0

Review Buku The Whole-Brain Child - Daniel J. Siegel & Tina Payne Bryson

Published: Sunday, 21 November 2021 Written by Dipidiff

 

#1 Best Seller in Popular Child Psychology

New York Times Bestseller

 

Judul : The Whole-Brain Child: 12 Revolutionary Strategies to Nurture Your Child's Developing Mind

 

Penulis : Daniel J. Siegel & Tina Payne Bryson

Jenis Buku : Medical Child Psychology / Popular Child Psychology / Parenting Books

Penerbit : Bantam

Tahun Terbit : September 2012

Jumlah Halaman :  192 halaman

Dimensi Buku : 20,07 x 12,95 x 1,52 cm

Harga : Rp. 205.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah

ISBN : 978055338669

Paperback

Edisi Bahasa Inggris

Available at PERIPLUS BANDUNG Bookstore (ig @Periplus_setiabudhi, @Periplus_husein1 , @Periplus_husein2)

 

 

 

Sekelumit Tentang Is

Dalam buku perintis dan praktis ini, Daniel J. Siegel, neuropsikiater dan penulis buku terlaris Mindsight, dan pakar pengasuhan anak Tina Payne Bryson menawarkan pendekatan revolusioner untuk membesarkan anak dengan dua belas strategi utama yang mendorong perkembangan otak yang sehat, yang mengarah pada anak-anak yang lebih tenang dan lebih bahagia. Para penulis menjelaskan bagaimana cara kerja otak terhubung, antara otak atas dengan otak bagian bawah, dan antara otak bagian kiri dengan bagian kanan. Dengan menerapkan penemuan-penemuan ini pada pengasuhan sehari-hari, kita dapat mengubah ledakan, argumen, atau ketakutan apa pun menjadi kesempatan untuk mengintegrasikan otak anak kita dan mendorong pertumbuhannya secara optimal.

Lengkap dengan strategi yang sesuai dengan beragam usia anak untuk menghadapi perjuangan sehari-hari dalam mengasuh buah hati. Ada ilustrasi yang akan membantu kita menjelaskan konsep-konsep ini kepada anak. The Whole-Brain Child menunjukkan bagaimana cara menumbuhkan perkembangan emosional dan intelektual anak yang sehat.

 

Yuk kita intip daftar isinya:

Introduction: SURVIVE AND THRIVE

Chapter 1: PARENTING WITH THE BRAIN IN MIND

Chapter 2: TWO BRAINS ARE BETTER THAN ONE: Integrating the Left and the Right

Whole-Brain Strategi #1: Connect and Redirect: Surfing Emotional Waves

Whole-Brain Strategy #2: Name It to Tame It: Telling Stories to Calm Big Emotions

Chapter 3: BUILDING THE STAIRCASE OF THE MIND: Integrating the Upstairs and Downstairs Brain

Whole-Brain Strategy #3: Engage, Don't Enrage: Appealing to the Upstairs Brain

Whole-Brain Strategy #4: Use It or Lose It: Exercising the Upstairs Brain

Whole-Brain Strategy #5: Move It or Lose It: Moving the Body to Avoid Losing the Mind

Chapter 4: KILL THE BUTTERFLIES! Integrating Memory for Growth and Healing

Whole-Brain Strategy #6: Use the Remote of the Mind: Replaying Memories

Whole-Brain Strategy #7: Remember to Remember: Making Recollection a Part of Your Family's Daily Life

Chapter 5: THE UNITED STATES OF ME: Integrating the Many Parts of the Self

Whole-Brain Strategy #8: Let the Clouds of Emotion Roll By: Teaching That Feelings Come and Go

Whole-Brain Strategy #9: SIFT: Paying Attention to What's Going On Inside

Whole-Brain Strategy #10: Exercise Mindsight: Getting Back to the Hub

Chapter 6: THE ME-WE CONNECTION: Integrating Self and Other

Whole-Brain Strategy #11: Increase the Family Fun Factor: Making a Point to Enjoy Each Other

Whole-Brain Strategy #12: Connect Through Conflict: Teach Kids to Argue with a "We" in Mind

Conclusion: BRINGING IT ALL TOGETHER

Refrigerator Sheet

Whole-Brain Ages and Stages

Acknowledgements

Index

 

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Disain simple yang cantik karena pilihan warnanya. Gambar ilustrasinya sesuai sekali dengan inti isi bukunya. Pemilihan warna-warni pada judul menggambarkan buku ini bisa digunakan untuk anak (bagian komiknya) selain bacaan untuk ayah dan ibu.

