0

Review Buku The Culture Code - Daniel Coyle

Published: Wednesday, 23 March 2022 Written by Dipidiff

 

NEW YORK TIMES BESTSELLER

BUKU TERBAIK VERSI BLOOMBERG DAN LIBRARY JOURNAL

 

Judul: The Culture Code; Rahasia Membentuk Tim yang Sukses

Penulis : Daniel Coyle

Alih Bahasa: Leinovar

Penyunting: Hikmawati Diyas Nussa

Pemindai Aksara: Ratih Ramadyawati

Cover & Tata Letak: Kholishotul Hidayah

Jenis Buku : Self Improvement/Bisnis

Penerbit : Renebook

Tahun Terbit : Desember 2021

Jumlah Halaman :  312 Halaman

Dimensi Buku : 15 x 23 cm

Harga : Rp.125.000 *harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 978-623-6083-24-6

Soft Cover

Edisi Terjemahan

Buku ini tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya

Dapatkan diskon 20% untuk pembelian di shopee dan tokopedia Official Rene Turos

 

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Dari mana datangnya tim yang hebat? Kenapa ada sebuah tim yang punya kinerja lebih baik daripada tim yang lain? Bagaimana Anda mempertahankan dan memperkuat tim dalam organisasi Anda?

Sehebat apa pun seseorang, dia tidak akan bisa mengerjakan semuanya sendirian. Mereka membutuhkan orang lain untuk mengerjakan sebuah proyek hingga sukses. Tim yang hebat tidak berisi individu yang hebat, tetapi tim yang hebat berisi interaksi yang hebat di dalam sebuah tim.

The Culture Code menawarkan strategi khusus yang memicu kolaborasi, membangun kepercayaan, dan mendorong perubahan positif dalam tim Anda. Pada setiap halamannya, Anda akan belajar (berdasarkan hasil riset selama empat tahun penulis buku ini) bagaimana tim yang solid, kompak, dan sukses dibentuk - berproses dari tim yang biasa-biasa saja menjadi tim yang luar biasa.

 

Yuk kita intip daftar isinya,

PETA BUKU

PENDAHULUAN

Ketika 2 + 2 = 10

KETERAMPILAN

Membangun Keamanan

1. The Goods Apples

2. Hari Berharga yang Tidak Menghasilkan Apa Pun

3. Gencatan Senjata Natal, Eksperimen Satu jam, dan Petugas Rudal

* Gencatan Senjata Natal

* Eksperimen Satu Jam

* Kebalikan Kebersamaan

4. Membangun Kebersamaan

* Pencipta Hubungan

5. Mendesain Kebersamaan

* Arsitek Rumah Kaca

6. Ide untuk Beraksi

KETERAMPILAN

Berbagi Kerapuhan

7. "Katakan apa yang kau inginkan dan aku akan membantumu"

8. Lingkaran Kerapuhan

9. Pencipta Sistem Kerja Sama Terbaik

* Mesin Kepercayaan  Draper Kauffman

* Kekuatan Harold

* "Mereka Berpikir dengan Satu Otak"

10. Menciptakan Kerja Sama dalam Kelompok Kecil

* Prinsip Dave Cooper

11. Menciptakan Kerja Sama dengan Individu

* Metode Nyquist

12. Ide untuk Beraksi

KETERAMPILAN

Menetapkan Tujuan

13. 311 Kata

14. Hooligans dan Dokter Bedah

* Menjinakkan Hooligans

* Pemelajar Tercepat

15. Memimpin Keahlian

16. Memimpin Kreativitas

17. Ide untuk Beraksi

EPILOG

HALAMAN PERSEMBAHAN

CATATAN

INDEKS

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Subjektif memang, tapi warna golden adalah salah satu warna favorit saya. Dipidiff bahkan menggunakan warna ini untuk logo, dan perpaduan warna hitam sebagai latar serta putih membuat disain sampulnya secara totalitas berkesan elegan, sejalan dengan genrenya yang bertopikkan bisnis. Ilustrasi gambar juga menarik dengan lingkaran yang memiliki garis-garis berujung lingkaran kecil di sekelilingnya, dengan subjudul Rahasia Membentuk Tim Yang Sukses, sesuai dengan penggambaran sebuah tim.

