0

Review Buku The Culture Code - Daniel Coyle

Published: Wednesday, 23 March 2022 Written by Dipidiff

 

NEW YORK TIMES BESTSELLER

BUKU TERBAIK VERSI BLOOMBERG DAN LIBRARY JOURNAL

 

Judul: The Culture Code; Rahasia Membentuk Tim yang Sukses

Penulis : Daniel Coyle

Alih Bahasa: Leinovar

Penyunting: Hikmawati Diyas Nussa

Pemindai Aksara: Ratih Ramadyawati

Cover & Tata Letak: Kholishotul Hidayah

Jenis Buku : Self Improvement/Bisnis

Penerbit : Renebook

Tahun Terbit : Desember 2021

Jumlah Halaman :  312 Halaman

Dimensi Buku : 15 x 23 cm

Harga : Rp.125.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 978-623-6083-24-6

Soft Cover

Edisi Terjemahan

Buku ini tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya

Dapatkan diskon 20% untuk pembelian di shopee dan tokopedia Official Rene Turos

 

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Dari mana datangnya tim yang hebat? Kenapa ada sebuah tim yang punya kinerja lebih baik daripada tim yang lain? Bagaimana Anda mempertahankan dan memperkuat tim dalam organisasi Anda?

Sehebat apa pun seseorang, dia tidak akan bisa mengerjakan semuanya sendirian. Mereka membutuhkan orang lain untuk mengerjakan sebuah proyek hingga sukses. Tim yang hebat tidak berisi individu yang hebat, tetapi tim yang hebat berisi interaksi yang hebat di dalam sebuah tim.

The Culture Code menawarkan strategi khusus yang memicu kolaborasi, membangun kepercayaan, dan mendorong perubahan positif dalam tim Anda. Pada setiap halamannya, Anda akan belajar (berdasarkan hasil riset selama empat tahun penulis buku ini) bagaimana tim yang solid, kompak, dan sukses dibentuk - berproses dari tim yang biasa-biasa saja menjadi tim yang luar biasa.

 

Yuk kita intip daftar isinya,

PETA BUKU

PENDAHULUAN

Ketika 2 + 2 = 10

KETERAMPILAN

Membangun Keamanan

1. The Goods Apples

2. Hari Berharga yang Tidak Menghasilkan Apa Pun

3. Gencatan Senjata Natal, Eksperimen Satu jam, dan Petugas Rudal

* Gencatan Senjata Natal

* Eksperimen Satu Jam

* Kebalikan Kebersamaan

4. Membangun Kebersamaan

* Pencipta Hubungan

5. Mendesain Kebersamaan

* Arsitek Rumah Kaca

6. Ide untuk Beraksi

KETERAMPILAN

Berbagi Kerapuhan

7. "Katakan apa yang kau inginkan dan aku akan membantumu"

8. Lingkaran Kerapuhan

9. Pencipta Sistem Kerja Sama Terbaik

* Mesin Kepercayaan  Draper Kauffman

* Kekuatan Harold

* "Mereka Berpikir dengan Satu Otak"

10. Menciptakan Kerja Sama dalam Kelompok Kecil

* Prinsip Dave Cooper

11. Menciptakan Kerja Sama dengan Individu

* Metode Nyquist

12. Ide untuk Beraksi

KETERAMPILAN

Menetapkan Tujuan

13. 311 Kata

14. Hooligans dan Dokter Bedah

* Menjinakkan Hooligans

* Pemelajar Tercepat

15. Memimpin Keahlian

16. Memimpin Kreativitas

17. Ide untuk Beraksi

EPILOG

HALAMAN PERSEMBAHAN

CATATAN

INDEKS

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Subjektif memang, tapi warna golden adalah salah satu warna favorit saya. Dipidiff bahkan menggunakan warna ini untuk logo, dan perpaduan warna hitam sebagai latar serta putih membuat disain sampulnya secara totalitas berkesan elegan, sejalan dengan genrenya yang bertopikkan bisnis. Ilustrasi gambar juga menarik dengan lingkaran yang memiliki garis-garis berujung lingkaran kecil di sekelilingnya, dengan subjudul Rahasia Membentuk Tim Yang Sukses, sesuai dengan penggambaran sebuah tim.

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Sekarang itu jamannya kolaborasi. Yang enggan kolab dijamin ketinggalan. Trus gimana dong caranya supaya bisa dapetin kolaborasi yang asyik? Kebetulan banget Penerbit Renebook nerjemahin buku The Culture Code - Daniel Coyle yang menjadi buku terbaik versi Bloomberg dan Library Journal. Renebook The House of Enlightenment and Eternity berdiri pada tahun 2010 di Jakarta. Mereka concern menerbitkan buku-buku berkualitas untuk para pembaca.

