0

Review Buku Anne of Green Gables (Wordsworth Collector's Editions) - Lucy Maud Montgomery

Published: Tuesday, 19 July 2022 Written by Dipidiff

 

Read the timeless classic about the beloved Anne Shirley, a red-haired orphan with a fiery spirit.

Now on Netflix

 

Judul : Anne of Green Gables

Penulis : Lucy Maud Montgomery

Jenis Buku : Children’s Literature

Penerbit : Wordsworth Edition

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman :  448 halaman

Dimensi Buku : 18,03 x 13,72 x 3,81 cm

Harga : Rp. 168.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781840227840

Hardcover

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplusbandung, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi


Novel Anne of Green Gables berkisah tentang sebuah tempat bernama Avonlea, dimana di sana tinggal kakak beradik Matthew dan Marilla Cuthbert. Dalam upaya untuk mengurus lahan pertanian Green Gables, mereka mengajukan diri untuk mengadopsi anak laki-laki dari panti asuhan. Namun, secara tidak sengaja, yang muncul ternyata seorang gadis berusia 11 tahun berambut merah dengan wajah berbintik-bintik bernama Anne Shirley. Anne yang ceria secara bertahap mengubah kehidupan Matthew dan Marilla yang tertutup dan pemalu, bahkan Anne mengubah dinamika Avonlea.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Edisi khusus Wordsworth ini memang lagi hype ya. Tapi ga heran mengapa banyak yang menyukainya. Hardcover cantik dengan ilustrasi seistimewa ini memang ga mungkin dilewatkan. Desainnya sederhana, dengan pilihan warna-warna yang memberikan kesan vintage dan elegan. Kalau permukaannya di raba, ada semacam tekstur yang terasa. Saya sendiri tentu saja paling suka dengan judulnya yang menggunakan warna keemasan.

 

Tokoh dan Karakter

Mrs Rachel lynde
Thomas Lynde
Matthew Cuthbert
Marilla cuthbert
Gilbert blythe
Diana Barry
Old Miss Barry
 
Sesuai ekspektasi saya bahwa buku yang berjudul nama tokoh mestinya kuat penokohannya, Anne memang sosok yang berkesan. Gadis kecil ini cerdas dan kritis, impulsif dan ekspresif, dan dibawah pengasuhan Marilla ia tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, berkarater, sehat secara mental, dan lebih rasional *mengingat daya khayalnya yang luar biasa, hal ini sangat dirasa perlu.
 
Tokoh di luar Anne lebih berperan sebagai pendukung tapi juga ga kalah menarik. Matthew yang lembut, Marilla yang bertransformasi karakternya menjadi seorang ibu, Miss Barry yang eksentrik, Diana yang setia, dll, namun Gil ternyata cuma sedikit diceritakannya. Ternyata tokoh ini memang disimpan untuk lebih dielaborasi di buku-buku Anne selanjutnya. Btw, seperti kebanyakan para pembaca, saya juga sangat suka ikatan emosi antara Matthew dan Anne yang manis dan mendalam, sebuah kasih sayang yang begitu murni dan besar meski ga selalu diperlihatkan secara ekspresif.
 
Deskripsi fisik tokoh clear. Misalnya Marilla yang bertubuh tinggi langsing, tanpa lekuk-lekuk tubuh, rambutnya sudah beruban sedikit di sana-sini dan diikat dengan simpul yang kuat plus dijepit dengan jepitan rambut erat-erat. Sekilas Marilla tampak seperti seorang wanita yang kaku tapi kalau kita perhatikan mulutnya kesan ini akan berubah. Marilla mungkin pribadi yang punya humor. Sementara itu Anne kecil adalah seorang anak perempuan berusia sekitar sebelas tahun, mengenakan gaun kekuningan yang sangat pendek, sangat ketat, sangat jelek. Dia mengenakan topi pelaut cokelat pudar. Wajahnya kecil, putih dan kurus, juga berbintik-bintik; mulutnya besar dan begitu pula matanya, yang tampak hijau atau abu-abu di kesempatan lainnya. Dagunya sangat runcing dan menonjol; mata besarnya itu penuh semangat dan kelincahan; bentuk bibirnya manis dan ekspresif; dahinya lebar dan penuh. Gilbert Blythe, anak laki-laki bertumbuh tinggi, dengan rambut cokelat keriting, mata cokelat nakal, dengan senyum menggoda. Gimana, lumayan banget ya kebayang di imajinasi kita :)
 
