Review Buku Enola Holmes: The Case of the Missing Marquess - Nancy Springer

Published: Thursday, 11 March 2021 Written by Dipidiff

 

Now a Netflix original movie starring Millie Bobby Brown, Henry Cavill, and Helena Bonham Carter!

Edgar Award nomination

 

Judul : Enola Holmes - The Case of the Missing Marquess

Penulis : Nancy Springer

Jenis Buku : Young Adult Mystery

Penerbit : Philomel Books

Tahun Terbit : Agustus 2020

Jumlah Halaman :  240 halaman

Dimensi Buku :  19.56 x 12.95 x 1.78 cm

Harga : 114.000 Rp. *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780593350539

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

 

Pada suatu hari di hari ulang tahunnya, Enola Holmes (gadis belasan tahun) menyadari bahwa ibunya sudah menghilang entah kemana. Ada sebagian dari dirinya yang menduga ibunya telah dengan tega meninggalkannya begitu saja, tapi dirinya yang lain percaya bahwa ibunya punya alasan kuat untuk pergi, atau kemungkinan yang terburuk adalah ibunya telah dijahati oleh seseorang.

Enola memutuskan untuk melakukan penyelidikan ke London sendiri setelah Sherlock Holmes dan Mycroft Holmes tampaknya tidak menunjukkan minat dan upaya lebih untuk menyelesaikan kasus ini. Di tengah perjalanan menuju London, Enola malah terlibat kasus penculikan seorang marquess muda. Petualangan penyelidikan ini membawanya pada orang-orang jahat, dermaga kumuh, dan penyekapan di sebuah kapal. Di tengah semua kekacauan itu, akankah Enola dapat memecahkan kode petunjuk yang diperlukan dan menemukan ibunya?

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Sebuah disain sampul yang cocok sekali untuk genre mystery-nya, karena tokoh utamanya, si adik Sherlock ini, masih usia belasan. Bukunya sendiri masuk ke dalam genre teenage mystery atau paling mentok di young adult mystery. Ilustrasi gambar seorang gadis bersepeda jelas mendeskripsikan Enola Holmes yang memang dalam cerita punya sepeda, yang salah satunya dia pakai untuk kabur ke London dalam rangka menyelidiki ibunya yang raib itu. Settingan cerita yang mengambil Inggris jaman dulu dengan segala budayanya yang masih ketat itu, cocok pula diilustrasikan dengan gambar salur-salur meliuk-liuk juga jenis hurufnya, dan tentunya outfit yang Enola kenakan. Nice cover design :)

 

Tokoh dan Karakter

Enola Holmes

Mycroft Holmes

Sherlock Holmes

Mum Lady Eudoria Holmes

Lord Tweksbury

Madame Laelia Sibyl de Papaver

Inspector Lestrade

Lane & Mrs Lane asisten rumah tangga

 

Tentu saja Enola Holmes adalah protagonis cerita. Antagonisnya para penjahat di dalam buku. Pembagian peran tokoh baik dan buruk dalam cerita cukup hitam putih. Meski demikian, saya merasa tokohnya cukup dinamis, manusiawi, dan hidup, karena Enola di akhir buku punya perubahan karakter dibanding Enola di awal cerita, yakni Enola yang lebih dewasa. 

 deskripsi tokoh

I remember Dr. Watson s listing of my brother s accomplishments: scholar, chemist, superb violinist, expert marksman, swordsman, singlestick fighter, pugilist, and brilliant deductive thinker.

Page 30

 

Alur dan Latar

Cerita beralur maju cukup cepat. Konflik dan misterinya termasuk ringan sedang, bernuansa petualangan. Selain konflik misteri, ada pula konflik batik tokoh utama. Pov orang pertama (Enola). Ending termasuk bahagia, tapi menurut saya tidak begitu tertutup a.k.a masih menyisakan tanda tanya.

