0

Review Buku Measure What Matters - John Doerr

Published: Sunday, 16 May 2021 Written by Dipidiff

 

No.1 New York Times Bestseller

#1 Bestseller in Strategy & Competition at Amazon. com

 

Judul : Measure What Matters

How Google, Bono, and the Gates Foundation Rock the World with OKRs

Penulis : John Doerr

Jenis Buku : Self Improvement

Penerbit : Penguin LCC US

Tahun Terbit : April 2018

Jumlah Halaman :  320 halaman

Dimensi Buku :  13.97 x 2.03 x 20.83 cm

Harga : Rp. 256.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 9780525538349

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Pemodal ventura legendaris John Doerr mengungkapkan bagaimana sistem penetapan tujuan Objectives and Key Results (OKRs) telah membantu raksasa teknologi dari Intel hingga Google mencapai pertumbuhan yang eksplosif — dan bagaimana hal itu dapat membantu organisasi apa pun untuk berkembang.

Pada musim gugur 1999, John Doerr bertemu dengan para pendiri start-up yang baru saja dia berikan $ 12,5 juta, investasi terbesar dalam karirnya. Larry Page dan Sergey Brin memiliki teknologi luar biasa, energi kewirausahaan, dan ambisi setinggi langit, tetapi tidak memiliki rencana bisnis yang nyata. Agar Google dapat mengubah dunia (atau bahkan untuk bertahan hidup), Page dan Brin harus belajar bagaimana membuat pilihan sulit berdasarkan prioritas sambil menjaga tim mereka tetap pada jalurnya. Mereka harus tahu kapan harus menghentikan proposisi yang kalah, untuk gagal dengan cepat. Dan mereka membutuhkan data yang relevan dan tepat waktu untuk melacak kemajuan mereka — untuk mengukur apa yang penting.

Doerr mengajari mereka tentang pendekatan yang terbukti untuk keunggulan operasi: Sasaran dan Hasil Utama. Dia pertama kali menemukan OKR pada tahun 1970-an sebagai insinyur di Intel, di mana Andy Grove yang legendaris ("manajer terhebat di zamannya atau era apa pun") mengendarai perusahaan terbaik yang pernah dijalankan Doerr. Belakangan, sebagai pemodal ventura, Doerr membagikan gagasan Grove kepada lebih dari lima puluh perusahaan. Di mana pun proses itu dipraktikkan dengan setia, strategi ini berhasil.

Dalam sistem penetapan tujuan ini, tujuan menentukan apa yang ingin kita capai; Hasil utamanya adalah bagaimana tujuan prioritas utama tersebut akan dicapai dengan tindakan spesifik dan terukur dalam kerangka waktu yang ditetapkan. Tujuan setiap orang, dari tingkat pemula hingga CEO, transparan ke seluruh organisasi.

Manfaatnya sangat besar. OKR memunculkan pekerjaan terpenting organisasi. Mereka memfokuskan upaya dan membina koordinasi. Mereka menjaga karyawan tetap pada jalurnya. Mereka menghubungkan tujuan lintas silo untuk menyatukan dan memperkuat seluruh perusahaan. Sepanjang jalan, OKR meningkatkan kepuasan di tempat kerja dan meningkatkan retensi.

Dalam Measure What Matters, Doerr berbagi berbagai studi kasus orang pertama, di belakang layar, dengan narator termasuk Bono dan Bill Gates, untuk menunjukkan fokus, kelincahan, dan pertumbuhan eksplosif yang telah dipacu OKR di banyak organisasi besar. Buku ini akan membantu generasi pemimpin baru menangkap keajaiban yang sama.

