0

Review Buku Measure What Matters - John Doerr

Published: Sunday, 16 May 2021 Written by Dipidiff

 

No.1 New York Times Bestseller

#1 Bestseller in Strategy & Competition at Amazon. com

 

Judul : Measure What Matters

How Google, Bono, and the Gates Foundation Rock the World with OKRs

Penulis : John Doerr

Jenis Buku : Self Improvement

Penerbit : Penguin LCC US

Tahun Terbit : April 2018

Jumlah Halaman :  320 halaman

Dimensi Buku :  13.97 x 2.03 x 20.83 cm

Harga : Rp. 256.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780525538349

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Pemodal ventura legendaris John Doerr mengungkapkan bagaimana sistem penetapan tujuan Objectives and Key Results (OKRs) telah membantu raksasa teknologi dari Intel hingga Google mencapai pertumbuhan yang eksplosif — dan bagaimana hal itu dapat membantu organisasi apa pun untuk berkembang.

Pada musim gugur 1999, John Doerr bertemu dengan para pendiri start-up yang baru saja dia berikan $ 12,5 juta, investasi terbesar dalam karirnya. Larry Page dan Sergey Brin memiliki teknologi luar biasa, energi kewirausahaan, dan ambisi setinggi langit, tetapi tidak memiliki rencana bisnis yang nyata. Agar Google dapat mengubah dunia (atau bahkan untuk bertahan hidup), Page dan Brin harus belajar bagaimana membuat pilihan sulit berdasarkan prioritas sambil menjaga tim mereka tetap pada jalurnya. Mereka harus tahu kapan harus menghentikan proposisi yang kalah, untuk gagal dengan cepat. Dan mereka membutuhkan data yang relevan dan tepat waktu untuk melacak kemajuan mereka — untuk mengukur apa yang penting.

Doerr mengajari mereka tentang pendekatan yang terbukti untuk keunggulan operasi: Sasaran dan Hasil Utama. Dia pertama kali menemukan OKR pada tahun 1970-an sebagai insinyur di Intel, di mana Andy Grove yang legendaris ("manajer terhebat di zamannya atau era apa pun") mengendarai perusahaan terbaik yang pernah dijalankan Doerr. Belakangan, sebagai pemodal ventura, Doerr membagikan gagasan Grove kepada lebih dari lima puluh perusahaan. Di mana pun proses itu dipraktikkan dengan setia, strategi ini berhasil.

Dalam sistem penetapan tujuan ini, tujuan menentukan apa yang ingin kita capai; Hasil utamanya adalah bagaimana tujuan prioritas utama tersebut akan dicapai dengan tindakan spesifik dan terukur dalam kerangka waktu yang ditetapkan. Tujuan setiap orang, dari tingkat pemula hingga CEO, transparan ke seluruh organisasi.

Manfaatnya sangat besar. OKR memunculkan pekerjaan terpenting organisasi. Mereka memfokuskan upaya dan membina koordinasi. Mereka menjaga karyawan tetap pada jalurnya. Mereka menghubungkan tujuan lintas silo untuk menyatukan dan memperkuat seluruh perusahaan. Sepanjang jalan, OKR meningkatkan kepuasan di tempat kerja dan meningkatkan retensi.

Dalam Measure What Matters, Doerr berbagi berbagai studi kasus orang pertama, di belakang layar, dengan narator termasuk Bono dan Bill Gates, untuk menunjukkan fokus, kelincahan, dan pertumbuhan eksplosif yang telah dipacu OKR di banyak organisasi besar. Buku ini akan membantu generasi pemimpin baru menangkap keajaiban yang sama.

Sumber: amazon. com

 

Yuk kita intip daftar isinya:

Foreword Larry Page,

Alphabet CEO dan Google Cofounder

 

PART ONE: OKRs in Action

1. Google, Meet OKRs

How OKRs came to Google, and the superpowers they convey

2. The Father of OKRs

Andy Grove creates and inculcates a new way of structured goal setting

3. Operation Crush: An Intel Story

How OKRs won the microprocessor wars

4. Superpower #1: Focus and Commit to Priorities

OKRs help us choose what matters most

5. Focus: The Remind Story

Brett Kopt used OKRs to overcome attention deficit disorder

6. Commit: The Nuna Story

Jini Kim's personal commitment to transform health care.