Mengambil latar Inggris tahun 1888, Nancy Springer sukses menghidupkan Inggris jaman dulu itu. Deskripsi lokasi yang ada di cerita juga detail di bagian-bagian tertentu, misalnya kamar ibunya Enola yang menghilang tanpa jejak itu.

Mum had made this room a sanctuary of the artistic spirit. Panels of Japanese lotus-patterned silk dressed the windows, drawn back to let in the light upon slender furnishings of maple wood carved to  resemble bamboo, very different from the hulking dark mahogany in the parlour. Down there all the wood was varnished, heavy serge draped the windows, and from the walls stared grim oil portraits of ancestors, but here in my mother s domain the wood had been painted white, and on pastel walls hung a hundred delicate watercolours: Mum s airy, lovingly detailed renditions of flowers, each picture no larger than a sheet of writing paper, lightly framed.

Page 19

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Ternyata detektif Sherlock Holmes itu punya saudara perempuan ya, dan ga kalah dengan kakaknya, Enola juga pandai memecahkan misteri kriminal. Tapi apakah ia sejenius holmes yang rajanya deduksi (?) 
 
Pertama kali terbit tahun 2006, seri Enola Holmes: The Ease of The Missing Marquess dicetak ulang tahun 2020 dengan cover Netflix. Ternyata, ga cukup masuk jadi nominasi penghargaan bergengsi Edgar Award, kini buku ini resmi diadaptasi menjadi 'a netflix film'.
 
Nancy Springer adalah penulis yang sangat mencintai kisah-kisah detektif. Masa kecilnya dipenuhi dengan bacaan buku karangan Sir Arthur Conan Doyle. Dari sinilah ia kemudian terinspirasi menciptakan satu sosok karakter wanita yang juga pandai memecahkan kasus. Nancy Springer menerima dua kali Edgar Award untuk Best Young Adult Mystery dan telah dinominasikan ke penghargaan bergengsi Mythopoeic Fantasy Award. Novel debutannya ini, seri Enola Holmes, mendapatkan ulasan berbintang di nominasi Edgar Award.
 
 
Suka banget sama penutup bab yang saya kutipkan di bawah ini. Soalnya menurut saya misterinya mulai kerasa di sini. Membaca novel Enola Holmes itu jauh dari kerumitan, ringan tapi bikin penasaran.
 

I knew that hat. Meant to be military in apprearance, resembling an upside-down flowerpot, it was sometimes, by the vulgar, called three-storeys-and-a-basement.

“and she carried her walking umbrella.”

A long black implement meant to be used like a cane, as sturdy as a gentleman's stick.

How odd that my mother should go out with a mannish umbrella, a mannish hat, yet swishing that most flirtatious feminine tail, a bustle.

Page 24

 
 
Saya juga suka gaya menulis Nancy Springer yang renyah. Sesekali ada saja humor yang terselip, biasanya di narasi Enola yang polos dan sedikit sarkasme. Misalnya adegan dimana Mrs. Lane mengomel-ngomel tapi tidak berani ditujukan langsung ke Enola yang putri majikan, maka dia digambarkan oleh Enola seperti sedang bercakap-cakap dengan alat-alat yang ada di dapur. Ini pernah juga muncul di salah satu karakter tokoh dalam bukunya Agatha Christie. Lalu ketika Enola mendeskripsikan fisik kakak laki-lakinya dan membandingkan dengan dirinya sendiri.
 

There, Lane and Mrs. Lane swooped upon me like a pair of turtledoves upon the nest, he plucking sopping coat and umbrella and boots from me, she hustling me towards the kitchen to get warm. While it was not her place to scold me, she made her views plain. “A person would have to be simple minded to stay out in the rain for hours on end,” she told the big coal-burning stove as she levered one of its lids off. “Don't matter whether a person is common or aristocrat, if a person catches a chill, it could kill her.” This to the teakettle she was placing on the stove. “Consumption is no respecter of persons or circumstances.” To the tea canister. There was no need for me to respond, for she wasn't talking to me. She would not  have been permitted to say anything of the sort to me. “It's all very well for a person to be of an independent mind without going looking for quinsy or pleurisy or pneumonia or worse.” To the teacups. Then she turned to face me, and her tone also about-faced. “Begging your pardon, Miss ...