Btw, buku ini punya versi workbooknya dengan disain sampul beda.

 

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Satu lagi buku parenting yang wajib dicoba baca ☺.

The Whole-Brain Child adalah buku kolaborasi dua penulis yang kompeten di bidangnya; Daniel J. Siegel (neuropsychiatrist) dan Tina Payne Bryson (ahli parenting). Mereka menawarkan satu pendekatan pengasuhan anak yang revolusioner dengan merumuskan 12 strategi kunci perkembangan otak yang berujung pada pembawaan anak yang lebih tenang dan bahagia. Isi buku ini praktis untuk diaplikasikan sehari-hari, dan memberikan wawasan kepada kita untuk bukan hanya sekadar tahu, tapi juga paham.

The Whole-Brain Child shows you how to cultivate healthy emotional and intellectual development so that your children can lead balanced, meaningful, and connected lives.



Saya kira kita sepakat mengasuh anak ada kalanya begitu melelahkan, Daniel dan Tina Payne menyebut situasi itu dengan istilah survival moments. Kabar baiknya adalah momen tersebut sebenarnya membuka peluang yang besar untuk perkembangan anak.

Therefore survival moment is a thrive moment as well.

The moments you are just trying to survive are actually opportunities to help your child thrive.

Page viii.

 

You've had those days, right? When the sleep deprivation, the muddy cleats, the peanut butter on the new jacket, the homework battles, the Play-Doh in your computer keyboard, and the refrains of "She started it!" leave you counting the minutes until bedtime. On these days, when you (again?!!) have to pry a raisin from a nostril, it seems like the most you can hope for is to survive.

However, when it comes to your children, you're aiming a lot higher than mere survival. Of course you want to get through those difficult tantrum-in- the-restaurant moments. But whether you're a parent or other committed caregiver in a child's life, your ultimate goal is to raise kids in a way that lets them thrive. You want them to enjoy meaningful relationships, be caring and compassionate, do well in school, work hard and be responsible, and feel good about who they are.

Survive. Thrive.

Introduction

 

Di buku ini dibahas strategi berpendekatan cara kerja otak anak untuk bisa menggunakan momen tersebut.

Chapter 1 Parenting with the Brain in Mind akan menjelaskan konsep pengasuhan dengan 'brain in mind', juga mengenalkan konsep 'the whole-brain approach'.

Chapter 2 memaparkan cara untuk bisa mengoneksikan otak kiri dan kanan anak supaya bisa bekerja bersama sehingga anak bisa mengakses baik logika maupun emosinya.

Chapter 3 menekankan pentingnya hubungan otak bawah dengan otak atas yang erat kaitannya dengan kemampuan anak dalam mengambil keputusan, empati, dan moral.

Chapter 4 menjelaskan cara untuk bisa membantu anak mengatasi masa down, trauma, kesedihan, dll, agar mereka bisa mencerna situasi, memahami, dan pada akhirnya menerima hal tersebut tanpa meninggalkan efek buruk kedepannya.

Chapter 5 berisi wawasan yang membantu kita untuk bisa mengajarkan pada anak bahwa mereka punya kapasitas dan kemampuan untuk berhenti sejenak dan merefleksikan kondisi pikiran mereka. Dengan demikian, anak bisa membuat pilihan dan kendali terhadap apa yang mereka rasakan dan apa respon mereka kemudian.

Chapter 6 menggarisbawahi berbagai cara yang bisa orangtua lakukan untuk mengajarkan pada anak tentang apa itu kebahagiaan dan rasa cukup yang dihasilkan dari menjaga hubungan dengan sesama dengan tetap menjadi diri sendiri.

The Whole-Brain Child adalah salah satu buku parenting ilmiah yang saya koleksi. Studi kasusnya menarik, isinya mudah dipahami, dan insightnya dalam serta aplikatif.

 

Buku parenting yang ada komiknya ☺. Ya itulah dia buku ini. Seperti yang disampaikan oleh penulis di awal buku, bagian komik ini memang sengaja diciptakan salah satunya untuk bisa menyampaikan juga isi buku ke anak.

Menarik sekali untuk menyimak halaman komik cerita di buku ini. Tidak dicetak warna memang, tapi bahkan dengan hitam putih pun lembar ini memberikan variasi bacaan yang saya butuhkan, selingan yang asyik di tengah penjelasan teori-teori yang ada. Selain komik, ada juga halaman dengan gambar yang lebih sederhana.