Marilla was a tall, thin woman, with angles and without curves; her dark hair showed some grey streaks and was always twisted up in a hard little knot behind with two wire hairpins stuck aggressively through it. She looked like a woman of narrow experience and rigid conscience, which she was; but there was a saving something about her mouth which, if it had been ever so slightly developed, might have been considered indicative of a sense of humour.
Page 17
 
Matthew was not looking at her and would not have seen what she was really like if he had been, but an ordinary observer would have seen this: a child of about eleven, garbed in a very short, very tight, very ugly dress of yellowish-grey wincey. She wore a faded brown sailor hat and beneath the hat, extending down her hair. Her face was small, white and thin, also much freckled;  her mouth was large and so were her eyes, which looked green in some lights and moods and grey in others.
So far, the ordinary observer; an extraordinary observer might have seen that the chin was very pointed and pronounced; that the big eyes were full of spirit and vivacity; that the mouth was sweet-lipped and expressive; that the forehead was broad and full; in short, our discerning extraordinary observer might have concluded that no commonplace soul inhabited the body of this stray woman-child of whom shy Matthew Cuthbert was so ludicrously afraid.
Matthew, however, was spared the ordeal of speaking first, for as soon as she concluded that he was coming to her she stood up, grasping with one thin brown hand the handle of a shabby, old-fashioned carpet-bag; the other she held out to him.
Page 26
 
Anne looked accordingly. She had a good chance to do so, for the said Gilbert Blythe was absorbed in stealthily pinning the long yellow braid of Ruby Gillis, who sat in front of him, to the back of her seat. He was a tall boy,  with curly brown hair, roguish hazel eyes, and a mouth twisted into a teasing smile.
Page 165

 

Alur dan Latar

 
Pov orang ketiga dengan Anne sebagai pusat cerita. Per chapter terasa seperti cerita-cerita singkat episode kehidupan Anne yang bergulir dengan kecepatan sedang-cepat. Konfliknya berupa problem kehidupan sehari-hari Anne, yang terasa membumi dan hidup, pertengkarannya, sedihnya, bahagianya, terasa emosinya, misalnya tentang Diana yang pada suatu hari tanpa sengaja minum minuman beralkohol sampai mabuk gara-gara Anne salah memberikan minuman, lalu ibu Diana marah dan memutuskan persahabatan mereka. Atau tentang kalung Marilla yang hilang dan Anne dituduh berbohong, dan masih banyak lagi.
 
Walau di menjelang bagian akhir ada episode duka, namun ending yang sesungguhnya ada harapan. 
 
Deskripsi fisik lokasi dan situasi terasa hidup dan khas Inggris jaman dulu. Beberapa tempat dalam cerita adalah Avonlea, Green Gables, Bright River, dan Panti Nova Scotia.
Avonlea
Green gables
Bright River,
panti Nova Scotia
Prince Edward Island
 
Salah satu latar yang penting tentunya adalah Green Gables. Green Gables adalah sebuah bangunan yang rapi dan bersih, halaman bagian belakangnya sangat hijau dan tertata, diapit pohon Willow di satu sisi, dan Lombardia di sisi satunya lagi. Jendelanya menghadap ke timur dan barat; di bagian barat sinar matahari di bulan Juni yang lembut membanjiri halaman; di sebelah timur, tampak pohon sakura putih mekar di kebun dan pohon birch ramping yang tumbuh tepi sungai, dihijaukan oleh jalinan tanaman merambat. Damai ya kesannya.
 