7. Superpower#2: ALign and Connect for Teamwork

Public: transparent OKRs spark and strengthen collaboration

8. Align: The MyFitnessPal Story

Alignment via OKRs is more challenging - and rewarding - than Mike Lee anticipated

9. Connect: The Intuit Story

Atticus Tysen uses OKR transparency to fortify a software pioneer's open culture

10. Superpower #3: Track for Accountability

OKRs help us monitor progress and course-correct.

11. Track: The Gates Foundation Story

A $20 billion start-up wields OKRs to fight devastating diseases

12. Superpower #4: Stretch for Amazing

OKRs empower us to achieve the seemingly impossible

13. Stretch: The Google Chrome Story

CEO Sundar Pichai uses OKRs to build the world's leading web browser

14. Stretch: The Youtube Story

CEO Susan Wojcicki and an audacious billion-hour goal

 

PART TWO: The New World of Work

15. Continuous Performance Management: OKRs and CFRs

How conversations, feedback, and recognition help to achieve excellence

16. Ditching Annual Performance Reviews: The Adobe Story

Adobe affirms core values with conversations and feedback

17. Baking Better Every Day: The Zume Pizza Story

A robotics pioneer leverages OKRs for teamwork and leadershop and to create the perfect pizza

18. Culture

OKRs catalyze culture; CFRs nourish it

19. Culture Change: The Lumeris Story

Overcoming OKR resistance with a culture makeover

20. Culture Change: Bono's ONE Campaign Story

The world s greatest rock star deploys OKRs to save lives in Africa.

21. The Goals to Come

 

DEDICATION

RESOURCE 1: Google's OKR Playbook

RESOURCE 2: A Typical OKR Cycle

RESOURCE 3: All Talk: Performance Conversations

RESOURCE 4: In Sum

RESOURCE 5: For Further Reading

ACKNOWLEDGEMENT

NOTES

INDEX

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Datar banget ya disain covernya. Tapi please jangan menyerah begitu saja gara-gara cover ini, karena isinya sangat padat dan berisi. Ini buku wajib pegangan kita yang mau mengelola hidup baik personal maupun karir/bisnis supaya punya pencapaian. 

  

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Banyak orang yang bilang akan menaklukkan dunia atau meraih kesuksesan untuk kemudian tidak melakukan apa-apa setelahnya. Seperti halnya banyak perusahaan yang jatuh justru ketika sumber daya mereka bertambah besar dan keuntungan meningkat. Pasti ada sesuatu yang terjadi, dan pasti ada solusi. OKRs adalah kuncinya.

OKRs, short for Objective and Key Results. It is a collaborative goal-setting protocol for companies, teams, and individuals. Now, OKRs are not a silver bullet. They cannot substitute for sound judgment, strong leadership, or a creative workplace culture. But if those fundamentals are in place, OKRs can guide you to the mountaintop.

Page 7

 

Satu hal yang paling berkesan dari buku ini adalah statement sederhana yang saya temukan di halaman awal buku. Ideas are easy, Execution is everything. Ini terasa benar sekali dalam benak saya mengingat ide-ide saya rasanya cukup banyak, tapi ide tanpa eksekusi hanyalah berujung wacana. OKRs akan bisa membantu saya untuk mewujudkan ide-ide tersebut, mengeksekusinya hingga tidak hanya berakhir sebagai angan-angan.

...on that balmy day in Mountain View, i came with my present for Google, a sharp-edged tool for world-class execution. I'd first used it in the 1970s as an engineer at Intel, where Andy Grove, the greatest manager of his or any era, ran the best-run company I had ever seen. Since joining Kleiner Perkins, the Menlo Park VC firm, I had proselytized Grove's gospel far and wide, to fifty companies or more.

To be clear, I have the utmost reverence for entrepreneurs. I'm an inveterate techie who worships at the altar of innovation. but I'd also watched too many start-ups struggle with growth and scale and getting the right things done. So I'd come to a philosophy, my mantra:

Ideas are easy. Execution is everything.

Page 6

 

Banyak perusahaan yang sudah menggunakan OKRs saat ini, dilihat dari hitungan tahun terbit buku pun memang sudah beberapa tahun berselang (2018), tapi menurut saya OKRs masih relevan hingga sekarang. Aslinya OKRs adalah cara mengelola perusahaan yang diterapkan di tahun 80an, seumur Intel ketika baru mulai berdiri, yang lalu kemudian membesarkan perusahaan-perusahaan ternama seperti Google, Amazon, dan Intuit hingga menjadi seperti saat ini. Kabar baiknya adalah, OKRs bisa diterapkan juga untuk tim dan individu. 