Picture: gambar ilustrasi

 

 

Oh iya, jangan lupa pula ada narasi berbentuk dialog di buku ini.

Picture: format dialog

This is what Tina did for her son when she tucked him into bed and talked with him about the swimming lessons. Their conversation went something like this:

TINA: Can you tell me anything about what's going on with the swimming?

SON: I don't know, Mom. I just don't want to do it.

TINA: Are you afraid of something?

SON: I gues. I've just got all of these butterflies in my stomach.

TINA: So let's talk about those butterflies. Did you know that your brain remembers things even when you don't know you're remembering?

SON: I don't get it.

TINA: OK. Let me say it a different way. Do you remember you had a bad experience with swim lessons before?

SON: Oh yeah.

TINA: Do you remember that place we went?

SON: They were so hard on us there.

...

Page 73

 


The Whole-Brain Child jelas sebuah buku yang ilmiah tapi dikemas dengan lebih populer agar bisa dipahami lebih mudah untuk pembaca umum tanpa kehilangan sisi saintifiknya. Uniknya adalah semua data riset dan rujukan itu 'disembunyikan' lalu diganti dengan cerita-cerita, studi kasus, dan penjelasan menggunakan analogi, baru setelah sampai di akhir buku dan membaca biodata penulis kita paham bahwa buku ini ditulis berdasarkan kajian ilmiah dan riset tahunan.

... they are responsible for basic function (like breathing and blinking), for innate reactions and impulses (like fight and flight), and for strong emotions (like anger and fear). Whenever you instinctually flinch because a Little League foul ball flies into stands, your downstairs brain is doing its job. The same goes for when your face goes red with fury because, after twenty minutes of convincing your kindergartner that the dentist s office wont be scary, the dental assistant enters the room and announces in front of your daughter, "We'll need to give her a shot to numb her." Your anger- along with other strong emotions and bodily functions and instincts - springs from your downstairs brain. It's like the first floor of a house, where so many of a family's basic needs are met. There you'll almost always find a kitchen, a dining room, a bathroom, and so on. Basic necessities get taken care of downstairs.

Your upstairs brain is completely different. It's made up of the cerebral cortex and its various parts - particularly the ones directly...

Page 39

 

Ada bagian Integrating Ourselves di tiap akhir chapter. Bagian ini biasanya berupa refleksi untuk orang tua, memanfaatkan pendekatan brain untuk mengintegrasikan dirinya juga. Pada akhirnya buku ini memang mengolah bukan hanya anak, tapi juga orangtuanya.

Picture: halaman Integrating Ourselves

Integrating Ourselves: Using Our Own Mental Staircase

"My young son was screaming for forty-five minutes and I didn't know how to comfort him. I finally screamed back, 'Sometimes I hate you!"

"My son was two and scratched his baby brother's face so hard that he left marks. I spanked his bottom, like five hard swats. Then I left the room, walked down the hall, turned back around, and spanked him probably five more swats again, I screamed at him so loud, I terrified him."

"After I had told my daughter to watch out for her little brother running in front of the swing, she almost swung right into him. I was so mad that even in front of other people at the park I said to her, "What s wrong with you -- are you stupid?"

 

These are some pretty awful parenting experiences, aren't they? They represent our downstairs moments, the times when we're so out of control that we say or do something we d never let anyone else say or do to our child.

The confession above come from real parents whom we know personally. And although it may surprise you, each of those parents does a great job at raising their kids. But like the rest of us, they just lose it from time to time and say and do things they wish they hadn't.

Could you add your own downstairs moment to the list above? Of course, you could, You are a parent and you are a human. We see it time and again when we speak to and counsel parents: in high-stress parenting situation, parents make mistakes. All of us do.

..



Jangan khawatir buat kita yang suka pada summary di akhir buku, karena di sini akan ada bab Refrigerator Sheet yang isinya semacam poin-poin penting buku ini. Lalu setelahnya ada bab Whole-Brain Ages and Stages yang berisi tabel strategi per level sesuai usia yang bisa kita gunakan untuk referensi panduan penerapan strateginya. Penasaran dengan beberapa strategi yang ada dan tabel panduan tersebut? Silakan perhatikan foto di bawah ini.