With this Mrs Rachel stepped out of the lane into the backyard of Green Gables. Very green and neat and precise was that yard, set about on one side with great patriarchal willows and on the other with prim Lombardies. Not a stray stick nor stone was to be seen, for Mrs Rachel would have seen it if there had been. Privately she was of the opinion that Marilla Cuthbert swept that yard as often as she swept her house. One could have eaten a meal off the ground without over brimming the proverbial peck of dirt.
Mrs Rachel rapped smartly at the kitchen door and stepped in when bidden to do so. The kitchen at Green Gables was a cheerful apartment - or would have been cheerful if it had not been so painfully clean as to give it something of the appearance of an unused parlour. Its windows looked east and west; through the west one, looking out on the back yard, came a flood of mellow June sunlight'; but the east one, whence you got a glimpse of the bloom-white cherry trees in the left orchard and nodding, slender birches down in the hollow by the brook, was greened over by a tangle of vines. Here sat Marilla Cuthbert, when she sat at all, always slightly distrustful of sunshine, which ...
Page 16
 

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Penggemar klasik sepertinya ga ada yang ga tau Anne of Green Gables. Buku legend. Namun kali ini ada yang berbeda karena edisi khusus Wordsworth sudah terbit dan siap dikoleksi. Sampe sini, saya mesti menyapa para kolektor buku nih. Gimana, apakah kalian merasakan sensasi-imajinasi, seolah buku ini melambai-lambaikan tangan minta diadopsi?

Hardback baru ini diikat dengan kain, menggunakan kertas berwarna yang serasi, art emas timbul dan pemblokiran berwarna untuk menyempurnakan ilustrasi sampul yang indah dan eksklusif. Berikut buku-buku seri classic edisi Wordsworth satu tema dengan Anne Green Gables.


Wordsworth Editions Limited adalah perusahaan terbatas yang terdaftar di Inggris dan Wales yang didirikan pada tahun 1987, tetapi peluncuran novel klasik senilai £1 pada tahun 1992, gagasan mendiang Michael Trayler, yang membuat perusahaan ini menjadi sorotan. Publikasi tersebut terjadi pada hari-hari sebelum harga buku bisa didiskon sehingga fakta bahwa Wordsworth dapat menawarkan judul dengan harga yang lebih murah dari edisi yang ada menimbulkan sensasi, dan membuatnya menarik bagi pecinta sastra klasik.

Bertahun-tahun kemudian formula itu masih berfungsi, kecuali sekarang bukan hanya pecinta buku yang membelinya. Edisi Wordsworth bisa ditemukan tidak hanya di Inggris namun di berbagai negara di dunia. Skala yang luas ini sering membuat orang berpikir bahwa Wordswoth adalah organisasi yang cukup besar, tapi yang sebenarnya adalah hanya ada tiga dari orang yang terlibat di Wordsworth, semua sekarang bekerja dari rumah setelah pandemi membuktikan bahwa kantor tidak lagi diperlukan.

Helen, Managing Director dan salah satu pendiri Wordsworth. Putrinya, Nichola, bertindak sebagai direktur pemasaran. Derek, lalu bergabung pada tahun 2003. Produksi buku-buku dikerjakan bersama jaringan teman lama dan kolega yang memiliki keahlian khusus. Produksi buku cetak menggunakan printer Clays Ltd yang meminimalkan dampak buruk pada lingkungan. Semua buku Wordsworth dicetak di Inggris di atas kertas bersertifikat FSC.

* sumber wordsworth edition. com

Kertas eco friendly bersertifikasi FSC merupakan produk yang ramah lingkungan dan pengambilan bahan bakunya tidak merusak hutan dan juga sudah bersertifikasi FSC ((Forest Stewardship Council). Kini, upaya menyelamatkan lingkungan menjadi lebih mudah karena hadirnya kertas HVS bersertifikat FSC ini. Adanya sertifikasi FSC ini secara tidak langsung menangani masalah-masalah seperti penggundulan dan pemanasan global. Beberapa laporan juga menunjukkan efek positif pada pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan. hutan yang dikelola sesuai standarnya menawarkan manfaat bagi masyarakat lokal dan lebih luas dan ini dikatakan mencakup udara dan air yang lebih bersih, dan kontribusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

