0

Review Buku I Wish I Knew This Earlier - Toni Tone

Published: Monday, 11 July 2022 Written by Dipidiff

 

A SUNDAY TIMES BESTSELLER

 

Judul : I Wish I Knew This Earlier

Penulis : Toni Tone

Jenis Buku : Teen & Young Adult Non Fiction on Dating & Intimacy,

Dating Books, Love & Romance Books

Tahun Terbit : January 2022

Jumlah Halaman : 160 halaman

Dimensi Buku : 16.26 x 10.67 x 1.27 cm

Harga : Rp. 160.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780008458249

 

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore

(ig @Periplusbandung, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

  

 

Sekelumit Tentang Isi

Kita semua pernah punya hubungan cinta yang dalam jangka panjang membuat kita merasa lebih buruk, menderita karena salah penanganan saat putus cinta, atau bertahan dalam hubungan yang seharusnya berhasil tetapi malah berujung perpisahan.

Melalui bukunya Toni Tone memberikan nasihat yang kita butuhkan: menemukan apa yang kita inginkan dari sebuah hubungan, bangkit dan tumbuh dari patah hati, serta mempelajari pentingnya percakapan yang sulit dalam memelihara relationship.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Ukuran bukunya kecil dan tipis, warnanya manis, kok rasanya cocok sekali buat sampul buku bertema hubungan cinta. Asumsi saya di awal memang sangat berkaitan dengan tipisnya si buku. Tapi ternyata dugaan saya itu keliru, in a good way.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Ada banyak hal yang 'disesali' memang dari masa lalu percintaan yang berliku itu. Masa-masa pdkt yang berantakan, atau hubungan yang terjalin tanpa kedekatan, atau patah hati berulam jantung, atau bangkit dari puing-puing kehancuran cinta #tssaahhh, semua yang pake hati itu berat, makin pake perasaan makin berdarah-darah. Tapi konon itulah episode kehidupan, meski kalo boleh milih, pastinya berharap andai saja tau prinsip-prinsip penting seputar relationship, untuk meminimalkan konflik, memuluskan hubungan, dan menemukan orang yang tepat.

 

Jutaan orang mengenal Toni Tone karena saran-sarannya yang tepat dan praktis tentang kencan dan hubungan, tentang gaya hidup dan pemberdayaan. Kalimat-kalimatnya begitu relate dan mudah dipahami sehingga mampu menjangkau banyak kalangan dan menjadi solusi dalam menghadapi tantangan sehari-hari. Selebriti internasional papan atas, dari Khloe Kadarsian hingga Hailey Bieber telah membagikan kutipan Toni yang menyentuh hati banyak orang. Media seperti MTV, Mail Online, BBC, dan Elle juga menampilkan Toni sebagai profil utama. Toni memiliki podcast sendiri di BBC Radio 1Xtra.

Toni Tone menulis buku ini karena ia memang menyukai topik cinta. Di sisi lain ia juga mengalami kurangnya pengalaman dulu itu di saat membina hubungan, dia tidak punya kakak perempuan tempat bercerita, makanya Toni menulis buku ini dengan harapan menjadi kakak perempuan buat para pembaca yang memberikan saran dan menguatkan hati kita semua dalam menjalani sebuah hubungan cinta. Buku ini juga bisa dibaca sekehendak kita, boleh dari awal atau dari bagian tengah buku sesuai kebutuhan dan keinginan pembaca. Dalam satu wawancaranya di media, Toni menceritakan pengalaman putus cinta yang dia alami. Saat itu dia diliputi oleh begitu banyak pikiran dan perasaan, sehingga mulai menuliskannya di Twitter untuk mengeksplorasi emosi dan opininya. Tak lama kemudian banyak orang mulai merespon cuitan Toni yang akhirnya membuat ia mengambil keputusan untuk membagikan pengalamannya lebih banyak. Twitter sangat tepat untuk sebuah pesan singkat yang cepat, tapi buku memberikan kesempatan baginya untuk menyampaikan sesuatu yang lebih pribadi dan rumit.


