0

Review Buku It Starts With Us - Colleen Hoover

Published: Wednesday, 07 December 2022 Written by Dipidiff

 

Amazon Charts #1 This Week

Judul : It Starts With Us

Penulis : Colleen Hoover

Jenis Buku : New Adult & College Romance Books,

Contemporary Romance Books, Contemporary Women Fiction

Penerbit : Atria Books

Tahun Terbit : 2022

Jumlah Halaman : 336 halaman

Dimensi Buku : 20,96 x 13,49 x 2,24 cm

Harga : Rp. 290.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9781668001226

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore

(ig @Periplusbandung)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Lily dan mantan suaminya, Ryle, baru saja menyesuaikan diri dengan ritme pengasuhan bersama ketika Lily tiba-tiba bertemu lagi dengan cinta pertamanya, Atlas. Setelah hampir dua tahun berpisah, Lily merasa kali ini waktu memihak takdir mereka, dan dia langsung mengatakan ya ketika Atlas mengajaknya berkencan.

Tetapi kegembiraannya dengan cepat terhambat oleh kenyataan bahwa meskipun sudah berpisah, Ryle masih menjadi bagian dari hidupnya, dan Atlas Corrigan adalah satu-satunya pria yang Ryle benci untuk berada di dalam kehidupan mantan istri dan putrinya.

Sumber: Amazon

 

Rekomendasi

Saya rekomendasikan novel ini ke para pecinta adult romance yang mencari cerita dengan isu kekerasan dalam rumah tangga, manipulasi, gaslighting, perceraian, hak asuh anak, dan trauma masa lalu. Para pecinta Colleen Hoover dan yang suka pada seri pertamanya juga saya rekomendasikan untuk membaca sekuel ini, terutama untuk yang ingin tahu lebih dalam hubungan Lily dan Atlas. 

Underlined Issues: toxic relationship, sexual and verbal assault, sexual scenes. *baca sesuai usia

 

 

 

This Book Review Might Have Spoiler!

 

Tokoh dan Karakter

- Atlas Corrigan
- Lily Bloom
- Lucy
- Theo
- Josh
- Emmy
- Marshall
- Alissha
- Ryle

Lily adalah wanita dengan karakter yang kuat, dia teguh dan berani. Dia profil ibu yang memperjuangkan anak. Atlas, pria baik, penuh kasih sayang, dan penyabar. Saya yakin banyak pembaca jatuh cinta pada tokoh ini, termasuk saya. Meski pengalaman hidupnya penuh dengan trauma dan kesepian, tapi dia tidak pernah melampiaskannya pada orang lain bahkan menunjukkan empati pada mereka yang tidak pantas mendapatkannya. Penjelasan mengapa Atlas bisa tetap positif dengan lingkungan seperti ini menarik buat dikaji.

Ryle, mantan suami Lily, adalah pria berperilaku buruk, manipulatif, tidak hanya melakukan kekerasan fisik dan verbal, dia juga melecehkan Lily secara mental dan seksual. Di buku ini tokoh Alyssa dan Marshall memberikan  dukungan pada Lily dan berusaha menjaga Ryle dengan sebaik mungkin. Ryle memiliki keluarga yang hebat, tetapi sesuatu yang sangat traumatis terjadi padanya di usia muda yang sayangnya membentuk dirinya menjadi seperti sekarang.  Situasi Ryle juga menarik untuk dibahas, meski di buku ini tidak dielaborasi mendalam, seperti halnya tokoh Tim, ayah tiri Atlas. Tebakan saya, mungkin untuk mengefektif dan mengefisienkan cerita.

Meski seringkali sebagai pembaca ada keinginan tokoh cerita bisa menampilkan diri tidak sesempurna itu, tapi khusus Atlas Corrigan saya tidak keberatan.

 

Alur dan Latar

Plot cepat-sedang. Kisah beralur maju dengan banyak flashback melalui cerita-cerita di dalam diary. Pov 1 dari perspektif Atlas dan Lily.
 
Latar mengambil lokasi Resto Bibs, dan Resto Corrigan's, rumah Atlas, rumah Alissha, dan beberapa tempat lainnya.
 