Page 12

 

I remember Dr. Watson's listing of my brother's accomplishments: scholar, chemist, superb violinist, expert marksman, swordsman, singlestick fighter, pugilist, and brilliant deductive thinker.

Then I formed a mental list of my own accomplishments: able to read, write, and do sums; find birds’s nests; dig worms and catch fish; and, oh yes, ride a bicycle.

Page 30

 

 
Dua kakak Enola yang beken dimunculkan di sepertiga bagian buku, Mycroft dan Sherlock pulang ke kampung halaman demi memenuhi isi telegram Enola yang mengabarkan hilangnya ibu mereka. Menarik sekali menyimak tiga tokoh Holmes berinteraksi satu sama lain, karena bukan hanya ini mengingatkan saya pada karakter mereka, tapi juga menjawab rasa ingin tau saya perihal siapa yang lebih jenius, dan seperti apa mereka sebagai keluarga.
 

More slowly I wrote another note, one that would soon wing for miles via wire to be printed out by a teletype machine as:

LADY EUDORIA VERNET HOLMES MISSING SINCE YESTERDAY

STOP PLEASE ADVICE STOP ENOLA HOLMES

I directed this wire to Mycroft Holmes, of Pall Mall, in London.

And also, the same message, to Sherlock Holmes, of Baker Street, also in London.

My brothers.

Page 14

 

Selain Sherlock dan Mycroft, ada juga tokoh lainnya yang dimunculkan di buku ini, yakni Inspector Lestrade.

In a rather high-pitched voice he went on. “I am an acquaintance of Mr. Sherlock Holmes. My name is Lestrade.”

“How do you do.” I did not offer to shake hands.

...

This snoop would tell Sherlock he had met me, and under what circumstances, at his first opportunity. No, worse! As an inspector for Scotland Yard, at any minute he might receive a wire concerning me. I had to get away before that happened. He seemed suspicious of me already. I had to distract Inspector Lestrade from inspecting me.

Page 129

 

 
Kisah Enola ini membawa saya pada masa lampau, yakni tahun 1888, yang menurut saya sangat berhasil dideskripsikan lokasi dan suasananya oleh Nancy Springer. Lewat narasi pikiran Enola yang membincangkan fashion, menyebut budaya masyarakat jaman tersebut, dan pola pikir orang-orang yang ada di sekitar Enola, rasanya saya sukses mengimajinasikan Inggris masa itu.

Parting the velvet drapes to admit light from the windows, I threw open the wardrobe doors, then stood trying to make sense of the jumble of clothing inside: wool, worsted, muslin, and cotton but also damask, silk, tulle, and velvet. Mum was, you see, very much a free thinker, a woman of character, a proponent of female suffrage and dress reform, including the soft, loose, Aesthetic gowns advocated by Ruskin – but also, whether she liked it or not, she was a squire's widow, with certain obligations. So there were walking costumes and “rationals” but also formal visiting dresses, a low-necked dinner dress, an opera cloak, and a ball gown – the same rusty-purple one Mum had worn for years; she did not care whether she was in fashion. Nor did she throw anything away. There were the black “widow's weeds” she had worn for a year after my father's demise. There was a bronze-green habit left over from her fox-hunting days. There was her grey caped pavement-sweeping suit for city wear. ..

Page 21

 

In the morning I brushed my hair a full one hundred strokes, trying to render it glossy, then tied it back with a white ribbon to match my frock – girls of the upper classes must wear white, you know, to show every fleck of dirt. I wore my newest, least soiled frock, with very nice white lace pantalets below, and the traditional black stockings with black boots, freshly polished by Lane.

