0

Review Buku Fourth Wing - Rebecca Yarros

Published: Thursday, 14 September 2023 Written by Dipidiff

 

An Instant New York Times Bestseller
A Goodreads Most Anticipated Book

Judul : Fourth Wing (The Empyrean, 1)

Penulis : Rebecca Yarros

Jenis Buku : Epic Fantasy, Romantic Fantasy, Sword & Sorcery Fantasy

Penerbit : Piatkus, an imprint of Little, Brown Book Group

Tahun Terbit : 2023

Jumlah Halaman : 500 halaman

Dimensi Buku : 15.30 x 23.40 x 3.90 cm

Harga : Rp. 280.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN :  978-0349437002

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at Periplus Bandung Bookstore (ig @Periplusbandung)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Enter the brutal and elite world of a war college for dragon riders from New York Times bestselling author Rebecca Yarros.

Violet Sorrengail yang berusia dua puluh tahun seharusnya memasuki Scribe Quadrant, menjalani kehidupan yang tenang di antara buku dan sejarah. Tapi yang terjadi kemudian adalah ia diperintah oleh ibunya, yang seorang jenderal tangguh dan kejam, untuk bergabung dengan ratusan kandidat yang berjuang untuk menjadi elit Navarre: penunggang naga. Peluang Violet sangat kecil mengingat tubuhnya yang lebih mungil dan rapuh, sedangkan naga tidak berminat terikat dengan manusia yang lemah.

Jumlah naga yang bersedia bekerjasama lebih sedikit dari kadet yang ada. Sudah dapat diduga sebagian besar kadet akan membunuh Violet untuk meningkatkan peluang sukses mereka sendiri. Sisanya akan membunuhnya hanya karena ia adalah  putri ibunya― termasuk di antaranya Xaden Riorson, wingleader paling kuat dan kejam di Riders Quadrant. Dalam hal ini Violet membutuhkan seluruh otak dan kecerdikannya hanya untuk melihat matahari terbit berikutnya.

Namun, dengan berlalunya hari, perang di luar semakin mematikan, bangsal perlindungan kerajaan gagal, dan jumlah korban tewas terus meningkat. Lebih buruk lagi, Violet mulai curiga kepemimpinan menyembunyikan rahasia yang mengerikan.

Teman, musuh, kekasih. Setiap orang di Basgiath War College memiliki agenda―karena begitu masuk, hanya ada dua jalan keluar: lulus atau mati.

 

Disarikan dari Amazon.com

 

Rekomendasi

Epic fantasy story, opposite - attraction, enemies to lovers, love triangle, slow burn romance. Basgiath War College menggambarkan kehidupan kampus militer - fantasi yang penuh kompetisi. Ada intrik politik kerajaan, internal problem tokoh, isu disfungsi keluarga (drama keluarga), serta interaksi antara naga dan penunggangnya.

Penokohannya kuat berkarakter dan cukup bertransformasi. Tokoh utama yang dianggap lemah fisiknya dan tidak berpeluang ternyata muncul menjadi pahlawan, menggambarkan ketahanan dan daya juang si tokoh yang disorot. Kisah petualangan pahlawan wanita berusia remaja dewasa muda, menggarisbawahi kekuatan berbentuk kecerdasan, yang dapat melampaui keterbatasan fisiknya. Detail fisik latar tidak begitu ditekankan namun sudah menunjang jalannya cerita. Universe kokoh dan menarik, dilengkapi strata sosial, sejarah, dan interaksi dengan naga, serta makhluk lainnya. Alur maju, cepat, pov 1 (Violet). Agak predictable tapi tetap epic.

Catatan: war, battle, hand-to-hand combat, perilous situations, blood, intense violence, brutal injuries, death, poisoning, graphic language, sexual explicit graphic,  LGBTIQ (minor characters). *Baca sesuai usia.

 

 

 

 

 

This Book Review Might Have Spoiler!

 

Tokoh dan Karakter

- Violet Sorrengail

- Xaden Riorson

- Dain Aetos 

- Mira Sorrengail

- Lilith Sorrengail

- Brennan 

- Major Gillstead

- Rhiannon Matthias

- Jack Barlowe

- Ridoc

- Professor Devera

- Professor Emetterio

- Nolon dan Winifred

- Professor Kaori

dll

 

Fourth Wing memiliki tiga tokoh utama, yakni Violet Sorrengail, Xaden Riorson, dan Dain Aetos. Penokohan kuat, meliputi deskripsi fisik dan karakternya.

