Review Buku Be Obsessed or Be Average - Grant Cardone

Published: Monday, 18 February 2019 Written by Dipidiff

 

Judul : Be Obsessed Be Average

Obsesi adalah Satu-satunya Pilihan untuk Meraih Sukses Besar Anda

Penulis : Grant Cardone

Disain Sampul : Suprianto

Jenis Buku : Non Fiksi – Pengembangan Diri - Bisnis

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Cetakan Kedua 2018

Jumlah Halaman :  267 halaman

Dimensi Buku :  15 x 20 cm

Harga : Rp. 78.000

ISBN : 9786020361277

Edisi Terjemahan

Alih Bahasa : Pandam

  

 

Sekelumit Tentang Isi

Sebelum Grant Cardone membangun lima perusahaan yang sukses (dan terus bertambah), menjadi multijutawan, dan menulis buku laris ... ia dulu pernah bangkrut, menganggur, dan kecanduan narkoba.

Cardone tumbuh dengan mimpi besar, tetapi teman-teman dan keluarga mengatakan kepadanya untuk berpikir lebih logis dan tidak terlalu terobsesi. Jika dia bermain sesuai aturan, kata mereka, dia bisa menikmati kesuksesan versi kelas menengah semua orang. Tetapi ketika dia menuruti saran itu, Cardone justru merasa hidupnya mencapai titik yang terendah.

Cardone kemudian mencoba pendekatan yang berlawanan. Dia mengatakan TIDAK kepada para pembenci dan penentang dan mengatakan YA untuk obsesinya yang membakar, keterlaluan, dan liar. Dia mengklaim kembali obsesinya dengan keinginan untuk menjadi bintang rock bisnis, seorang salesman super, dan seorang dermawan besar. Dia ingin tinggal di rumah besar dan bahkan memiliki pesawat terbang pribadi.

 

Obsesi membuat semua mimpi terliarnya menjadi kenyataan. Dan itu dapat membantu Anda untuk mencapai kesuksesan yang besar juga. Seperti kata Grant Cardone, kita berada di tengah epidemi rata-rata. Kebijaksanaan konvensional adalah mencari keseimbangan dan tetap tenang. Tapi itu sebenarnya salah.

 

Jika Anda ingin sukses, Anda harus tahu bagaimana memanfaatkan obsesi Anda untuk meroket ke arah puncak. Buku ini akan memberi Anda inspirasi dan alat untuk keluar dari kepompong yang biasa-biasa saja dan mencapai impian paling gila yang Anda miliki. Grant Cardone akan mengajari Anda cara:

  • Menetapkan tujuan segila mungkin — dan meraih itu, setiap hari.
  • Memberi makan obsesi : ketika Anda menghargai uang dan membelanjakannya untuk hal-hal yang benar, Anda akan mendapatkan lebih banyak.
  • ‘Mematikan’ orang yang ragu-ragu — dan menggunakan pembenci Anda sebagai bahan bakar obsesi Anda.

 

Tak peduli apakah Anda seorang tenaga penjualan, pemilik usaha kecil, atau pekerja yang tangguh, jalan Anda menuju kebahagiaan hanya melalui obsesi Anda. Ini pilihan sederhana: terobsesi atau menjadi rata-rata.

 

Yuk kita intip daftar isinya:

Bab 1

Obsesi Menyelamatkan Hidup Saya – Dan Akan Menyelamatkan Hidup Anda Juga

Bab 2

Obsesi adalah Satu-satunya Pilihan Anda

Bab 3

Harus Terobsesi Pada Apa

Bab 4

Berikan Asupan pada Monster Anda

Bab 5

Membiarkan Keraguan Kelaparan

Bab 6

Mendominasi untuk Menang

Bab 7

Tetaplah Berbahaya

Bab 8

Terobsesi dengan Penjualan

Bab 9

Menjanjikan Banyak, Memberikan Banyak

Bab 10

Bangun Tim yang Terobsesi

Bab 11

Jadilah Orang yang Gila Kendali

Bab 12

Terobsesi dengan Kegigihan

Bab 13

Obsesi untuk Selamanya

Ucapan Terimakasih

Sumber-sumber

Daftar Istilah

Catatan

Tentang Penulis

 