OKRs are the scaffolding for Google's signature home runs, including seven products with a billion or more users a piece: Search, Chrome, Android, Maps, YouTube, Google Play, and Gmail. In 2008, a company-wide OKR rallied all hands around the Code Yellow battle against latency - Google's bete noire, the lag in retrieving data from the cloud. Bottom-up OKRs work hand in glove with "20 percent time", which frees grassroots engineers to dive into promising side projects.

...

Page 14

 

Nama John Doerr pasti sudah tidak asing pula di telinga. Doerr seorang investor Amerika dan pemodal ventura di Kleiner Perkins di Menlo Park, California. Ia menulis buku OKRs ini berdasarkan pengalamannya sendiri dalam penerapan OKRs di beberapa perusahaan dan pengusaha tersukses di dunia, termasuk Amazon, Google, Intuit, Netscape, dan Twitter.

Saya mendapati bahwa OKRs (Objective - Key Results) system adalah sebuah strategi dan alat dalam manajemen yang sangat berguna bahkan utama. Dengan OKRs sebuah perusahaan mega bisa memiliki tujuan yang sama, mewujudkan visi misi corporate, dan di aplikasi personal, OKRs bisa digunakan untuk merancang tujuan hidup, mencapai cita-cita, dan pengembangan diri yang terarah serta terukur.

Kabar gembira lainnya adalah OKRs bukan alat yang saklek, melainkan sangat fleksibel. Jika dalam penerapannya hasil evaluasi dinyatakan negatif, Key Results bisa disesuaikan dengan situasi yang sedang dihadapi, bahkan OKRsnya bisa dibatalkan dan diganti dengan OKRs yang lebih baik. Tentunya tidak sembarang membatalkan OKRs, harus ada penilaian dan evaluasi yang menyeluruh sebelumnya.

OKRs menurut pemaparan John Doerr bisa diterapkan down-top, bukan hanya top-down. Meskipun demikian benar bahwa kebijakan ini akan diputuskan oleh top management, dan seorang leader punya tanggungjawab besar untuk menjadi role model OKRs-nya.

 

Sebelum masuk ke isi buku, kita akan menemukan halaman prakata dari Larry Page, seorang ilmuwan komputer asal Amerika yang juga pengusaha internet.

FOREWORD

Larry Page

Aphabet CEO and Google Cofounder

I wish I had had this book nineteen years ago, when we founded Google. Or even before that, when I was only managing myself! As much as I hate process, good ideas with great execution are how you  make magic. And that's where OKRs come in.

John Doerr showed up one day in 1999 and delivered a lecture to us on objectives and key results, and how we should run the company based on his experience at Intel. We knew Intel was run well, and John's talk made a lot of intuitive sense, so we decided we'd give it a try. I think it's worked out pretty well for us.

OKRs are a simple process that helps drive varied organizations forward. We have adapted how we use it over the years. Take it as a blueprint and make it yours, based on what you want to see happen!

For leaders, OKRs give a lot of visibility into an organization. They also provide a productive way to push back. For example, you might ask: "Why can't users load a video on YouTube almost instantly? Isn't that more important than this other goal you're planning to do next quarter?"

Page xi

 

Disebut-sebut juga dalam prakata ini tentang Bill Champbell, seorang tokoh di Silicon Valley yang sangat dihormati dan disebut-sebut sebagai Coach-nya para tokoh ternama dari Apple hingga Google. Buku tentang Bill Champbell ini sudah pernah saya review sebelumnya, judulnya Trillion Dollar Coach, yang di dalam bukunya ada penjelasan tentang coaching ala Bill Champbell.

Baca juga "Review Buku Trillion Dollar Coach"

I'm glad to join in celebrating the memory of Bill Champbell, which John has done very nicely at the conclusion of the book. Bill was a fantastically warm human being who had the gift of almost always being right - especially about people. He was not afraid to tell anyone about how "full of shit" they were, and some how they would still like him even after that. ..