Isi buku ini tentang hal-hal utama, fundamental, yang harus dipahami tiap orang dalam membina hubungan. Isi buku terbagi ke dalam 3 bagian, yakni (1) The Dating Stage, yang berisi prinsip-prinsip masa pendekatan, tentang mengenal orang secara romantis, (2) The Loving Stage mengeksplorasi jatuh cinta dengan seseorang dan pelajaran tentang mengembangkan hubungan yang sehat dan bahagia, (3) The Healing Stage, menyentuh bagian paling pedih saat duka patah hati dan putusnya hubungan. Meski bukunya tipis dan mungil, ternyata insightnya paket komplit. Semua pelajaran yang dibagikan merupakan pengalaman Toni Tone sendiri, hasil mengobservasi pengalaman orang lain, dan mempelajari buku-buku. Melalui buku ini Toni ingin para pembaca bisa merefleksikan hubungan cinta yang dijalani, memperbaiki yang salah, dan membantu membuat keputusan yang lebih baik.

 

Selama membaca buku ini saya banyak menemukan hal-hal menarik, misalnya tentang di masa pendekatan dimana kita seharusnya pacaran dengan orang yang menginginkan hal yang sama dengan kita karena ketidaksamaan keinginan hanya akan berujung pada hubungan yang tidak produktif. Rings true ya :)

 
Prior to dating a person, it's helpful to have a good understanding of what exactly it is you're trying to get out of it. Do you want something casual? Are you looking for a monogamous relationship? Would you prefer an open relationship? Do you want to date someone who is ready to find a life partner? Do you want to get married and have children? Knowing what you want will help to guide your dating style, and accepting what you want will also help you to communicate your wants to romantic interests.
What happens when people don't know what they want? They may find themselves stuck in unproductive relationships.
Page 8
 
 
Ada pula disampaikan sebuah warning yang berkaitan dengan zona nyaman, bahwa zona yang kita anggap nyaman belum tentu sehat. Toni menyarankan untuk menanyakan ke diri sendiri benarkah zona nyaman kita sehat, jika merasa ada sesuatu yang salah ambil tindakan terapi jika perlu, dan keluarlah dari zona nyaman tidak sehat ini dengan melakukan hal yang kebalikan. Misalnya, pacaran dengan orang yang karakternya positif meski rasanya ga menarik.
 
Just because a person or situation feels familiar and you feel comfortable, doesn't necessarily mean it's right for you. Chaos and emotional unavailability can feel familiar to a person who grew up around both. People can feel comfortable in high stress environments. If absence of peace is all someone has ever known, peace can generate discomfort.
Page 11
 
 
 
Kalimat "intimacy tells you more about a relationship than intensity" juga terasa kebenarannya. Debar-debar cinta ga mutlak berarti si dia orang yang tepat, justru yang dicari adalah keselarasan dan harmonisasi.
 
Sometimes, what we 'think' we should feel in relationships can cloud our judgement. When this happens, people end up chasing 'feelings' instead of chasing someone with positive qualities. They value butterflies and passion instead of consistency, commitment and care. People can also wrongly associate butterflies and passion with certain negative behaviours (for example: someone controlling or jealous), so when they meet a person who is calm and rational, they tell themselves there is no 'passion', when in reality, there is no emotional turmoil.
Genuine compatibility is also more important than intensity. Do you gel well together? Do you have complementary communication styles? Do you have similar interests? Can you easily hold a conversation with them? Do you get on as friends? Do you hold similar values? It's very possible to feel intense emotions with people we re not truly compatible with. Sometimes, we may also find ourselves assuming we are compatible with people based on sexual compatibility alone. While sexual satisfaction is important in many relationships, ...
Page 20
 
 
 
Saya juga sepakat bahwa orang yang benar-benar menyukai kita akan menghormati kita, menghormati waktu kita, opini kita, batasan-batasan kita, keputusan kita, dll.
 
Kita tidak perlu mengkhianati diri, menjadi orang lain, demi mendapatkan cinta. Dalam hal ini mencintai diri sendiri harus tetap ada di dalam diri kita, dan kita harus terus berusaha menjadi versi terbaik demi diri kita sendiri. Yakinlah bahwa kita berhak bahagia, dan kita ga bisa bikin orang lain bahagia ketika kitanya sendiri broken dan punya pe er kehidupan.
 
Self-love is being able to be compassionate with yourself, appreciate yourself and recognise your value in a way that encourages you to prioritise your wellbeing and embark on experiences that contribute to your happiness. 
Page 30
 
 
Saran-saran dari Toni seputar cara mencintai diri sendiri juga menjadi catatan saya. Self-love diwujudkan dengan membuat tujuan-tujuan kecil dalam hidup lalu melacak keberhasilannya. Hal tersebut bisa mengingatkan dan menguatkan bahwa kita bisa meraih apa yang kita mau. Lalu rayakan keberhasilan yang kita capai. Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang positif dan tulus peduli sama kita, dll.
 