Bab pertama buku ini akan mengisahkan betapa obsesi menyelamatkan hidup Grant Cardone dan mengapa obsesi sangatlah penting. Dalam bab itu, ia juga menjelaskan tentang obsesi dan maknanya bagi dirinya pribadi. Bab 2 akan menghapuskan kebijaksanaan konvensional yang mengatakan bahwa menjadi rata-rata dan bertindak aman adalah satu-satunya jalan yang bisa dicapai. Masih dalam Bab 2, Grant Cardone juga akan menjelaskan mengapa perlu kiranya mengganti sikap “rata-rata” dan peragu dengan obsesi yang penuh nafsu membara dan penuh tujuan. Kemudian di bab 3, ada tips untuk mencari tahu cara menemukan obsesi sendiri. Di bab ini akan ada beberapa latihan kunci yang dapat digunakan untuk menemukan hal apa yang sesungguhnya paling ingin dilakukan dalam hidup.

Bab-bab berikutnya, berdasarkan landasan di atas, berisi bimbingan untuk melalui proses sulit mengikuti obsesi masing-masing pembaca. Grant Cardone akan membuktikan mengapa “memberi makan monster” obsesi penting untuk dilakukan dalam bab 4. Dalam bab 5, akan ada eksplorasi alasan mengapa perlu “membiarkan keraguan kelaparan”, mengabaikan orang-orang yang menentang, dan merangkul para pembenci. Bab 6 membicarakan berbagai cara agar dapat memanfaatkan obsesi untuk mendominasi – masa lalu, pikiran, uang, bidang keahlian, dan merek pribadi. Bab 7 menjelaskan mengapa bermain aman adalah hal paling berbahaya yang bisa dilakukan oleh seseorang – dan bagaimana caranya terus menantang maut melawan semua rintangan. Prinsip-prinsip yang diuraikan di dalamnya dapat membimbing pembaca dalam perjalanan menuju kesuksesan.

Bab selanjutnya membahas saran-saran bisnis praktis yang bisa membantu pembaca mewujudkan obsesi, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bagi orang-orang di sekitar. Bab 8, berisi pengetahuan penjualan Grant Cardone yang dapat membantu pembaca untuk memahami pentingnya penjualan dalam memujudkan obsesi, serta bagaimana cara menjadi pemasar, promotor, dan penjual monster. Bab 9 akan berfokus pada memenangkan pelanggan – dan bagaimana cara untuk dapat memberikan janji lebih dan hasil lebih. Dalam bab 10, kita akan menengok orang-orang yang bekerja bersama Anda, terutama para karyawan, dan Grant Cardone akan menunjukkan cara membangun budaya yang selaras dengan obsesi masing-masing. Bab 11 membahas saran untuk menjadi pemimpin sejati – atau dalam kata-kata Grant Cardone “bagaimana dan mengapa Anda harus menjadi orang yang gila kendali”.

Dua bab terakhir dalam buku ini membicarakan cara-cara mempertahankan obsesi. Bab 12, kita dapat melihat kekuatan dan kegigihan selagi obsesi semakin matang dan berubah menjadi sesuatu yang jauh melampaui apa yang bisa dibayangkan sekarang.  Bab 13 tips dan teknik terakhir untuk menemukan, menjalani, dan mempertahankan obsesi. 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Senangnya lihat cover merah menyala seperti ini. Saat bukunya dfoto juga terlihat cantik, dan setelah dipikir-pikir cocok sekali diberi warna merah menimbang topik dan gaya menulis Grant Cardone yang penuh semangat itu.

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

 

Bab Pembuka memang tak pernah saya lewatkan, karena dari sini lah saya biasanya mengetahui alasan mengapa sebuah buku ditulis. Ini juga berlaku untuk buku Be Obsessed or Be Average.

Sebelum saya menulis buku ini, saya menulis The 10X Rule, buku bestseller tentang pentingnya berpikir dan bertindak dalam tingkatan masif. Pendeknya: Kalau Anda menetapkan anggaran untuk sebuah proyek, Anda harus menetapkannya 10 kali lipat dari rencana anggaran awal Anda; jika Anda menginginkan anggaran sebesar 1 juta dolar per tahun, sebaiknya Anda menargetkan 10  juta dolar per tahun supaya bisa mendekati target anggaran yang Anda inginkan. Pada dasarnya, The 10x Rule adalah melipatgandakan target Ada dalam meraih tujuan apa pun.