 

Opini - Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Sekarang itu jamannya kolaborasi. Yang enggan kolab dijamin ketinggalan. Trus gimana dong caranya supaya bisa dapetin kolaborasi yang asyik? Kebetulan banget Penerbit Renebook nerjemahin buku The Culture Code - Daniel Coyle yang menjadi buku terbaik versi Bloomberg dan Library Journal. Renebook The House of Enlightenment and Eternity berdiri pada tahun 2010 di Jakarta. Mereka concern menerbitkan buku-buku berkualitas untuk para pembaca.

 

Ada yang istimewa dari buku-buku yang diterjemahkan oleh Renebook. Ini saya sadari ketika sudah membaca lebih dari satu buku terbitan mereka, bahwa di tiap awal buku ada halaman khusus berupa Peta Buku. Di halaman ini ada poin-poin penting mulai dari profil singkat penulis, pencapaian penulis dan bukunya, tentang apa yang dibahas, dan mini mindmap yang asyik banget. Coba cek di bawah ini,

Picture: Halaman khusus Peta Buku



Back to The Culture Code, isi buku dimulai dengan sebuah cerita tentang kompetisi yang diadakan oleh Peter Skillman (seorang disainer dan insinyur). Skillman mengumpulkan beberapa kelompok beranggotakan empat orang di Universitas Stanford, Universitas California, Universitas Tokyo, dan beberapa tempat lainnya. Ia lalu memberikan tantangan kepada masing-masing kelompok untuk membentuk menara setinggi mungkin dari benda-benda berikut: dua puluh lidi spageti, isolasi setengah meter, tali setengah meter, dan satu marshmallow ukuran standar. Aturan untuk kompetisi ini adalah marshmallow harus berada di posisi puncak. Istimewanya, kelompok yang ikut lomba salah satunya adalah kelompok anak-anak TK. Singkat cerita, lomba ini kemudian dimenangkan oleh kelompok anak TK. mahasiswa bisnis terlihat berkolaborasi, tetapi sebenarnya mereka terlibat dalam suatu proses yang disebut para psikolog sebagai manajemen status. Mereka memikirkan di mana posisi yang sesuai bagi mereka dalam gambaran besar: Siapa yang memimpin? Bolehkah mengkritik seseorang? Bagaimana peraturan di sini? Interaksi mereka memang tampak lancar, tetapi perilaku di baliknya diganggu dengan ketidakefisienan, keragu-raguan, dan kompetisi halus. Hasilnya, upaya pertama mereka sering kali gagal, dan mereka kehabisan waktu. Sebaliknya, anak-anak TK berhasil bukan karena mereka lebih cerdas, tetapi karena mereka bekerja sama dengan cara yang lebih pintar. Mereka membentuk satu metode yang sederhana dan mantap, yang membuat sekelompok orang biasa-biasa saja mampu menghasilkan performa yang jauh melebihi jumlah kapasitas awalnya. Buku ini adalah kisah tentang cara kerja metode tersebut. Menarik ya :)

Di dalam buku ini ada strategi khusus untuk memicu kolaborasi, membangun kepercayaan, dan mendorong perubahan positif dalam tim. Insight bukunya bakal ngasih tau rahasia bagaimana tim yang biasa-biasa saja berubah menjadi tim yang luar biasa, solid, kompak, dan sukses. Strategi yang dimaksud tercakup dalam tiga bagian inti buku; (1) Membangun Keamanan, (2) Berbagi Kerapuhan, (3) Menetapkan Tujuan. Tiga topik ini dipecah lagi ke dalam beberapa bab yang membahas detail topik yang bersangkutan.