 
 
Konflik
 
Konflik di buku kedua ini terutama tentang hubungan cinta Atlas dan Lily yang mulai tumbuh tapi terhalang oleh Ryle yang masih menyimpan harapan untuk dia dan Lily bisa kembali bersama. Ryle juga sangat membenci Atlas yang di matanya dia anggap sebagai penyebab utama perceraiannya dengan Lily. Perilakunya yang kasar dan manipulatif membuat Lily merasa takut untuk mengambil resiko, tapi di satu sisi dia ingin memperjuangkan kebahagiaannya juga.
 
 
Why does Ryle still occupy an entire wall in my many layers of thoughts? That's what it feels like - as if these wonderful things happen, but as they start to sink in, they eventually reach a part of me that is still making decisions based on Ryle and his potential reactions.
His reactions are what I fear the most. I want to hope that he wouldnt be jealous, but he will be. If I start dating Atlas, he'll make it difficult for everyone. Even though I know divorce was the right choice, there are still consequences to that choice. And one of those consequences is that Ryle will always look out Atlas like he is the thing that broke up our marriage.
Page 15
 
 
... comes and goes in my life from this point forward, Ryle is the one constant that I'll always have to appease if I want the most peaceful experience for my daughter. And if Atlas Corrigan is back in my life - Ryle well never be appeased.
I wish you could tell me what decision to make. Do I sacrifice what I know will make me happy for the sake of evoiding the inevitable disruption Atlas's presence would cause?
Or will I always have an Atlas-shaped hole in my heart unless I allow him to fill it?
He's expecting me to text him, but I think I need more time to process this. I don't even know what to say to him. I don't know what to do.
 
 
 
 
Lily juga merasa khawatir Ryle akan menyakiti Emmy, putri mereka. Lily merasa tidak nyaman melepas Emmy pergi bersama Ryle yang memiliki isu anger dan emotional destruction. Tapi ia tidak ingin merenggut figur ayah dari Emmy dan figur anak dari Ryle.

...though there isn't an agreement in the world that would make me feel comfortable with sending my daughter off with someone I know possesses a temper. But all I can do is choose the lesser fo two evils when it comes to custody and hope that Emmy never sees that side of him.
I want Emmy to bond with her father. I've never wanted to keep her from him. I just want to ensure she's safe, which is why I begged Ryle to agree to day visits for the first couple of years. I never told him outright it's because I don't know that I fully trust him with her. I think I might have blamed it on my breastfeeding situation and the fact that he s on call the time, but deep down I'm sure he knows why I've never wanted her to stay with him overnight.
The past abuse is something we don't talk about.
Page 13
 
 
Dari sisi Atlas, di buku ini dia dihadapkan pada trauma masa lalunya dengan ibunya yang tiba-tiba menghubunginya setelah memutuskan hubungan bertahun-tahun lamanya. Masa kecil Atlas tidak mudah karena ibunya yang labil dan mengabaikan Atlas, manipulatif, bahkan melakukan tindakan kekerasan.
 
Isu lain yang diangkat di buku ini juga hal-hal berkaitan dengan perceraian. Divorce tidak berarti semua masalah kemudian selesai, apalagi di dalam cerita ini ada Emmy, anak Lucy dan Ryle.
 
 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Akankah buku keduanya sebagus buku pertamanya? Suka penasaran ya, apalagi kalo buku pertamanya sukses, bikin harap-harap cemas begitu mau lanjut ke buku berikutnya.

Di It Starts With Us kisah Lily dan Atlas berlanjut. Awalnya tak terpikirkan oleh Colleen Hoover untuk menulis buku keduanya, namun dia tidak bisa menolak permintaan begitu banyak pembaca yang terinspirasi oleh It Ends With Us. So, kehadiran buku ini rasanya memang dedikasikan untuk kita yang menyimak buku pertama dan 'tergerak' karenanya. Bisakah It Starts With Us dibaca terpisah? Menurut saya bisa, tapi sebagian emosi ceritanya akan tereduksi.

Yang menggembirakan hati saya adalah ternyata buku kedua ini bahkan lebih intens dan mendalam dari yang saya duga. Pov 1-nya yang disampaikan dari sisi Lily dan Atlas memberikan kesempatan buat kita untuk bisa memahami seperti apa perasaan, pikiran, dan pengalaman mereka dari kedua belah pihak *tipe pov favorit saya untuk romance. Selain itu format diari-surat Lily di buku pertama masih berlanjut di sini ditambah diari-surat yang ditulis oleh Atlas buat Lily.