 

Cerita Anne of Green Gables katanya banyak diambil dari episode kehidupan nyata penulisnya. Katanya, buku-buku sekuel Anne ga sesukses Anne of Green Gables. Faktanya novel ini tuh hangat mempesona, buku inilah yang mengantarkan Montgomery ke kepopuleran internasional. Btw, kalian ada yang sudah baca novel ini plus kisah-kisah lanjutan Anne of Green Gables kah


Saya bisa membayangkan sosok Anne yang 'ceplas-ceplos' bicaranya membuat orang-orang di sekelilingnya terkejut-kejut, kadang senang, kadang lucu, tapi bisa juga marah atau tersinggung. Sifat bawaan Anne ini cocok pula ditambahi dengan jiwanya yang melankolis dan dramatis. Saya ketawa waktu dia menangis tersedu-sedu membayangkan sahabatnya menikah lalu meninggalkan dirinya padahal waktu itu dia masih berusia belasan tahun *mikir kok ya kejauhan, nangis lebaynya jadi lucu. Di momen ini bahkan Marilla yang kaku dan serius pun ga kuat menahan tawa.

 
... with a veil, and looking as beautiful and regal as a queen; and me the bridesmaid, with a lovely dress too, and puffed sleeves, but with a breaking heart hid beneath my smiling face. And then bidding Diana goodbye-e-e-' Here Anne broke down entirely and wept with increasing bitterness.
Marilla turned quickly away to hide her twitching face, but it was no use; she collapsed on the nearest chair and burst into such a hearty and unusual peal of laughter that Matthew, crossing the yard outside, halted in amazement. When had he heard Marilla laugh like that before?
'Well, Anne Shirley,' said Marilla as soon as she could speak, 'If you must borrow trouble, for pity's sake borrow it handier home. I should think you had an imagination, sure enough.'
page 178


Di balik ucapan-ucapan Anne banyak kebijaksanaan dan value kehidupan yang disampaikan. Kadang saya menangkapnya sebagai sindiran dan kritik, kadang pula seperti sebuah pesan. Misalnya tentang orang dewasa yang harusnya tidak menertawakan opini anak kecil, tentang anak kecil harusnya ga banyak tanya ini itu, tentang pentingnya punya tujuan dalam hidup, dan lain-lain. Di luar itu ada pula hal-hal implisit yang menarik seperti kasih sayang serta setia pada persahabatan dan keluarga. Atau tentang belajar dari kesalahan.
..
'Oh yes; and I answered a lot of questions. Miss Rogerson asked ever so many. I don't think it was fair for her to do all the asking. There were lots I wanted to ask her, but I didn't like to because I didn't think she was a kindred spirit. Then all the other little girls recited a paraphrase. She asked me if I knew any. I told her I didn't, but I could recite, "The Dog at His Master's Grave" if she liked. ...
Page 125
 
 
'I don't know what "squadrons" means nor "Midian" either, but it sounds so tragical. I can hardly wait until next Sunday to recite it. It'll practice it all the week. After Sunday school I asked Miss Rogerson - because Mrs Lynde was too far away -to show me your pew. I sat just as still as I could and the text was Revelations, third chapter, second and third verses. It was a very long text. If I was a minister I'd pick the short, snappy ones. The sermon was awfully long, too. I suppose the minister had to match it to the text. I didn't think he was a bit interesting. The trouble with him seems to be that he hasn't enough imagination. I didn't listen to him very much. I just let my thoughts run and I thought of the most surprising things.'
Marilla felt helplessly that all this should be sternly reproved, but she was hampered by the undeniable fact that some of the things Anne had said, especially about the minister's sermons and Mr Bell s prayers, were what she herself had really thought deep down in her heart for years, but had never given expression to. It almost seemed to her that those secret, unuttered, critical thoughts had suddenly taken visible and accusing shape and form in the person of this outspoken morsel of neglected humanity.
Page 126
 
 
Ada salah satu adegan yang saya ingat juga di dalam buku ini waktu Anne lagi sangat menunggu-menunggu acara piknik di sekolah. Ada rasa senang dan bahagia hanya dengan membayangkan suatu hal akan segera terjadi. Menunggu ternyata bisa semenyenangkan itu ya, membuat saya teringat untuk berbahagia dengan hal-hal sederhana.
 