 

Ada yang istimewa dari buku-buku yang diterjemahkan oleh Renebook. Ini saya sadari ketika sudah membaca lebih dari satu buku terbitan mereka, bahwa di tiap awal buku ada halaman khusus berupa Peta Buku. Di halaman ini ada poin-poin penting mulai dari profil singkat penulis, pencapaian penulis dan bukunya, tentang apa yang dibahas, dan mini mindmap yang asyik banget. Coba cek di bawah ini,

Picture: Halaman khusus Peta Buku



Back to The Culture Code, isi buku dimulai dengan sebuah cerita tentang kompetisi yang diadakan oleh Peter Skillman (seorang disainer dan insinyur). Skillman mengumpulkan beberapa kelompok beranggotakan empat orang di Universitas Stanford, Universitas California, Universitas Tokyo, dan beberapa tempat lainnya. Ia lalu memberikan tantangan kepada masing-masing kelompok untuk membentuk menara setinggi mungkin dari benda-benda berikut: dua puluh lidi spageti, isolasi setengah meter, tali setengah meter, dan satu marshmallow ukuran standar. Aturan untuk kompetisi ini adalah marshmallow harus berada di posisi puncak. Istimewanya, kelompok yang ikut lomba salah satunya adalah kelompok anak-anak TK. Singkat cerita, lomba ini kemudian dimenangkan oleh kelompok anak TK. mahasiswa bisnis terlihat berkolaborasi, tetapi sebenarnya mereka terlibat dalam suatu proses yang disebut para psikolog sebagai manajemen status. Mereka memikirkan di mana posisi yang sesuai bagi mereka dalam gambaran besar: Siapa yang memimpin? Bolehkah mengkritik seseorang? Bagaimana peraturan di sini? Interaksi mereka memang tampak lancar, tetapi perilaku di baliknya diganggu dengan ketidakefisienan, keragu-raguan, dan kompetisi halus. Hasilnya, upaya pertama mereka sering kali gagal, dan mereka kehabisan waktu. Sebaliknya, anak-anak TK berhasil bukan karena mereka lebih cerdas, tetapi karena mereka bekerja sama dengan cara yang lebih pintar. Mereka membentuk satu metode yang sederhana dan mantap, yang membuat sekelompok orang biasa-biasa saja mampu menghasilkan performa yang jauh melebihi jumlah kapasitas awalnya. Buku ini adalah kisah tentang cara kerja metode tersebut. Menarik ya :)

Di dalam buku ini ada strategi khusus untuk memicu kolaborasi, membangun kepercayaan, dan mendorong perubahan positif dalam tim. Insight bukunya bakal ngasih tau rahasia bagaimana tim yang biasa-biasa saja berubah menjadi tim yang luar biasa, solid, kompak, dan sukses. Strategi yang dimaksud tercakup dalam tiga bagian inti buku; (1) Membangun Keamanan, (2) Berbagi Kerapuhan, (3) Menetapkan Tujuan. Tiga topik ini dipecah lagi ke dalam beberapa bab yang membahas detail topik yang bersangkutan.

 

Pada bagian 1 Membangun Keamanan ada 6 bab yang terdiri dari (1) The Good Apple, (2) Hari Berharga yang Tidak Menghasilkan Apa Pun, (3) Gencatan Senjata Natal, Eksperimen Satu Jam, dan Petugas Rudal, (4) Membangun Kebersamaan, (5) Mendesain Kebersamaan, dan (6) Ide Beraksi. Di bagian pertama ini dibahas cara-cara sebuah tim bisa memiliki ikatan yang solid dan identitas bersama. Ada rasa aman yang membuat anggota tim menjadi loyal satu sama lain. Sebuah tim yang kuat ternyata bukan karena anggotanya yang sangat pintar tapi karena satu sama lain merasa bisa saling mempercayai sehingga mereka merasa aman.

Terbentuknya emosi ini melalui momen-momen kecil hubungan sosial dan ini berlaku di kelompok tim bidang apapun, entah itu militer, studio film, atau sekolah di kawasan padat penduduk. Momen-momen kecil hubungan sosial yang dimaksud ternyata hal-hal sederhana yang sangat mudah dilakukan tapi entah bagaimana dengan mudah pula seringkali terlupakan, misalnya kedekatan fisik, kontak mata, sentuhan fisik (jabat tangan, pelukan, dll), percakapan pendek yang antusias, mengobrol satu sama lain, banyak pertanyaan, mendengarkan dengan intensif, humor dan tertawa bersama, sopan santun kecil dan tulus. Saya pikir ini semua dasar hubungan sosial yang mengarah pada pertemanan dan persahabatan ya.