Hubungan Lily dan Atlas dibayang-bayangin kehadiran Ryle yang terus mengancam dan temperamental. Di bagian ini saya menangkap pesan awareness terhadap tindakan manipulatif, silent treatment, dan gaslighting * honestly, saya relate dengan isu-isu di novel ini karena pernah mengalami. Di It Starts With Us juga dieksplor lebih banyak kisah Lily dan Atlas di masa remaja dan keluarga Atlas saat ini.

Gaslighting adalah bentuk manipulasi yang sering terjadi dalam hubungan asmara. Perilaku gaslighting adalah jenis pelecehan emosional terselubung di mana orang yang melakukannya sengaja menyesatkan korban atau menciptakan narasi palsu sehingga korban mempertanyakan realitasnya. Salah satu perilaku gaslighting adalah ketika orang yang bersangkutan meremehkan emosi dan perasaan dan menyebut pendapat pasangannya berlebihan, seperti halnya yang dilakukan oleh Ryle di salah satu adegan pertengkaran mereka. Ryle langsung mengubah perilaku mengancamnya ketika Lily memotong kata-katanya dan mengatakan bahwa dia ingin kembali ke ruangan di mana anggota keluarga yang lain berkumpul. Ryle meremehkan respon Lily dengan berkata bahwa berdebat itu normal. Semua orang juga berdebat. Dengan mengatakan hal ini Ryle bermaksud menempatkan Lily di pihak yang tidak logis dan membesar-besarkan situasi. Dalam keadaan tidak mawas diri, korban akan mempertanyakan pikiran dan perasaannya sendiri, lalu termakan perangkap. Tapi Lily yang sudah memahami karakter Ryle bisa menjaga dirinya untuk tetap waspada. Teknik manipulasi ini juga digunakan Ryle untuk mengkonfrontasi status perceraian mereka.

"You're making me nervous. Can we please go back downstair?"
Ryle's entire demeanor changes as soon as I say that. It's like he punctures against the sharp insult. "Lily, come on." He moves away from the door and walks all the way to the other side of the balcony. "We've arguing. People argue. Christ." He spins away from me, giving me his back now.
Here comes the gaslighting. He's attempting to make me feel crazy for being scared, even though my fear is more than warranted. I stare at him for a moment, wondering if the argument is over or if he has more to say. I want it to be over, so I open the door to the stairwell.
Page 108
 
This isn't the first time he's asked me what we're doing like our divorce is some long game I'm playing. Sometimes he'll say it in passing, sometimes in a text. Sometimes he makes it a joke. But every time he suggests how senseless our divorce is, I recognize it for what it is. A manipulation tactic. He thinks if he treats our divorce like we're being silly, I'll eventually agree with him and take him back.
His life would be easier if I took him back. Allysa's and Marshall's lives might even be made easier by it, because they wouldn't have to dance around our divorce and their relationship with him.
 

Membaca bagian ini menyadarkan saya kembali bahwa keluar dari toxic relationship itu bukan hal yang mudah (tapi juga bukan hal yang tidak mungkin). Di sini Lily punya support system yang membantunya menghadapi Ryle, tapi bagaimana dengan mereka yang dalam kehidupan nyata tidak punya teman, keluarga, atau seseorang yang mendukung mereka. Siapa pun yang pernah meninggalkan pasangan yang manipulatif dan toxic layak mendapatkan pujian karena keteguhan dan keberaniannya yang luar biasa. 

Persis seperti yang terjadi pada kisah hidup Lily di buku ini, keinginan dan harapan pasangan akan berubah pastinya pernah melintas dalam hati dan pikiran. Apalagi ketika si pelaku meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi kesalahannya. Tapi yakinlah bahwa kasih sayang dan kesabaran kita akan sia-sia, karena seseorang yang broken seperti Ryle tidak akan berubah dalam semalam atau bahkan bertahun-tahun. Mereka harus ditangani khusus oleh ahlinya. Selamatkan diri sebelum hancur dalam hubungan yang toxic dan berbahaya. Beberapa pembaca mungkin geram dengan hadirnya kembali Ryle dalam kehidupan Lily yang sudah resmi menceraikannya, tapi menurut saya poin ini justru ada realitanya, karena perceraian tidak selalu berarti si pelaku manipulatif dan kdrt berhenti merongrong atau mencampuri kehidupan mantan pasangan. Ini bukan cerita fantasy dark romance dimana si tokoh jahat berubah dan kisah berakhir bahagia. Di dalam hati saya berharap Ryle tentunya bisa menemukan cara mengatasi trauma dan perilakunya yang toxic, mari selalu berharap untuk masa depan yang lebih baik.