 

Pada bagian 1 Membangun Keamanan ada 6 bab yang terdiri dari (1) The Good Apple, (2) Hari Berharga yang Tidak Menghasilkan Apa Pun, (3) Gencatan Senjata Natal, Eksperimen Satu Jam, dan Petugas Rudal, (4) Membangun Kebersamaan, (5) Mendesain Kebersamaan, dan (6) Ide Beraksi. Di bagian pertama ini dibahas cara-cara sebuah tim bisa memiliki ikatan yang solid dan identitas bersama. Ada rasa aman yang membuat anggota tim menjadi loyal satu sama lain. Sebuah tim yang kuat ternyata bukan karena anggotanya yang sangat pintar tapi karena satu sama lain merasa bisa saling mempercayai sehingga mereka merasa aman.

Terbentuknya emosi ini melalui momen-momen kecil hubungan sosial dan ini berlaku di kelompok tim bidang apapun, entah itu militer, studio film, atau sekolah di kawasan padat penduduk. Momen-momen kecil hubungan sosial yang dimaksud ternyata hal-hal sederhana yang sangat mudah dilakukan tapi entah bagaimana dengan mudah pula seringkali terlupakan, misalnya kedekatan fisik, kontak mata, sentuhan fisik (jabat tangan, pelukan, dll), percakapan pendek yang antusias, mengobrol satu sama lain, banyak pertanyaan, mendengarkan dengan intensif, humor dan tertawa bersama, sopan santun kecil dan tulus. Saya pikir ini semua dasar hubungan sosial yang mengarah pada pertemanan dan persahabatan ya.

Kenyamanan tercipta dalam sebuah tim perusahaan, dimana hubungan antara atasan dan bawahan diselimuti yang namanya kebersamaan, salah satunya berkat acara-acara formal dan nonformal yang dikemas dengan misi tersebut, seperti pertandingan bola bersama, gathering, dll. Rasa kebersamaan juga tercipta karena perasaan berada di dalam 'kapal' yang sama a.k.a senasib. Hendaknya tiap orang di dalam tim memang punya emosi seperti ini sehingga tantangan yang dihadapi tim akan dengan senang hati diselesaikan oleh anggota tim secara bersama pula. Tanda-tanda kebersamaan yang terbentuk akan menyampaikan 3 pesan utama bahwa 'kamu adalah bagian kelompok ini', 'kelompok ini istimewa; kami menaruh standar yang tinggi', 'Saya percaya, kamu bisa memenuhi standar itu'.

Ada hal menarik lain yang saya temui juga di bagian ini, yakni tentang kurva Allen. Kurva Allen atau grafik Allen adalah grafik yang menunjukkan data frekuensi interaksi berbanding jarak ke grafik.

Picture: kurva Allen

 

Karakteristik utama dalam Kurva Allen adalah penurunan mendadak yang terjadi pada angka delapan meter. Pada jarak di bawah delapan meter, frekuensi komunikasi pada grafik tampak naik. Dengan kata lain, kedekatan berfungsi sebagai penghubung. Semakin kita dekat, semakin besar kecenderungan kita untuk saling terhubung dan itu semua ujung-ujungnya menciptakan momen kebersamaan. Waktu baca ini pikiran saya agak melebar, ga heran ya cinta sering tumbuh pada orang-orang yang intensitas pertemuannya sering, barangkali di sini berlaku Kurva Allen juga :D.

Bab terakhir dari bagian ini membahas aksi yang menciptakan kenyamanan di dalam tim, misalnya menyampaikan sesuatu dengan sungguh-sungguh bahwa kita mendengarkan dengan seksama, mengakui kesalahan sejak awal- terutama kalo kita adalah seorang pemimpin, perbanyak mengucapkan terimakasih, menyingkirkan orang-orang yang toxic, melakukan perekrutan yang baik, dan masih banyak lagi. Silakan baca sendiri detailnya di buku ini ya.

