Review Buku Kill Me If You Can - James Patterson

Published: Saturday, 12 December 2020 Written by Dipidiff

 

Judul : Kill Me If You Can

Penulis : James Patterson, Marshall Karp

Jenis Buku : Action Thriller

Penerbit : Penerbit Spring

Tahun Terbit : 2011

Jumlah Halaman :  408 halaman

Dimensi Buku :  13x20 cm

Harga : Rp. 97.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9786026682222

Paperback

Edisi Terjemahan

Alih Bahasa: Brigida Ruri

Penyunting: Selsa Chintya

Penyelaras Aksara: Arumdyah Tyasayu

Desainer Sampul: Irene Ritonga

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Matthew Bannon, mahasiswa seni miskin yang hidup di New York City, menemukan tas penuh dengan berlian. Dia sudah membayangkan kehidupan menyenangkan bersama Katherine, kekasihnya.

Namun, semuanya berubah saat dia sadar bahwa diasedang diburu. Siapa pun yang memburunya tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkan berlian itu. Bahkan, kalau perlu... membunuhnya. 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Sudah lama ga bahas buku terjemahan rasanya, dan kebetulan kemarin baca buku dari penulis terkenal, James Patterson. Cek cek di amazon ternyata cover buku terjemahan dengan versi Inggris ternyata sama ya. Kalo liat sampulnya sih bukunya berasa kayak lagi shot satu adegan film, dan ga heran juga ya karena James Patterson ini penulis yang buku-bukunya banyak diadaptasi ke layar lebar.

 

Tokoh dan Karakter

Ghost, pembunuh bayaran yang mengincar orang-orang jahat untuk dimusnahkan.

Katherine Sanborne, profesor seni cantik yang jatuh cinta dengan mahasiswanya.

Matthew Bannon, mahasiswa seni yang tampan, suatu hari menemukan satu tas berisi berlian di tengah kekisruhan penembakan.

Vadim Chukov, mafia berlian kejam, kini hidupnya dalam bayang-bayang kehancuran setelah berlian yang jadi tanggung jawabnya hilang.

Nathaniel Prince, berharap bisa hidup tenang, namun dosa lama ternyata terus menghantui.

Natalia, si cantik yang bersedia jadi kekasih demi menguasai berlian.

Benzetti dan Rice, pasangan polisi yang bisa dibayar untuk menangani kasus- kasus kotor

Newton, kurator seni yang menilai lukisan-lukisan Matthew. Ternyata punya rahasia tersendiri.

Marta Krall, pembunuh bayaran yang cantik tapi sadis.

 

Siapa protagonis dalam cerita agak bingung juga ya karena tokoh utama pun punya cacat cela ditilik dari moral dan lain sebagainya. Jadi saya cenderung tidak mengkurasi karakter tokoh, dan hanya menikmati jalan cerita saja, sebagai hiburan semata.

 

Deskripsi tokoh menurut saya cukup detail, fisiknya tergambar jelas. Bukan sekali Matthew disebut sebagai pemuda tampan dan cute secara eksplisit dalam narasi, dan Katherine pun cantik serta pintar. Di bawah ini saya kutipkan deskripsi fisik pasangan polisi yang menerima bayaran dari mafia. Entah kenapa bagian ini berkesan, mungkin karena cara mendeskripsikannya yang terasa kocak buat saya.

Kedua detektif itu memasuki lift.

Benzetti memiliki tinggi 183 cm. Rambutnya hitam klimis dan hidungnya terlalu besar dan terlalu menonjol di wajah kecilnya. Tinggi, hitam, dan jelek. Kenyataannya, dia memakai sepatu dengan sol tipuan setebal lima belas sentimeter, dan ubannya dicat dengan pewarna rambut Just For Men. Kejelekannya memang natural.

Rice, tinggi 190 cm dan botak, tidak membutuhkan bantuan dari perusahaan sepatu khusus ataupun pewarna rambut. Namun kedua detektif itu punya satu kesamaan. Mereka sama-sama merasa ngeri.

Halaman 39

 

Alur dan Latar

casda Cerita beralur maju dan cukup cepat. Khas novel action. Konfliknya dibangun dengan baik, klise khas film action dengan adegan penculikan dan tembak-tembakan, tapi tetap asyik buat disimak. Povnya orang pertama kadang ketiga. Endingnya sebenarnya cukup happy, tapi diserahkan persepsinya kepada pembaca.

Latar lokasi tergambarkan dengan baik, di beberapa bagian bahkan cukup detail. Sebagai contoh di bawah ini saya kutipkan deskripsi hotel tempat Matthew dan Katherine berlibur.