 

.. he was whispering as I drifted in and out of consciousness. I'm sorry, I'm sorry, I'm sorry.
My heart is shattered, because Ryle hasn't changed at all. As much as I hoped he had, and as much as I know he wanted to, he's still the same man he's always been. I somehow held on to a sliver of hope that he had become stronger for Emmy, but this is absolute confirmation that I m making the right choices for her.
Ryle is clinging to me like I can make this better, and at one point in time I thought I could. He's a broken man, but he isn't broken because of me. He was broken before he met me. Sometimes people think if they love a broken person enough, they can be what finally repairs them, but the problem with that is the other person just ends up broken, too.
Page 207
 

Satu hal menarik yang saya temukan dari riset sederhana wawancara-wawancara Colleen Hoover di media, ternyata Colleen Hoover mengalami beberapa bagian cerita Lily-Ryle dalam kehidupan nyatanya. Ibunya meninggalkan ayahnya waktu ia berusia 2 tahun, dan saat itu terjadi ibunya hanya memiliki sedikit dukungan external dan tidak ada dukungan finansial sama sekali. It Ends With Us terispirasi dari kisah personal ini dimana tokoh Lily menemukan kekuatan yang sama seperti ibunya. Di It Starts With Us topik pengasuhan Emmy juga serupa dengan apa yang dialami Colleen Hoover di masa lalunya. Ibunya harus menjalani hak asuh dengan ayahnya selama 18 tahun.

 



Bahagia, duka, trauma, cinta, benci, dll, datang silih berganti, detail, raw, dan so emotional. Kemampuan Colleen Hoover menangkap emosi manusia juga luar biasa. Tapi salah satu yang paling saya suka dari novel ini adalah pesan bahwa sepahit getir apapun hidup yang dijalani, ada harapan di masa kini dan masa depan *plus pemahaman bahwa hidup itu 'paketan' gelap dan terang. Secara total membuat saya tersentuh, rasanya persis seperti insight buku non fiksi Bittersweet Susan Cain yang terbaru. Ending-nya juga punya punch line.

Kisah di dalam buku juga berbicara tentang memberikan kesempatan kedua, yang tidak hanya untuk Atlas dan Lily, tapi juga beberapa tokoh baru yang dielaborasi di dalam cerita. Sejujurnya saya lega, karena kesan yang saya dapatkan dari buku pertama tidak berbeda dengan buku kedua yakni tentang kekuatan yang ada dalam diri Lily dan kebaikan hati Atlas.


Baik buku pertama maupun kedua diterima oleh banyak pembaca karena relate dengan problem kehidupan banyak orang. Baik isu toxic relationship maupun kesehatan mental makin disorot sejak pandemi. Senang rasanya bisa membaca novel yang mengangkat hal ini dengan cara yang juga "menghibur". Drama dan trauma yang dialami tokoh sudah seharusnya berbuah akhir yang bahagia agar menyuarakan kekuatan dan harapan yang dibutuhkan semua orang.

 

Siapa Colleen Hoover

Colleen Hoover (lahir 11 Desember 1979) adalah seorang penulis roman dan fiksi dewasa muda Amerika. Dia terkenal karena novel romannya 2016 It Ends with Us. Banyak dari karyanya diterbitkan sendiri sebelum diambil oleh penerbit. Hingga Oktober 2022, Hoover telah menjual lebih dari 20 juta buku

Hoover lahir di Sulphur Springs, Texas, dari pasangan Vannoy Fite dan Eddie Fennell. Dia dibesarkan di Saltillo, Texas, dan lulus dari Saltillo High School pada tahun 1998. Pada tahun 2000, dia menikah dengan Heath Hoover, dengan siapa dia memiliki tiga putra. Hoover lulus dari Texas A&M-Commerce dengan gelar di bidang pekerjaan sosial. Dia bekerja di berbagai pekerjaan sosial dan mengajar sampai memulai karir menulisnya.