Setelah saya menerbitkan The 10x Rule, begitu banyak orang yang menulis kepada saya menyatakan, ‘Saya mencoba menerapkan prinsip 10 kali lipat dalam bisnis saya dan saya kesulitan melakukannya,” atau “Prinsip 10 kali lipat itu benar-benar membuat seluruh hidup saya kacau.” Saat itulah saya sadar bahwa ada kepingan yang hilang dari susunan gambar yang seutuhnya, yaitu gagasan tentang obsesi. Obsesi adalah kepingan yang hilang itu, pola pikir yang memungkinkan Anda menerapkan prinsip 10 kali lipat dalam hidup dan bisnis Anda.

Halaman x

 

Soal apakah kita jadi harus membaca buku The 10X Rule itu saya “terserah” saja. Karena pada kenyataannya buku ini bisa dianggap terpisah dari buku tersebut. Tapi menimbang apa yang sudah Grand Cardone tulis di atas, jelas bahwa buku ini dimaksudkan untuk melengkapi buku sebelumnya.

 

 

Bagian dimana penulis menceritakan kisah hidupnya yang dulu terpuruk merupakan hal yang umum ditemukan di hampir semua buku non fiksi pengembangan diri. Meskipun ini terdengar “klise”, saya selalu merasa bagian ini penting karena memberikan penekanan bahwa apa yang ditulis penulisnya merupakan pengalaman real. Dia dulu orang yang biasa-biasa saja seperti ‘kita semua’.

Dulu saya tidak mampu melakukan apa pun untuk memperbaiki situasi hidup keluarga saya: waktu itu saya masih muda dan frustasi dan, jujur, tidak tahu bagaimana cara bisa membantu. Karena memliki banyak waktu luang dan tidak memiliki sosok mentor yang kuat, saya menyibukkan diri menjadi remaja yang berulah.

Waktu SMA, saya adalah siswa yang sulit diatur. Saya juga bermulut besar dan selalu mempunyai opini sendiri. Saya menggaggu proses belajar-mengajar dan biasanya diusir dari kelas...

Halaman 6

 

 

Ada kalimat-kalimat yang penting yang ditulis ulang dalam ukuran huruf yang besar, sehingga mudah dikenali dan dibaca ulang. Untuk yang suka pada buku yang banyak kutipannya, bagian ini akan terasa menarik dan sangat membantu. Juga bagi mereka yang suka mengulang bacaan dengan cepat. Kalimat ini juga disertai tagar dan akun Grant Cardone. Brand marketing, eh (?)

Picture: Kutipan

 

 

Banyak nasihat-nasihat yang bagus yang penulis berikan untuk pembaca. Misalnya,

Ketika Anda berhasil mengidentifikasi mengapa Anda ingin meraih sesuatu, Anda dapat sepenuhnya terobsesi untuk mengejarnya. Obsesi itulah yang Anda butuhkan untuk menghadapi segala penghalang dan tantangan yang Anda temui dalam perjalanan menuju sasaran Anda.

Bab 3

Meski butuh waktu lama bagi saya untuk menyadarinya, akhirnya saya sadar bahwa Anda tidak dapat menyelesaikan masalah dengan masalah – selesaikan dengan kesuksesan.

Halaman 69

 

Kadang opini dan nasihatnya ekstrim juga, misalnya,

Kalau Anda tidak mempunyai pembenci, artinya Anda tidak terobsesi. Kalau Anda tidak punya sekumpulan pembeci, Anda tidak melakukan apa-apa. Kalau anda tidak punya pembenci, tak ada yang menganggap Anda sebagai ancaman. Indikasi pasti bahwa Anda menghasilkan karya dan membuat perubahan adalah memiliki pembenci.

Tugas Anda bukanlah untuk berakrab-akrab dengan para pembenci. Anda tidak perlu mengenyahkan mereka. Tugas Anda adalah terus terobsesi dengan obsesi Anda sampai mereka sadar, dan teruslah terobsesi lebih jauh.

Halaman 88

 

Buku ini juga berisi tips yang mudah dan bisa dipahami. Tapi sebuah tips yang sederhana pada akhirnya bisa menjadi sulit untuk diaplikasikan karena perbedaan situasi dan latar belakang antara penulis dengan kita, sehingga saran terbaik sebenarnya adalah mengambil apa-apa yang sesuai dari buku ini. Misalnya,

LATIHAN TARGET HARIAN

Menuliskan target atau sasaran harian adalah cara yang bagus mempertahankan fokus, menyusun ulang komitmen, dan menghidupkan ulang diri kita, karena tujuan kita akan sering berubah. Cara itu bisa membantu Anda memantau seberapa jauh pencapaian Anda sejak pertama Anda memulai latihan – sekaligus belajar banyak hal tentang diri sendiri....

