Review Buku Disorder - Akmal Nasery Basral

Published: Monday, 29 March 2021 Written by Dipidiff

 

Judul : Disorder

Penulis : Akmal Nasery Basral

Jenis Buku : Fiksi Ilmiah

Penerbit : Penerbit Bentang

Tahun Terbit : Desember 2020

Jumlah Halaman : 484 halaman

Dimensi Buku : 20,5 cm

Harga : Rp. 114.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9786022917694

Paperback

 

 

Sekelumit Tentang Isi

2026. Permata Pertiwi, pakar epidemiologi, berjuang keras melacak virus yang pelan tapi pasti menjangkiti kota demi kota di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ini bakal menjadi pandemi yang lebih berbahaya dibandingkan Covid-19 tahun 2020.
 
Apakah ini wabah alami atau ada penyebab lain? Permata Pertiwi menyelidiki hal ini dari Atambua hingga Lyon, menuju Yaji Mountain dan terperangkap di Harbin. Ia juga bertemu cinta pertamanya, Alex, yang juga merupakan ujian terbesar dalam hidup pribadinya. Akankah Ata bisa melalui ini semua dan menyingkap misteri yang ada? Yuk dibaca saja buku Akmal Nasery Basral yang satu ini

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Salah satu buku yang saya suka sekali disain sampulnya adalah buku Disorder ini. Pemilihan warna, gambar ilustrasi, permainan huruf pada judul bagi saya eye catching, sesuai pula dengan isi cerita. Subjektif tentu saja, karena saya penyuka warna merah :D.

 

Tokoh dan Karakter

Permata Pertiwi (Ata)

Eko

Dwi

Tri

Catur

Panca

Alex

Prof Sochet

Prof Mboi

Yeskiel Ndaumanu

Hansen

Felicia

Dokter Wahyuni Suprapti

Valerie

 

Dr. Ata sebagai tokoh utama memiliki karakteristik yang luar biasa. Dia cantik, cerdas, sukses, baik hati, pemberani, dan lain sebagainya. Tapi ia juga punya trauma cinta dan sifat kelemahan lainnya. 'Hello! Ga ada orang yang hidupnya sempurna bahkan di dalam cerita sekalipun'. Dan ga cuma tokoh Ata yang membawa pesan cerita, banyak pula kisah tokoh-tokoh lainnya yang bisa kita jadikan bahan kontemplasi kehidupan. Nyatanya buku ini lumayan filosofis ya. And I like it.

Tokoh antagonisnya di novel ini jelas, nanti tentunya terungkap di akhir cerita. Cukup menarik juga ketika reveal, ternyata yang jahat bukan cuma satu orang.

Secara keseluruhan menurut saya tokoh dalam cerita terasa hidup dan dinamis, Dr. Ata khususnya. Sedangkan Alex agak lebih samar, yang mana menurut saya mungkin karena ruh genrenya bukan di romance-nya, tapi lebih ke thriller dengan pusat cerita berada di diri Ata.

 

Deskripsi tokoh detail, bahkan termasuk tokoh-tokoh minor seperti Yeskiel Ndaumanu yang kebagian peran sebagai jurnalis.

Yeskiel Ndaumanu bertubuh kecil, kurus, dengan otot-otot liat dan sorot mata senyalang mata kucing pada tengah malam buta. Dia tinggal di sebuah pondok sederhana, dengan tumpukan buku di mana-mana. Belum lagi baju yang berserakan, dokumen-dokumen, kipas angin yang bunyi kereyot-nya mengkhawatirkan, dan televisi yang warna layarnya bergaris-garis. Di luar semua kondisi semrawut itu Yeskiel seorang yang antusias. Dia mengulangi semua info yang sudah disampaikan Kepala Dinas dengan satu tambahan informasi.

Halaman 32

 

Kalo ada yang penasaran bagaimana fisik Ata dan Alex, well yah sudah pasti cantik dan tampan.

 

Alur dan Latar

Cerita beralur maju dengan flashback sedikit di sana-sini. Pace- nya sedang, dan terasa makin cepat di bagian akhir. Mungkin untuk sebagian pembaca akan merasa pace berubah secara tiba-tiba, efek dari plot twist-nya yang mengejutkan.