Kenyamanan tercipta dalam sebuah tim perusahaan, dimana hubungan antara atasan dan bawahan diselimuti yang namanya kebersamaan, salah satunya berkat acara-acara formal dan nonformal yang dikemas dengan misi tersebut, seperti pertandingan bola bersama, gathering, dll. Rasa kebersamaan juga tercipta karena perasaan berada di dalam 'kapal' yang sama a.k.a senasib. Hendaknya tiap orang di dalam tim memang punya emosi seperti ini sehingga tantangan yang dihadapi tim akan dengan senang hati diselesaikan oleh anggota tim secara bersama pula. Tanda-tanda kebersamaan yang terbentuk akan menyampaikan 3 pesan utama bahwa 'kamu adalah bagian kelompok ini', 'kelompok ini istimewa; kami menaruh standar yang tinggi', 'Saya percaya, kamu bisa memenuhi standar itu'.

Ada hal menarik lain yang saya temui juga di bagian ini, yakni tentang kurva Allen. Kurva Allen atau grafik Allen adalah grafik yang menunjukkan data frekuensi interaksi berbanding jarak ke grafik.

Picture: kurva Allen

 

Karakteristik utama dalam Kurva Allen adalah penurunan mendadak yang terjadi pada angka delapan meter. Pada jarak di bawah delapan meter, frekuensi komunikasi pada grafik tampak naik. Dengan kata lain, kedekatan berfungsi sebagai penghubung. Semakin kita dekat, semakin besar kecenderungan kita untuk saling terhubung dan itu semua ujung-ujungnya menciptakan momen kebersamaan. Waktu baca ini pikiran saya agak melebar, ga heran ya cinta sering tumbuh pada orang-orang yang intensitas pertemuannya sering, barangkali di sini berlaku Kurva Allen juga :D.

Bab terakhir dari bagian ini membahas aksi yang menciptakan kenyamanan di dalam tim, misalnya menyampaikan sesuatu dengan sungguh-sungguh bahwa kita mendengarkan dengan seksama, mengakui kesalahan sejak awal- terutama kalo kita adalah seorang pemimpin, perbanyak mengucapkan terimakasih, menyingkirkan orang-orang yang toxic, melakukan perekrutan yang baik, dan masih banyak lagi. Silakan baca sendiri detailnya di buku ini ya.

 

Bagian 2 Berbagi Kerapuhan membahas pengungkapan kelemahan dan butuhnya pertolongan sebagai faktor penting tim yang solid. Orang-orang sulit mengakui hal ini karena ego dan kekhawatiran terlihat lemah di mata orang lain. Padahal tim yang sehat terbentuk dari orang-orang yang saling mengutarakan keterbatasan mereka dan meminta bantuan dari yang lain sehingga problem yang ada bisa dicari solusinya bersama. Di sini dibahas juga kerjasama dalam kelompok-kelompok kecil dengan menggunakan prinsip Dave Cooper, menciptakan kerjasama dengan individu dengan metode Nyquist, dan yang paling menarik buat saya adalah sistem kerjasama melalui mesin kepercayaan Draper Kauffman. Penasaran apa saja itu penjelasannya, saya bocorin satu saja dan sisanya bisa dibaca sendiri di bukunya ya :).

Draper Kauffman lahir tahun 1911. Dia putra tunggal laksamana Angkatan Laut yang legendaris, James Kauffman. Tahun 1943 Draper Kauffman bergabung dengan Naval Reserve di AS. Ia kemudian dikirim ke Florida dengan tugas menyeleksi dan melatih prajurit penghancur bawah air yang akan menembus pertahanan Jerman di sepanjang pesisir Prancis dan Afrika Utara. Metode seleksi Kauffman terdiri dari Hell Week, yakni program satu minggu yang diisi dengan penderitaan, ketakutan, dan kebingungan luar biasa. Tujuan program ini adalah untuk membentuk kekuatan dan kerja tim. Mereka yang berhasil melewati Pekan Neraka kemudian mendapatkan pelatihan khusus selama 8-10 minggu untuk belajar dan mengasah keterampilan lebih lanjut yang akan berguna di medan perang. Kauffman memutuskan bahwa setiap aspek pelatihan harus berbasis tim. Tiap tim terdiri dari 6 orang. Masing-masing tim harus mandiri, mampu menyusuri atau melewati rintangan apapun tanpa bergantung pada komando pusat. Kauffman juga mengeliminasi perbedaan hierarki antara prajurit biasa dan tingkat tinggi. Dalam program ini, setiap orang ikut pelatihan, terlepas dari jabatannya apapun itu. Tentu saja termasuk Kauffman. Dan hasil dari program ini adalah tim yang lulus meraih kesuksesan dari awal, dari Omaha Beach hingga Pacific. Program pelatihan Kauffman digunakan sebagai pola yang kelak melahirkan tim SEAL.