Violet berusia 20 tahun waktu mengikuti ujian penunggang naga. Dia digambarkan memiliki tubuh yang mungil, terkesan lemah dan rentan untuk seorang penunggang naga yang tubuhnya seharusnya berotot, Violet justru memiliki lekuk-lekuk feminim. Rambutnya panjang berwarna coklat dengan ujung-ujung perak metalik. Kulit pucat, mata berwarna cokelat muda dengan berbagai warna biru dan kuning (hal. 9). Di mata ibu, kakak perempuan, dan banyak orang, Violet terlihat mencolok sekaligus rapuh. Di mata Xaden, sosok Violet tentu saja mempesona. Secara karakter, sosok Violet digambarkan sebagai seseorang dengan keberanian, dan tekad. Meski demikian ia juga memiliki sisi kelemahan seperti mencari validasi dari orang lain, tidak menerima dirinya apa adanya, keras kepala, dan ada sisi licik dalam kecerdikannya. Personally, cara berbicara Violet juga kadang agak kasar mengikuti suasana hatinya yang memanas, dan pas juga untuk karakternya yang badass.

Dalam wawancaranya di today. com, Rebecca Yaross menyampaikan bahwa Violet mengidap penyakit Ehlers Danlos yang juga dideritanya. Sindrom Ehlers–Danlos (EDS) adalah sekelompok 13 kelainan jaringan ikat genetik dalam klasifikasi saat ini, dengan jenis terbaru ditemukan pada tahun 2018. Gejalanya sering kali berupa sendi yang longgar, nyeri pada sendi, kulit seperti beludru yang melar, dan pembentukan bekas luka yang tidak normal. Hal ini mungkin terlihat saat lahir atau pada masa kanak-kanak. Komplikasi mungkin termasuk diseksi aorta, dislokasi sendi, skoliosis, nyeri kronis, atau osteoartritis dini *sumber wikipedia.

Lebih lanjut dalam wawancaranya dengan health. com, Rebecca Yaross berharap ia dapat mewakili para penderita penyakit kronis tersebut karena ia dan keempat putranya juga menderita Ehlers-Danlos tipe hypermobile, dan menjadikan tokoh Violet sebagai inspirasi sebuah kekuatan yang tidak melulu bersumber dari fisik.

 

Xaden Riorson, usia 23 tahun, bertubuh tinggi dengan rambut hitam dan alis gelap, garis rahang kuat, janggut gelap, warna kulit kuning kecoklatan, tubuhnya tegap berorot, matanya berwarna onyx berbintik emas. Ada bekas luka diagonal yang membelah alis kirinya dan menandai sudut atas pipinya, ada tanda 'rebellion relic' berbentuk melengkung dan berputar di mulai dari pergelangan tangan kiri hingga menghilang di balik seragamnya dan muncul lagi di kerahnya, tanda itu membentang dan memutar ke atas lehernya, berhenti di garis rahangnya (hal. 18-19). Total penampilannya terlihat berbahaya tapi menawan.

Secara karakter, tokoh Xaden tampak 'jahat' tapi sebenarnya baik, kelihatannya pemberontak tapi sebenarnya punya alasan logis dibaliknya. Dalam kaitannya dengan Violet, ia memperlakukan Violet setara dengan yang lainnya, tidak menganggapnya lemah, justru percaya dan mendorongnya untuk berhasil. Dua tokoh ini tampak saling membenci di awal karena memiliki riwayat sejarah keluarga yang berkonflik. Sebenarnya untuk enemies to lovers trope, novel ini tidak begitu menunjukkan dua karakter yang sangat membenci satu sama lain karena Xaden tidak pernah melakukan satu hal pun yang membahayakan Violet. Barangkali ini akan jadi ganjalan untuk beberapa pembaca. Untuk detailnya, silakan teman-teman membaca sendiri bukunya ^^

 

Dain Aetos, tampan, bertubuh jangkung, mata coklat, berjanggut, garis dagu, alis, dan otot bisepnya kaku, rambut coklat pasir, ada bekas luka menyembul di jangutnya di sepanjang dagu (hal. 30, 31, 46). Dain Aetos laki-laki baik yang mencintai Violet, sayangnya dia terlalu protektif dan tidak mempercayai kekuatan dan kemauan Violet. Ia juga terjebak dengan sikap serba patuh pada aturan dan instruksi atasan sehingga kehilangan logika moralitas. Sejauh cerita di buku ini bergulir, belum ada transformasi karakter yang signifikan untuk Dain, bagaimana menurut teman-teman? Mungkin ini akan terjadi di buku keduanya. Mari kita tunggu saja.

 

Di luar tiga tokoh utama yang juga terlibat romance ini ada tokoh-tokoh lain seperti Mira Sorrengail, kakak perempuan Violet, usia 26 tahun, penunggang naga berpangkat letnan, bertubuh tinggi dan berotot, kulit bersinar sehat, rambut coklat keemasan yang dipotong pendek, terlihat percaya diri dan arogan, salah satu penunggang naga terbaik (hal. 3).