Bangunan hotel kami berwarna ceria dan modern. Harganya pun murah – hanya 11o euro per malam. Kamar kami belum siap saat kami check in, jadi seorang pelayan mengantarkan kami ke restoran kecil yang nyaman di teras Lantai 7, tempat kami menikmati secangkir panas cafe au lait berbusa, croissant gemuk dengan banyak mentega, selai stroberi, buah-buahan segar, yoghurt, dan pemandangan indah dari seluruh distrik.

Halaman 169

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Novel ini isinya action, banyak adegan perkelahian, tembakan, dan yang serupa itu. Jadi ketika terselip adegan-adegan yang emosional seperti yang saya kutipkan di bawah ini, dimana hubungan Matthew sangat menyentuh dengan ayahnya, saya terus teringat karenanya. Menurut saya ini sweet :)

Itu kode yang kami sepakati untuk: aku ingin tahu ke mana kau akan pergi, tapi jangan katakan di telepon. Berikan kode untukku.

“Ya, titip salam untuk Adam, Mom, dan Sarah,” kataku. AMS. Kode Bandara Amsterdam.

(Semoga perjalananmu lancar,) katanya.

“Terimakasih. Aku mencintaimu, Dad.”

(Semper fi, Nak.)

Ayahku itu kuno. Hanya sejauh itu caranya mengungkapkan cinta.

Halaman 238

 

Soal adegan action yang saya bolak-balik sebutkan itu kira-kira seperti inilah serunya ya. Penggambarannya hidup. Jadi meskipun kllise tetap asyik buat disimak.

Katherine terlalu terkejut untuk mengikuti instruksiku. Aku menekan wajahnya ked dadaku, menutupi telinganya dengan lenganku, dan menyiapkan diriku.

Berbeda dengan granat asap jinak yang telah mengalihkan para polisi ke seberang jalan, granat ALST471 magnum ultra-flash menghasilkan ledakan cahaya yang membutakan, suara yang memekakkan telinga dan menumpulkan syaraf, serta hujan percikan api putih-panas. Granat ini adalah versi granat militer yang tidak mematikan dan hanya menghasilkan kelumpuhan sesaat – dikembangkan sebagai perangkat yang digunakan dalam berbagai operasi taktis, termasuk penyelamatan sandera. Lempar saja satu granat ke tengah kerumunan dan itu cukup membuat semua orang yang ada di sekitarnya akan mengalami kebutaan dan tuli sementara, serta disorientasi total. Adam dan Ty melempar dua buah granat.

Kedua granat flash menghatam titik yang dituju dan seluruh bangunan Grand Central terguncang. Bahkan dengan mata yang terpejam dan telinga tertutup, cahaya putih dan suara gemuruh seolah seperti sambaran petir.

Jeritan dan teriakan kerumunan orag yang dikejutkan oleh ledakan memantul dari dinding dinding marmer dan bergema dari langit-langit kubah.

Halaman 346

 

Bagian yang paling saya suka dari novel ini adalah plot twist-nya. Memang rada ketebak sih. Tapi tetap saja ketika dibuka twistnya oleh penulis, rasanya wow. Endingnya yang terbuka dan menyimpan kejutan juga saya sukai.

Untuk moral value, pesan cerita novel ini mungkin terletak pada hubungan baik Matthew dengan ayahnya, serta perjuangan cinta dan tekad untuk memulai hidup baru dengan pekerjaan yang benar.

 

Siapa James Patterson

James Patterson menerima "Literarian Award for Ourstanding Service to the American Literary Community from the National Book Foundation Award". Patterson memegang Guinness Worl Record untuk buku terlaris nomor 1 New York Times, dan bukunya telah terjual lebih dari 375 juta kopi di seluruh dunia. Patterson menciptakan "a new children’s book imprint, JIMMY Patterson" yang memiliki misi yang sederhana, yakni: “Kami ingin membuat setiap anak yang selesai membaca sebuah buku terbitan Jimmy mengatakan “PLEASE GIVE ME ANOTHER BOOK.”

James Brendan Patterson adalah seorang penulis dan filantropis Amerika. Karya-karyanya antara lain adalah Alex Cross, Michael Bennett, Women's Murder Club, Maximum Ride, Daniel X, NYPD Red, Witch and Wizard, Private series, serta banyak novel thriller, non-fiksi dan roman yang berdiri sendiri. Buku-bukunya telah terjual lebih dari 300 juta kopi dan dia adalah orang pertama yang menjual 1 juta e-book. Pada 2016, Patterson menduduki daftar Forbes daftar penulis dengan bayaran tertinggi selama tiga tahun berturut-turut, dengan penghasilan $ 95 juta. Penghasilan totalnya selama satu dekade diperkirakan mencapai $ 700 juta.