Sumber: amazon. com

 

Yuk kita intip daftar isinya:

Foreword Larry Page,

Alphabet CEO dan Google Cofounder

 

PART ONE: OKRs in Action

1. Google, Meet OKRs

How OKRs came to Google, and the superpowers they convey

2. The Father of OKRs

Andy Grove creates and inculcates a new way of structured goal setting

3. Operation Crush: An Intel Story

How OKRs won the microprocessor wars

4. Superpower #1: Focus and Commit to Priorities

OKRs help us choose what matters most

5. Focus: The Remind Story

Brett Kopt used OKRs to overcome attention deficit disorder

6. Commit: The Nuna Story

Jini Kim's personal commitment to transform health care.

7. Superpower#2: ALign and Connect for Teamwork

Public: transparent OKRs spark and strengthen collaboration

8. Align: The MyFitnessPal Story

Alignment via OKRs is more challenging - and rewarding - than Mike Lee anticipated

9. Connect: The Intuit Story

Atticus Tysen uses OKR transparency to fortify a software pioneer's open culture

10. Superpower #3: Track for Accountability

OKRs help us monitor progress and course-correct.

11. Track: The Gates Foundation Story

A $20 billion start-up wields OKRs to fight devastating diseases

12. Superpower #4: Stretch for Amazing

OKRs empower us to achieve the seemingly impossible

13. Stretch: The Google Chrome Story

CEO Sundar Pichai uses OKRs to build the world's leading web browser

14. Stretch: The Youtube Story

CEO Susan Wojcicki and an audacious billion-hour goal

 

PART TWO: The New World of Work

15. Continuous Performance Management: OKRs and CFRs

How conversations, feedback, and recognition help to achieve excellence

16. Ditching Annual Performance Reviews: The Adobe Story

Adobe affirms core values with conversations and feedback

17. Baking Better Every Day: The Zume Pizza Story

A robotics pioneer leverages OKRs for teamwork and leadershop and to create the perfect pizza

18. Culture

OKRs catalyze culture; CFRs nourish it

19. Culture Change: The Lumeris Story

Overcoming OKR resistance with a culture makeover

20. Culture Change: Bono's ONE Campaign Story

The world s greatest rock star deploys OKRs to save lives in Africa.

21. The Goals to Come

 

DEDICATION

RESOURCE 1: Google's OKR Playbook

RESOURCE 2: A Typical OKR Cycle

RESOURCE 3: All Talk: Performance Conversations

RESOURCE 4: In Sum

RESOURCE 5: For Further Reading

ACKNOWLEDGEMENT

NOTES

INDEX

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Datar banget ya disain covernya. Tapi please jangan menyerah begitu saja gara-gara cover ini, karena isinya sangat padat dan berisi. Ini buku wajib pegangan kita yang mau mengelola hidup baik personal maupun karir/bisnis supaya punya pencapaian. 

  

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Banyak orang yang bilang akan menaklukkan dunia atau meraih kesuksesan untuk kemudian tidak melakukan apa-apa setelahnya. Seperti halnya banyak perusahaan yang jatuh justru ketika sumber daya mereka bertambah besar dan keuntungan meningkat. Pasti ada sesuatu yang terjadi, dan pasti ada solusi. OKRs adalah kuncinya.

OKRs, short for Objective and Key Results. It is a collaborative goal-setting protocol for companies, teams, and individuals. Now, OKRs are not a silver bullet. They cannot substitute for sound judgment, strong leadership, or a creative workplace culture. But if those fundamentals are in place, OKRs can guide you to the mountaintop.

Page 7

 

Satu hal yang paling berkesan dari buku ini adalah statement sederhana yang saya temukan di halaman awal buku. Ideas are easy, Execution is everything. Ini terasa benar sekali dalam benak saya mengingat ide-ide saya rasanya cukup banyak, tapi ide tanpa eksekusi hanyalah berujung wacana. OKRs akan bisa membantu saya untuk mewujudkan ide-ide tersebut, mengeksekusinya hingga tidak hanya berakhir sebagai angan-angan.