Lalu ada Lilith Sorrengail (ibunya Violet, jendral), Brennan (kakak laki-laki Violet yang tewas bersama naganya saat melawan pemberontakan Tyrrish di selatan), Major Gillstead (melatih Violet sebelum masuk college), Rhiannon Matthias (teman dekat Violet sesama first year), Jack Barlowe (kadet satu angkatan yang jahat dan licik), Ridoc (teman satu angkatan Violet), Professor Devera (mengajar bidang scribe), professor Emetterio (mengajar bidang battle), professor Kaori (mengajar tentang dragon), Nolon dan Winifred berkeahlian penyembuh (healer), professor Kaori (mengajar tentang naga), dan lain-lain.

 

Tokoh-tokohnya lumayan banyak. Tokoh utamanya sendiri berdimensi dengan baik. Transformasi karakter Violet juga menarik untuk disimak.

 

Selain tokoh manusia, juga ada naga, gryphon, dan venin.

Naga di buku ini dideskripsikan bersayap semitransparan, berukuran sangat besar, bersisik, cakar dan ekor tajam. Ada naga berwarna biru (blue daggertail) misalnya Sgaeyl yang mengikat diri dengan Xaden, blackmorningstartail misalnya Tairn yang mengikat diri dengan Violet, emas (golden feathertail) misalnya Adarnaurram yang mengikat diri dengan Violet, merah (read swordtail) misalnya Cath yang mengikat diri dengan Dain Aetos, hijau (green scorpiontail) misalnya Teine yang mengikat diri dengan Mira Sorrengeil), coklat (brown scorpiontail) yang mengikat diri dengan Garrick, dan oranye (orange scorpiontail) yang mengikat diri dengan Jack Barlowe.

Naga tidak menyukai manusia yang lemah, dan jika bukan karena mereka membutuhkan manusia untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk pelindung di area mereka dari serangan makhluk Gryphon, sangat mungkin para naga akan membunuh manusia. Posisi kemitraan naga dan manusia juga seolah timpang karena jika seorang penunggang tidak dapat hidup tanpa naganya, tetapi kebanyakan naga akan baik-baik saja setelah penunggangnya mati. (Hal. 42-43).

Naga hanya berbicara dengan penunggang yang terikat dengan dirinya. Ikatan ini menciptakan relik dan signet. Relik adalah simbol magis kehormatan dan kekuatan yang menandai kulit penunggangnya, dan signet adalah kekuatan khusus pada manusia, seperti membaca pikiran atau memanipulasi logam: Semakin kuat ikatannya dan semakin kuat naganya, semakin kuat pula signet-nya. Signet adalah kombinasi kekuatan dengan kemampuan si penunggang sendiri dan mencerminkan inti jati diri.

Tiga naga utama dalam cerita adalah Tairn, Adarna, dan Sgaeyl.

Tairn dideskripsikan sebagai naga bertubuh raksasa berwarna hitam dengan mata emas dan sisik sekeras batu, ada duri runcing merambat di sebagian lehernya seperti surai. Tairn adalah salah satu naga paling mematikan dan paling terkenal di Navarre dan Vale. Kepribadiannya eksentrik karena cara bicara dan berpikirnya yang sarkas, tapi cerdas, dan bijaksana. Tairn menyukai manusia yang berani, pintar, dan punya kekuatan. Sgaeyl adalah naga pasangan Tairn.

Sgaeyl berukuran besar, berwarna biru, ganas, dan jenis naga yang langka. Ekornya punya duri seperti pisau. Mata berwarna keemasan, tanduk biru berkilau dan sayapnya dimahkotai satu cakar tajam. 

Adarna digambarkan sebagai naga kecil (ukurannya beberapa kaki lebih tinggi dari Violet), berekor bulu emas berkilau, bermata emas, ekor dan cakar bercabang. Adarna adalah naga termuda yang memutuskan untuk terikat dengan manusia. Karakternya lembut, manis, penuh kasih sayang.

Lalu ada gryphon yang ukurannya sepertiga dari ukuran naga, bentuknya setengah singa setengah elang, paruh dan cakarnya tajam dan mampu merobek kulit dan sisik (hal. 437).

 

Tokoh naga utama ini punya tempat tersendiri di hati saya sebagai pembaca karena penokohannya yang bagus dan perannya yang besar di dalam cerita. Interaksinya dengan penunggang naga juga masih bisa dikembangkan karena di buku satu ini tampak hubungan antar naga, khususnya ide pasangan Sgaeyl dan Tairn, serta bonding dengan penunggangnya, khususnya Violet dan Xaden, termasuk hal yang baru dan menarik buat saya.

