0

Review Buku Januari & Kesunyian Lain dalam Tubuhku - Dionisius Dexon

Published: Monday, 01 August 2022 Written by Dipidiff

 

Judul : Januari & Kesunyian Lain Dalam Tubuhku

Penulis : Diondexon

Jenis Buku : Puisi, senandika

Penata Letak: Dionisius Dexon

Penyunting: Tim One Peach Media

Pendesain Sampul: Dionisius Dexon

Penerbit : One Peach Media

Tahun Terbit : Februari 2022

Jumlah Halaman :  138 halaman

Dimensi Buku : 13 x 19 cm

Harga : Rp. 65.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9786235515724

Softcover

 

Tersedia di One Peach Store 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Aku terjebak dalam mimpi kosong yang abadi. seseorang masuk dalam kepalaku & menyusun ulang banyak hal. perihal kau, ia menukar seluruh kebencian kemarin dengan segumpal penerimaan yang hangat; membuatku lupa pada sakit hari lalu & ingin menanyakan kabarmu hari ini; membuatku jadi seorang pemaaf, pemaaf, & pemaaf—yang lebih mudah memaafkan orang lain daripada diri sendiri.

 

Yuk kita intip daftar isinya:

tak ada siapa-siapa, hanya moonlight sonata 

memikirkanmu, perjalanan pertama yang kulakukan setelah bangun tidur

kangen adalah bising

setiap pagi, aku terjebak dalam satu perjalanan baru menemukan diriku

taman bermain yang terbakar

rumah ini darurat kasing sayang

satu pertanyaan yang tersusun dari sekian banyak pertanyaan

sungai dalam diriku

pintu lain dalam diriku

malaikat jatuh

menjadi penunggu yang setia tidak terlihat menjanjikan hari ini

kesedihan: makanan seharui-hari bagi hati yang mengembara sendiri

resep sederhana untuk menjadi lain

puisi tumbuh di mana-mana

mengapa, kau, & pelukan

kangen, puisi, & sisa waktu yang kumiliki sebelum pergi

menjebak sore di beranda

hadiah

satu pertanyaan sederhana untuk perempuan pengendali badai

seseorang yang bertanya kepadaku & aku hanyalah patung batu

diamku; badai angin

di seram bagian barat, seorang nenek mengatakan ini ketika aku sedang sibuk memandang langit

misteri terbesar abad ini

pernahkah kau bertanya?

setelah berkali-kali mencoba menatap mata orang lain

mencintai adalah kata kerja

mencari = menemukan

tahun-tahun yang dingin tak berhasil membekukan penggerutu dalam tubuhku

pelukan kecil

menyendiri adalah perjalanan lain menuju rumah

di dunia yang lain

menjadi tua

ruang privat

beberapa catatan kecil yang kutulis di teluk piru (sambil memikirkanmu)

membuang dunia luar

tak lama lagi

pertengahan januari

singkatnya, aku tahu aku terlambat

sekumpulan permintaan maaf yang menyamar

aku pulang (& berharap ditemukan)

tentang penulis

soundtrack

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Desain sampul sederhana dengan kombinasi warna dominasi hitam dan abu-abu membawa aura kelabu dan sendu. Cocok sekali dengan isi bukunya.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Dari judul bukunya aja sudah mengisyaratkan bahwa puisi-puisi yang ada bakalan bikin kita ikut merasakan sepi, ilusi hati, rindu yang menyiksa, dan kenangan. Begitu cek bagian belakang bukunya, vibes sedihnya langsung bertambah-tambah. Coba deh teman-teman baca buku ini dan rasakan sensasinya.

Seperti yang saya sampaikan di atas, tema cinta yang sepi sedih ini selaras dengan pilihan sampul bukunya yang sederhana dan berwarna gelap, lalu lihatlah deretan foto-foto di dalamnya, monokrom semua. Tonenya sendu dan menyuarakan kehilangan.
 
 
Picture: beberapa halaman berisi foto di dalam buku


Di dalamnya ada puisi-puisi dengan judul yang panjang-panjang, berbicara soal sepi, kangen, cinta tak berbalas, ilusi memiliki, kehilangan atau ditinggal pergi, makin lama makin intens hingga saya rasanya ingin bilang, "sudahlah... hidup memang begitu, tabah ya". 😣. Buku ini memang bukan buku kumpulan puisi yang punya flow jatuh lalu bangkit. Endingnya berhenti di state emosi yang sama namun bertambah-tambah dalam.
 