Page 26 

 
Menurut saya Enola berbeda dengan Sherlock dan Mycroft. Enola itu 'jenius' dengan cara dan gayanya sendiri. Detailnya tentu saja bisa teman-teman dapatkan dengan membaca novel ini sendiri.
 
 
Yang mengganjal di novel ini buat saya cuma satu, yakni kemunculan Sherlock yang tidak jenius sama sekali. Rasanya jadi agak kurang pas dengan perspektif saya terhadap Sherlock selama ini. Tapi saya kira ini poin dilematis mungkin ya. Karena tokoh utama dan sorotan cerita ada pada Enola, so menampilkan sisi Sherlock yang jenius mungkin malah jadi distraksi yang menyesatkan.
 
Beberapa isu yang diangkat dalam cerita juga membuat novel ini menjadi lebih kaya alias bukan hanya (melulu) soal memecahkan misteri. Di sini ada isu kesetaraan gender, batas kebebasan individu, dan adat budaya Inggris masa lalu yang kaku.
 

Legally, the money was neither Mother's nor mine. But morally – many, many times Mum had explained to me how unfair the laws were. If  a woman laboured to write and publish a book, for instance, any money it earned was supposed to go to her husband. How absurd was that?

Page 82

 

Ada layout khusus di bagian narasi misteri. Sesuai dengan disain sampulnya yang 'meliuk-liuk itu', jenis huruf yang digunakan di bagian ini pun demikian.

Why did Mum not take me with her?

If she had any distance to travel, why did she not use the bicycle?

Why did she dress so oddly?

Why did she not leave by the gate?

If she struck out across country, on foot,

Where she was going?

Page 55

 

 

Di bagian akhir ada semacam bab bonus yang menarik berisi penjelasan Cipher Solution. Permainan kata ini menjadi salah satu petunjuk utama yang ada dalam cerita. Dan ternyata setelah meng-googling dengan keyword cipher... ternyata chipher itu memang sebuah kode ya. Bahkan ada entry yang menyebutkan cipher code dengan FBI segala.

CIPHER SOLUTION

“TIPSTAIL’ INDICATES HOW THE CIPHER IS set up.

To solve, divide the cipher in half:

ABOMNITEUNTNYHYATEUASRMLNRS MLOIGNHSNOOLCRSNHMMLOABIGOE

The first line of letters is “ivy tips,’ the second line “ivy tails.” Following the letters up and down between lines:

...

Page 215

 

Ending ceritanya sendiri tertutup untuk kasus ibunya yang hilang. Saya mendapatkan gambaran dimana si ibu dan perubahan emosional Enola yang lebih damai dan dewasa. Di ujung cerita, Enola akhirnya memenuhi panggilan jiwa yang perannya mirip Sherlock juga. Jadi tepat kiranya novel ini berkelanjutan di seri misteri buku sekuelnya.
 
Pada akhirnya bukan penyelesaian kasus yang menonjol dari novel ini, tapi karakter Enolanya yang menurut saya dinamis, manusiawi, dan hidup. Karakternya pas karena  untuk ukuran gadis seusia Enola, sedikit kelemahan dan kecerobohan justru sesuai ada padanya. Pesan cerita dibawa oleh tokoh ini. Ada keberanian, tekad, perjuangan, dan kebaikan.
 
Novel ini juga berbonuskan sneak peak satu bab buku Nancy Springer edisi Enola Holmes yang berikutnya. Judulnya  The Case of the Left-Handed Lady. Nah, teman-teman yang tertarik untuk mengintip isi buku seri Enola Holmes bisa banget baca bab bonus ini.

 

Siapa Nancy Springer

Menggabungkan kecintaan awalnya pada buku-buku Sir Arthur Conan Doyle dengan keinginan untuk mengangkat tokoh wanita sebagai karakter utama, Ms. Springer menciptakan Enola Holmes, adik perempuan dari detektif masa kecil favoritnya.