Page xii

 

Buku Measure What Matters dimulai dengan kisah Andy Grove yang merumuskan OKRs dari Intel, lalu John Doerr 'menyebarkannya' ke Google dan perusahaan lainnya. Perlahan bab demi bab menjelaskan apa itu OKRs, membeberkan langkah demi langkah aplikasinya, dan membahas kasus-kasus seputar OKRs di sejumlah perusahaan dan perseorangan. Dan di akhir ada Google OKRs Playbook, sebuah bonus chapter yang bukan hanya summary yang sangat membantu tapi sekaligus pedoman yang bisa membuat kita lebih memahami OKRs.

 

 

Jadi apakah yang menjadi The Four OKR "superpowers" sebenarnya. Pasti teman-teman bertanya-tanya seperti halnya saya. Silakan disimak di bawah ini ya.

Superpower #1 - Focus and Commit to Priorities

Superpower #2 - Align and Connect for Teamwork

Superpower #3 - Track for Accountability

Superpower #4 - Stretch for Amazing

 

Sederhananya OKRs adalah menentukan tujuan perusahaan (atau individu) lalu menyusun hasil utama dari proses yang kita lakukan dalam mencapai tujuan, si hasil utama ini harus terukur. Kompleksnya adalah, OKRs memerlukan komunikasi yang bagus antar level dan departemen, ada transparansi di semua turunan OKRs-nya, ada data yang memegang peranan penting, dan ada keharusan dan kesadaran dari tiap pihak untuk berusaha melebihi dari yang biasa (mencapai luar biasa). Dalam perjalanan ada budaya perusahaan yang mungkin harus dipikirkan ulang, ada gap komunikasi yang harus diisi, dan lain sebagainya. Tapi jika OKRs yang telah dirancang dengan baik dan seksama ini berhasil tercapai, it's all worth it.

For best results, OKRs are scrutinized several times per quarter by contributors and their managers. Progress is reported obstacles identified, key results refined. On top of these one-on-ones, teams and departments hold regular meetings to evaluate progress toward shared objectives. whenever a committed OKR is a failing, a rescue plan is devised. At Google, the frequency of team check-ins varies with the business needs of the moment, the gap between predicted outcomes and execution, the quality of intragroup communication, and the group's size and location(s). The more dispersed the team's members, the more frequently they touch base. Google's benchmark check-in cycle is monthly, at a minimum, though goal discussions there are so pervasive that formal meetings sometimes go by the boards.

Page 119

 

Ada gambar-gambar dan foto dokumentasi, jadi buat pembaca yang suka support visual, buku ini ga membosankan.

 

Isinya detail, praktikal dan aplikatif. Sangat cocok bukan hanya untuk kita yang berkarir di perusahaan, tapi juga wirausaha, dan perorangan. Penerapannya menurut saya bisa diaplikasikan ke berbagai bidang kehidupan, tentunya dengan model adaptasi yang tepat. Step by stepnya jelas, bahkan ada yang ditambah dengan bagan juga, seperti turunan Key Results di bawah ini.

 

Kadang terselip kolom khusus yang membahas spesifik topik, seperti kolom Dr. Grove's Basic OKR Hygiene di bawah ini

 

 

Di bagian akhir buku ada bab khusus RESOURCE 1 yang berisi Google's OKR Playbook yang isinya semacam ringkasan OKRs

We use OKRs to plan what people are going to produce, track their progress vs. plan, and coordinate priorities and milestones between people and teams. We also use OKRs to help  people stay focused on the most important goals, and help them avoid being distracted by urgent but less important goals.

OKRs are big, not incremental - we don't expect to hit all of them. (If we do, we're not setting them aggressively enough). We grade them with a color scale to measure how well we did.

0.0 - 0.3 is red

0.4 - 0.6 is yellow

0.7 - 1.0 is green

Writing Effective OKRs

Poorly done/managed OKRs are a waste of time, an empty management gesture. Well done OKRs are a motivational management tool that helps make it clear to teams what's important, what to optimize, and what trade offs to make during their day-to-day work.

Writing good OKRs isn't easy, but it's not impossible, either. Pay attention to the following simple rules:

Objectives are the "Whats." They:

- express goals and intents;

- are aggressive yet realistic;

- must be tangible, objective, and unambiguous; should be obvious to a rational observer whether an objective has been achieved.

....