Halaman 45

 

 

Poin-poin pertanyaan penting untuk kontemplasi, 4 halaman banyaknya, yang tujuannya sebenarnya adalah cara untuk tahu apa tujuan hidup kita.

Lalu, pada waktu yang sama besok, tanyakan lagi semua pertanyaan itu. Lakukan kembali lusa dan hari berikutnya. Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin menyadari bahwa ada jawaban yang sama yang terus muncul. Boleh jadi Anda melihat ada pola mengejutkan atau mungkin Anda jadi kembali teringat akan mimpi yang sudah lama Anda kubur.

Minat Pribadi

  • Hal apa yang membuatku bersemangat saat ini?
  • Apa yang membuatku sangat bersemangat sampai aku rela melakukan apa pun untuk mencapainya?
  • Apa yang kuanggap membosankan?
  • Apa saja hal yang dari dulu ingin kulakukan?
  • Apa yang tidak ingin kulakukan, tak peduli seberapa besar imbalannya?
  • Hal apa yang bisa membuatku lupa makan?
  • Hal apa yang sudah menjadi minatku sejak kecil?

Motivasi Uang

  • Apa yang bersedia kulakukan demi uang?
  • Apa yang ingin kulakukan untuk mendapatkan banyak uang?
  • ...

..

Halaman 40 – 43

 

Ada juga tabel yang berisi perbedaan kehidupan profesional dengan kehidupan personal. Hanya satu tabel sebenarnya, tapi saya suka karena memberikan ‘warna’ untuk buku non fiksi yang melulu berisi rangkaian kalimat.

Picture: Tabel

 

 

Pilihan kata dan gaya bahasa Grant Cardone memang berapi-api dan penuh semangat. Ia juga banyak membicarakan pengalaman kesuksesannya pribadi. Tak heran kalau ini bakal dianggap oleh sebagian pembaca sebagai sebuah “kesombongan”. Padahal mungkin bagi penulis, gaya bahasa yang demikian memang sesuai untuk menyampaikan topik yang dimaksud, dan berbicara apa adanya memang karakter Grant Cardone yang sebenarnya. Bahkan ada satu nasihatnya yang unik tentang baiknya menyombongkan diri. Misalnya,

Sebarkan kabar bahwa Anda yang terbaik ke seluruh dunia. Memang itu akan membuat orang-orang mengganggap Anda, “terlalu ini” atau “terlalu itu”. Namun, orang yang berkata Anda tidak boleh menyombong adalah orang-orang yang tidak memiliki apap pun untuk dibanggakan. Sampaikan fakta tentang betapa mengagumkannya Anda. Kemudian penuhi fakta itu.

Halaman 166

 

Sebagai penulis Cardone tahu sejauh apa teori akan berdampak pada hasil, maka saya senang sekali saat membaca bagian ini.

JANGAN HANYA MEMBACA BUKU INI

Anda bisa membaca buku ini – atau buku-buku bisnis lainnya – dan jadi bersemangat untuk sesaat. Namun, menjadi terobsesi bukanlah ide kecil, dan Anda akan menemui penolakan-penolakan. Ini bukan konferensi akhir pekan ketika Anda berjalan melewati batu bara panas, membengkokkan anak panah, atau mematahkan papan kayu dengan tangan.

...

Halaman 229

 

Di akhir buku, Grant Cardone juga secara cukup detail memberikan gambaran apa saja manfaat buku ini untuk kita sebagai pembaca.

Manfaatkan buku ini untuk menghapus pemikiran rata-rata yang dimiliki orang-orang yang tinggal atau bekerja bersama Anda, atau bahkan dimiliki pelanggan Anda. Pasalnya, setelah bertekad untuk jadi terobsesi dan memperjelas obsesi Anda, mencari dukungan dari orang-orang di sekitar Anda sangatlah penting. Barangkali pasangan Anda memimpikan sebuah rumah ideal seperti di dongeng, memelihara anjing golden retriever, dan Anda pulang tepat waktu setiap pukul lima sore, menonton acara televisi maraton sepanjang akhir pekan, dan terus-menerus mengatakan bahwa yang dia inginkan hanya hidup yang bahagia.