Dunia manusia, naga, sihir, kekuatan super, dan makhluk-makhluknya selalu menjadi daya tarik genre ini. 

 

Alur dan Pov

Meski plot-nya cukup terbaca, kisah Violet dan Xaden nyatanya cukup epic, penuh adegan pertarungan berdarah dan sadis. Alur maju, pace cepat dan nge-hook dari awal hingga akhir. 

Alur waktu dalam cerita agak membingungkan karena universe-nya yang fantasi murni saya jadi berharap satu sistem kalender yang berbeda. Tapi ternyata di buku disebutkan nama bulan dengan sistem kalender kita. Meski mulus dari sisi cerita, tapi lompatan-lompatan waktu adegan semacam random. Ada masa dimana adegan begitu intens di minggu atau hari tertentu, lalu adegan lain melompat berbulan-bulan. Mungkin ini disebabkan karena mempertahankan tension cerita yang memprioritaskan di momen-momen tertentu. Saya kira memang itu sebabnya. Bagaimana menurut teman-teman?

Kisah diceritakan dari sudut pandang orang pertama (Violet). Barangkali akan asyik juga kalau ada POV Xaden, tapi jika buku ini dimaksudkan oleh Rebecca Yarros untuk membawa pesan tertentu terkait Violet (yang mana memang demikian adanya), saya sepakat Pov 1 hanya Violet saja agar terfokuskan.

 

Latar

Deskripsi latarnya oke, universe-nya bagus. Di luar dugaan, ternyata cukup mudah buat saya untuk masuk ke dalam dunia fantasi Fourth Wing. 

Ada dua kerajaan dalam dunia cerita, yakni Navarre dan Poromiel. Navarre adalah kerajaan yang lebih besar, terdiri dari enam provinsi, di antaranya adalah Tyrrendor (provinsi paling selatan dan terbesar areanya), Krovla, Braevick, dan Cygnisen (dengan perbatasan pegunungan Esben). Pegunungan Navarre memiliki bijih besi yang melimpah, kayu keras, rusa dan elk yang sangat banyak. Tyrrendor adalah provinsi terakhir di perbatasan yang bergabung dengan Navarre dan satu-satunya provinsi yang mencoba memisahkan diri. Para pemberontak dihukum mati dan anak-anak mereka ditandai dengan rebellion seperti yang ada pada Xaden.

Tyrrendor meliputi daerah barat daya benua, terdiri dari daerah pegunungan yang tidak bersahabat dan dibatasi oleh Laut Zamrud di barat dan Samudra Arktik di selatan, secara geografis dipisahkan oleh Tebing Dralor yang tidak dapat ditembus.

Kerajaan Poromiel sebagian besar terdiri dari dataran subur dan rawa-rawa. Poromiel terkenal dengan tekstil yang luar biasa, ladang gandum yang tak ada habisnya, dan permata kristal unik yang mampu memperkuat sihir kecil. 

Perjanjian Perdagangan Resson ditandatangani lebih dari dua ratus tahun lalu, memastikan pertukaran daging dan kayu dari Navarre dengan kain dan pertanian di Poromiel empat kali setahun di pos terdepan Athebyne di perbatasan Krovla dan Tyrrendor. Halaman 22, 23, 24.

 

Cerita Fourth Wing sebagian besar terjadi di Basgiath War College. Basgiath War College terdiri dari empat kuadran, yakni Rider, Scriber, Healer, dan Infantry. Tiap bagian memiliki tiga regu, yakni Flame, Claw, dan Tail. Tiap kuadran dipimpin oleh wingleader dan section leader yang umumnya dipegang oleh siswa tahun ketiga terbaik. Siswa tahun kedua yang berprestasi luar biasa juga dapat naik menempati posisi ini. Violet menyiapkan diri menjadi siswa kuadran Scriber, tapi kemudian atas perintah ibunya ia kemudian mengikuti ujian menjadi Rider.

 

Seperti pada umumnya, buku fantasy biasanya dilengkapi dengan peta universe, begitupun dengan Fourth Wing.

 

Picture: Peta Basgiath War College dan Emerald Sea

 

Lokasi-lokasi cerita di antaranya meliputi kantor commanding general, kamar violet, kamar Dain, halaman utama kampus, area combat training, ruang kesehatan, kantin, Lakobos River, benteng Montserrat, dan Athebyne.

Kamar Dain dideskripsikan berupa ruangan sederhana, berjendela melengkung yang berkaca bening. Ada tempat tidur, meja rias, meja, dan lemari pakaian. Tidak ada sentuhan personal kecuali beberapa buku di meja yang salah satunya merupakan pemberian dari Violet (hal. 34).