* I set small and achievable goals in my life, and I kept track of my wins. This helped to remind me that I am capable of achieving the things I want.
* I started celebrating my wins (small and large) to get me into the habit of celebrating myself. 
* I kept the company of people who made me feel good about myself and who wanted to see me happy.
* I was mindful about the way I spoke to myself and the way I spoke about myself to other people.
* I took time out to do things I enjoy, like travelling. This reminded me that my life is to be lived and loved in a way that suits me.
* I practiced accepting compliments. Instead of sharing a rebuttal, I would simply say 'thank you'.
* I started setting clearer boundaries with people in my life, so I would be better at doing so in my next relationship.
* I started to hold people accountable for their own actions, instead of creating excuses for them or blaming myself for their behaviour
* I started speaking more openly to people close to me about my feelings
* I had to tell myself that I was deserving of good things, and I had to repeat this regurarly, until it became a habit that turned into a belief.
Page 32
 
Satu perspektif yang menarik saya temukan di topik Compromising and Settling Are Two Different Things. Ternyata dua kata ini memang beda ya. Settling itu berarti kita nurunin standard value dan apa yang kita inginkan, compromising berarti mengubah kriteria ideal namun tetap pada prinsip yang sama. Hati-hati jangan sampai kita melakukan settling. Jangan menurunkan standard kita. Meski sepi tetaplah bertahan.
 
'Settling' in a relationship isn't about dating a guy who is five foot nine when you'd prefer he was six foot, or dating a girl with straight hair when you prefer curly. Settling is compromising your values and boundaries. It's being in a relationship that doesn't add to your happiness. It's disregarding your needs. It's dismissing your non-negotiables.
Page 35
 
 
Mencintai seseorang bukan berarti menjadikan dia universe kita, dont forget to work on being the best version of yourself, jangan sampai kita kehilangan keotentikan diri, tetaplah memiliki kehidupan di luar hubungan cinta dengannya. Pasangan yang baik akan menginginkan kita bertumbuh menjadi versi terbaik diri kita.
 
Relationships work out better when each person has a productive life outside of their relationship. If your relationship is your life and your life is your relationship. You're in for trouble. A healthy relationship should complement your life, not become it.
Page 50
 
Hal lain yang menarik dan menawarkan dua perspektif adalah tentang needy. Di satu pihak kita akan selalu keliatan needy di depan seseorang yang ga ngasih kita cukup perhatian. Dalam hal ini kita berada di pihak yang benar dan normal. Tapi di sisi lain bisa jadi keinginan untuk diperhatikan ini begitu besar di luar batas normal. Yang manapun tipenya kita harus sadar dan jujur pada diri sendiri. Bicarakan dengan pasangan dan komunikasikan solusinya.
 
Teman-teman ada yang sudah baca buku legend The Five Love Language? Toni Tone mengutip insight buku ini, tentang ekspresi dan bahasa cinta yang bisa jadi berbeda antara satu dengan lainnya. 
 
The Five Love Languages is a book published by author, speaker and counselor Dr Gary Chapman. In this world-renowned book, Chapman outlines five ways people typically like to receive love and express it. The five 'love languages' outlined in Dr Chapman's book include quality time, acts of service, physical touch, giving gifts and words of affirmation.
Page  59
 
Di sini tidak ada pembahasan berdasarkan studi atau survey, sebagai gantinya ada argumentasi logis dari Toni Tone terkait topik yang dibahas. Semua pelajaran yang dibagi, merupakan pengalaman Tone pribadi, atau dari observasinya terhadap pola relationship banyak orang atau dari berbagai buku yang ia baca. Misalnya teori Stephen Covey tentang komunikasi yang kuncinya ada di mendengarkan.
 
When we are in converstaion with a person and we are planning our response as they are speaking, we can easily end up losing track of what they are saying because we are focusing more on what we want to say. This step is succinctly summarised by author and educator, Stephen R. Covey, in his bestselling book The 7 Habits of Highly Effective People. In Covey's words, 'most people do not listen with the intent to understand; they listen with the intent to reply'. A massive part of being a better listener is worrying less about your reponse and, instead, listening to understand.
Page 69
 
Atau teori Dr Gary Chapman tentang ekspresi dan bahasa cinta yang bisa jadi berbeda antara satu dengan lainnya. 
 