Nancy Springer juga penulis Tales of Rowan Hood yang sangat disukai para pembaca. Novelnya itu menampilkan putri Robin Hood. Springer adalah penerima dua kali Edgar Award untuk Best Young Adult Mystery dan telah dinominasikan untuk Mythopoeic Fantasy Award yang bergengsi.

 

Books by Nancy Springer

The Enola Holmes Mysteries:

The Case of the Missing Marquess

The Case of the Left-Handed Lady

The Case of the Bizarre Bouquets

The Case of the Peculiar Pink Fan

The Case of the Cryptic Crinoline

The Case of the Gypsy Good-bye

The Tales of Rowan Hood:

Rowan Hood, Outlaw Girl of Sherwood Forest

Lionclaw

Outlaw Princess of Sherwood

Wild Boy

Rowan Hood Returns, the Final Chapter

The Tales From Camelot:

I Am Mordred

I Am Morgan Le Fay

Sumber: Buku Enola Holmes - The Case of the Missing Marquess

 

Nancy Springer (lahir 5 Juli 1948) adalah seorang penulis fantasi Amerika, sastra dewasa muda, misteri, dan fiksi ilmiah. Novelnya Larque on the Wing memenangkan Tiptree Award pada tahun 1994. Dia juga menerima Edgar Award dari Mystery Writers of America untuk novelnya Toughing It pada tahun 1995 dan Looking for Jamie Bridger tahun 1996. Selain itu, dia menerima Penghargaan Carolyn W. Field dari Pennsylvania Library Association pada tahun 1999 untuk novelnya I am Mordred. Springer adalah seorang penulis yang produktif, dia telah menulis lebih dari lima puluh buku selama karirnya yang telah berlangsung hampir empat dekade.

Springer merilis buku Enola Holmes pertamanya pada tahun 2006, setelah itu dia menerbitkan 6 sekuel dalam seri tersebut. Serial lainnya termasuk Book of Isle (fantasi) dan Tales of Rowan Hood. Karyanya, The Enola Holmes Mysteries, diadaptasi pada tahun 2020 sebagai film Netflix, Enola Holmes. [

Springer lahir di Montclair, New Jersey dari pasangan Harry E. dan Helen Connor, pindah ke Gettysburg, Pennsylvania bersama keluarganya ketika dia berusia tiga belas tahun. Sebagai seorang anak, dia membaca banyak tentang Raja Arthur dan Round Table, Robin Hood dan sering membaca dan membaca ulang Sherlock Holmes.  

Works

Collections:

  • Chance and Other Gestures of the Hand of Fate (1985)
  • Stardark Songs (1993)

Series

Book of the Isle

  1. The White Hart (1979)
  2. The Book of Suns (1977) expanded as The Silver Sun (1980)
  3. The Sable Moon (1981)
  4. The Black Beast (1982)
  5. The Golden Swan (1983)

Sea King

  1. Madbond (1987)
  2. Mindbond (1987)
  3. Godbond (1988)

Tales of Rowan Hood

  1. Rowan Hood: Outlaw Girl of Sherwood Forest (2001)
  2. Lionclaw (2002)
  3. Outlaw Princess of Sherwood (2003)
  4. Wild Boy (2004)
  5. Rowan Good Returns (2005)

The Enola Holmes Mysteries

  1. The Case of the Missing Marquess (2006)
  2. The Case of the Left-Handed Lady (2007)
  3. The Case of the Bizarre Bouquets (2008)
  4. The Case of the Peculiar Pink Fan (2008)
  5. The Case of the Cryptic Crinoline (2009)
  6. The Case of the Gypsy Goodbye (2010)