Picture: halaman Refrigerator Sheet

Picture: halaman Whole-Brain Ages and Stages

 

Memahami cara kerja otak anak sangat penting supaya kita bisa mendorong perkembangan anak seoptimal mungkin. Di buku the whole brain child ini dijabarkan strategi integrasi otak yang terdiri dari 5 jenis integrasi, yaitu integrasi otak kiri dan kanan, integrasi vertikal dan horizontal, integrasi memori, integrasi bagian-bagian diri yang berbeda, dan terakhir, integrasi diri dan orang lain.

Otak sangat kompleks dengan area yang berbeda melakukan berbagai tugas, namun terus-menerus saling terkait. Kesehatan mental yang baik berarti membuat semua area otak bekerja sama dengan baik.

Untuk "bekerja sama dengan baik" berarti semua bagian terintegrasi secara efektif. Integrasi horizontal terjadi ketika otak kiri dan otak kanan terhubung. Integrasi vertikal melibatkan bagian otak bawah yang intuitif dan lebih primitif, terhubung dengan otak atas yang logis. Integrasi memori membantu hippocampus membuat memori implisit lebih eksplisit sehingga kita dapat memproses hal-hal yang mengkhawatirkan yang telah terjadi di masa lalu. Kita juga dapat mengintegrasikan pemikiran dan pengalaman yang berbeda dengan memfokuskan perhatian kita secara berbeda. Dan akhirnya, kita dapat mengembangkan kapasitas bawaan anak-anak kita untuk koneksi sosial.

Ada dua strategi yang ditawarkan untuk mengintegrasikan otak kiri dan kanan anak. Yang pertama strategi connect and redirect. Lakukan koneksi otak kanan dulu baru kemudian arahkan ke otak kiri. Saat anak menceritakan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, beri komentar yang mengakui perasaannya, gunakan ekspresi wajah yang empatik, nada suara yang penuh kasih, dan mendengarkan tanpa menghakimi. Ini memungkinkan anak-anak kita untuk 'merasakan', menciptakan ruang yang aman untuk kemudian mengatasi situasi atau masalah secara lebih logis. Setelah otak dalam keadaan yang lebih terintegrasi, lebih mudah untuk mengelola otak kiri, dan memecahkan masalah. Ini ga berarti kita  menyerah pada batasan dan disiplin, juga tidak berarti menyelesaikan masalah dengan segera. Tapi dengan cara ini emosi si anak menjadi tidak berlebihan dan hanya dalam situasi itu kita bisa terhubung dengannya dan mengarahkan ulang ke perspektif yang logis.

Strategi kedua adalah name it to tame it. Strategi ini membantu untuk mengakses belahan otak kiri dan menceritakan kembali kisah pengalaman menakutkan atau menyakitkan. Menceritakan kisah tentang apa yang terjadi, atau menggunakan gambar dan permainan untuk melakukan ini, dapat membantu seorang anak memahami pengalamannya. Misalnya seperti ini: Ada seorang anak namanya Katiee. Ayahnya membantunya untuk menceritakan kisah apa yang terjadi pada hari dia sakit di sekolah, si ayah membantu Katie untuk menyadari bahwa sekolah itu menyenangkan, gurunya peduli, dan bahwa sang ayah selalu ada untuk menjemputnya, dan bahwa dia bisa belajar mencintai sekolah lagi.

Masih ada 10 strategi Whole-brain lain di buku ini tentunya. Teman-teman booklover silakan baca sendiri untuk tau lebih rinci tentang semua strategi dan cara mengaplikasikannya.

 

 



Personally, saya suka sekali buku ini dan saya masukkan dalam koleksi khusus saya, bukan hanya karena insightnya padat, banyak, tapi mudah dicerna, namun karena isi buku ini membuat saya bisa merefleksikan diri juga sebagai orang dewasa dan orangtua bagaimana caranya untuk bisa jadi lebih baik ke depannya, dengan pendekatan teknik whole-brain ini.

I politely encourage you to read this book immediately ☺.