Pada November 2011, Hoover mulai menulis novel debutnya, Slammed, tanpa niat untuk diterbitkan. Hoover menerbitkan sendiri Slammed pada Januari 2012. Hoover menyatakan bahwa dia menerbitkan novel tersebut sehingga ibunya, yang baru saja mendapatkan Amazon Kindle, dapat membacanya. Sekuelnya, Point of Retreat, diterbitkan pada Februari 2012. Setelah beberapa bulan, Slammed ditinjau dan diberi 5 bintang oleh blogger buku Maryse Black, setelah itu penjualan dengan cepat meningkat untuk dua buku pertama Hoover. Slammed dan Point of Retreat masing-masing mencapai #8 dan #18, pada daftar Best Seller New York Times pada bulan Agustus tahun itu. Atria Books mengambil novel dan menerbitkannya kembali pada 10 Agustus 201. Buku ketiga dalam seri ini, diterbitkan pada April 2013. Setelah kesuksesan Slammed, Hoover berhenti dari pekerjaannya di bidang pekerjaan sosial untuk menjadi penulis penuh waktu.

 

Novel Hoover It Ends with Us diterbitkan pada 2016. Hoover menggambarkannya sebagai "buku tersulit yang pernah saya tulis."[28] Novel ini menyangkut kekerasan dalam rumah tangga dan, menurut Hoover, ditulis untuk mengadvokasi korban kekerasan dalam rumah tangga. Cerita ini terinspirasi dari pengalaman Hoover sebagai seorang anak yang tumbuh dalam sebuah rumah tangga dengan kekerasan yang terbawa hingga masa dewasanya. Pada tahun 2021, Hoover mengalami lonjakan popularitas karena perhatian dari komunitas #BookTok di TikTok. Hasilnya, pada Januari 2022 It Ends with Us menduduki peringkat #1 di daftar buku terlaris The New York Times. Pada 2019, novel ini telah terjual lebih dari satu juta kopi di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke lebih dari dua puluh bahasa.

Sekuel It Ends with Us berjudul It Starts with Us diterbitkan pada 18 Oktober 2022, dan diterbitkan oleh Atria Books. Simon & Schuster merilis rincian kampanye pemasaran ekstensif untuk novel tersebut, yang menjadi buku yang paling banyak dipesan di muka penerbit sepanjang masa.

 

Awards and Achievements

2012 Goodreads Choice Awards; Slammed; Young Adult Fiction; Nominated.

2013 Goodreads Choice Awards; Losing Hope; Romance; Nominated

2013 Goodreads Choice Awards; This Girl; Romance; Nominated

2014 UtopYA Con Awards; Maybe Someday; Most Innovative Marketing; Won

2015 Goodreads Choice Awards; Confess; Romance; Won

2016 Goodreads Choice Awards; It Ends with Us; Romance; Won

 

*disarikan dari Wikipedia

   

-----------------------------------------

 

Jika Anda suka dan merasa mendapatkan manfaat dari konten di blog Dipidiff.com, sekarang Anda bisa mendukung pengembangan blog ini dengan mendonasikan uang mulai dari seribu rupiah atau mempertimbangkan untuk mendukung rutin per bulannya. Terimakasih.

Donasi dapat ditransfer ke:

BCA 740 509 5645

Konfirmasi transfer ke DM Instagram @dipidiffofficial

 

-------------------------------------------------------------------------


 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Diana Fitri, biasa dipanggil Dipi, adalah seorang ibu yang gemar berkebun, dan rutin berolahraga. Gaya hidup sehat dan bervibrasi positif adalah dua hal yang selalu ia upayakan dalam keseharian. Sambil mengasuh putra satu-satunya, ia juga tetap produktif dan berusaha berkembang secara kognitif, sosial, mental dan spiritual.

Lulusan prodi Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran, Dipi lalu melanjutkan studi ke magister konsentrasi Pemasaran, namun pekerjaannya justru banyak berada di bidang edukasi, di antaranya guru di Sekolah Tunas Unggul, sekolah kandidat untuk International Baccalaureate (IB), dan kepala bagian Kemahasiswaan di Universitas Indonesia Membangun. Setelah resign tahun 2016, Dipi membangun personal brand Dipidiff hingga saat ini.