...on that balmy day in Mountain View, i came with my present for Google, a sharp-edged tool for world-class execution. I'd first used it in the 1970s as an engineer at Intel, where Andy Grove, the greatest manager of his or any era, ran the best-run company I had ever seen. Since joining Kleiner Perkins, the Menlo Park VC firm, I had proselytized Grove's gospel far and wide, to fifty companies or more.

To be clear, I have the utmost reverence for entrepreneurs. I'm an inveterate techie who worships at the altar of innovation. but I'd also watched too many start-ups struggle with growth and scale and getting the right things done. So I'd come to a philosophy, my mantra:

Ideas are easy. Execution is everything.

Page 6

 

Banyak perusahaan yang sudah menggunakan OKRs saat ini, dilihat dari hitungan tahun terbit buku pun memang sudah beberapa tahun berselang (2018), tapi menurut saya OKRs masih relevan hingga sekarang. Aslinya OKRs adalah cara mengelola perusahaan yang diterapkan di tahun 80an, seumur Intel ketika baru mulai berdiri, yang lalu kemudian membesarkan perusahaan-perusahaan ternama seperti Google, Amazon, dan Intuit hingga menjadi seperti saat ini. Kabar baiknya adalah, OKRs bisa diterapkan juga untuk tim dan individu. 

OKRs are the scaffolding for Google's signature home runs, including seven products with a billion or more users a piece: Search, Chrome, Android, Maps, YouTube, Google Play, and Gmail. In 2008, a company-wide OKR rallied all hands around the Code Yellow battle against latency - Google's bete noire, the lag in retrieving data from the cloud. Bottom-up OKRs work hand in glove with "20 percent time", which frees grassroots engineers to dive into promising side projects.

...

Page 14

 

Nama John Doerr pasti sudah tidak asing pula di telinga. Doerr seorang investor Amerika dan pemodal ventura di Kleiner Perkins di Menlo Park, California. Ia menulis buku OKRs ini berdasarkan pengalamannya sendiri dalam penerapan OKRs di beberapa perusahaan dan pengusaha tersukses di dunia, termasuk Amazon, Google, Intuit, Netscape, dan Twitter.

Saya mendapati bahwa OKRs (Objective - Key Results) system adalah sebuah strategi dan alat dalam manajemen yang sangat berguna bahkan utama. Dengan OKRs sebuah perusahaan mega bisa memiliki tujuan yang sama, mewujudkan visi misi corporate, dan di aplikasi personal, OKRs bisa digunakan untuk merancang tujuan hidup, mencapai cita-cita, dan pengembangan diri yang terarah serta terukur.

Kabar gembira lainnya adalah OKRs bukan alat yang saklek, melainkan sangat fleksibel. Jika dalam penerapannya hasil evaluasi dinyatakan negatif, Key Results bisa disesuaikan dengan situasi yang sedang dihadapi, bahkan OKRsnya bisa dibatalkan dan diganti dengan OKRs yang lebih baik. Tentunya tidak sembarang membatalkan OKRs, harus ada penilaian dan evaluasi yang menyeluruh sebelumnya.

OKRs menurut pemaparan John Doerr bisa diterapkan down-top, bukan hanya top-down. Meskipun demikian benar bahwa kebijakan ini akan diputuskan oleh top management, dan seorang leader punya tanggungjawab besar untuk menjadi role model OKRs-nya.

 

Sebelum masuk ke isi buku, kita akan menemukan halaman prakata dari Larry Page, seorang ilmuwan komputer asal Amerika yang juga pengusaha internet.

FOREWORD

Larry Page

Aphabet CEO and Google Cofounder

I wish I had had this book nineteen years ago, when we founded Google. Or even before that, when I was only managing myself! As much as I hate process, good ideas with great execution are how you  make magic. And that's where OKRs come in.

John Doerr showed up one day in 1999 and delivered a lecture to us on objectives and key results, and how we should run the company based on his experience at Intel. We knew Intel was run well, and John's talk made a lot of intuitive sense, so we decided we'd give it a try. I think it's worked out pretty well for us.