 

Bagian 2 Berbagi Kerapuhan membahas pengungkapan kelemahan dan butuhnya pertolongan sebagai faktor penting tim yang solid. Orang-orang sulit mengakui hal ini karena ego dan kekhawatiran terlihat lemah di mata orang lain. Padahal tim yang sehat terbentuk dari orang-orang yang saling mengutarakan keterbatasan mereka dan meminta bantuan dari yang lain sehingga problem yang ada bisa dicari solusinya bersama. Di sini dibahas juga kerjasama dalam kelompok-kelompok kecil dengan menggunakan prinsip Dave Cooper, menciptakan kerjasama dengan individu dengan metode Nyquist, dan yang paling menarik buat saya adalah sistem kerjasama melalui mesin kepercayaan Draper Kauffman. Penasaran apa saja itu penjelasannya, saya bocorin satu saja dan sisanya bisa dibaca sendiri di bukunya ya :).

Draper Kauffman lahir tahun 1911. Dia putra tunggal laksamana Angkatan Laut yang legendaris, James Kauffman. Tahun 1943 Draper Kauffman bergabung dengan Naval Reserve di AS. Ia kemudian dikirim ke Florida dengan tugas menyeleksi dan melatih prajurit penghancur bawah air yang akan menembus pertahanan Jerman di sepanjang pesisir Prancis dan Afrika Utara. Metode seleksi Kauffman terdiri dari Hell Week, yakni program satu minggu yang diisi dengan penderitaan, ketakutan, dan kebingungan luar biasa. Tujuan program ini adalah untuk membentuk kekuatan dan kerja tim. Mereka yang berhasil melewati Pekan Neraka kemudian mendapatkan pelatihan khusus selama 8-10 minggu untuk belajar dan mengasah keterampilan lebih lanjut yang akan berguna di medan perang. Kauffman memutuskan bahwa setiap aspek pelatihan harus berbasis tim. Tiap tim terdiri dari 6 orang. Masing-masing tim harus mandiri, mampu menyusuri atau melewati rintangan apapun tanpa bergantung pada komando pusat. Kauffman juga mengeliminasi perbedaan hierarki antara prajurit biasa dan tingkat tinggi. Dalam program ini, setiap orang ikut pelatihan, terlepas dari jabatannya apapun itu. Tentu saja termasuk Kauffman. Dan hasil dari program ini adalah tim yang lulus meraih kesuksesan dari awal, dari Omaha Beach hingga Pacific. Program pelatihan Kauffman digunakan sebagai pola yang kelak melahirkan tim SEAL.

Beberapa ide aksi terkait Berbagi Kerapuhan yang disebutkan di dalam buku, misalnya menyampaikan ekspektasi berulang kali, menyampaikan hal negatif secara empat mata, mendengarkan dengan baik, dalam percakapan tahanlah godaan untuk menambahkan pandangan, menerima ketidaknyamanan, sesekali pempimpin menghilang, dan gunakan praktik pencipta keterbukaan seperti AAR, BrainTrust, dan Red Team. Penasaran apa itu AAR, BrainTrust, dan Red Team? Ayo segera baca bukunya :D.

 

Bagian 3 Menetapkan Tujuan membahas cara membangun kesadaran semua orang pada visi misi perusahaan atau tim dan menjiwainya dengan segenap hati. Di sini akan ada cerita tentang kelompok Hooligans yang fanatik kepada klub sepakbola kecintaan mereka, studi enam belas tim bedah yang mempelajari teknik baru MICS (minimally invasive cardiac surgery) dalam operasi jantung, suksesnya restoran Meyer, dan masalah besar yang terjadi di Pixar.

 

Dari yang sudah saya share barusan terlihat jelas ya buku ini memang punya gaya storytelling dalam pemaparannya. Banyak kisah dan studi menarik terkait topik yang bisa kita simak. Tiap bagian utama pembahasan juga selalu ditutup dengan bab ide aksi yang memberikan detail inspirasi tindakan apa yang bisa kita lakukan secara nyata.

 

Ada halaman-halaman berlayout khusus yang berisi kutipan kalimat penting, contohnya di bawah ini.

Picture: halaman layout khusus kutipan

 

Buku ini sangat layak baca buat kita yang ingin mendapatkan insight tentang cara membangun tim. Tiga kata yang bisa saya simpulkan berkaitan dengan strategi kerja tim dari buku ini adalah, safety, share risk, dan purpose. The Culture Code menjawab kebutuhan kita yang saat ini berada di era kolaborasi.