Konflik novel ini berlapis, ada pergulatan batin tokoh utama, konflik romance, dan misteri si genre fiksi ilmiahnya. Dasar teka-tekinya sendiri sudah uda Akmal berikan di bab awal jika saja kita cukup jeli untuk menangkap isyaratnya. 

Cerita disampaikan dari sudut pandang orang ketiga.

Endingnya memang sesuatu banget. Ga buat kamu yang lagi ingin dibuai ujung cerita ala ala dongeng putri raja pastinya. Ini jenis-jenis ending yang dipilih Jennifer Niven di novel-novelnya, sebuah ending yang tertutup, penuh perenungan, dan sisi happy-nya diserahkan definisinya kepada masing-masing pembaca.

Latar suasana dan latar lokasi hidup. Latar adalah salah satu unsur cerita yang selalu menjadi kekuatan karya-karyanya Uda Akmal. Tidak hanya menonjol karena membawa pembaca pada petualangan ke berbagai lokasi di Indonesia maupun di luar Indonesia, tapi cara mendeskripsikan lokasi dan suasanya memang 'meyakinkan'

Secara pribadi, perlu rasanya ditambahkan, bahwa saya suka sekali gaya bahasanya yang puitis itu.

Langit di atas Atambua telah legam jelaga. Beberapa kerlip lampu terlihat di kejauhan seperti kumpulan laron di tengah rimbun hutan sebelum mereka melewati sebuah "lorong lampu" melengkung dengan ketinggian lima meter di dekat Pos Polisi Simpang Lima.

Halaman 33-34

Lembayung senja memayungi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ketika Ata meninggalkan kawasan kampus dan kembali ke apartemennya. Jarak kedua lokasi sebetulnya tak jauh, tetapi kemacetan parah pada setiap  jam pulang kantor membuatnya baru bisa memarkir mobil satu jam kemudian - empat kali lebih lama dibandingkan saat jalan normal - di rubahan apartemen.

Halaman 80

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Sebuah novel fiksi ilmiah yang ga cuma menghibur tapi juga mengedukasi dan menginspirasi, itulah Disorder bagi saya.
 
 
Menurut saya, Disorder adalah novel paket lengkap. Di dalamnya jelas ada fiksi ilmiah yang kental, lantaran banyak fakta-fakta ilmiah - yang difiksikan yang ada di dalam novel. Kadang terselip dalam narasi, kadang dalam dialog. Misalnya saja bagian yang saya kutipkan di bawah ini,

"Satu alasan singkat?" Ata menghela napas. "Jika kita terlambat, ribuan orang akan mati di sini. Infeksi akan menyebar cepat dan menewaskan ratusan ribu lainnya secara nasional, mungkin tembus satu juta jiwa. Jauh lebih parah dibandingkan COVID-19 tahun 2020.

"Holy Mary. Seriously?" Profesor Mboi terdengar tegang.

"Ya, Prof. Virulensinya lebih tinggi daripada virus H1N1 yang menyebabkan ledakan kasus Flu Babi di Meksiko dan AS pada 2009. Setelah itu, ada faktor lain yang berbahaya. Saat virus Corona masih menjadi wabah dunia, muncul virus G4 EA H1N1 yang merupakan strain baru H1N1. Sejak paruh kedua tahun 2020, virus ini hampir tanpa pengamatan serius karena dunia sedang sibuk berlomba menciptakan vaksin anti COVID-19."

"Saya tahu H1N1 adalah virus Flu Babi yang berkerabat dengan virus Flu Spanyol 1918. Tapi, G4 EA itu apa, Dok? G4 itu genotip 4. Kalau EA?"

"Eurasia Avian-like"

"Baik. Silakan lanjutkan."

"Nah, yang bisa terjadi sekarang adalah strain terbaru kombinasi virus zoonotis lain dari sesama orthomyxovirus seperti kelelawar, trenggiling, monyet, tikus, nyamuk, antropoda, bahkan ikan salmon. ini bisa menghasilkan strain baru SOIV - Swine Origin Influenza Virus - yang belum pernah ada. Untuk mudahnya, kita sebut sementara sebagai SOIV-26."

Halaman 36

 

 
lalu ada sisi petualangan, action thriller seperti kejar-kejaran, perkelahian, dan lain sebagainya. Tak ketinggalan misteri, dan bumbu romansa. Bagian yang saya kutipkan di bawah ini terasa romantis lantaran melibatkan puisi dan tokoh Ata yang sedang jatuh cinta.

