Go When Life Is Good: Joy, Happiness, Calm, Contentment, Gratitude, Foreboding Joy, Relief, Tranquility

Chapter 12 Places We Go When We Feel Wronged: Anger, Contempt, Disgust, Dehumanization, Hate, Self-Righteousness

Chapter 13 Places We Go to Self- Assess: Pride, Hubris, Humility

 

Cultivating Meaningful Connection

Gratitude



Emosi dan pengalaman manusia merupakan lapisan biologi, biografi, perilaku, dan latar belakang masa lalu. Seringkali ketika kita merasa tersesat dalam hidup, terbawa hanyut ke tengah lautan, insting pertama kita adalah melihat ke sekitar untuk menemukan pantai terdekat dan berlabuh. But that shore, the solid ground, actually is within us. The anchor we are searching for is connection, and it is internal. So, hanya dengan memahami emosi dan pengalaman yang sedang kita rasakan dan laluilah kita menemukan akar masalah, solusinya, dan kedamaian yang sesungguhnya.

Buku ini buat saya menarik sekali, justru karena topik pembahasannya yang fundamental, membantu saya memahami definisi beragam emosi sehingga perspektif diri menjadi crystal clear, sebagai contoh apakah saya sebenarnya envy atau jealous, anxiety atau worry... atau excitement. Kekeliruan memahami emosi dan pengalaman bisa berujung salah kaprah, persis ketika cinta tertukar dengan rasa kagum.

Envy occurs when we want something that another person has. Jealousy is when we fear losing a relationship or a valued part of a relationship that we already have.

Page 26

Berdasarkan studi tahun 2015 ditemukan 90 persen envy terbagi ke dalam 3 kategori; yakni (1) attraction: e.g., physical attractiveness, romantic attraction, social popularity, (2) competence: e.g., intelligence, knowledge, (3) wealth: e.g., financial status or lifestyle. Berdasarkan penelitian juga, envy ada yang sepaket dengan hostility: I wan't that, and I don't want you to have it. I also want you to be pulled down and put down. Namun ada juga yang tidak sepaket dengan hostile feelings: I want that, but you can have it too, and I don't want you to be put or pulled down.

Lalu speaking about jealousy, studi membuktikan kehadiran dosis kecil dari cemburu adalah bagian yang sehat dari sebuah relationship.


Buat saya, Atlas of The Heart adalah segala sesuatu yang di luar ekspektasi *in a good way. Saya ga menyangka sebuah topik yang menurut saya paling fundamental, yakni koneksi emosi, bisa jadi pembahasan paling bervariasi dan komprehensif. Salah satunya karena di tiap akhir pembahasan akan selalu ada yang bisa kita tarik sebagai practical insight. Misal topik jealousy yang barusan saya share, di akhir penjelasannya digarisbawahi bahwa memahami nuansa makna kata jealous bisa membantu kita untuk menanyakan ke diri sendiri ketika envy atau jealous itu datang: Apakah aku takut sesuatu sesuatu yang berharga dalam hidupku diambil orang atau aku sebenarnya menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain? Kalau aku menginginkan milik orang lain, apakah aku ingin dia kehilangan miliknya? Kalau aku takut kehilangan sesuatu yang penting bagiku, percakapan seperti apa yang perlu aku sampaikan ke orang yang bersangkutan?


Sudah umum kita ketahui bahwa menerima diri dan membangun kesadaran adalah fondasi self improvement. Untuk itu kita perlu mengerti apa aja sih segala rasa yang acapkali bersemayam di dalam hati, mulai dari stressed hingga boredom, dari anxiety hingga admiration. Atlas of the Heart membantu kita dalam hal tersebut. Membaca buku ini memang serasa menempuh perjalanan paling intim, the journey of our heart. Dari buku ini saya jadi paham bahwa kesedihan jelas bukan depresi, sedih dan duka bahkan tidak sama, kesedihan itu memiliki aspek positif. Stressed itu berarti kita butuh dibantu dan kita masih bisa terus lanjut, tapi overwhelmed mengharuskan kita untuk berhenti dan mengambil jeda, serta masih banyak lagi penjelasan tentang emosi lainnya.

Here are four things that I think are important to know about sadness:

1. Sadness and depression are not the same thing. Sadness is sometimes referred to as "depressed mood". However, sadness is a common but not essential feature of clinical depression. Technically, depression is a cluster of symtoms that persist over a period of time. These symptoms can include lack of interest in pleasant activities, loss of appetite, excessive fatigue and/or insomnia, and difficult concentrating.

2. Sadness and grief are not the same thing. Altough sadness is one part of grief, grief involves a whole group of emotions and experiences.

3. There are positive aspects to sadness.

4. There's a reason we love and movies. We like to be moved. We like to feel connected to what it means to be human, to be reminded of our inextricable connection to one another.

Page 106 - 108

 

Grief is often thought of as a process that includes many emotions, rather than a singular emotion. ...

In my research, three foundational elements of grief emerged from the data: loss, longing, and feeling lost.

Page 110

Lalu di buku ini dielaborasi juga bahwa duka yang rumit membutuhkan profesional mental health yang khusus dilatih di bidang tersebut. Pusat dari complicated gried meliputi Acute Grief, Integrated Grief, Complicated Grief, dan Disenfranchised Grief.



Berbagai riset juga mendasari pemaparan isi, misalnya riset Sandra Garrido yang membuktikan bahwa nostalgia bisa menjadi hal yang positif dan menyehatkan namun bisa juga toxic. Risetnya menemukan nostalgia pada orang-orang yang mengalami depresi cenderung mengarah pada hasil yang buruk. *Jadi kalo lagi down, ga usah nostalgiaan.