The Five Love Languages is a book published by author, speaker and counselor Dr Gary Chapman. In this world-renowned book, Chapman outlines five ways people typically like to receive love and express it. The five 'love languages' outlined in Dr Chapman's book include quality time, acts of service, physical touch, giving gifts and words of affirmation.
Page  59
 
 
 
Di Section 2 The Loving Stage banyak juga poin-poin menarik yang Toni Tone bagikan, misalnya bahwa cinta itu sebuah pilihan, seiring waktu berlalu, debar cinta mungkin terlupa, tapi mencintai pasangan dengan penuh kasih dan setia adalah pilihan. Lalu cintailah seseorang bukan karena potensinya tapi sebenar-benarnya dirinya. Pada kenyataannya banyak orang tertipu hal ini dan hubungan akhirnya berakhir berantakan karena alih-alih mencintai orangnya, yang terjadi adalah jatuh cinta pada seseorang yang ada di dalam bayangan. Dalam menjalani hubungan penting sekali untuk menanyakan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh pasangan karena emosi dan perasaan itu personal, dont assume, ask. Hubungan yang baik ga harus pula selalu penuh perjuangan, jangan sampai salah persepsikan bahwa berjuang setengah mati adalah bagian esensial dari hubungan cinta.
 
Di bagian ini saya mencermati poin yang membahas tentang ego karena mengontrol ego rasanya sangat penting dalam hubungan. Tapi yang sering juga membingungkan adalah batas yang pas antara ego dengan pride. Penjelasan Toni Tone terkait hal ini saya rasa bagus untuk disimak. Menurut Toni kita harus bertanya ke diri sendiri apakah orang yang bersangkutan mengkritik kita dengan maksud agar kita menjadi orang yang lebih baik, apakah kita ga setuju dengan apa yang disampaikan atau kita hanya merasa sakit hati karena dianggap melakukan sesuatu yang salah, apakah yang disampaikan itu feedback dan penilaian yang akurat terhadap tingkah laku kita, apakah percakapan ini bisa memperkuat ikatan hubungan, dan apakah sikap menyerang yang kita lakukan karena kita ga suka membicarakan kesalahan kita. Pertanyaan-pertanyaan ini memang harus direnungkan dan dijawab dengan jujur.
 
 
 
Di Section 3 The Healing Stage ada beberapa pola pikir yang harus kita miliki selama melalui patah hati. Supaya bisa segera healing jangan ingat masa lalu bisa menyebabkan kita makin terpuruk secara emosi dan mental. Menangis saja tak apa, refleksikan situasi juga oke, tapi beri ruang bagi diri kita untuk pulih dan move on.
 
Ada satu hal menarik di bagian ini yang saya tandai tentang perasaan rindu setelah hubungan usai. Kangen dengan mantan itu ternyata normal saja, dan itu tidak selalu berarti kita cinta atau bahkan rindu dengan orang yang bersangkutan. Yang bikin kita kangen sebenarnya rutinitas yang dilakukan bersamanya dulu. Kehadiran seseorang yang sudah sedemikian lama atau biasa. Coba diganti dengan melakukan rutinitas itu bersama orang lain, kalo ternyata kehadiran mantan bisa diganti dengan mudah, berarti memang rutinitas lah yang membuat kita merasa kehilangan. Rindu pada mantan bukan berarti kita lemah, justru kalo kita bisa mengendalikan emosi itu, kita adalah pribadi yang kuat.
 
In fact, to miss someone and still assert that you are better off without them is powerful. There's so much power in allowing yourself to feel and process your emotions without your emotions completely controlling you. The self-awareness coupled with the self-regulation is a sign of emotional intelligence. You manage your emotions. They don't manage you.
Page 145
 
Ironis juga waktu membaca ternyata beberapa mantan itu punya niat balikan karena kita terluka egonya, saat melihat kita ternyata bisa melanjutkan hidup tanpa mereka. Di situasi ini kita harus menetapkan batasan buat mantan yang kelakuannya seperti ini.
 