Puisi Dingin Tak Tercatat. Goenawan Mohamad 1971

Untuk setangkai hati, yang selalu merawat ketulusan cinta sejati. Ketika kata tak mampu menampung rasa, kubiarkan puisi menampakkan apa yang tersembunyi. Aku menemukan dirimu pada puisi di bawah ini. Kuharap kamu juga. AL.

Dingin tak tercatat pada termometer

kota hanya basah

Angin sepanjang sungai mengusir, tapi kita tetap saja

di sana. Seakan-akan

gerimis raib dan cahaya berenang

mempermainkan warna

Tuhan, kenapa kita bisa bahagia?"

 

Ata tersenyum dan kembali menciumi surat cinta itu sebelum melipatnya lagi. Perasaannya begitu lega. Mulutnya bergumam lirih: Tuhan, terima kasih membuatku bahagia.

 

Halaman 444

 

Di tengah segala keromantisan itu, terselip satu konflik klise tapi umum ditemui di kehidupan nyata. Mungkin akan relatable juga di kehidupan beberapa pembaca novel ini.

Menjelang ujian akhir SMA, keduanya menyadari perbedaan mereka jauh lebih banyak dibandingkan kesamaan yang bisa membuhul keabadian cinta. apalagi Mas Eko tak setuju ketika dia memperkenalkan Alex kepada kakak sulungnya itu. "Kamu kejar dulu cita-citamu sebagai dokter, Ta. Kalau sudah tercapai, nanti para lelaki datang sendiri. Kamu tinggal pilih mana yang terbaik dari mereka. Jangan sampai cita-citamu gagal hanya karena kamu salah fokus dalam hidupmu." Mas Eko memberi nasihat. Ata ingin membantah. Namun, Mas Eko bukan hanya sebagai kakak baginya. Dia juga menjalankan fungsi sebagai orang tua di Jakarta. Akhirnya, dia dan Alex berpisah dalam kondisi hati berdarah-darah.

Halaman 107

 
Ada momen pula ketika saya membaca buku ini saya bertanya-tanya sejauh mana opini asli Uda Akmal dititipkannya ke para tokoh cerita. Misalnya tentang Bank Dunia dan IMF, tentang WHO dan lain sebagainya. 

"Juga Bank Dunia dan IMF," sambar orang ketujuh. "Mereka hanya berperan sebagai lintah raksasa yang tanpa iba mengisap kekayaan alam negeri miskin sebagai persembahan bagi tuan mereka negara-negara kaya."

"Hancurkan juga WHO yang menjadi kaki tangan perusahaan farmasi besar. Mereka semena-mena menetapkan standar kesehatan. Akses kesehatan harus terbuka dan setara bagi semua orang, bukan hanya bagi serigala kapitalis kaya raya berbulu domba!" Orang kedelapan mengepalkan tangan.

"Saatnya orang-orang miskin tampil mengatur dunia," ujar orang kesembilan. "Hari Orang Miskin Sedunia yang sudah dirayakan Takhta Suci selama 10 tahun terakhir menjadi gerbang yang disediakan Tuhan lengkap dengan kuncinya. ...

Halaman 62

Pertanyaan ini dijawab Uda Akmal dalam satu acara OASE Review Buku Disorder yang saya dan mas Iwan adakan tempo lalu (sila cek instagram @dipidiffofficial dan @ayah_rayya). Dalam kesempatan ini, Uda menjawab bahwa opini-opini tokoh diambil dari berita-berita yang ada di media massa, dan dijadikan bahan tulisan novel. Artinya, apapun yang tertera dalam buku ini, hakikatnya kembali pada genrenya yang fiksi.
 
 
Hal-hal kecil yang saya sukai dari Disorder adalah paragraf-paragraf tentang makanan dan kopi. Subjektif ya :D, karena saya memang suka baking, kuliner, kopi, teh, dan lain sebagainya.

Sebuah meja panjang berisi makanan tradisional terhidang. Mulai dari kolo (nasi bakar di dalam bambu dan diberi rempah), se'i (daging asap dibumbui garam, lada, madu, dan dipanggang di atas bara api), sambal lu'at dengan aroma kemangi dan perasan jeruk yang merupakan "pasangan sehidup semati" se'i, sambal ikan teri, jagung katemak (jagung, kacang, dan biji-bijian lain direbus, ditambah daun pepaya), jagung bose (bubur jagung ditabur kacang tanah goreng), ubi nuabosi (ubi direbus bersama garam), dan muku loto (pisang muda direbus bersama potongan daging sampai mengental).