 

Meski buku ini mendapat beberapa kritikan seperti kurangnya dasar ilmiah dalam penyampaian materi, beberapa bagian rasanya diulang-ulang, dan tidak menawarkan solusi baru yang praktis untuk orang tua, saya berpendapat buku ini sebuah buku parenting yang bagus untuk dibaca. Gaya penyampaian yang banyak berbentuk story telling, analogi, dan ga banyak menggunakan istilah ilmiah menyebabkan isi buku ini mudah dipahami, easy to read. Halaman komik memang sama pesannya dengan  apa yang ada di dalam narasi, sehingga bisa dimaklumi kalo sebagian pembaca akan merasakan efek repetitif, tapi saya pribadi mengingat kembali tujuan penulis membuat halaman komik ini yang diutarakan di awal buku, agar halaman itu bisa digunakan orangtua untuk mendiskusikan topik ini bersama anak. Bahwa buku ini tidak memberikan wawasan terupdate, barangkali ada benarnya, karena saya membacanya di tahun 2021, dan apa yang ada di dalam buku saya temukan juga versi lebih detailnya di buku lain. Meskipun demikian, insight buku ini tetap bagus, apalagi ada halaman tabel usia yang bisa sangat bermanfaat dalam aplikasi strategi. Bagi pembaca yang baru saja mulai membaca buku parenting, buku ini menjadi pilihan yang tepat, karena mudah dipahami, dan membahas hal mendasar.

 

Siapa Daniel J. Siegel 

Daniel J. Siegel, M.D., adalah profesor klinis psikiatri di UCLA School of Medicine, co-director pendiri UCLA Mindful Awareness Research Center, dan direktur eksekutif Mindsight Institute. Lulusan Harvard Medical School, Dr. Siegel adalah penulis beberapa buku, termasuk buku terlaris New York Times Brainstorm, Mind, dan, dengan Tina Payne Bryson, The Whole-Brain Child dan No-Drama Discipline. Dia juga penulis buku terlaris Mindsight dan, bersama Mary Hartzell, Parenting from the Inside Out.

Sumber: Amazon

 

Daniel J. Siegel (1957) adalah profesor klinis psikiatri di UCLA School of Medicine dan direktur eksekutif Mindsight Institute. Daniel J. Siegel menerima gelar kedokterannya dari Harvard Medical School dan menyelesaikan pendidikan pascasarjana kedokterannya di UCLA dengan pelatihan pediatri dan psikiatri anak, remaja dan dewasa. Dia menjabat sebagai National Institute of Mental Health Research Fellow di UCLA, ia mempelajari interaksi keluarga dengan penekanan pada bagaimana pengalaman keterikatan memengaruhi emosi, perilaku, memori otobiografi, dan narasi.

Siegel adalah salah satu pendiri Mindful Awareness Research Center di UCLA. Dia anggota terkemuka American Psychiatric Association dan penerima beberapa beasiswa kehormatan. Dia menjabat sebagai direktur medis LifeSpan Learning Institute dan di dewan penasihat Blue School di New York City, yang telah membangun kurikulumnya di sekitar pendekatan Mindsight Siegel. Siegel juga bertugas di Dewan Pengawas di Institut Garrison. Dia pernah menjadi penasihat komedian Chelsea Handler.

 

Publikasi

  • The Developing Mind: Toward a Neurobiology of Interpersonal Experience (New York: Guilford Press, 1999)
  • Healing Trauma: Attachment, Mind, Body and Brain (New York: WW Norton & Company, 2003). Co-edited with Marion Solomon.
  • Parenting From the Inside Out: How A Deeper Self-Understanding Can Help You Raise Children Who Thrive (New York: Tarcher, 2004). Co-author with Mary Hartzell.
  • The Mindful Brain: Reflection and Attunement in the Cultivation of Well-Being (New York: WW Norton & Company, 2007)
  • The Healing Power of Emotion: Affective Neuroscience, Development & Clinical Practice (New York: WW Norton & Company, 2009). Co-edited with Diana Fosha and Marion F. Solomon.
  • The Mindful Therapist: A Clinician's Guide to Mindsight and Neural Integration (New York: WW Norton & Company, 2010)
  • Mindsight: The New Science of Personal Transformation (New York: Bantam, 2010)
  • The Whole-Brain Child: 12 Revolutionary Strategies to Nurture Your Child’s Developing Mind, Survive Everyday Parenting Struggles, and Help Your Family Thrive (New York: Delacorte Press, 2011). Co-author with Tina Payne Bryson.
  • The Developing Mind, Second Edition: How Relationships and the Brain Interact to Shape Who We Are (New York: Guilford Press, 2012).
  • Pocket Guide to Interpersonal Neurobiology: An Integrative Handbook of the Mind (New York: W.W. Norton & Company, 2012)
  • Brainstorm: The Power and Purpose of the Teenage Brain (New York: Penguin Putnam, 2013)
  • No-Drama Discipline: The Whole-Brain Way to Calm the Chaos and Nurture Your Child's Developing Mind (New York: Bantam, 2014). Co-author with Tina Payne Bryson.
  • Mind: A Journey to the Heart of Being Human (New York: WW Norton & Company, 2016)
  • The Yes Brain: How to Cultivate Courage, Curiosity, and Resilience in Your Child (New York: Bantam, 2018). Co-author with Tina Payne Bryson.
  • Aware: The Science and Practice of Presence (New York: TarcherPerigee, 2018).