Halaman utama kampus berukuran sangat luas yang bisa menampung ribuan riders, bentuknya seperti tetesan air mata bersudut runcing, ujung bulatnya dibentuk oleh dinding luar raksasa setebal sepuluh kaki. Di sepanjang sisinya terdapat aula batu. Bangunan empat lantai di sebelah kanan adalah asrama, rotunda megah yang menghubungkan dua bangunan berfungsi sebagai pintu masuk ke ruang pertemuan, ruang bersama, dan perpustakaan di belakangnya. Di halaman utama ada mimbar batu (hal. 38).

Sungai Lakobos mengalir deras dan berarus cepat dan mematikan, salah satunya berbatasan dengan jurang. Barisan pohon ek kuno yang dirambati oleh buah fonilee berwarna ungu telah matang dan warnanya masam. Dahan pohon ek menjalar melebar dan tinggi. Rumput terbentang di bagian bawah (hal. 77).

Benteng Montserrat terdiri dari empat tembok besar, diisi dengan barak dan berbagai ruangan bermenara di setiap sudutnya. Pintu masuk berukuran besar yang berbentuk melengkung dengan pintu gerbang berduri. Di salah satu ujung halaman ada kandang dengan pandai besi dan gudang senjata untuk pasukan infanteri yang ditempatkan di benteng, di sisi lain ada ruang makan (hal. 324).

Deskripsinya tidak sangat detail memang, tapi sudah lebih dari cukup untuk menstimulai dan menjadi dasar pijakan imajinasi saya. Bagi penggemar latar yang detail mungkin berharap lebih dari poin ini karena salah satu kenikmatan membaca genre fantasi ada di dunianya yang berbeda dengan dunia nyata kita. Bagaimana menurut teman-teman?

 

 

Konflik

Konflik utama cerita yang saya temukan awalnya adalah bagaimana cara Violet agar dapat lulus ujian riders. Namun seiring berjalannya waktu bermunculan konflik-konflik lainnya, termasuk yang berkaitan dengan intrik politik kerajaan. Kebenaran apa sebenarnya yang disembunyikan oleh pemerintah Navarre? Terus terang poin ini membangkitkan sebuah pemikiran tentang siapa yang sebenarnya kredibel untuk menceritakan sejarah, dan apa jadinya jika hanya orang yang berkuasa yang mencatat sejarah. Kalau sudah memikirkan ini, konflik politik Navarre jadi relate dengan kehidupan nyata kita. Rebecca Yarros yang memiliki latar belakang pendidikan jurusan sejarah tampaknya memang paling pas untuk menggarisbawahi topik menarik ini.

Selain itu ada internal problem juga dalam tokoh utama, misalnya Violet yang mencari validasi ibunya, keinginan untuk membuktikan diri, mencari jati diri, dan cinta pertama.

Xaden di satu sisi merasa tidak layak untuk cinta dan ia merasa sangat bertanggung jawab terhadap keselamatan nyawa anak-anak traitor.

Cerita juga dibumbui dengan konflik nasty Jack Barlowe.

Tension ceritanya oke, salah satunya di adegan-adegan ujian level para penunggang naga yang harus dilalui kadet. Yang pertama adalah ujian melewati Parapet yang mematikan dengan angin besar dan pijakan yang licin. Lalu Gauntlet (rintangan vertikal menakutkan dengan batas waktu 2 bulan, hal. 47), dirancang untuk menguji keseimbangan, kekuatan, dan ketangkasan para calon penunggang naga. Setelah itu ada Treshing (masa dimana naga memilih untuk terikat dengan kadet). Selain itu ada pelatihan taktis berperang (Battle Brief), dan persiapan serta praktiknya (Squad Battle).

 

Hal-hal Menarik Lainnya

Dari awal buku ini sudah menghadirkan adrenalin dan unsur romance, lalu disusul konflik politik strategi perang dan adegan action baku hantam yang seru. Bagi yang tidak begitu suka dengan romance, pilihan konflik politik perang dengan orang-orang jahat yang berseliweran barangkali bisa jadi penyeimbangnya. Syukur-syukur kalau ternyata menyukai kombinasi keduanya. 

Seperti yang sudah disebutkan di halaman Trigger Warning yang ada di awal buku, cerita memang mengandung adegan sexual explicit, adult scene. Apakah banyak? Sebenarnya hanya 2 adegan tapi cukup panjang, dan tetap saja peruntukannya memang untuk pembaca dewasa. Hal yang mana sebenarnya cukup membingungkan karena menilik usia tokoh dan menyimak wawancara Rebecca Yarros di media-media yang menyebutkan usia dewasa muda, saya tadinya berpikir romance-nya akan tetap di range usia tersebut. 