Jajan pasar seperti kue cucur, jawada (atau kue rambut, dari adonan tepung dicampur gula merah, santan, dan air nira sebelum digoreng), emping jagung, kacang sembunyi (kacang kulit dibalut adonan tepung pedas-manis) menambah meriah menu yang tersedia.

Profesor Mboi menjelaskan setiap makanan selancar pakar kuliner. "Kami tak menyajikan makanan internasional karena Doktor Ata kuliah di Prancis. Untuk itu, kami siapkan menu tradisional berbasis jagung, salah satu hasil alam terbaik Timor."

...

Halaman 27

 
 

"Minum saja. Kalau ada kopi, lebih baik."

"Saya sedang ada stok tiga jenis kopi. Ijeng Raung dan Bajawa yang arabika, serta Rangsang Meranti yang liberica."

"Bajawa, saya hampir setiap hari minum. Ijeng Raung dan Rangsang Meranti dari mana?"

"Ijeng Raung dari Bondowoso. Rasanya agak pedas dengan aroma bunga hutan. Tingkat keasamannya sedang. Rangsang Meranti dari Riau dengan aroma seperti buah nangka. Dulu termasuk kopi robusta, tapi belakangan ini dinyatakan sebagai species mandiri kopi liberica."

Halaman 74

 
 

Jika ditanya bab mana yang paling saya suka, maka saya akan menjawab bab 54 Tempat Paling Berbahaya di Dunia, alasannya sederhana, karena di bab ini ada satu misteri lagi yang terbongkar, tepat ketika pembaca mungkin menyangka misteri sudah usai, nyatanya masih ada kejutan lainnya. Dan jika saya ditanya bagian mana dari novel ini yang terasa mengganggu, maka saya akan menjawab, di bagian Hansen dan Felicia. Dua tokoh yang menurut saya tidak sentral, dengan peran yang terhitung minor, tapi diberi slot beradegan dewasa (what for?). Tapi tentu saja ini preferensi pribadi yang artinya mungkin bagi pembaca lain hal ini biasa saja atau malah mungkin bumbu yang menarik.

 

Kekuatan Disorder yang tak kalah penting adalah pesan cerita yang dititipkan uda Akmal di tiap tokoh ceritanya, tentang pintar saja itu sangat tidak cukup, perlu mengaji dan bertuhan, tentang pentingnya untuk move on dari masa lalu, dan self healing, tentang mempertahankan prinsip, tentang integritas dan trust, dan lain sebagainya.

 

Disorder buku yang punya style menurut saya, sebuah novel yang bisa jadi ada yang ga suka, tapi sebagian besar yang baca akan setuju menganggap Disorder adalah karya yang berkualitas dan berkesan.

 

 

Siapa Akmal Nasery Basral

 

Akmal Nasery Basral adalah wartawan dan sastrawan Indonesia. Kumpulan cerpen pertamanya Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006) yang terdiri dari 13 cerpen termasuk long-list Khatulistiwa Literary Award 2007. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Sosiologi Universitas Indonesia. Saat ini tinggal di Cibubur, Bekasi, bersama istri, Sylvia, dan ketiga putri mereka, Jihan, Aurora, Ayla.

Sebagai wartawan ia pernah bekerja untuk majalah berita mingguan Gatra (1994-1998), Gamma (1999), sebelum bekerja di majalah Tempo (2004-sekarang). Ia juga pendiri dan pemimpin redaksi majalah tren digital @-ha (2000-2001), serta MTV Trax (2002) yang kini menjadi Trax setelah kerjasama MRA Media Group, penerbit majalah itu, dengan MTV selesai

Sebagai sastrawan ia termasuk terlambat menerbitkan karya. Baru pada usia 37 tahun, novel pertamanya Imperia (2005) terbit, dilanjutkan dengan Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006), serta Naga Bonar (Jadi) 2 (2007), novel dari film box-office berjudul sama yang disutradarai aktor kawakan Deddy Mizwar.