Sumber: wikipedia

 

Siapa Tina Payne Bryson

Tina Payne Bryson, Ph.D., adalah seorang psikoterapis anak dan remaja, konsultan pengasuhan anak, dan direktur pendidikan dan pengembangan pengasuhan untuk Mindsight Institute. Sering menjadi dosen bagi orang tua, pendidik, dan profesional, dia tinggal di dekat Los Angeles bersama suami dan tiga anaknya.

Sumber: Amazon

Dr. Tina Payne Bryson adalah penulis Bottom Line for baby dan rekan penulis (bersama Dan Siegel) dari dua Buku Terlaris New York Times—The Whole-Brain Child dan No-Drama Discipline—masing-masing telah diterjemahkan ke lebih dari lima puluh bahasa, serta The Ya Brain dan The Power of Showing Up. Dia adalah Pendiri dan Direktur Eksekutif The Center for Connection, praktik klinis multidisiplin, dan The Play Strong Institute, sebuah pusat yang didedikasikan untuk studi, penelitian, dan praktik terapi bermain melalui lensa perkembangan saraf. Dr. Bryson memimpin konferensi dan mengadakan lokakarya untuk orang tua, pendidik, dan dokter di seluruh dunia, dan dia sering berkonsultasi dengan sekolah, bisnis, dan organisasi lain. Seorang LCSW, Tina adalah lulusan Universitas Baylor dengan gelar Ph.D. dari USC. Bagian terpenting dari biografinya, katanya, adalah bahwa dia adalah seorang ibu bagi ketiga putranya. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang Dr. Bryson di TinaBryson.com.

Sumber: Linkedn

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca yang mencari buku parenting yang menggunakan pendekatan otak anak dalam cara pengasuhan. Easy to read, formatnya bercerita, menggunakan analogi, ada halaman komik juga yang bisa digunakan untuk mendiskusikan topik ini bersama anak. Ada halaman berlayout khusus di bagian akhir chapter yang mengajak para ayah dan ibu untuk turut menggunakan strategi itu sebagai refleksi personal diri. Tidak banyak dasar ilmiah yang dipaparkan di sini, dan strategi yang ditawarkan mungkin akan tidak terasa baru kalau pembacanya kebetulan sudah banyak menyimak buku-buku parenting lainnya. Meskipun demikian isi bukunya tetap bagus, kekuatannya terutama di cara penyampaian materinya yang mudah dipahami itu. Ada summary di bagian belakang buku, dan ada tabel pengaplikasian strategi sesuai usia anak.

 

-------------------------------------------------------------------------

 

Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.

Dipi adalah seorang pembaca buku sejak usia 5 tahun. Ia membaca buku-buku fiksi maupun non fiksi. Dipi host di dua program di nbsradio.id (radio di Bandung yang beraliansi resmi dengan VOA). Podcast Dipi bisa diakses di Spotify DipidiffTalks. Dipi menulis di blognya dipidiff.com , dan tulisan-tulisan review bukunya menjadi entry di halaman pertama mesin pencari Google. Saat ini dipi adalah ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di beberapa event literasi. Dipi bisa dijumpai juga di instagram @dipidiffofficial. Dipi diundang oleh berbagai komunitas dan lembaga pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereview buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Universitas Negeri Semarang, LP3i, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, English Star Bandung, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, dan masih banyak lagi. Passionnya yang lain terkait dengan pendidikan dan kue-kue. Dia mengembangkan bisnis kecilnya, bernama Dipidiff Snack Book - Dipidiff Official Store, sambil tetap sibuk menjadi ibu satu anak dan meng-coaching-mentoring beberapa remaja dan dewasa muda di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka. Dipi pensiun dari bekerja di universitas dan menikmati waktunya di lembaga pelatihan. Dipidiff adalah Personal Brand-nya. 

Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation

Contact Dipidiff at This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

 

 

 

TERBARU - Review Buku

Review Buku The Twyford Code - Janice Ha…

20-11-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  The Sunday Times Bestseller   Judul : The Twyford Code Penulis : Janice Hallett Jenis Buku : Amateur Sleuths, Murder Thrillers, Suspense Thrillers Penerbit : Profile Books Tahun Terbit : July 2022 Jumlah Halaman : 400 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Suluh Rindu - Habiburrahman …

12-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Suluh Rindu Penulis : Habiburrahman El Shirazy Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2022 Jumlah Halaman :  594 halaman Dimensi Buku : 13.5 × 3 × 20.5 cm Harga...

Read more

Review Buku Dimensi Langit Manusia - Ast…

11-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Dimensi, juara favorit Kompetisi Menulis Kwikku Tahun 2020 Setelah direvisi, Dimensi diterbitkan MCL dengan judul Dimensi Langit Manusia   Judul : Dimensi Langit Manusia Penulis : Astrida Hara Jenis Buku : Fiksi Religi Penerbit : MCL...

Read more

Review Buku Bino - Zaki Jaihutan

10-09-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Judul : Bino Penulis : Zaki Jaihutan Jenis Buku : Horor Penerbit : MCL Publisher Tahun Terbit : Juni 2021 Jumlah Halaman : 288 halaman Dimensi Buku : 13 x 19 cm Harga : Rp. 96.000*harga sewaktu-waktu dapat...

Read more

TERBARU - Jeff's Journal

Lima Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum…

17-10-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini, di Amerika Serikat sedang nge-tren sebuah istilah yang namanya The Great Resignation. Terjemahan bebasnya kira-kira “Pengunduran Diri Besar-besaran”. Entah kenapa kalau Amerika Serikat yang memberikan nama, biasanya selalu...

Read more

Tentang Caranya Mengelola Waktu

11-08-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    “Seandainya masih ada waktu...” Berani taruhan, diantara kita, pasti pernah berkomentar seperti di atas, atau yang mirip-mirip, minimal sekali seumur hidup. Waktu merupakan satu-satunya sumber daya yang tidak dapat diproduksi ulang. Apa...

Read more

Mencari Panutan

24-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “Gue nge-fans sama Michelle Obama.” Kata seorang sahabat saya beberapa waktu lalu ketika mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu meluncurkan bukunya yang berjudul Becoming. “Kalau gue baca bukunya Michelle karena pengen...

Read more

Kerja Keras vs Kerja Keras

13-07-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok dan dunia, pernah mengemukakan sebuah hal yang cukup kontroversial beberapa waktu lalu. Ma mendukung penerapan sistem kerja 996, sebuah sistem kerja yang...

Read more

GENERALIST vs SPECIALIST

23-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Mari memulai diskusi ini dengan sebuah ilustrasi. Anggaplah kita sedang di perjalanan untuk berlibur ke sebuah negara di belahan dunia lain. Di tengah perjalanan, nasib naas menerpa kita, dan akhirnya kita...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

07-06-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita bersama-sama belajar tentang apa yang perlu kita miliki di usia 25 tahun, dari sisi pola pikir (mindset). Diantaranya kita harus mempunyai pemikiran yang mau selalu terus...

Read more

Apa sih yang Harus Saya Miliki di Usia 2…

22-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Akhir-akhir ini marak pembahasan di sosial media mengenai apa yang harus kita capai di usia 25 tahun. Bermula dari sebuah konten di twitter yang bertuliskan ‘usia 25 tahun idealnya punya...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 4) – Ala…

09-05-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

      Sampailah kita pada pembahasan terakhir mengenai Mastering Presentation. Pada artikel terakhir ini, mari kita ulas sedikit tentang alat bantu dalam melakukan presentasi. Ketika kita berbicara mengenai alat bantu dalam presentasi, perlu...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 3) – Cara…

25-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang jenis dan gaya presentasi. Kedua hal ini mudah-mudahan dapat membantu kamu dalam membuat presentasi yang lebih baik dari sebelumnya. Nah untuk bagian ketiga...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 2) – Cara…

12-04-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Jika pada artikel sebelumnya kita belajar mengenai jenis-jenis presentasi, maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat presentasi yang baik. Kita langsung saja yaa.   Tentukan Tujuan. Tentunya setiap presentasi...