Pada bulan November 2015, Patterson menerima Penghargaan Sastra dari National Book Foundation. Patterson telah menyumbangkan jutaan dolar dalam bentuk hibah dan beasiswa dengan tujuan mendorong orang Amerika dari segala usia untuk membaca lebih banyak buku.

Patterson dahulu bekerja sebagai seorang eksekutif periklanan di J. Walter Thompson. Setelah pensiun dari iklan pada tahun 1996, ia mencurahkan waktunya untuk menulis. Pengaruh terbesarnya, katanya, mungkin adalah novel debutnya, Thomas Bridge, karya Evan S. Connell pada tahun 1959. Patterson menerbitkan novel pertamanya pada tahun 1976 berjudul The Thomas Berryman Number. Novel-novel yang menampilkan karakter Alex Cross, seorang psikolog forensik sebelumnya dari Polisi Metropolitan Washington DC dan Biro Investigasi Federal, yang sekarang bekerja sebagai psikolog swasta dan konsultan pemerintah. Novel itu menjadi novel paling populer dan seri detektif AS terlaris dalam sepuluh tahun terakhir. Patterson telah menulis 147 novel sejak tahun 1976. Dia telah memiliki 114 novel New York Timesbestselling, dan memegang rekor New York Times untuk buku terlaris # 1 New York Times sebagai seorang penulis tunggal, yang juga merupakan juara Guinness World Record. Dalam beberapa tahun terakhir novel-novelnya telah terjual lebih banyak daripada karya-karya Stephen King, John Grisham, dan Dan Brown. Buku-bukunya telah terjual sekitar 305 juta kopi di seluruh dunia. Pada tahun 2008, ia menggantikan Jacqueline Wilson sebagai penulis yang paling banyak dipinjam di perpustakaan Inggris. Dia mempertahankan posisi ini setidaknya sampai 2013. Pada 2018, ia bekerja dengan Stephen David Entertainment di serial televisi kriminal, James Patterson's Murder Is Forever.

Penghargaan yang diraih oleh Patterson termasuk the BCA Mystery Guild's Thriller of the Year, the International Thriller of the Year award, dan the Children's Choice Book Award for Author of the Year. James Patterson adalah penulis pertama yang memiliki No 1 judul baru secara bersamaan di daftar buku dewasa dan anak-anak terlaris The New York Times, dan memiliki dua buku di daftar sepuluh teratas NovelTracker pada saat yang sama. 

Patterson mendirikan James Patterson PageTurner Awards pada tahun 2005 untuk menyumbangkan lebih dari $ 100.000 tahun itu kepada orang-orang, perusahaan, sekolah, dan institusi lain yang menemukan cara asli dan efektif untuk menyebarkan kegembiraan dari membaca buku. 

Pada bulan September 2009, Patterson menandatangani kesepakatan untuk menulis atau menulis bersama 11 buku untuk orang dewasa dan 6 untuk dewasa muda pada akhir 2012. Forbes melaporkan kesepakatan itu bernilai setidaknya $ 150 juta, tetapi menurut Patterson, perkiraan itu tidak akurat.

Patterson bekerja dengan berbagai rekan penulis, seperti Candice Fox, Maxine Paetro, Andrew Gross, Mark Sullivan, Ashwin Sanghi, Michael Ledwidge, dan Peter de Jonge. Pada Mei 2017, diumumkan bahwa Patterson juga menulis buku fiksi kejahatan  bersama mantan Presiden AS Bill Clinton. Patterson mengatakan novelnya, The President is Missing, akan memberikan tingkat detail yang hanya dapat ditawarkan oleh mantan Presiden AS. Patterson sering mengatakan bahwa berkolaborasi dengan yang lain membawa ide-ide baru dan menarik ke ceritanya.

Pada tahun 2017, sarjana humaniora digital bernama Simon Fuller dan James O'Sullivan menerbitkan penelitian yang menunjukkan bahwa Patterson tidak melakukan banyak penulisan yang sebenarnya ketika berkolaborasi dengan penulis lain. O'Sullivan kemudian melakukan analisis yang sama pada The President is Missing, sebuah kolaborasi antara Patterson dan Bill Clinton; di sini O'Sullivan menyimpulkan bahwa Patterson melakukan sebagian besar penulisan, di samping akhir novel.