Beberapa ide aksi terkait Berbagi Kerapuhan yang disebutkan di dalam buku, misalnya menyampaikan ekspektasi berulang kali, menyampaikan hal negatif secara empat mata, mendengarkan dengan baik, dalam percakapan tahanlah godaan untuk menambahkan pandangan, menerima ketidaknyamanan, sesekali pempimpin menghilang, dan gunakan praktik pencipta keterbukaan seperti AAR, BrainTrust, dan Red Team. Penasaran apa itu AAR, BrainTrust, dan Red Team? Ayo segera baca bukunya :D.

 

Bagian 3 Menetapkan Tujuan membahas cara membangun kesadaran semua orang pada visi misi perusahaan atau tim dan menjiwainya dengan segenap hati. Di sini akan ada cerita tentang kelompok Hooligans yang fanatik kepada klub sepakbola kecintaan mereka, studi enam belas tim bedah yang mempelajari teknik baru MICS (minimally invasive cardiac surgery) dalam operasi jantung, suksesnya restoran Meyer, dan masalah besar yang terjadi di Pixar.

 

Dari yang sudah saya share barusan terlihat jelas ya buku ini memang punya gaya storytelling dalam pemaparannya. Banyak kisah dan studi menarik terkait topik yang bisa kita simak. Tiap bagian utama pembahasan juga selalu ditutup dengan bab ide aksi yang memberikan detail inspirasi tindakan apa yang bisa kita lakukan secara nyata.

 

Ada halaman-halaman berlayout khusus yang berisi kutipan kalimat penting, contohnya di bawah ini.

Picture: halaman layout khusus kutipan

 

Buku ini sangat layak baca buat kita yang ingin mendapatkan insight tentang cara membangun tim. Tiga kata yang bisa saya simpulkan berkaitan dengan strategi kerja tim dari buku ini adalah, safety, share risk, dan purpose. The Culture Code menjawab kebutuhan kita yang saat ini berada di era kolaborasi.

Buku-buku Renebook tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya. Dapatkan diskon 20% untuk pembelian di shopee dan tokopedia official Rene Turos. Yuk kepoin buku dan penerbitnya, trus order segera.

 

 

Siapa Daniel Coyle

Daniel Coyle adalah penulis terbaik New York Times. Ia mendapatkan penghargaan William Hill Sports Book of The Year pada tahun 2012, bersama rekannya, Hamilton. Coyle merupakan editor di majalah Outside, ia pernah bekerja sebagai penasihat khusus untuk Cleveland Indians, Coyle tinggal di Cleveland, Ohio, selama tahun ajar, dan di Homer, Alaska, selama musim panas bersama istrinya, Jen, dan keempat anaknya.

Buku yang pernah ditulisnya: Hardball, Waking Samuel, Lance Armstrong's War, The Talent Code, The Secret Race (bersama Tyler Hamilton), The Little Book of Talent, dan The Culture Code.

Sumber: buku The Culture Code

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca non fiksi yang mencari buku bertopikkan cara membangun tim work yang solid dan sukses. Dengan gaya storytelling yang asyik disimak, semua teori yang dielaborasi mudah dipahami dan menyenangkan untuk diresapi. Tiap Bagian selalu ditutup dengan ide aksi terkait topik. Ada halaman berlayout khusus untuk kutipan kalimat penting. Buku ini juga dilengkapi Peta Buku yang memudahkan kita untuk memahami poin-poin penting buku, mulai dari penulis hingga poin-poin pembahasan. Insight buku relevan untuk diterapkan di masa kini.

 

Buku ini tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya

Dapatkan diskon 20% untuk pembelian di shopee dan tokopedia Official Rene Turos

 

 

Jika Anda suka dan merasa mendapatkan manfaat dari konten di blog Dipidiff.com, sekarang Anda bisa mendukung pengembangan blog ini dengan mendonasikan uang mulai dari seribu rupiah atau mempertimbangkan untuk mendukung rutin per bulannya. Terimakasih.