Read more

Mastering Presentation (Bagian 1) – Meng…

28-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pernahkah kamu ada dalam situasi yang mengharuskan kamu membuat materi presentasi, tetapi kamu merasa stuck? Pernahkah kamu hanya diberi waktu 10 menit untuk muncul dengan materi presentasi, padahal kamu belum ngapa-ngapain? Jika...

Read more

SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi…

12-03-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  SOTOY – Dan caranya untuk tidak menjadi lebih sotoy lagi –   Di tahun 1999, dua orang psikolog sosial, David Dunning dan Justin Kruger mempublikasikan sebuah studi berjudul “Unskilled and Unaware of It:...

Read more

Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah …

27-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Kebiasaan Menyikat Gigi Cathy – Sebuah pelajaran tentang membangun kebiasaan –   “Cathy! Ayo cepat sikat gigi, terus mandi! Udah siang nih, nanti terlambat sekolah kamu!” terdengar teriakan seorang ibu dari balik ruangan...

Read more

A Valentine's Day Nonsensical Article

12-02-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Sometimes we waited too long to say what we should have Partly in the name of romance, we acted different than what we could have Eased by the phrase “a special word”...

Read more

KERJA = JODOH ?

31-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Ada yang bilang "kalau namanya sebuah kerjaan (baca: perusahaan) sudah jodohnya kita, ngga akan lari kemana."   Konsep perjodohan ini agak menarik. Bagaimana tidak, istilah yang tadinya dipakai untuk urusan rumah tangga...

Read more

Revolution, not Resolution – 5 Cara Meme…

17-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada tulisan sebelumnya, kita banyak membahas tentang bagaimana resolusi tahun baru mudah sekali gagal tidak lama setelah janji tersebut terucap. Tidak sabaran, tidak punya rencana, tidak ada mekanisme kontrol, hilangnya...

Read more

Revelation, Not Resolution – 5 Resolusi…

02-01-2021 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Revelation, not Resolution – 5 Resolusi Untuk 2021, dan 5 Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal –   Kamu pasti tahu kan apa yang biasanya dilakukan saat memasuki tahun baru? Bikin resolusi! Dari yang canggih...

Read more

2020

19-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

Apakah kamu termasuk kelompok orang-orang yang lega tahun ini akhirnya berakhir? Atau masuk dalam katagori orang yang masih belum menerima kalau tahun 2020 ini begitu kacaunya? Atau mungkin kamu ada...

Read more

The Disrupted Disruption

05-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

    Ingatkah kalian, beberapa dekade yang lalu, ketika umat manusia masih berada dalam puncak kejayaannya dan sedang memasuki masa yang disebut sebagai era disrupsi digital? Sebentar.... Ah lupa.... rupanya belum sampai berpuluh-puluh tahun...

Read more

Rethinking Everything – The Disrupted Di…

03-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Pada artikel sebelumnya, kita membahas cukup banyak tentang disrupsi yang terdisrupsi. Waktu itu saya paparkan ada empat langkah yang perlu dilakukan untuk bisa survive atau bahkan menang dalam masa ini...

Read more

Orchestrate Your Action – The Disrupted …

01-12-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  – It takes as much energy to wish as it does to plan – Eleanor Roosevelt   Ada seorang anak muda, cerdas, belum lama lulus kuliah. Waktu itu dia bekerja di perusahaan yang...

Read more

Run, Forrest! Run! – a Disrupted Disrupt…

28-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  “...Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get” Kata-kata di atas keluar dari mulut Forrest Gump, seorang pria muda dengan IQ rendah namun baik hati...

Read more

Reinventing Yourself – a Disrupted Disru…

25-11-2020 Jeffrey Pratama - avatar Jeffrey Pratama

  Jadi, di masa pandemi ini kamu telah meletakkan semuanya di atas meja. Segala sesuatunya sudah dipikirkan dengan matang, mana yang akan kamu lakukan, mana yang bisa ditunda, mana yang harus...

Read more

TERBARU - POSITIVE VIBES

Kalpa Tree di Ciumbuleuit Bandung (a Sto…

11-08-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

Airy, stylish international restaurant with glass walls, plants & wine, plus a pool & garden.   Baru kemarin, Rabu tanggal 10 Agustus 2022 saya ke Kalpa Tree dalam rangka meeting. Sebenarnya ini...

Read more

Mengapa Ringkasan Buku Itu Penting? Trib…

19-06-2022 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...

Read more

10 Tips Mengatasi Kesepian

05-12-2021 Dipidiff - avatar Dipidiff

  Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...

Read more