Personally, saya suka Fourth Wing karena romance-nya tidak mendominasi cerita begitu rupa sehingga sisi epik fantasinya tetap menonjol. 


Bagian menarik lain yang ada di buku adalah kutipan-kutipan yang digunakan di tiap awal chapter yang berasal dari buku atau tokoh di dalam cerita.

Chapter One

A dragon without its rider is a tragedy. 

A rider without their dragon is dead.

- Article One, Section One The Dragon Rider's Codex

 

Chapter Twelve

Presentation Day is unlike any other. The air is ripe with possibilities, and possible the stench of sulfur from the dragon who has been offended. Never look a red in the eye. Never back down from a green. If you show trepidation to a brown... well, just dont.

- Colonel Kaori s Field Guide to Dragonkind

 

Saya juga sempat tertarik dengan deskripsi-deskripsi pakaian yang dikenakan para tokoh. Salah satunya adalah pakaian khusus Violet yang bisa melindunginya dari senjata tajam yang tampak keren dalam imajinasi saya. Dideskripsikan di buku, baju Violet ini berupa kemeja hitam ketat yang menutupi lengan, celana kulit yang menutupi setiap lekuk tubuh, dilengkapi korset bergaya rompi di atas kemeja. Bahan khusus kombinasi kulit dan kain menutupi bagian tulang selangka hingga tepat di bawah pinggang, membungkus dada dan menyilang ke atas melewati bahu. Ada sarung tersembunyi yang dijahit secara diagonal di sepanjang tulang rusuk untuk menyimpan belati (hal. 8).

 

Ide yang berkaitan dengan cara Violet untuk tetap tenang saat panik menerpa juga logis dan memberi kesan tertentu bagi saya. Diceritakan di dalam buku Violet sedang menghadapi tantangan melintasi Parapet yang sangat berbahaya ditambah ancaman Jack Barlowe yang jahat. Untuk menjaga pikirannya fokus dan tenang, alih-alih menyanyi atau bersenandung, ia memilih untuk recite fakta, logika, dan sejarah yang ia pelajari dan hafalkan (hal. 23).

My head swims as my pulse skyrockets.

Calm. I have to stay calm.

I can't carry a tune, or even decently hum, so singing for a distraction is out, but I am a scholar. There's nowhere as calming as the archives, so that's what I think of. Facts. Logic. History.

Your mind already knows the answer, so just calm down and let it remember. That's what Dad always told me. I need something to keep the logical side of my brain from turning around and walking straight back to the turret.

"The Continent is home to two kingdoms - and we've been at war for four hundred years," I recite, using the basic, simple data that has been drilled into me for easy recall in preparation for the scribe's test."

Page 23

 

Saya juga menyukai ide dimana para profesor di Basgiath War College ini memiliki signet (kemampuan khusus) yang berkesesuaian dengan bidang ilmu yang mereka ampu. Misalnya Profesor Kaori yang mengajar tentang naga. Profesor berkumis ini adalah seorang ilusionis yang memiliki kemampuan memroyeksikan apa yang dia lihat dalam pikirannya. Saat mengajar di kelas dia akan menggunakan kemampuannya ini sehingga siswa-siswanya bisa melihat langsung naga dan perilakunya. Tidak perlu alat projektor dan slide presentasi seperti jaman modern di dunia nyata.

Ide kaitan antara buku ayahnya Violet yang ternyata punya peran dalam cerita juga bagus dan di luar ekspektasi saya.

 

Meski tidak banyak, tapi buku ini juga punya bagian kontemplasi, salah satunya tentang harapan. Di buku diceritakan Violet yang mengalami masa down setelah kematian temannya. Xaden kemudian menguatkan mental Violet dan membuka pikirannya lebih jauh.

Harapan adalah sesuatu yang berubah-ubah dan berbahaya. Harapan dapat mencuri fokus dan mengarahkan pada kemungkinan-kemungkinan yang mendistraksi dari hal yang utama. Seseorang seharusnya fokus pada hal-hal yang bisa mencelakakan atau merugikan sehingga bisa menemukan cara agar hal-hal itu tidak terjadi. Hal-hal buruk, termasuk kematian akan terjadi lagi dan lagi. Oleh karena itu yang penting adalah apa yang makna dan jati diri, serta apa yang dilakukan setelah berbagai hal buruk itu terjadi. Lanjutkan dan tetap berjuang sebaik mungkin (hal. 130, 131).

 

"Sure you can." He shrugs. "You just might not like the consequences"

I roll my eyes, and to my utter embarrassment, instead of pulling away now that I'm free, I lean in just a little, like I can siphon off some of his strength. He certainly has enough to spare.