Donasi dapat ditransfer ke:

BCA 740 509 5645

Konfirmasi transfer ke DM Instagram @dipidiffofficial

 

-------------------------------------------------------------------------


 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Diana Fitri, biasa dipanggil Dipi, adalah seorang ibu yang gemar berkebun, dan rutin berolahraga. Gaya hidup sehat dan bervibrasi positif adalah dua hal yang selalu ia upayakan dalam keseharian. Sambil mengasuh putra satu-satunya, ia juga tetap produktif dan berusaha berkembang secara kognitif, sosial, mental dan spiritual.

Lulusan prodi Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran, Dipi lalu melanjutkan studi ke magister konsentrasi Pemasaran, namun pekerjaannya justru banyak berada di bidang edukasi, di antaranya guru di Sekolah Tunas Unggul, sekolah kandidat untuk International Baccalaureate (IB), dan kepala bagian Kemahasiswaan di Universitas Indonesia Membangun. Setelah resign tahun 2016, Dipi membangun personal brand Dipidiff hingga saat ini.

Sebagai Certified BNSP Public Speaker dan Certified BNSP Trainerserta certified IALC coach, Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan Lembaga Pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereviu buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Kementrian Keuangan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, BREED, Woman Urban Book Club, Lions Clubs, Bandung Independent School, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Dipi juga pemateri rutin di platform edukasi www.cakap.com . Dipi meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. 

Berstatus bookblogger, reviu-reviu buku yang ia tulis selalu menempati entry teratas di halaman pertama mesin pencari Google, menyajikan ulasan terbaik untuk ribuan pembaca setia. Saat ini Dipi adalah brand ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi juga menjadi Official Reviewer untuk Republika Penerbit dan berpartner resmi dengan MCL Publisher. Kolaborasi buku-bukunya, antara lain dengan One Peach Media, Hanum Salsabiela Rais Management, KPG, Penerbit Pop, Penerbit Renebook, dan Penerbit Serambi. Reviu buku Dipi bisa dijumpai di www.dipidiff.com maupun Instagram @dipidiffofficial. Dipi host di program buku di NBS Radio. Dulu sempat menikmati masa dimana menulis drop script acara Indonesia Kemarin di B Radio bersama penyiar kondang Sofia Rubianto (Nata Nadia). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation.

Contact Dipidiff at DM Instagram @dipidiffofficial

 

 

 

TERBARU - REVIEW BUKU

Review Buku The Quiet Tenant - Clémence …

23-08-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  National Best Seller One of The Most Anticipated Novels of 2023 GMA Buzz Pick A LibraryReads #1 Pick One of The Washington Post’s Notable Summer Books 2023One of Vogue’s Best Books of 2023One of Goodreads’s Most Anticipated Books...

Read more

Review Buku The Only One Left - Riley Sa…

23-07-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Editor's Pick Best Mystery, Thriller & Suspense The Instant New York Times Bestseller Named a summer book to watch by The Washington Post, Boston Globe, USA Today, Oprah, Paste, Country Living, Good Housekeeping, and Nerd Daily Judul...

Read more

Review Buku Helium Mengelilingi Kita - Q…

14-06-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Helium Mengelilingi Kita Penulis : Qomichi Jenis Buku : Sastra Fiksi, Coming of Age Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Maret 2023 Jumlah Halaman :  246 halaman Dimensi Buku : 14 x 20,5...

Read more

TERBARU - REVIEW CAFE & RESTORAN

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more

Cafe Nanny's Pavillon (a Review)

27-07-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  "Do what you love, love what you do". Saya masih ingat sekali menggunakan kutipan itu untuk caption instagram saya waktu posting foto Nanny's Pavillon. Tapi benar ya, rasanya hari itu...

Read more

The Warung Kopi by Morning Glory (a Stor…

28-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setengah ga nyangka dan setengah takjub juga begitu nemu kafe asyik kayak begini di wilayah Bandung Timur. Maklum sudah keburu kerekam di memori otak kalau kafe-kafe cozy adanya cuma di...

Read more

TERBARU - PERSONAL GROWTH & DEVELOPMENT

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Cara Membuat Perpustakaan Pribadi di Rum…

25-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Perpustakaan sendiri punya kenangan yang mendalam di benak saya. Saya yakin teman-teman juga punya memori tersendiri ya tentang library. Baca juga "Arti Perpustakaan Bagi Para Pecinta Buku" Baca juga "Perpustakaan Luar...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more