OKRs are a simple process that helps drive varied organizations forward. We have adapted how we use it over the years. Take it as a blueprint and make it yours, based on what you want to see happen!

For leaders, OKRs give a lot of visibility into an organization. They also provide a productive way to push back. For example, you might ask: "Why can't users load a video on YouTube almost instantly? Isn't that more important than this other goal you're planning to do next quarter?"

Page xi

 

Disebut-sebut juga dalam prakata ini tentang Bill Champbell, seorang tokoh di Silicon Valley yang sangat dihormati dan disebut-sebut sebagai Coach-nya para tokoh ternama dari Apple hingga Google. Buku tentang Bill Champbell ini sudah pernah saya review sebelumnya, judulnya Trillion Dollar Coach, yang di dalam bukunya ada penjelasan tentang coaching ala Bill Champbell.

Baca juga "Review Buku Trillion Dollar Coach"

I'm glad to join in celebrating the memory of Bill Champbell, which John has done very nicely at the conclusion of the book. Bill was a fantastically warm human being who had the gift of almost always being right - especially about people. He was not afraid to tell anyone about how "full of shit" they were, and some how they would still like him even after that. ..

Page xii

 

Buku Measure What Matters dimulai dengan kisah Andy Grove yang merumuskan OKRs dari Intel, lalu John Doerr 'menyebarkannya' ke Google dan perusahaan lainnya. Perlahan bab demi bab menjelaskan apa itu OKRs, membeberkan langkah demi langkah aplikasinya, dan membahas kasus-kasus seputar OKRs di sejumlah perusahaan dan perseorangan. Dan di akhir ada Google OKRs Playbook, sebuah bonus chapter yang bukan hanya summary yang sangat membantu tapi sekaligus pedoman yang bisa membuat kita lebih memahami OKRs.

 

 

Jadi apakah yang menjadi The Four OKR "superpowers" sebenarnya. Pasti teman-teman bertanya-tanya seperti halnya saya. Silakan disimak di bawah ini ya.

Superpower #1 - Focus and Commit to Priorities

Superpower #2 - Align and Connect for Teamwork

Superpower #3 - Track for Accountability

Superpower #4 - Stretch for Amazing

 

Sederhananya OKRs adalah menentukan tujuan perusahaan (atau individu) lalu menyusun hasil utama dari proses yang kita lakukan dalam mencapai tujuan, si hasil utama ini harus terukur. Kompleksnya adalah, OKRs memerlukan komunikasi yang bagus antar level dan departemen, ada transparansi di semua turunan OKRs-nya, ada data yang memegang peranan penting, dan ada keharusan dan kesadaran dari tiap pihak untuk berusaha melebihi dari yang biasa (mencapai luar biasa). Dalam perjalanan ada budaya perusahaan yang mungkin harus dipikirkan ulang, ada gap komunikasi yang harus diisi, dan lain sebagainya. Tapi jika OKRs yang telah dirancang dengan baik dan seksama ini berhasil tercapai, it's all worth it.

For best results, OKRs are scrutinized several times per quarter by contributors and their managers. Progress is reported obstacles identified, key results refined. On top of these one-on-ones, teams and departments hold regular meetings to evaluate progress toward shared objectives. whenever a committed OKR is a failing, a rescue plan is devised. At Google, the frequency of team check-ins varies with the business needs of the moment, the gap between predicted outcomes and execution, the quality of intragroup communication, and the group's size and location(s). The more dispersed the team's members, the more frequently they touch base. Google's benchmark check-in cycle is monthly, at a minimum, though goal discussions there are so pervasive that formal meetings sometimes go by the boards.

Page 119

 

Ada gambar-gambar dan foto dokumentasi, jadi buat pembaca yang suka support visual, buku ini ga membosankan.