"I knew what the odds were, and I came anyway, concentrating on that tiny percentage of a chance that I would live. And then I make it almost two months and I get..." I shake my head, clenching my jaw. "Hopeful." The word tastes sour.

"Ah. And then you lose a squadmate, and you can't quite get up the chimney, and you give up. I am starting to see. It's not a flattering picture, but if you want to run off to the Scribe Quadrant --"

I gasp, fear punching a hole in my stomach. "How do you know about that?" If he knows... if he tells, Dain is in danger.

A wicked smile curves Xaden's perfect lips. "I know everything that goes on here." Darkness swirls around us. "Shadows, remember? They hear everything, see everything, conceal everything." The rest of the world disappears. He could do anything to me in here and no one would be the wiser.

"My mother would definitely reward you if you told her about Dain's plan," I say softly.

"She'd definitely reward you for telling her about my little... what did you call it" Club."

"I'm not going to tell her." The words sound defensive.

"I know. It's why you're still alive." He holds my gaze locked with his. "Here's the thing, Sorrengail. Hope is a fickle, dangerous thing. It steals your focus and aims it toward the possibilities instead of keeping it where it belongs - on the probabilities."

"So I'm supposed to what? Not hope that I live? Just plan for death?"

"You're supposed to focus on the things that can kill you so you find ways not to die." He shakes his head. "I can barely count the number of people in this quadrant who want you dead, either as revenge against your mother or because you're just really good at pissing people off, but you're still here, defying the odds." Shadows wrap around me, and I swear I feel a caress along the side of my wounded cheek. "It's been rather surprising to watch, actually."

"Happy to be your entertainment. I'm going to bed. "Spinning on my heel, I head toward the entrance to the barracks, but he's right behind me, close enough that the door would slam in his face if he wasn't so unnaturally fast at catching it.

"Maybe if you stopped sulking in your self-pity, you'd see that you have everything you need to scale the Gauntlet," he calls after me, his voice echoing down the hallway.

"My self-what?" I turn around, my jaw dropping.

"People die," he says slowly, his jaw ticking before he drags in a deep breath. " It's going to happen over and over again. It's the nature of what happens here. What makes you a rider is what you do after people die. You want to know why you're still alive? Because you're the scale I currently judge myself against every night. Every day I let you live, I get to convince myself that there's still a part of me that's a decent person. So if you want to quit, then please, spare me the temptation and fucking quit. But if you want to do something, then do it."

"I'm too short to span the distance!" I hiss, uncaring that anyone could hear us.

"The right way isn't the only way. Figure it out." Then he turns and walks away.

Page 130 131

 

 

Fourth Wings ber-ending cerita yang menggantung sehingga membuka celah untuk buku selanjutnya, namun tertutup untuk konflik utama sehingga buku ini di satu sisi bisa dibaca tunggal (stand alone). Poin-poin yang belum terjawab misalnya tentang Brennan, tentang sikap ayah dan ibu violet yang tidak akur, kenapa ibunya bersikap dingin, kekuatan lain yang dimiliki Golden dragon, politik kerajaan, dan hubungan cinta selanjutnya antara Xaden dan Violet. Tentu saja ekspektasi saya terkait buku selanjutnya berupa sisi psikologis tokoh Violet serta cara pengambilan keputusannya yang sesuai dengan usianya. Selain itu tentunya saya berharap plot terkait kerajaan yang belum terungkap, romance, dan urusan naga-naga jangan pula dilewatkan.

 

 

Siapa Rebecca Yaros

Rebecca Yarros adalah penulis terlaris New York Times yang menulis lebih dari lima belas novel, dengan ulasan Publishers Weekly berbintang banyak dan Kirkus Best Book of the Year. Tumbuh dengan latar belakang keluarga militer, ia istri dari seorang militer selama hampir dua puluh tahun.

Sumber: Berbagai sumber

 

Referensi:

https://www.today. com/

https://www.amazon. com/amazonbookreview /

https://www.health. com/

https://youngentertainmentmag. com/

rebeccayarros. com

 

 

 ----------------------------------

 

Jika Anda suka dan merasa mendapatkan manfaat dari konten di blog Dipidiff.com, sekarang Anda bisa mendukung pengembangan blog ini dengan mendonasikan uang mulai dari seribu rupiah atau mempertimbangkan untuk mendukung rutin per bulannya. Terimakasih.

Donasi dapat ditransfer ke:

BCA 740 509 5645

Konfirmasi transfer ke DM Instagram @dipidiffofficial

 

-------------------------------------------------------------------------


 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Diana Fitri, biasa dipanggil Dipi, adalah seorang ibu yang gemar berkebun, dan rutin berolahraga. Gaya hidup sehat dan bervibrasi positif adalah dua hal yang selalu ia upayakan dalam keseharian. Sambil mengasuh putra satu-satunya, ia juga tetap produktif dan berusaha berkembang secara kognitif, sosial, mental dan spiritual.