Membuat pasangan anda berada di jalan menuju obsesi adalah hal yang sulit. Dibutukan rencana dan diskusi serius. Itu mungin merupakan tantangan terberat untuk menjadi terobsesi, dan Anda harus siap menawarkan konsep terobsesi dengan tepat.

Halaman 230

 

Cardone tampaknya juga memarketingkan brandnya, persis seperti yang terasa dalam tiap bahasan di dalam bukunya ini. Jangan pernah berhenti memarketingkan brand. Ini sebuah obsesi.

Sapa saya di platform media sosial favorit Anda dengan pesan “Saya terobsesi dan saya menolak menjalani hidup rata-rata. #BeObsessed”...

Kalau Anda membutuhkan apa pun, tak perlu ragu menghubungi tim saya. Kami senagn bisa mendapatkan kesempatan untuk membina dan melayani Anda, entah itu lewat materi pelatihan kami,...

Halaman 231

 

Daftar Istilah juga dibaca agar kita paham apa yang dimaksud Cardone dengan kata pencapaian, obsesi, terobsesi, dan lain sebagainya. Kadang terjemahan resmi bisa saja sedikit berbeda dengan perspektif pribadi.

 

Buku ini serius, tapi ada bagian lucunya juga, meski tidak bisa disebut sebuah humor

Saya pernah mendatangi konselor bersama pacar saya dan berkata, “saya ingin berbicara tentang kehebatan saya. Saya ingin mmebicarakan nilai positif yang saya punya, bakat-bakat apa yang saya miliki. Saya ingin membicarakan ambisi dan kesuksesan saya.” Konselor itu langsung meresepkan saya obat anti depresi. Jelas, dia mengira obsesi saya berbahaya.

Halaman 68

 

Be Obsessed or Be Average mendapatkan rating yang tinggi di situs Amazon. Orang-orang terpukau pada idenya, semangatnya yang berapi-api, menginspirasi dan sangat memotivasi. Beberapa mengatakan sangat menyukai tips-tips yang ada di dalam buku. A practical tips yang bisa dipraktikkan di dalam kehidupan nyata pembaca. Ada juga yang suka karena buku ini telah mengubah perspektif mereka terhadap sebuah kata obsesi yang umum berkaitan dengan keinginan gila – negatif untuk meraih sesuatu. Di Goodreads rating buku ini biasa saja (4/5). Mereka yang memberikan rating rendah mengatakan lelah saat membaca tulisan Grant Cardone yang muluk-muluk dan penuh penekanan. Isi bukunya bisa sangat berbahaya karena memberikan delusi pada orang-orang akan kesuksesan yang serta merta bisa diraih hanya dengan mengikuti cara-caranya Grant Cardone. Ada yang mengatakan bahwa buku ini baiknya hanya dipinjam dari perpusatakaan atau teman tapi jangan melakukan pembelian karena tidak sebanding nilainya, sebab banyak bagian dalam buku ini yang merupakan semacam pengulangan isi buku Grant Cardone yang sebelumnya dan dengan hanya menonton versi YouTube nya kita sudah bisa mengambil intisari buku ini. Yang lain menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap gaya bahasa Grant Cardone yang terasa menyombongkan diri dan self-center.

 