Buku-buku Renebook tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya. Dapatkan diskon 20% untuk pembelian di shopee dan tokopedia official Rene Turos. Yuk kepoin buku dan penerbitnya, trus order segera.

 

 

Siapa Daniel Coyle

Daniel Coyle adalah penulis terbaik New York Times. Ia mendapatkan penghargaan William Hill Sports Book of The Year pada tahun 2012, bersama rekannya, Hamilton. Coyle merupakan editor di majalah Outside, ia pernah bekerja sebagai penasihat khusus untuk Cleveland Indians, Coyle tinggal di Cleveland, Ohio, selama tahun ajar, dan di Homer, Alaska, selama musim panas bersama istrinya, Jen, dan keempat anaknya.

Buku yang pernah ditulisnya: Hardball, Waking Samuel, Lance Armstrong's War, The Talent Code, The Secret Race (bersama Tyler Hamilton), The Little Book of Talent, dan The Culture Code.

Sumber: buku The Culture Code

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca non fiksi yang mencari buku bertopikkan cara membangun tim work yang solid dan sukses. Dengan gaya storytelling yang asyik disimak, semua teori yang dielaborasi mudah dipahami dan menyenangkan untuk diresapi. Tiap Bagian selalu ditutup dengan ide aksi terkait topik. Ada halaman berlayout khusus untuk kutipan kalimat penting. Buku ini juga dilengkapi Peta Buku yang memudahkan kita untuk memahami poin-poin penting buku, mulai dari penulis hingga poin-poin pembahasan. Insight buku relevan untuk diterapkan di masa kini.

 

Buku ini tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya

Dapatkan diskon 20% untuk pembelian di shopee dan tokopedia Official Rene Turos

 

 

-------------------------------------------------------------------------

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi adalah seorang pembaca buku sejak usia 5 tahun. Ia membaca buku-buku fiksi maupun non fiksi. Dipi host di dua program di nbsradio.id (radio di Bandung yang beraliansi resmi dengan VOA). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks. Dipi menulis di blognya dipidiff.com , dan tulisan-tulisan review bukunya menjadi entry di halaman pertama mesin pencari Google. Saat ini dipi adalah ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi bisa dijumpai juga di instagram @dipidiffofficial. Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan lembaga pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereview buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Universitas Negeri Semarang, LP3i, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, English Star Bandung, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Passionnya yang lain terkait dengan bidang pendidikan dan memanggang kue-kue. Dia mengembangkan bisnis kecilnya, bernama Dipidiff Official Store, sambil tetap sibuk menjadi ibu satu anak dan meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa muda di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. Dipidiff adalah Personal Brand-nya.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Twyford Code - Janice Ha…

20-11-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  The Sunday Times Bestseller   Judul : The Twyford Code Penulis : Janice Hallett Jenis Buku : Amateur Sleuths, Murder Thrillers, Suspense Thrillers Penerbit : Profile Books Tahun Terbit : July 2022 Jumlah Halaman : 400 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Suluh Rindu - Habiburrahman …

12-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Suluh Rindu Penulis : Habiburrahman El Shirazy Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2022 Jumlah Halaman :  594 halaman Dimensi Buku : 13.5 × 3 × 20.5 cm Harga...

Read more

Review Buku Dimensi Langit Manusia - Ast…

11-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Dimensi, juara favorit Kompetisi Menulis Kwikku Tahun 2020 Setelah direvisi, Dimensi diterbitkan MCL dengan judul Dimensi Langit Manusia   Judul : Dimensi Langit Manusia Penulis : Astrida Hara Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : MCL...

Read more

Review Buku Bino - Zaki Jaihutan

10-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Bino Penulis : Zaki Jaihutan Jenis Buku : Horor Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Juni 2021 Jumlah Halaman : 288 halaman Dimensi Buku : 13 x 19 cm Harga : Rp. 96.000*harga sewaktu-waktu dapat...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Mengapa Ringkasan Buku Itu Penting? Trib…

19-06-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...

Read more

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more