 

Dari Atlas of the Heart juga saya tau dua emosi yang ternyata ga ada bahasa Inggrisnya. Schadenfreude dan Freudenfreude berasal dari bahasa Jerman. Schadenfreude sederhananya adalah rasa senang dan bahagia yang muncul karena kemalangan dan penderitaan orang lain. Ngeri ya, tapi ini ternyata adalah emosi yang kerap ada, hanya saja orang-orang enggan menceritakan atau mengakuinya karena ga berkeperimanusiaan. Tapi emosi yang masuk kategori Schadenfreude itu adalah yang sudah ada di tahap berlebih, level kesenangannya begitu tinggi dan berkorelasi dengan envy, aggression, narcissim, dan anger. Sementara itu, freudenfreude adalah kebalikan dari schadenfreude, yakni rasa senang ketika orang lain berhasil atau sukses. It's also a subset of empathy.

Sebagai variasi, di sini diceritakan kisah-kisah kehidupan berbagai orang termasuk Bréne Brown sendiri, misalnya cerita tentang Brene Brown dan suaminya, Steve, yang kerap berkonflik di akhir pekan karena disappointment dan stealth expectation. Sebagai solusinya sekarang tiap kali akan memasuki akhir pekan mereka menanyakan ekspektasi masing-masing akan seperti apa inginnya akhir pekan nanti.

Disappointment is unmet expectations. The more significant the expectations, the more significant the disappointment.

...

Steath Expectation is unexamined and unexpected expectation.

Page 43.

 

Di sini ada referensi teori tokoh lain juga, misalnya Adam Grant. Untuk tau bagian ini, silakan baca sendiri bukunya ya :D.

 

Beragam foto menarik juga ada (misalnya foto Dark Elegy dari Karen Walrond),

 

kalimat berlayout khusus,

diagram, ilustrasi gambar bebas,

dan bahkan komik art dari Zen Pencils.

 

Ada satu hal penting juga yang saya sadari ketika selesai membaca buku ini yakni kita perlu memahami dari mana rasa sedih, sakit hati, keputusasaan, kemarahan itu berasal sehingga kita tidak melampiaskan dan menyelesaikannya pada orang lain, baik individu maupun kolektif.

This book is worth reading.

 

 

Siapa Brene Brown

Casandra Brené Brown (lahir 1965) adalah profesor riset, dosen, penulis, dan pembawa acara podcast Amerika. Brown dikenal karena penelitiannya tentang rasa malu, kerentanan, dan kepemimpinan. Brown menjadi terkenal setelah dirinya menjadi TED’s speaker yang dilihat secara luas pada tahun 2010. Sejak itu dia telah menulis enam buku terlaris New York Times nomor satu dan menjadi pembawa acara dua podcast.

Pada tahun 2021, Brown menjadi penulis enam buku terlaris nomor satu New York Times, yaitu The Gifts of Imperfection, Daring Greatly, Rising Strong, Braving the Wilderness, Dare to Lead, dan Atlas of the Heart.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang mencari topik emosi dan koneksinya dengan tingkah laku dan pengalaman manusia. Komprehensif, mendalam, tidak membosankan, dan full insight. One of my cup of tea.

 

-------------------------------------------------------------------------

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi adalah seorang pembaca buku sejak usia 5 tahun. Ia membaca buku-buku fiksi maupun non fiksi. Dipi host di dua program di nbsradio.id (radio di Bandung yang beraliansi resmi dengan VOA). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks. Dipi menulis di blognya dipidiff.com , dan tulisan-tulisan review bukunya menjadi entry di halaman pertama mesin pencari Google. Saat ini dipi adalah ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi bisa dijumpai juga di instagram @dipidiffofficial. Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan lembaga pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereview buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Universitas Negeri Semarang, LP3i, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, English Star Bandung, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Passionnya yang lain terkait dengan bidang pendidikan dan memanggang kue-kue. Dia mengembangkan bisnis kecilnya, bernama Dipidiff Official Store, sambil tetap sibuk menjadi ibu satu anak dan meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa muda di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. Dipidiff adalah Personal Brand-nya.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Twyford Code - Janice Ha…

20-11-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  The Sunday Times Bestseller   Judul : The Twyford Code Penulis : Janice Hallett Jenis Buku : Amateur Sleuths, Murder Thrillers, Suspense Thrillers Penerbit : Profile Books Tahun Terbit : July 2022 Jumlah Halaman : 400 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Suluh Rindu - Habiburrahman …

12-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Suluh Rindu Penulis : Habiburrahman El Shirazy Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2022 Jumlah Halaman :  594 halaman Dimensi Buku : 13.5 × 3 × 20.5 cm Harga...

Read more

Review Buku Dimensi Langit Manusia - Ast…

11-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Dimensi, juara favorit Kompetisi Menulis Kwikku Tahun 2020 Setelah direvisi, Dimensi diterbitkan MCL dengan judul Dimensi Langit Manusia   Judul : Dimensi Langit Manusia Penulis : Astrida Hara Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : MCL...

Read more

Review Buku Bino - Zaki Jaihutan

10-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Bino Penulis : Zaki Jaihutan Jenis Buku : Horor Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Juni 2021 Jumlah Halaman : 288 halaman Dimensi Buku : 13 x 19 cm Harga : Rp. 96.000*harga sewaktu-waktu dapat...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Mengapa Ringkasan Buku Itu Penting? Trib…

19-06-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...

Read more

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more