 
 
Saya ingat kesan saya waktu membaca puisi pertama kak Dion di buku ini. Saya suka puisinya, tonenya sendu, ada samar-samar sedih, ada sepi.
 
tak ada siapa-siapa,
hanya moonlight sonata
 
di perjalanan menuju bandara, hening mengambil alih jakarta. lampu-lampu merentangkan tangan & memberi pelukan. jalan-jalan dibangun sebagai jalur melarikan diri. langit adalah payung. dingin adalah senjata. menepikan diri adalah langkah pertama perubahan rencana.
 
di bandara, tak ada siapa-siapa. hanya ada pelantang telinga & moonlight sonata. celcius rendah. udara bukan lagi milik jakarta. kurasakan tubuhku bersiap melawan segala sesuatu sendiri.
 
pada saat-saat seperti ini, memejamkan mata berarti menerima bahwa kau ada. makin jelas & makin jauh.
 
Halaman 3


 
 
Beberapa puisi tentang kangen yang saya suka adalah puisi 'kangen adalah bising' dan puisi 'kangen, puisi, & sisa waktu yang kumiliki sebelum pergi'
 
 
kangen adalah bising
 
semua jalan telah ditutup. semua pintu telah dikunci. mencari jalan lain yang tersisa berarti bersiap untuk tersesat & hilang arah. hari-hari & hati-hati membeku. kasih sayang & cinta kasih gagal menghangatkan segalanya.
 
semua orang, termasuk kau, hidup dalam kesunyian masing-masing. membenci berarti diam. mencintai berarti melepas. tidak melakukan apa-apa berarti memeluk bagian terdalam kesedihan. berani merindukanmu berarti berani menciptakan bising yang tak akan pernah bisa didengar.
 
Halaman 9
 
 
kangen, puisi, & sisa waktu yang kumiliki sebelum pergi
 
I.
kangen, kata orang, membuat setiap kata yang ada menjadi penting, atau membuat semua kata menjadi tidak penting sama sekali. kangen, kata orang lagi, mampu menyusup ke dalam pikiran & membuat harimu seperti diisi oleh keheningan yang panjang.
 
II.
setiap kali kangen datang, aku selalu melihat diriku di cermin & menghitung waktu yang kupunya. ada berapa banyak kesempatan dalam satu tahun untuk menuntaskan kangen & membuat banyak hal menjadi jujur? mungkin hanya lima kali, mungkin tidak ada sama sekali
 
Halaman 45
 
 
 
Saya pikir, buku puisi kak Dion ini bakal lebih dalem lagi buat teman-teman yang relate dengan situasinya *atau dibaca saat hujan 😌. Situasi apa (?) Supaya tergambar saya kutipkan di bawah ini salah satu puisinya yang dicetak juga di sampul belakang, judulnya Seseorang Bertanya Kepadaku & Aku Hanyalah Patung Batu. Puisi ini juga menurut saya sangat mewakili isi buku secara total.


bagaimana rasanya mengenal
seseorang yang lebih mengenal
dirimu dibanding dirimu sendiri?

bagaimana rasanya menjadi
bagian dari seseorang - tetapi itu
hanyalah ilusi yang diciptakan
oleh pemikiranmu sendiri?

bagaimana rasanya mengetahui
bahwa ada yang dicuri dari dalam
dirimu - tetapi kau tidak tahu
apa?

bagaimana rasanya kehilangan
separuh atau sebagian besar
dirimu ketika seseorang pergi -
meski ia sebenarnya tidak
membawa apa-apa?
 
 
 
 
Beberapa puisi yang relate buat saya di antaranya puisi yang menyuarakan bahwa menulis puisi itu adalah sebuah pelarian, tapi seringkali dengan melakukannya perasaan yang ada memang terasa makin dalam. Saya juga merasa relate dengan puisi 'ruang privat' yang dalam pendapat saya sangat terasa kebenarannya, bahwa kitalah pengatur benak kita, dan harus menyadari bahwa kita punya kapasitas, maka pastikan kapasitas yang ada dialokasikan untuk orang-orang dan hal-hal yang esensial.
 
...
V.
menulis puisi adalah sebuah pelarian. memilih puisi sebagai pelarian berarti mengikhlaskan diri untuk jatuh lebih jauh.
halaman 47
 
 
ruang privat
 
akhir-akhir ini, kubiarkan orang-orang yang berputar dalam pikiranku bergerak mencari jalan keluarnya sendiri. mungkin untuk pulang, mungkin untuk hilang.
 
kusadari bahwa kepalaku adalah ruang privat dengan kapasitas terbatas. tak seorang pun boleh datang & menguasai ruang privat ini, apalagi menginap begitu lama hanya untuk menyebarkan hawa sedih.
Halaman 95
 
 
Ada satu puisi juga yang saya ingat mengangkat tema cinta sendirian aka cinta tak berbalas. 
 