'Oh, Marilla, looking forward to things is half the pleasure of them,' exclaimed Anne. ' You mayn't get the things themselves; but nothing can prevent you from having the fun of looking forward to them. Mrs Lynde says, "Blessed are they who expect nothing for they shall not be disappointed." But I think it would be worse to expect nothing than to be disappointed.'
...
Page 142

 
Saya juga teringat ada isu adopsi anak panti yang muncul di dalam cerita. Waktu di awal-awal Marilla dan Matthew memutuskan untuk mempertahankan Anne, Mrs Rachel menantang keras keputusan mereka dan menggarisbawahi stigma negatif tentang adopsi anak panti, bahwa hal tersebut adalah keputusan yang sangat bodoh dan berisiko. Mengadopsi anak panti itu seperti memasukkan anak asing ke dalam rumah, anak yang kita tidak tahu satu hal pun tentang dia atau seperti apa wataknya atau orang tua macam apa yang dia miliki atau bagaimana dia akan berubah pada akhirnya. Bisa saja dia jahat lalu membakar rumah atau mencelakakan seisi rumah. Di sini saya jadi berpikir bahwa resiko memang akan selalu ada, namun sebuah dugaan yang ga berdasar juga rasanya berlebihan.
 
Mrs Rachel prided herself on always speaking her mind; she proceeded to speak it now, having adjusted her mental attitude to this amazing piece of news.
'Well, Marilla, I'll just tell you plain that I think you're doing a mighty foolish thing - a risky thing, that's what. You don't know what you're getting. You're bringing a strange child into your house and home, and you don't know a single thing about him nor what his disposition is like nor what sort of parents he had nor how he's likely to turn out. Why, it was only last week I read in the paper how a man and his wife up west of the Island took a boy out of an orphan asylum and he set a fire to the house at night - set it on purpose, Marilla - and nearly burnt them to a crisp in their beds. And I know another case where an adopted boy used to such the eggs- they couldn't break him of it. If you had asked my advice in the matter - which you didn't do, Marilla - I'd have said for mercy's sake not to think of such a thing, that's what.
 
Buku ini juga istimewa karena deskripsi latarnya yang hidup. Avonlea jelas tempat yang indah. Saya sangat menikmati proses mengimajinasikan latarnya. Btw, kadang ga habis pikir, bagaimana para penulis bisa membuat suatu cerita yang tampaknya sederhana, kisah sehari-hari, yang bukan hanya memberikan efek menghibur tapi juga mengantarkan banyak pesan kehidupan.  L.M. Montgomery, penulis Anne of Green Gables, jelas termasuk salah satunya. Ga heran novel ini masuk jajaran buku klasik terlaris.

Di awal, pertanyaan besar yang saya tangkap dari kisah Anne adalah bagaimana kehadiran Anne bisa memberikan pengaruh ke orang-orang yang ada di sekelilingnya, namun seiring berjalanannya waktu, selayaknya coming of age, ini adalah sebuah kisah menemukan diri dan tujuan hidup sebagai bagian dari proses mendewasa.
 
'I shall take more interest than ever in my studies now,' said Anne blissfully, 'because I have a purpose in life. Mr Allan says everybody should have a purpose in life and pursue it faithfully. Only he says we must first make sure that it is a worthy purpose. I would call it a worthy purpose to want to be a teacher like Miss Stacy, wouldn't you, Marilla? I think it's a very noble profession.'
Page 353
 
 
 
Bersama Anne saya belajar banyak hal, dan tokoh ini mencontohkan keutamaan ketulusan dan pentingnya untuk tidak mengulang kesalahan *karena Anne magnet masalah. Transformasi tokoh ini adalah benang merah cerita yang menjadikan buku ini istimewa.