 

Adaptasi:

  • Child of Darkness, Child of Light (1991), based on novel Virgin, or Cradle and All
  • Kiss the Girls (1997), based on novel Kiss the Girls
  • Miracle on the 17th Green (1999),  based on novel Miracle of the 17th Green
  • Along Came a Spider (2001), based on novel Along Came a Spider
  • First to Die (2003), based on novel 1st to Die
  • Suzanne's Diary for Nicholas (2005), based on novel Suzanne's Diary for Nicholas
  • Women's Murder Club (2007–2008), based on novels of seri Women's Murder Club
  • Sundays at Tiffany's (2010), based on novel Sundays at Tiffany's
  • Alex Cross (2012), based on novel Alex Cross
  • Zoo (2015–2017)based on novel Zoo
  • Maximum Ride (2016),  based on novels of seri Maximum Ride
  • Middle School: The Worst Years of My Life (2016), based on children's novel Middle School: The Worst Years of My Life
  • James Patterson's the Chef (2018), based on novel The Chef
  • Instinct (2018–2019), based on novel Murder Games, or Instinct
  • The Postcard Killings (2020),based on novel The Postcard Killers
  • Jeffrey Epstein: Filthy Rich (2020), based on Filthy Rich 

Sumber: wikipedia

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan kepada hanya pembaca dewasa, penggemar genre action thriller, yang ceritanya banyak adegan tembak-tembakan, pertarungan dan yang serupa itu. Ada sentuhan personal dan emosional juga dalam novel ini sehingga tidak melulu baku hantam. Tokohnya yang tampan dan cantik juga jadi attention getter yang oke banget. Alur cepat dan tensionnya juga berhasil diciptakan. Plot twistnya yang tak terduga membuat cerita menjadi berkesan. Romancenya juga manis, mengambil porsi lebih dari 50% jalan cerita.

Content Warning: sexual content, kekerasan, sexual orientation.

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk chat langsung dengan Dipidiff

(terbuka untuk komentar, informasi, dan diskusi tentang buku)

 

 

 

Klik gambar Whatsapp di bawah ini untuk Order Dipidiff Snack Book

 

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku Before the Coffee Gets Cold …

13-06-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  *OVER ONE MILLION COPIES SOLD**NOW AN INTERNATIONAL BESTSELLER* Japanese Bestseller   Judul : Before the Coffee Gets Cold Penulis : Toshikazu Kawaguchi Jenis Buku : Magical Realism; Literary Fiction; Romantic Fantasy;  Penerbit : Pan Macmillan Tahun Terbit :...

Read more

Review Buku Breathless - Jennifer Niven

30-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times bestselling author of All the Bright Places   Judul : Breathless Penulis : Jennifer Niven Jenis Buku : Teen & YA Fiction Penerbit : Alfred A. Knopf Tahun Terbit : September 2020 Jumlah Halaman : ...

Read more

Review Buku The Duke & I (Bridgerton…

29-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  #1 New York Times Bestseller   Now a series created by Shondaland for Netflix.   Judul : The Duke and I (Bridgertons Book 1) Penulis : Julia Quinn Jenis Buku : Romance Penerbit : Avon; Media Tie In, Reprint edition Tahun...

Read more

Review Buku Klara and the Sun - Kazuo Is…

22-05-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  NEW YORK TIMES BESTSELLERA GOOD MORNING AMERICA Book Club Pick! Editor s Pick for Best Science Fiction & Fantasy   Judul : Klara and the Sun Penulis : Kazuo Ishiguro Jenis Buku : Science Fiction & Fantasy Penerbit...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Apa Kabar Batik Indonesia di Masa Pandem…

24-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Batik salah satu kekayaan bangsa kita, yuk tunjuk tangan siapa yang sama bangga dan cinta dengan batik Indonesia? sayaaa... :)   Yup, hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober kemarin ya. Artinya...

Read more

Mengenal Batik Indonesia Lebih Dalam (Se…

22-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Berusaha membaca dan meriset tentang batik Indonesia itu ternyata seperti tertimbun di banyak sekali sumber informasi, mulai dari wikipedia, artikel lepas, tulisan blogger, ebook, berita media dan lain sebagainya. Saya...

Read more

Cara Membuat Batik (Teori dan Praktik)

20-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setelah menyimak situasi perbatikan Indonesia dan dunia saat ini, lalu membaca-baca sejarah, makna, dan motif batik Indonesia, tentu saya jadi ingin tau lebih dalam tentang teknik membatik. Mungkin teman-teman juga...

Read more

Ceritaku Membuat Cake Batik Kukus (Bonus…

18-10-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Saya mendapatkan beberapa inspirasi dari komentar teman-teman di instagram @dipidiff_talks soal kontribusi dan cara kita untuk turut melestarikan batik. Keinginan belajar membatik klasik dengan canting untuk sementara ini memang harus...

Read more