Saya pribadi belum pernah membaca buku Grant Cardone lainnya, jadi tidak bisa memberikan pendapat apakah buku ini memiliki banyak pengulangan dari buku sebelumnya, sebab jika memang demikian berarti memang membuka peluang buku ini akan terasa dangkal dan membosankan. Terlepas dari itu, saya menyukai gaya menulis Grant Cardone yang berapi-api dan penuh percaya diri. Rasanya sangat sesuai untuk menyampaikan topik obsesi. Dengan menceritakan latar belakang hidupnya dulu yang terpuruk, Grant Cardone juga mendapatkan empati dan rasa percaya tersendiri untuk tips-tips yang ia tuangkan di dalam bukunya sebab Grant Cardone yang sekarang memang telah berhasil menjadi multijutawan. Meski benar gaya bahasa penulis termasuk terang-terangan, terkesan sombong, dan banyak membicarakan kesuksesan dan kebriliannan dirinya sendiri, tapi jika kita bisa melihatnya dari satu sisi yang lebih terbuka, ini sebenarnya sah-sah saja, bagaimanapun juga sebagai penulis Grant Cardone ingin berargumentasi dan sepersuasif mungkin di hadapan pembacanya. Kiat-kiat yang ada di dalam buku saya dapati beberapa sangat mudah dan klise, tapi ada juga yang terasa baru. Beberapa bab akhir yang banyak membahas dunia bisnis – penjualan juga menarik untuk disimak. Isinya mungkin tidak akan bisa menjangkau semua segmen pembaca, tapi tetap ada satu atau dua hal yang bisa diambil untuk dipraktikkan oleh pembaca. Obsesi Grant Cardone sebenarnya tidak melulu berisi hal-hal duniawi, karena di salah satu babnya ia menceritakan obsesi lainnya yakni untuk banyak beramal. Bagian ini seolah menjadi penyeimbang poin-poin bahasan lainnya.

Menguti kalimat Grant Cardone, “Buku ini adalah buku yang keras dalam menyampaikan kebenaran”, maka mungkin akan agak sulit untuk diterima semua orang, dan buku ini jelas tidak ada gunanya jika hanya dibaca dan tidak dipraktikkan.

 

Siapa Grant Cardone

Grant Cardone adalah pengusaha, investor real estate, pelatih penjualan, konsultan, dan pembicara publik yang sangat sukses. Dia juga adalah pemilik Grand Cardone TV Network, sebuah rumah digital untuk para pemilik bisnis dan orang-oang yang berorientasi sukses, tempat dia membawakan, mengarahkan, dan memproduksi program-program yang membantu orang-orang melakukan apa pun yang diperlukan untuk sukses. Buku bestseller karyanya mencakup The 10x Rule dan If You’re Not First, You’re Last. Grant sangat aktif dalam usaha-usaha filantropis dan telah menyumbangkan $100 juta untuk amal.

Be Obsessed of Be Average mendapatkan rating 4.7 di Amazon dan 4.1 di Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang mencari buku non fiksi genre pengembangan diri – bisnis yang membahas topik obsesi sebagai cara untuk mencapai kesuksesan. Buku ini berisi teori, kisah, argumentasi, tips, nasihat, dan banyak kutipan. Beberapa kiat-kiatnya mungkin klise, tapi beberapa yang lain menarik untuk disimak. Ada poin-poin pertanyaan yang bisa kita jadikan bahan kontemplasi. Beberapa bab akhir membahas penjualan dan tips corporate (misalnya leadership). Gaya bahasanya terang-terangan, menggebu-gebu, sehingga mungkin membuat tidak nyaman. Di sepanjang buku akan disuguhkan berbagai kisah kesuksesan Grant Cardone pribadi sehingga mungkin terasa self-center. Tapi Grant Cardone pada kenyataannya memang multijutawan. Jadi, baca dan ambil yang terbaik dari buku ini dan tinggalkan yang kurang sesuai.

 

My Rating : 4.2/5

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku Before the Coffee Gets Cold …

13-06-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  *OVER ONE MILLION COPIES SOLD**NOW AN INTERNATIONAL BESTSELLER* Japanese Bestseller   Judul : Before the Coffee Gets Cold Penulis : Toshikazu Kawaguchi Jenis Buku : Magical Realism; Literary Fiction; Romantic Fantasy;  Penerbit : Pan Macmillan Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku Breathless - Jennifer Niven

30-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times bestselling author of All the Bright Places   Judul : Breathless Penulis : Jennifer Niven Jenis Buku : Teen & YA Fiction Penerbit : Alfred A. Knopf Tahun Terbit : September 2020 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku The Duke & I (Bridgerton…

29-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times Bestseller   Now a series created by Shondaland for Netflix.   Judul : The Duke and I (Bridgertons Book 1) Penulis : Julia Quinn Jenis Buku : Romance Penerbit : Avon; Media Tie In, Reprint edition Tahun...

Read more

Review Buku Klara and the Sun - Kazuo Is…

22-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  NEW YORK TIMES BESTSELLERA GOOD MORNING AMERICA Book Club Pick! Editor s Pick for Best Science Fiction & Fantasy   Judul : Klara and the Sun Penulis : Kazuo Ishiguro Jenis Buku : Science Fiction & Fantasy Penerbit...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more