Di luar minatnya pada bidang jurnalistik dan sastra, Akmal Nasery Basral juga dikenal sebagai pengamat musik dan film Indonesia. Ia termasuk anggota awal tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia. Ketika sosialisasi terhadap penghargaan utama bagi insan musik Indonesia ini dilakukan pada 1997, kalangan jurnalis diwakili oleh Akmal dan Bens Leo. Pada pergelaran AMI ke-10 (2006), Akmal ditunjuk sebagai ketua Tim Kategorisasi yang memformat ulang seluruh kategorisasi penghargaan.

Di bidang perfilman Akmal menjadi satu dari lima juri inti Festival Film Jakarta ke-2 (2007), bersama Alberthiene Endah, Ami Wahyu, Mayong Suryo Laksono, dan Yan Widjaya. 

Sumber : Goodreads

 

Akmal Nasery Basral membagi periode kreativitasnya sebagai novelis menjadi periode pertama (2005-2014) dan periode kedua (2018-sekarang). Pada periode pertama karya-karya prosanya lebih dominan bercorak novel sejarah atau novel biografi seperti Nagabonar Jadi 2 (2006), Sang Pencerah (2010), Presiden Prawiranegara (2011) atau Napoleon dari Tanah Rencong (2013). Termasuk pada periode ini adalah novel pertama Imperia (2005) yang kemudian bermetamorfosis menjadi Trilogi Imperia (Ilusi Imperia, Rahasia Imperia, Coda Imperia) yang muncul pada 2014 dan merupakan tafsir prosaistiknya terhadap keadaan di Indonesia pascareformasi 1998.

Setelah itu, dia vakum menulis selama 4 tahun karena minat dan perhatiannya teralihkan oleh hal lain. Baru pada 2018 karyanya kembali muncul sekaligus menandai periode kedua yang mulai dicirikan karya-karya nonsejarah seperti dwilogi Dilarang Bercanda dengan Kenangan (2018 & 2020), Te o Toriatte (Genggam Cinta) yang terbit pada 2019, kumpulan cerpen Putik Safron di Sayap Izrail (2020), serta novel Disorder ini. Karyanya yang masih “berbau novel biografi” pada periode ini adalah Setangkai Pena di Taman Pujangga (2020) yang merupakan novel pertama dari kehidupan ulama dan pujangga besar Buya HAMKA.

Sumber: Mizanstore

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan kepada para penggemar genre fiksi ilmiah dan follower Akmal Nasery Basral yang mencari topik sains fiksi yang aktual, tentang virus seperti corona yang saat ini melanda. Konfliknya berlapis, beralur maju dengan pace sedang-cepat, pov ketiga. Cerita berunsur petualangan ini akan memanjakan kita dengan unsur deskripsi latar dan suasananya yang detail dan hidup. Fakta ilmiahnya kental, narasinya mengalis, dan bahasanya termasuk puitis. Tokoh utamanya cantik dan tampan, dan antagonisnya bisa dibilang secara mental tidak normal. Ada nuansa konspirasi dalam konflik cerita, bumbu romance-nya cukup menyeimbangkan sisi misteri genre utamanya. Plot twist-nya asik, endingnya 'sesuatu', karena happy atau tidaknya diserahkan pada perspektif pembaca.

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku Before the Coffee Gets Cold …

13-06-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  *OVER ONE MILLION COPIES SOLD**NOW AN INTERNATIONAL BESTSELLER* Japanese Bestseller   Judul : Before the Coffee Gets Cold Penulis : Toshikazu Kawaguchi Jenis Buku : Magical Realism; Literary Fiction; Romantic Fantasy;  Penerbit : Pan Macmillan Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku Breathless - Jennifer Niven

30-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times bestselling author of All the Bright Places   Judul : Breathless Penulis : Jennifer Niven Jenis Buku : Teen & YA Fiction Penerbit : Alfred A. Knopf Tahun Terbit : September 2020 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku The Duke & I (Bridgerton…

29-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times Bestseller   Now a series created by Shondaland for Netflix.   Judul : The Duke and I (Bridgertons Book 1) Penulis : Julia Quinn Jenis Buku : Romance Penerbit : Avon; Media Tie In, Reprint edition Tahun...

Read more

Review Buku Klara and the Sun - Kazuo Is…

22-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  NEW YORK TIMES BESTSELLERA GOOD MORNING AMERICA Book Club Pick! Editor s Pick for Best Science Fiction & Fantasy   Judul : Klara and the Sun Penulis : Kazuo Ishiguro Jenis Buku : Science Fiction & Fantasy Penerbit...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more