Other Novels

  • Wings of Flame (1985)
  • Chains of Gold (1986)
  • A Horse to Love (1987)
  • The Hex Witch of Seldom (1988)
  • Not on a White Horse (1988)
  • Apocalypse (1989)
  • They're All Named Wildfire (1989)
  • Red Wizard (1990)
  • Colt (1991)
  • Damnbanna (1992)
  • The Friendship Song (1992)
  • The Great Pony Hassle (1993)
  • Touching It (1994)
  • The Blind God is Watching (1994)
  • Larque on the Wing (1994)
  • The Boy on a Black Horse (1994)
  • Metal Angel (1994)
  • Looking for Jamie Bridger (1996)
  • Fair Peril (1996)
  • Secret Star (1997)
  • I am Mordred (1998)
  • Sky Rider (1999)
  • Plumage (2000)
  • Separate Sisters (2001)
  • I am Morgan le Fay (2001)
  • Needy Creek (2001)
  • Blood Trail (2003)
  • Dussie (2007)
  • Somebody (2009)
  • Possessing Jessie (2010)
  • Dark Lie (2012)
  • My Sister's Stalker (2012)
  • Drawn into Darkness (2013)
  • The Oddling Prince (2018)
  • Grandghost (2018)
 

Awards and nominations

  • Mythopoeic Fantasy Award for Adult Literature Best Novel nominee (1982): The Sable Moon
  • World Fantasy Best Short Story nominee (1987): "The Boy Who Plaited Manes"
  • Hugo Best Short Story nominee (1987): "The Boy Who Plaited Manes"
  • Nebula Best Short Story nominee (1987): "The Boy Who Plaited Manes"
  • Tiptree Award (1995): Larque on the Wing
  • Edgar Award for Best Young Adult Mystery (1995): Toughing It
  • Edgar Award for Best Juvenile Mystery (1996): Looking for Jamie Bridger
  • Mythopoeic Fantasy Award for Adult Literature Best Novel nominee (1997): Fair Peril
  • Carolyn W. Field Award (1999): I am Mordred
  • Edgar Award for Best Juvenile Mystery nominee (2007): The Case of the Missing Marquess: An Enola Holmes Mystery
  • Edgar Award for Best Juvenile Mystery nominee (2010): The Case of the Cryptic Crinoline: An Enola Holmes Mystery

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang mencari cerita detektif - misteri untuk kategori usia remaja dan dewasa muda yang konfliknya tidak terlalu pelik, ada unsur petualangannya, tokoh utamanya wanita, adiknya Sherlock Holmes, tidak jenius deduksi seperti kakaknya, tapi punya kemampuan juga yang berbeda cara dan pendekatannya. Berlatarkan Inggris tahun 1888 yang hidup, kisah Enola Holmes sukses membawa kita seolah berada di tahun-tahun tersebut. Narasinya renyah dan terselip humor di sana sini.

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku Before the Coffee Gets Cold …

13-06-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  *OVER ONE MILLION COPIES SOLD**NOW AN INTERNATIONAL BESTSELLER* Japanese Bestseller   Judul : Before the Coffee Gets Cold Penulis : Toshikazu Kawaguchi Jenis Buku : Magical Realism; Literary Fiction; Romantic Fantasy;  Penerbit : Pan Macmillan Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku Breathless - Jennifer Niven

30-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times bestselling author of All the Bright Places   Judul : Breathless Penulis : Jennifer Niven Jenis Buku : Teen & YA Fiction Penerbit : Alfred A. Knopf Tahun Terbit : September 2020 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku The Duke & I (Bridgerton…

29-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times Bestseller   Now a series created by Shondaland for Netflix.   Judul : The Duke and I (Bridgertons Book 1) Penulis : Julia Quinn Jenis Buku : Romance Penerbit : Avon; Media Tie In, Reprint edition Tahun...

Read more

Review Buku Klara and the Sun - Kazuo Is…

22-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  NEW YORK TIMES BESTSELLERA GOOD MORNING AMERICA Book Club Pick! Editor s Pick for Best Science Fiction & Fantasy   Judul : Klara and the Sun Penulis : Kazuo Ishiguro Jenis Buku : Science Fiction & Fantasy Penerbit...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more