Page 256

 

Lalu ada bab RESOURCE 2 A Typical OKR Cycle

 

 

dan bab RESOURCE 3

All Talk:

Performance Conversations

Continuous performance management is a two-part, interwoven process. The first part consists of setting OKRs; the second entails regular and ongoing conversations, tailored to your needs.

Goal Planning and Reflection

To help facilitate this conversation, a manager might ask a contributor the following:

- What OKRs do you plan to focus on the drive the greatest value for your role, your team,and

/or the company?

- which of these OKRs aligns to key initiatives in the organization?

...

Page 269

 

Kehadiran bab-bab khusus ini melengkapi semua pembahasan yang sudah disampaikan di chapter-chapter sebelumnya, membuat how to nya menjadi lebih jelas dan applicable. 

 

Siapa John Doerr

John Doerr (lahir 29 Juni 1951) adalah investor dan pemodal ventura Amerika di Kleiner Perkins di Menlo Park, California. Pada bulan Februari 2009, Doerr ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Pemulihan Ekonomi Presiden untuk memberikan saran dan nasihat kepada Presiden serta pemerintahannya dalam upaya untuk memperbaiki kemerosotan ekonomi Amerika. Pada 2017, terkait dengan Forbes, ia dinobatkan sebagai Orang Terkaya ke-40 dalam Teknologi. Pada Juli 2017, Forbes menempatkan Doerr sebagai orang terkaya ke-105 di Amerika Serikat dan orang terkaya ke-303 di dunia, dengan kekayaan bersih sebesar US $ 7,5 miliar per 16 Februari 2018. Doerr adalah penulis Measure What Matters, sebuah buku tentang penetapan tujuan. Untuk tahun 2019, kekayaan bersihnya meningkat hingga $ 7,7 miliar, menjadi yang ke-215 dalam daftar Billionaires 2019 dan ke-56 dalam Daftar Midas: Investor Teknologi Teratas 2019.

Doerr lahir di St. Louis, Missouri. Doerr lulus dari Chaminade College Preparatory School di St. Louis. Doerr memperoleh B.S. dan M.E.E. gelar di bidang teknik elektro dari Rice University dan MBA dari Harvard Business School pada tahun 1976.

Doerr bergabung dengan Intel Corporation pada tahun 1974 tepat ketika firma tersebut mengembangkan mikroprosesor 8080 8-bit. Dia akhirnya menjadi salah satu tenaga penjualan Intel yang paling sukses. Dia juga memegang beberapa paten untuk perangkat memori. Pada 1980, Doerr ditawari pekerjaan dengan Kleiner Perkins. Ia bergabung dengan Kleiner Perkins tahun itu, dan sejak itu telah mengarahkan distribusi pendanaan modal ventura ke beberapa perusahaan teknologi paling sukses di dunia termasuk Compaq, Netscape, Symantec, Sun Microsystems, drugstore.com, Amazon.com, Intuit, Macromedia, dan Google.

Doerr telah mendukung beberapa pengusaha paling sukses di dunia, termasuk Larry Page, Sergey Brin, dan Eric Schmidt dari Google; Jeff Bezos dari Amazon.com; dan Scott Cook dan William Campbell dari Intuit.

Doerr ikut mendirikan dan melayani sebagai dewan New Schools Venture Fund, sebuah reformasi pendidikan dan piagam dana sekolah umum, dan TechNet, jaringan kebijakan CEO teknologi tinggi yang menganjurkan reformasi pendidikan dan litigasi, serta kebijakan untuk ekonomi inovasi. Doerr ikut memimpin California's Proposition 39 yang menurunkan ambang batas untuk ikatan sekolah yang disetujui, dan Proposition 71 yang menciptakan $ 3 miliar dalam pendanaan untuk penelitian California dalam terapi sel induk. Ia menjadi anggota dewan kampanye ONE Bono untuk memerangi kemiskinan global, khususnya penyakit di Afrika. Keberhasilannya dalam modal ventura telah menarik perhatian nasional; ia telah terdaftar dalam "Daftar Midas" eksklusif majalah Forbes dan secara luas dianggap sebagai salah satu pemodal ventura teknologi teratas di dunia. 

Doerr menganjurkan inovasi dalam teknologi energi bersih untuk memerangi perubahan iklim, dan telah menulis serta bersaksi tentang topik tersebut. Dalam konferensi TED 2007, dia mengutip ucapan putrinya, "generasi Anda menciptakan masalah ini, sebaiknya Anda memperbaikinya", sebagai seruan untuk memerangi pemanasan global.