 

Isinya detail, praktikal dan aplikatif. Sangat cocok bukan hanya untuk kita yang berkarir di perusahaan, tapi juga wirausaha, dan perorangan. Penerapannya menurut saya bisa diaplikasikan ke berbagai bidang kehidupan, tentunya dengan model adaptasi yang tepat. Step by stepnya jelas, bahkan ada yang ditambah dengan bagan juga, seperti turunan Key Results di bawah ini.

 

Kadang terselip kolom khusus yang membahas spesifik topik, seperti kolom Dr. Grove's Basic OKR Hygiene di bawah ini

 

 

Di bagian akhir buku ada bab khusus RESOURCE 1 yang berisi Google's OKR Playbook yang isinya semacam ringkasan OKRs

We use OKRs to plan what people are going to produce, track their progress vs. plan, and coordinate priorities and milestones between people and teams. We also use OKRs to help  people stay focused on the most important goals, and help them avoid being distracted by urgent but less important goals.

OKRs are big, not incremental - we don't expect to hit all of them. (If we do, we're not setting them aggressively enough). We grade them with a color scale to measure how well we did.

0.0 - 0.3 is red

0.4 - 0.6 is yellow

0.7 - 1.0 is green

Writing Effective OKRs

Poorly done/managed OKRs are a waste of time, an empty management gesture. Well done OKRs are a motivational management tool that helps make it clear to teams what's important, what to optimize, and what trade offs to make during their day-to-day work.

Writing good OKRs isn't easy, but it's not impossible, either. Pay attention to the following simple rules:

Objectives are the "Whats." They:

- express goals and intents;

- are aggressive yet realistic;

- must be tangible, objective, and unambiguous; should be obvious to a rational observer whether an objective has been achieved.

....

Page 256

 

Lalu ada bab RESOURCE 2 A Typical OKR Cycle

 

 

dan bab RESOURCE 3

All Talk:

Performance Conversations

Continuous performance management is a two-part, interwoven process. The first part consists of setting OKRs; the second entails regular and ongoing conversations, tailored to your needs.

Goal Planning and Reflection

To help facilitate this conversation, a manager might ask a contributor the following:

- What OKRs do you plan to focus on the drive the greatest value for your role, your team,and

/or the company?

- which of these OKRs aligns to key initiatives in the organization?

...

Page 269

 

Kehadiran bab-bab khusus ini melengkapi semua pembahasan yang sudah disampaikan di chapter-chapter sebelumnya, membuat how to nya menjadi lebih jelas dan applicable. 

 

Siapa John Doerr

John Doerr (lahir 29 Juni 1951) adalah investor dan pemodal ventura Amerika di Kleiner Perkins di Menlo Park, California. Pada bulan Februari 2009, Doerr ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Pemulihan Ekonomi Presiden untuk memberikan saran dan nasihat kepada Presiden serta pemerintahannya dalam upaya untuk memperbaiki kemerosotan ekonomi Amerika. Pada 2017, terkait dengan Forbes, ia dinobatkan sebagai Orang Terkaya ke-40 dalam Teknologi. Pada Juli 2017, Forbes menempatkan Doerr sebagai orang terkaya ke-105 di Amerika Serikat dan orang terkaya ke-303 di dunia, dengan kekayaan bersih sebesar US $ 7,5 miliar per 16 Februari 2018. Doerr adalah penulis Measure What Matters, sebuah buku tentang penetapan tujuan. Untuk tahun 2019, kekayaan bersihnya meningkat hingga $ 7,7 miliar, menjadi yang ke-215 dalam daftar Billionaires 2019 dan ke-56 dalam Daftar Midas: Investor Teknologi Teratas 2019.

Doerr lahir di St. Louis, Missouri. Doerr lulus dari Chaminade College Preparatory School di St. Louis. Doerr memperoleh B.S. dan M.E.E. gelar di bidang teknik elektro dari Rice University dan MBA dari Harvard Business School pada tahun 1976.