...
VIII.
barangkali, jatuh cinta sendirian adalah kutukan (atau sebuah jalan lain untuk membawa seseorang pergi mengenali dirinya sendiri)
Halaman 49
 
dan ini rasanya senada juga dengan puisi 'misteri terbesar abad ini' yang menurut saya menyuarakan suatu keadaan ilusi memiliki.
 
misteri terbesar abad ini
 
semalam, kukatakan kepada kekasihku:
 
"kau bebas menjadi siapa saja atau apa aja, kau boleh menjadi kura-kura, lampu, angsa, prajurit, lampu, kursi, peneliti, ikan, lumpur, negara, perang, bom atom, televisi, katak, doktor, politikus, atau narapidana, siapa pun kau, mari kita buktikan: cintak utak mudah kalah."
 
ya, akhir-akhir ini, aku memang sering berbicara kepada segala sesuatu yang tidak ada. dan segala yang tidak ada itu selalu berhasil melukaiku.
 
halaman 69
 
 
 
Tentu saja puisi yang bernada bijaksana selalu menarik perhatian saya. I just love them a lot. Misalnya puisi 'di seram bagian barat, seorang nenek mengatakan ini ketika aku sedang sibuk memandang laut' yang menyampaikan pesan bahwa kehidupan itu ga selalu bahagia namun kadang ada dukanya, ada cobaannya, dan episode badai kehidupan punya hikmah yang besar, karena dari situ kita bisa bertumbuh dan mengenal diri kita dengan lebih baik.
 
di seram bagian barat, seorang nenek mengatakan ini ketika aku sedang sibuk memandang langit
 
nak, kau pun tahu, langit tak hanya disusun oleh cahaya & pelangi, tetapi juga oleh gelap, dingin, & tangisan.
 
langit sama seperti hidupmu, nak. sesekali badai datang agar kamu tetap berada di rumah - atau membuatmu harus mencari jalan untuk kembali ke rumah.
 
rumah itu biasa kita sebut: hati.
 
halaman 67
 
 
menyendiri adalah perjalanan lain menuju rumah
 
I.
aku tidak pernah mengerti mengapa orang-orang melihat kesunyian sebagai musuh atau hal yang tidak layak berada di bumi. apakah berdiam diri untuk menemukan diri sendiri adalah perjalanan panjang yang tak pantas dilakukan?
 
halaman 87
 
 
 
 
Di luar dugaan ternyata ada juga puisi yang manis di sini, tapi jumlahnya memang ga banyak, misalnya puisi 'membuang dunia luar', cocok banget kalo mau dikutip buat bahan merayu kekasih :D
 
membuang dunia luar
 
sejak kecil, aku mencintai segala sesuatu yang berasal dari luar. aku selalu ingin pergi ke jepang & menitipkan skenario sisa hidupku kepada Makoto Shinkai atau Tsuburaya. aku juga ingin pergi ke amerika & menelusuri bagaimana punk rock bisa tumbuh dewasa di sana.
 
aku mencintai segala yang jauh & merasa jauh dari segala yang dekat.
 
tetapi pada suatu hari, aku bertemu denganmu & mulai percaya bahwa tinggal di negara yang dipenuhi korupsi & pertikaian pun sama indahnya.
 
Halaman 101
 
 
Jika dilihat formatnya, tampak puisi-puisinya menggunakan bagian-bagian, selain puisi tunggal yang berdiri sendiri. Puisi yang dipecah dalam beberapa bagian misalnya puisi 'setiap pagi, aku terjebak dalam satu perjalanan baru menemukan diriku'.
 
setiap pagi, aku terjebak dalam satu perjalanan baru menemukan diriku
 
I.
setiap pagi, setelah dengan aman aku mengucap amin, kupandangi diriku di dalam cermin, aku belum utuh. seseorang mencuri sesuatu dari dalam diriku - aku tak tahu apa, tetapi aku tahu siapa (kaukah itu?)
 
II.
setiap pagi, kusadari bahwa tangis adalah bahasa lain dari hati yang tengah dikuliti; bahasa yang diciptakan oleh mereka yang selalu ingin bertanya sambil merasa, tetapi tidak pernah tahu untuk apa & kepada siapa.
 
III.
setiap pagi, kesepian mengambil rupa seorang anak kecil. ia kerap jatuh di depan pintu kamarku & membuat sepasang lutut - serta hatinya - terluka; membuatku harus menggendong & menjaganya selama satu hari penuh.
 