Pada tahun 2008 ia mengumumkan bersama Steve Jobs the Kleiner Perkins $ 100 juta iFund, menyatakan iPhone "lebih penting daripada komputer pribadi" karena "ia tahu siapa Anda" dan "di mana Anda berada." Pada bulan April 2010, ia bersama dengan anggota iFund lainnya mengumumkan peningkatan nilai iFund sebesar $ 100 juta lagi, menjadikan iFund kumpulan investasi terbesar di dunia dalam industri aplikasi telepon seluler.

Dia saat ini menjabat di dewan direksi Google, Amyris Biotech, Tradesy dan Zynga. Doerr memimpin investasi Kleiner Perkins sebesar $ 150 juta di Twitter pada tahun 2012.

Pada tahun 2013 ia berinvestasi di DreamBox yang telah diakuisisi oleh Charter School Growth Fund. Dia juga mendanai investasi awal di Bloom Energy Inc. Doerr adalah pendukung utama perusahaan pendidikan, Remind.

Doerr membimbing Ellen Pao ketika dia pertama kali bergabung dengan Kleiner Perkins. Sebelum berubah pikiran pada tahun 2012, ia dikenal karena menantang orang-orang yang memberikan ulasan kinerja negatifnya.

Doerr menjabat sebagai dewan direksi Obama Foundation dan ONE.org. Pada bulan Februari 2009, Doerr ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Pemulihan Ekonomi AS oleh Presiden Barack Obama untuk memberikan saran dan nasihat kepada Presiden dan pemerintahannya dalam memperbaiki kemerosotan ekonomi Amerika. 

 

Doerr menikah dengan Ann Howland Doerr. Mereka tinggal di Woodside, California, bersama anak-anak mereka.

Pada bulan Agustus 2010, mereka menandatangani Giving Pledge, sebuah kampanye yang dibuat oleh Bill & Melinda Gates Foundation dan Warren Buffett untuk meminta individu-individu dengan kekayaan sangat tinggi untuk menyumbangkan kekayaan mereka untuk tujuan amal dalam hidup mereka. 

 

Pada tahun 1997, Doerr dinobatkan sebagai Distinguished Alumnus of Rice University atas prestasinya dalam bisnis. 

Pada tahun 2009, Doerr dinobatkan sebagai Anggota Akademi Seni & Sains Amerika. 

Pada 2010, Doerr dilantik menjadi California Hall of Fame.

Pada tahun 2019, Doerr menerima Golden Plate Award dari American Academy of Achievement.  

 

Pada bulan April 2013, kelompok lobi bernama FWD.us (bertujuan untuk melobi reformasi imigrasi dan peningkatan pendidikan) diluncurkan, dengan John Doerr terdaftar sebagai salah satu pendirinya. Doerr adalah seorang pendukung Partai Demokrat dan telah menjadi tuan rumah penggalangan dana untuk mereka dalam beberapa kesempatan.

Sumber: wikipedia

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada semua orang yang mencari buku self improvement yang secara strategi bisa membantu mengeksekusi ide dengan terukur dan terarah.

 

Jika Anda suka dan merasa mendapatkan manfaat dari konten di blog Dipidiff.com, sekarang Anda bisa mendukung pengembangan blog ini dengan mendonasikan uang mulai dari seribu rupiah atau mempertimbangkan untuk mendukung rutin per bulannya. Terimakasih.

Donasi dapat ditransfer ke:

BCA 740 509 5645

 

-------------------------------------------------------------------------


 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi adalah seorang ibu yang gemar memanggang kue-kue, berkebun, dan rutin berolahraga. Gaya hidup sehat dan bervibrasi positif adalah dua hal yang selalu ia upayakan dalam keseharian. Sambil mengasuh putra satu-satunya, ia juga berupaya tetap produktif dan berkembang secara kognitif, sosial, mental dan spiritual.

Sebagai Certified BNSP Public Speaker dan Trainerserta certified coach, Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan Lembaga Pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereviu buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Kementrian Keuangan, Universitas Negeri Semarang, LP3i, STON, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, BREED, Woman Urban Book Club, Lions Clubs, Bandung Independent School, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan lain-lain. Dipi juga pemateri rutin di platform edukasi www.cakap.com . Dipi meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa muda di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. 