Doerr bergabung dengan Intel Corporation pada tahun 1974 tepat ketika firma tersebut mengembangkan mikroprosesor 8080 8-bit. Dia akhirnya menjadi salah satu tenaga penjualan Intel yang paling sukses. Dia juga memegang beberapa paten untuk perangkat memori. Pada 1980, Doerr ditawari pekerjaan dengan Kleiner Perkins. Ia bergabung dengan Kleiner Perkins tahun itu, dan sejak itu telah mengarahkan distribusi pendanaan modal ventura ke beberapa perusahaan teknologi paling sukses di dunia termasuk Compaq, Netscape, Symantec, Sun Microsystems, drugstore.com, Amazon.com, Intuit, Macromedia, dan Google.

Doerr telah mendukung beberapa pengusaha paling sukses di dunia, termasuk Larry Page, Sergey Brin, dan Eric Schmidt dari Google; Jeff Bezos dari Amazon.com; dan Scott Cook dan William Campbell dari Intuit.

Doerr ikut mendirikan dan melayani sebagai dewan New Schools Venture Fund, sebuah reformasi pendidikan dan piagam dana sekolah umum, dan TechNet, jaringan kebijakan CEO teknologi tinggi yang menganjurkan reformasi pendidikan dan litigasi, serta kebijakan untuk ekonomi inovasi. Doerr ikut memimpin California's Proposition 39 yang menurunkan ambang batas untuk ikatan sekolah yang disetujui, dan Proposition 71 yang menciptakan $ 3 miliar dalam pendanaan untuk penelitian California dalam terapi sel induk. Ia menjadi anggota dewan kampanye ONE Bono untuk memerangi kemiskinan global, khususnya penyakit di Afrika. Keberhasilannya dalam modal ventura telah menarik perhatian nasional; ia telah terdaftar dalam "Daftar Midas" eksklusif majalah Forbes dan secara luas dianggap sebagai salah satu pemodal ventura teknologi teratas di dunia. 

Doerr menganjurkan inovasi dalam teknologi energi bersih untuk memerangi perubahan iklim, dan telah menulis serta bersaksi tentang topik tersebut. Dalam konferensi TED 2007, dia mengutip ucapan putrinya, "generasi Anda menciptakan masalah ini, sebaiknya Anda memperbaikinya", sebagai seruan untuk memerangi pemanasan global.

Pada tahun 2008 ia mengumumkan bersama Steve Jobs the Kleiner Perkins $ 100 juta iFund, menyatakan iPhone "lebih penting daripada komputer pribadi" karena "ia tahu siapa Anda" dan "di mana Anda berada." Pada bulan April 2010, ia bersama dengan anggota iFund lainnya mengumumkan peningkatan nilai iFund sebesar $ 100 juta lagi, menjadikan iFund kumpulan investasi terbesar di dunia dalam industri aplikasi telepon seluler.

Dia saat ini menjabat di dewan direksi Google, Amyris Biotech, Tradesy dan Zynga. Doerr memimpin investasi Kleiner Perkins sebesar $ 150 juta di Twitter pada tahun 2012.

Pada tahun 2013 ia berinvestasi di DreamBox yang telah diakuisisi oleh Charter School Growth Fund. Dia juga mendanai investasi awal di Bloom Energy Inc. Doerr adalah pendukung utama perusahaan pendidikan, Remind.

Doerr membimbing Ellen Pao ketika dia pertama kali bergabung dengan Kleiner Perkins. Sebelum berubah pikiran pada tahun 2012, ia dikenal karena menantang orang-orang yang memberikan ulasan kinerja negatifnya.

Doerr menjabat sebagai dewan direksi Obama Foundation dan ONE.org. Pada bulan Februari 2009, Doerr ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Pemulihan Ekonomi AS oleh Presiden Barack Obama untuk memberikan saran dan nasihat kepada Presiden dan pemerintahannya dalam memperbaiki kemerosotan ekonomi Amerika. 

 

Doerr menikah dengan Ann Howland Doerr. Mereka tinggal di Woodside, California, bersama anak-anak mereka.