Tone cerita mayoritas positif dan hangat, meski bagian tertentu bikin air mata turun tidak terkira. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, ada harapan di akhir cerita. Satu pelajaran penting juga saya dapatkan di sini, yakni reframing problem, suatu skillset dan mindset membingkai masalah ke dalam perspektif lain yang lebih positif dan menciptakan peluang atau prospek lain di masa depan. Wonderful.


I politely recommend you to read or reread this book immediately. Anne of Green Gables is a worth reading.

  

Siapa Lucy Maud Montgomery 

Lucy Maud Montgomery (30 November 1874 – 24 April 1942), atau L. M. Montgomery, adalah seorang penulis Kanada yang terkenal karena kumpulan novel, esai, cerita pendek, dan puisi. Ia memulai karyanya pada tahun 1908 dengan Anne of Green Gables. Ia menerbitkan 20 novel serta 530 cerita pendek, 500 puisi, dan 30 esai. Ia diangkat menjadi bagian resmi dari Order of The British Empire pada tahun 1935. Karya, buku harian, dan surat Montgomery telah dibaca dan dipelajari oleh para sarjana dan pembaca di seluruh dunia. L. M. Montgomery Institute, University of Prince Edward Island, bertanggung jawab atas penyelidikan ilmiah tentang kehidupan, karya, budaya, dan pengaruh L. M. Montgomery.
*wikipedia

 

Rekomendasi

Saya rekomendasikan buku ini untuk semua pembaca, khususnya yang mencari buku klasik anak bestseller keluaran Wordsworth Edition, dicetak indah dan eksklusif. Kisah Anne Green Gables penuh pesan dan kesan. 

 

-------------------------------------------------------------------------

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi adalah seorang pembaca buku sejak usia 5 tahun. Ia membaca buku-buku fiksi maupun non fiksi. Dipi host di dua program di nbsradio.id (radio di Bandung yang beraliansi resmi dengan VOA). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks. Dipi menulis di blognya dipidiff.com , dan tulisan-tulisan review bukunya menjadi entry di halaman pertama mesin pencari Google. Saat ini dipi adalah ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi bisa dijumpai juga di instagram @dipidiffofficial. Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan lembaga pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereview buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Universitas Negeri Semarang, LP3i, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, English Star Bandung, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Passionnya yang lain terkait dengan bidang pendidikan dan memanggang kue-kue. Dia mengembangkan bisnis kecilnya, bernama Dipidiff Official Store, sambil tetap sibuk menjadi ibu satu anak dan meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa muda di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. Dipidiff adalah Personal Brand-nya.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku Suluh Rindu - Habiburrahman …

12-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Suluh Rindu Penulis : Habiburrahman El Shirazy Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2022 Jumlah Halaman :  594 halaman Dimensi Buku : 13.5 × 3 × 20.5 cm Harga...

Read more

Review Buku Dimensi Langit Manusia - Ast…

11-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Dimensi, juara favorit Kompetisi Menulis Kwikku Tahun 2020 Setelah direvisi, Dimensi diterbitkan MCL dengan judul Dimensi Langit Manusia   Judul : Dimensi Langit Manusia Penulis : Astrida Hara Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : MCL...

Read more

Review Buku Bino - Zaki Jaihutan

10-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Bino Penulis : Zaki Jaihutan Jenis Buku : Horor Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Juni 2021 Jumlah Halaman : 288 halaman Dimensi Buku : 13 x 19 cm Harga : Rp. 96.000*harga sewaktu-waktu dapat...

Read more

Review Buku Uzumaki - Junji Ito

10-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Uzumaki Penulis : Junji Ito Jenis Buku : Horror Manga, Media Tie-In Manga Books Penerbit : VIZ Media LLC Tahun Terbit : 2013 Jumlah Halaman :  648 halaman Dimensi Buku : 21.46 x 15.54...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Mengapa Ringkasan Buku Itu Penting? Trib…

19-06-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...

Read more

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more