Berstatus bookblogger, reviu-reviw buku yang ia tulis selalu menempati entry teratas di halaman pertama mesin pencari Google, menyajikan ulasan terbaik untuk ribuan pembaca setia. Saat ini Dipi adalah brand ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi juga menjadi Official Reviewer untuk Republika Penerbit dan berpartner resmi dengan MCL Publisher. Kolaborasi buku-bukunya, antara lain dengan One Peach Media, Hanum Salsabiela Rais Management, KPG, Penerbit Pop, Penerbit Renebook, dan Penerbit Serambi. Reviu buku Dipi bisa dijumpai di www.dipidiff.com maupun Instagram @dipidiffofficial. Dipi host di program buku di NBS Radio. Dulu sempat menikmati masa dimana menulis drop script acara Indonesia Kemarin di B Radio bersama penyiar kondang Sofia Rubianto (Nata Nadia). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks.

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation

Contact Dipidiff at DM Instagram @dipidiffofficial

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Quiet Tenant - Clémence …

23-08-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  National Best Seller One of The Most Anticipated Novels of 2023 GMA Buzz Pick A LibraryReads #1 Pick One of The Washington Post’s Notable Summer Books 2023One of Vogue’s Best Books of 2023One of Goodreads’s Most Anticipated Books...

Read more

Review Buku The Only One Left - Riley Sa…

23-07-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

    Editor's Pick Best Mystery, Thriller & Suspense The Instant New York Times Bestseller Named a summer book to watch by The Washington Post, Boston Globe, USA Today, Oprah, Paste, Country Living, Good Housekeeping, and Nerd Daily Judul...

Read more

Review Buku Helium Mengelilingi Kita - Q…

14-06-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Helium Mengelilingi Kita Penulis : Qomichi Jenis Buku : Sastra Fiksi, Coming of Age Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Maret 2023 Jumlah Halaman :  246 halaman Dimensi Buku : 14 x 20,5...

Read more

Review Buku The Book You Wish Your Paren…

29-04-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

The Sunday Times No. 1 Bestseller, lebih dari 1,3 juta eksemplar terjual di seluruh dunia.   Judul : The Book You Wish Your Parents Had Read (Orang Tuamu Wajib Membaca Buku Ini, dan...

Read more

TERBARU - REVIEW CAFE & RESTORAN

Starbucks Jatinangor (a Story)

25-09-2023 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Teman-teman sering menghabiskan waktu di Starbucks? Saya tidak. Alasan utama saya tidak sering ke Starbucks karena cafe kopi yang satu ini memang tidak ada di wilayah sekitar rumah saya. Tapi sekarang...

Read more

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Marka Cafe + Kitchen (a Review)

16-10-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Untuk mereka yang biasa ngafe atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi pasti sudah kenal kafe yang satu ini. Saya juga tahu Marka cafe karena diajak partner saya ngobrol-ngobrol tukar pikiran...

Read more

Cafe Nanny's Pavillon (a Review)

27-07-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  "Do what you love, love what you do". Saya masih ingat sekali menggunakan kutipan itu untuk caption instagram saya waktu posting foto Nanny's Pavillon. Tapi benar ya, rasanya hari itu...

Read more

The Warung Kopi by Morning Glory (a Stor…

28-03-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Setengah ga nyangka dan setengah takjub juga begitu nemu kafe asyik kayak begini di wilayah Bandung Timur. Maklum sudah keburu kerekam di memori otak kalau kafe-kafe cozy adanya cuma di...

Read more

TERBARU - PERSONAL GROWTH & DEVELOPMENT

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Cara Membuat Perpustakaan Pribadi di Rum…

25-09-2020 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Perpustakaan sendiri punya kenangan yang mendalam di benak saya. Saya yakin teman-teman juga punya memori tersendiri ya tentang library. Baca juga "Arti Perpustakaan Bagi Para Pecinta Buku" Baca juga "Perpustakaan Luar...

Read more

The Five Things Your Website Should Incl…

17-08-2019 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Website dan blog adalah portal wajib perusahaan masa kini. Penyebabnya tentu saja adalah kemajuan teknologi seperti internet dan gadget. Jaman sekarang memiliki bisnis tak harus memiliki bangunan fisik, cukup dengan...

Read more