Pada bulan Agustus 2010, mereka menandatangani Giving Pledge, sebuah kampanye yang dibuat oleh Bill & Melinda Gates Foundation dan Warren Buffett untuk meminta individu-individu dengan kekayaan sangat tinggi untuk menyumbangkan kekayaan mereka untuk tujuan amal dalam hidup mereka. 

 

Pada tahun 1997, Doerr dinobatkan sebagai Distinguished Alumnus of Rice University atas prestasinya dalam bisnis. 

Pada tahun 2009, Doerr dinobatkan sebagai Anggota Akademi Seni & Sains Amerika. 

Pada 2010, Doerr dilantik menjadi California Hall of Fame.

Pada tahun 2019, Doerr menerima Golden Plate Award dari American Academy of Achievement.  

 

Pada bulan April 2013, kelompok lobi bernama FWD.us (bertujuan untuk melobi reformasi imigrasi dan peningkatan pendidikan) diluncurkan, dengan John Doerr terdaftar sebagai salah satu pendirinya. Doerr adalah seorang pendukung Partai Demokrat dan telah menjadi tuan rumah penggalangan dana untuk mereka dalam beberapa kesempatan.

Sumber: wikipedia

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada semua orang yang mencari buku self improvement yang secara strategi bisa membantu mengeksekusi ide dengan terukur dan terarah.

 

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi has been being a reader since she was a little kid, 5 or 6 yo. Her favorite reading time was bed-time with Mom and Bobo magazine. She loves reading fiction and non fiction. Books help her a lot during her teenager and her other struggling period of life. Once a week, she announced for streaming radio nbsradio.id (alliance with VOA), she has a book program named NBS Book Review, and a self improvement program named Positive Vibes. Dipi collaborates with her partner, Andri Irawan, create book podcast (Spotify Bookita, Instagram @bookita.podcast. Now she has her own podcast (Anchor & Spotify DipidiffTalks; Instagram @dipidiff_talks @dipidiffofficial). Her other passions link to education and entrepreneurship. That's why she is nurturing her own small business, Dipidiff Official Store (instagram @dipidiffofficialstore , Tokopedia Dipidiff Official Store), and her personal branding Dipidiff,  while keeping busy being a mom of one and coaching for some teenagers and young - adults at Growth Tracker Program, it is a private program - special purpose, which help (especially) teen and young adult to find their passion and unleash their potential. Dipi retired from working at university and enjoy her time at training institution. Right now, she is an educator and Periplus Bandung Ambassador (occasionally alliance with Periplus Indonesia). She is getting older, she dreams a quiet life and contributing as best as she can for community.

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Twyford Code - Janice Ha…

20-11-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  The Sunday Times Bestseller   Judul : The Twyford Code Penulis : Janice Hallett Jenis Buku : Amateur Sleuths, Murder Thrillers, Suspense Thrillers Penerbit : Profile Books Tahun Terbit : July 2022 Jumlah Halaman : 400 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Suluh Rindu - Habiburrahman …

12-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Suluh Rindu Penulis : Habiburrahman El Shirazy Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2022 Jumlah Halaman :  594 halaman Dimensi Buku : 13.5 × 3 × 20.5 cm Harga...

Read more

Review Buku Dimensi Langit Manusia - Ast…

11-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Dimensi, juara favorit Kompetisi Menulis Kwikku Tahun 2020 Setelah direvisi, Dimensi diterbitkan MCL dengan judul Dimensi Langit Manusia   Judul : Dimensi Langit Manusia Penulis : Astrida Hara Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : MCL...

Read more

Review Buku Bino - Zaki Jaihutan

10-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Bino Penulis : Zaki Jaihutan Jenis Buku : Horor Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Juni 2021 Jumlah Halaman : 288 halaman Dimensi Buku : 13 x 19 cm Harga : Rp. 96.000*harga sewaktu-waktu dapat...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Mengapa Ringkasan Buku Itu Penting? Trib…

19-06-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...

Read more

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more