IV.
setiap pagi, aku berjalan meninggalkan rumah untuk mencari potongan diriku yang hilang. tetapi, setiap kali hampir berakhir & potongan diriku tak juga kutemukan, yang kuingin hanya pulang & menikmati segala ketidakutuhan diriku.
 
diam-diam, aku selalu gagal.
 
Halaman 11-13.
 


Saya suka pilihan kata-kata dalam syairnya, saya terkesan dengan emosi puisinya, dan saya oke dengan konsep bukunya. Di bagian akhir ada halaman berjudul Soundtrack. Isinya ajakan mendengarkan sebuah lagu dengan judul tertentu saat membaca buku ini. Closing yang menarik ya. Penasaran lagu apa yang direkomendasikan kak Dion buat menemani baca buku ini? Silakan baca sendiri bukunya :)

 

Siapa Dionisius Dexon

Dionisius Dexon, lahir dua bulan setelah Green Day melaksanakan konser di Jakarta. Aktif menulis di Instagram dan Twitter @diondexon. Buku-bukunya yang lain: Seratus Pekan Sebelum Ledakan (2018), Yojana: A Hope Under Machine Gun (2018), Untuk Seorang Perempuan yang Mengubah Rindu Menjadi Api (2019), Jangan Sembunyi di Bumi (2020), dan Mantra (2021).

Sumber: Buku Januari & Kesunyian Lain dalam Tubuhku

 

Rekomendasi

Buku puisi ini saya rekomendasikan pada para pecinta puisi yang mencari buku puisi bertema sepi, ilusi hati, rindu yang menyiksa, dan kenangan. Vibesnya memang sendu kelabu, tapi di dalam buku ini ada juga puisi yang bijak dan sweet meski jumlahnya ga dominan. Puisi-puisinya mudah dipahami dengan pilihan diksi yang kadang bermetafora, mengalir dan enak dibaca. Ada foto-foto berkonsep hitam putih sejalan dengan tone buku puisinya yang sendu itu. Karena buku puisi ini punya rekomendasi lagu sebagai soundtracknya, maka buku ini punya sesuatu yang unik untuk dicoba.

 

 

-------------------------------------------------------------------------

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi adalah seorang pembaca buku sejak usia 5 tahun. Ia membaca buku-buku fiksi maupun non fiksi. Dipi host di dua program di nbsradio.id (radio di Bandung yang beraliansi resmi dengan VOA). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks. Dipi menulis di blognya dipidiff.com , dan tulisan-tulisan review bukunya menjadi entry di halaman pertama mesin pencari Google. Saat ini dipi adalah ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi bisa dijumpai juga di instagram @dipidiffofficial. Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan lembaga pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereview buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Universitas Negeri Semarang, LP3i, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, English Star Bandung, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Passionnya yang lain terkait dengan bidang pendidikan dan memanggang kue-kue. Dia mengembangkan bisnis kecilnya, bernama Dipidiff Official Store, sambil tetap sibuk menjadi ibu satu anak dan meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa muda di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. Dipidiff adalah Personal Brand-nya.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

 

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku Suluh Rindu - Habiburrahman …

12-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Suluh Rindu Penulis : Habiburrahman El Shirazy Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2022 Jumlah Halaman :  594 halaman Dimensi Buku : 13.5 × 3 × 20.5 cm Harga...

Read more

Review Buku Dimensi Langit Manusia - Ast…

11-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Dimensi, juara favorit Kompetisi Menulis Kwikku Tahun 2020 Setelah direvisi, Dimensi diterbitkan MCL dengan judul Dimensi Langit Manusia   Judul : Dimensi Langit Manusia Penulis : Astrida Hara Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : MCL...

Read more

Review Buku Bino - Zaki Jaihutan

10-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Bino Penulis : Zaki Jaihutan Jenis Buku : Horor Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Juni 2021 Jumlah Halaman : 288 halaman Dimensi Buku : 13 x 19 cm Harga : Rp. 96.000*harga sewaktu-waktu dapat...

Read more

Review Buku Uzumaki - Junji Ito

10-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Uzumaki Penulis : Junji Ito Jenis Buku : Horror Manga, Media Tie-In Manga Books Penerbit : VIZ Media LLC Tahun Terbit : 2013 Jumlah Halaman :  648 halaman Dimensi Buku : 21.46 x 15.54...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Mengapa Ringkasan Buku Itu Penting? Trib…

19-06-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...

Read more

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more