Sebagai Certified BNSP Public Speaker dan Certified BNSP Trainerserta certified IALC coach, Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan Lembaga Pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereviu buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Kementrian Keuangan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, BREED, Woman Urban Book Club, Lions Clubs, Bandung Independent School, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Dipi juga pemateri rutin di platform edukasi www.cakap.com . Dipi meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. 

Berstatus bookblogger, reviu-reviu buku yang ia tulis selalu menempati entry teratas di halaman pertama mesin pencari Google, menyajikan ulasan terbaik untuk ribuan pembaca setia. Saat ini Dipi adalah brand ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi juga menjadi Official Reviewer untuk Republika Penerbit dan berpartner resmi dengan MCL Publisher. Kolaborasi buku-bukunya, antara lain dengan One Peach Media, Hanum Salsabiela Rais Management, KPG, Penerbit Pop, Penerbit Renebook, dan Penerbit Serambi. Reviu buku Dipi bisa dijumpai di www.dipidiff.com maupun Instagram @dipidiffofficial. Dipi host di program buku di NBS Radio. Dulu sempat menikmati masa dimana menulis drop script acara Indonesia Kemarin di B Radio bersama penyiar kondang Sofia Rubianto (Nata Nadia). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation.

Contact Dipidiff at DM Instagram @dipidiffofficial

 

 

 

TERBARU - REVIEW BUKU

Review Buku Fourth Wing - Rebecca Yarros

14-09-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  An Instant New York Times BestsellerA Goodreads Most Anticipated Book Judul : Fourth Wing (The Empyrean, 1) Penulis : Rebecca Yarros Jenis Buku : Epic Fantasy, Romantic Fantasy, Sword & Sorcery Fantasy Penerbit : Piatkus, an...

Read more

Review Buku The Quiet Tenant - Clémence …

23-08-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  National Best Seller One of The Most Anticipated Novels of 2023 GMA Buzz Pick A LibraryReads #1 Pick One of The Washington Post’s Notable Summer Books 2023One of Vogue’s Best Books of 2023One of Goodreads’s Most Anticipated Books...

Read more

Review Buku The Only One Left - Riley Sa…

23-07-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Editor's Pick Best Mystery, Thriller & Suspense The Instant New York Times Bestseller Named a summer book to watch by The Washington Post, Boston Globe, USA Today, Oprah, Paste, Country Living, Good Housekeeping, and Nerd Daily Judul...

Read more

Review Buku Helium Mengelilingi Kita - Q…

14-06-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Helium Mengelilingi Kita Penulis : Qomichi Jenis Buku : Sastra Fiksi, Coming of Age Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Maret 2023 Jumlah Halaman :  246 halaman Dimensi Buku : 14 x 20,5...

Read more

TERBARU - REVIEW CAFE & RESTORAN

Starbucks Jatinangor (a Story)

25-09-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Teman-teman sering menghabiskan waktu di Starbucks? Saya tidak. Alasan utama saya tidak sering ke Starbucks karena cafe kopi yang satu ini memang tidak ada di wilayah sekitar rumah saya. Tapi sekarang...

Read more

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more

Cafe Nanny's Pavillon (a Review)

27-07-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  "Do what you love, love what you do". Saya masih ingat sekali menggunakan kutipan itu untuk caption instagram saya waktu posting foto Nanny's Pavillon. Tapi benar ya, rasanya hari itu...

Read more

The Warung Kopi by Morning Glory (a Stor…

28-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setengah ga nyangka dan setengah takjub juga begitu nemu kafe asyik kayak begini di wilayah Bandung Timur. Maklum sudah keburu kerekam di memori otak kalau kafe-kafe cozy adanya cuma di...

Read more

TERBARU - PERSONAL GROWTH & DEVELOPMENT

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Cara Membuat Perpustakaan Pribadi di Rum…

25-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Perpustakaan sendiri punya kenangan yang mendalam di benak saya. Saya yakin teman-teman juga punya memori tersendiri ya tentang library. Baca juga "Arti Perpustakaan Bagi Para Pecinta Buku" Baca juga "Perpustakaan Luar...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more