Sometimes peope re-enter your life not because they genuinely miss you and want to add value, but because you don't miss them, and their ego wants confirmation that they still have access to you.
Page 126
 
Pernah merasa sulit move on? Saya pernah :). Di sini saya setuju dengan poin-poin yang disampaikan Toni soal batasan. Kadang setelah berpisah kita lupa membangun dinding di antara kita dan mantan. Padahal ini elemen yang sangat penting untuk bisa segera move on. Buatlah dinding pembatas di social media, ga harus unfoll bisa di mute, jangan sering ketemu dan putuskan komunikasi. Ini mungkin sulit ya untuk perceraian yang ada anak di dalam hubungannya. Tapi jarak selalu bisa diupayakan, setidaknya temporary, to cooling down.
Implementing boundaries during a breakup is just as important as implementing boundaries during a relationship. Have you recently broken up with someone? Moving on  from them  will require the implementation of some boundaries on your part. Assert who won't have access to you anymore. Assert what you will and won't expose yourself to. Assert what you will and won't accept.
Page129
 
Isi waktu dengan melakukan hal yang bermanfaat, dengan rutinitas yang baik, lalu kelola pola pikir ke arah yang positif, bahwa hubungan yang gagal memberikan kesempatan bagi kita untuk menjadi lebih baik ke depannya.
 
It's very easy to walk away from a relationship and think about the time you 'wasted' or the things you 'lost', but sometimes healing can be facilitated by a change in perspective. What did you gain in that time? A better sense of self? A clearer vision of what you want? What did you learn that will help you in life, and in your next relationship?
Page 136
 


Semua pesan-pesan Toni Tone ringkas dan mudah dipahami karena relate. Saya ga bisa ga setuju dengan opininya. Tapi sekali lagi, lebih mudah berteori daripada menjalani, namun dengan mempelajari prinsip-prinsip membina hubungan yang ada di buku ini, kita bisa menjadikannya sebagai pengingat dan penguat. 

 

Siapa Toni Tone

Toni adalah pembicara pemenang penghargaan (award winning speaker). Ia juga penulis dan content creator. Toni Tone terkenal karena tulisannya di Twitter, yang rata-rata mendapatkan lebih dari 40 juta tayangan dalam satu bukan. Tulisannya dipublikasikan di berbagai media seperti The Independent, Elle, Cosmopolitan, dan masih banyak lagi. Toni juga merupakan duta pertama untuk yayasan amal Young Women's Trust. I Wish I Knew This Earlier adalah buku pertamanya.

 

Rekomendasi

Buat yang sedang mencari buku relationship yang isinya bagus, mudah dicerna, komplit topiknya (dari pendekatan, jadian, sampai putus hubungan), sekaligus bisa menguatkan di masa-masa down asmara, give this book a try.

 

 

-------------------------------------------------------------------------

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi adalah seorang pembaca buku sejak usia 5 tahun. Ia membaca buku-buku fiksi maupun non fiksi. Dipi host di dua program di nbsradio.id (radio di Bandung yang beraliansi resmi dengan VOA). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks. Dipi menulis di blognya dipidiff.com , dan tulisan-tulisan review bukunya menjadi entry di halaman pertama mesin pencari Google. Saat ini dipi adalah ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi bisa dijumpai juga di instagram @dipidiffofficial. Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan lembaga pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereview buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Universitas Negeri Semarang, LP3i, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, English Star Bandung, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Passionnya yang lain terkait dengan bidang pendidikan dan memanggang kue-kue. Dia mengembangkan bisnis kecilnya, bernama Dipidiff Official Store, sambil tetap sibuk menjadi ibu satu anak dan meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa muda di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. Dipidiff adalah Personal Brand-nya.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Twyford Code - Janice Ha…

20-11-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  The Sunday Times Bestseller   Judul : The Twyford Code Penulis : Janice Hallett Jenis Buku : Amateur Sleuths, Murder Thrillers, Suspense Thrillers Penerbit : Profile Books Tahun Terbit : July 2022 Jumlah Halaman : 400 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Suluh Rindu - Habiburrahman …

12-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Suluh Rindu Penulis : Habiburrahman El Shirazy Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2022 Jumlah Halaman :  594 halaman Dimensi Buku : 13.5 × 3 × 20.5 cm Harga...

Read more

Review Buku Dimensi Langit Manusia - Ast…

11-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Dimensi, juara favorit Kompetisi Menulis Kwikku Tahun 2020 Setelah direvisi, Dimensi diterbitkan MCL dengan judul Dimensi Langit Manusia   Judul : Dimensi Langit Manusia Penulis : Astrida Hara Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : MCL...

Read more

Review Buku Bino - Zaki Jaihutan

10-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Bino Penulis : Zaki Jaihutan Jenis Buku : Horor Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Juni 2021 Jumlah Halaman : 288 halaman Dimensi Buku : 13 x 19 cm Harga : Rp. 96.000*harga sewaktu-waktu dapat...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Mengapa Ringkasan Buku Itu Penting? Trib…

19-06-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...

Read more

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more