Lulusan prodi Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran, Dipi lalu melanjutkan studi ke magister konsentrasi Pemasaran, namun pekerjaannya justru banyak berada di bidang edukasi, di antaranya guru di Sekolah Tunas Unggul, sekolah kandidat untuk International Baccalaureate (IB), dan kepala bagian Kemahasiswaan di Universitas Indonesia Membangun. Setelah resign tahun 2016, Dipi membangun personal brand Dipidiff hingga saat ini.

Sebagai Certified BNSP Public Speaker dan Certified BNSP Trainerserta certified IALC coach, Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan Lembaga Pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereviu buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Kementrian Keuangan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, BREED, Woman Urban Book Club, Lions Clubs, Bandung Independent School, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Dipi juga pemateri rutin di platform edukasi www.cakap.com . Dipi meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. 

Berstatus bookblogger, reviu-reviu buku yang ia tulis selalu menempati entry teratas di halaman pertama mesin pencari Google, menyajikan ulasan terbaik untuk ribuan pembaca setia. Saat ini Dipi adalah brand ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi juga menjadi Official Reviewer untuk Republika Penerbit dan berpartner resmi dengan MCL Publisher. Kolaborasi buku-bukunya, antara lain dengan One Peach Media, Hanum Salsabiela Rais Management, KPG, Penerbit Pop, Penerbit Renebook, dan Penerbit Serambi. Reviu buku Dipi bisa dijumpai di www.dipidiff.com maupun Instagram @dipidiffofficial. Dipi host di program buku di NBS Radio. Dulu sempat menikmati masa dimana menulis drop script acara Indonesia Kemarin di B Radio bersama penyiar kondang Sofia Rubianto (Nata Nadia). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation.

Contact Dipidiff at DM Instagram @dipidiffofficial

 

 

 

TERBARU - REVIEW BUKU

Review Buku Fourth Wing - Rebecca Yarros

14-09-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  An Instant New York Times BestsellerA Goodreads Most Anticipated Book Judul : Fourth Wing (The Empyrean, 1) Penulis : Rebecca Yarros Jenis Buku : Epic Fantasy, Romantic Fantasy, Sword & Sorcery Fantasy Penerbit : Piatkus, an...

Read more

Review Buku The Quiet Tenant - Clémence …

23-08-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  National Best Seller One of The Most Anticipated Novels of 2023 GMA Buzz Pick A LibraryReads #1 Pick One of The Washington Post’s Notable Summer Books 2023One of Vogue’s Best Books of 2023One of Goodreads’s Most Anticipated Books...

Read more

Review Buku The Only One Left - Riley Sa…

23-07-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Editor's Pick Best Mystery, Thriller & Suspense The Instant New York Times Bestseller Named a summer book to watch by The Washington Post, Boston Globe, USA Today, Oprah, Paste, Country Living, Good Housekeeping, and Nerd Daily Judul...

Read more

Review Buku Helium Mengelilingi Kita - Q…

14-06-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Helium Mengelilingi Kita Penulis : Qomichi Jenis Buku : Sastra Fiksi, Coming of Age Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Maret 2023 Jumlah Halaman :  246 halaman Dimensi Buku : 14 x 20,5...

Read more

TERBARU - REVIEW CAFE & RESTORAN

Starbucks Jatinangor (a Story)

25-09-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Teman-teman sering menghabiskan waktu di Starbucks? Saya tidak. Alasan utama saya tidak sering ke Starbucks karena cafe kopi yang satu ini memang tidak ada di wilayah sekitar rumah saya. Tapi sekarang...

Read more

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more

Cafe Nanny's Pavillon (a Review)

27-07-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  "Do what you love, love what you do". Saya masih ingat sekali menggunakan kutipan itu untuk caption instagram saya waktu posting foto Nanny's Pavillon. Tapi benar ya, rasanya hari itu...

Read more

The Warung Kopi by Morning Glory (a Stor…

28-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setengah ga nyangka dan setengah takjub juga begitu nemu kafe asyik kayak begini di wilayah Bandung Timur. Maklum sudah keburu kerekam di memori otak kalau kafe-kafe cozy adanya cuma di...

Read more

TERBARU - PERSONAL GROWTH & DEVELOPMENT

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Cara Membuat Perpustakaan Pribadi di Rum…

25-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Perpustakaan sendiri punya kenangan yang mendalam di benak saya. Saya yakin teman-teman juga punya memori tersendiri ya tentang library. Baca juga "Arti Perpustakaan Bagi Para Pecinta Buku" Baca juga "Perpustakaan Luar...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more